Ekonomi
( 40733 )Bahaya Bagi Masyarakat Luas Penarikan Simpanan di Bank BUMN
Mengapa Lagu Bayar Bayar Bayar Band Sukatani Tak Bisa Dipidanakan
459 Pekerja PT Sanken Indonesia Masih Nego Pesangon PHK
Banyak Keraguan soal Danantara.
Profil 7 BUMN yang Dikabarkan Masuk Danantara
Trend Anak Muda, #KaburAjaDulu
Tahun lalu, ada wacana pejabat negara agar penerima beasiswa Indonesia yang selesai studi di luar negeri tidak wajib segera pulang. Para mahasiswa di Melbourne, bagian dari warga bangsa yang sudah akrab dengan pelesetan ”Indonesia Emas 2045” jadi ”Indonesia Cemas”. Banyak yang dikecewakan proses atau hasil Pemilu 2024. Mereka akrab dengan ikon bergambar ”Peringatan Darurat” yang bersambung dengan ikon ”Indonesia Gelap”. Sebulan terakhir, #KaburAjaDulu jadi tagar paling viral di berbagai media oleh kaum muda. Banyak yang menafsirkan tagar itu sebagai ungkapan putus asa warga terhadap kondisi ekonomi, hukum, dan sosial di Tanah Air. Elite politik dianggap tidak peduli terhadap kesulitan hidup sehari-hari masyarakat luas.
Kaum elite terlalu sibuk dengan sesamanya berebut dan tawar-menawar jatah kuasa serta harta dalam aneka bentuk perselingkuhan. Kas negara menipis sehingga anggaran belanja dipangkas. Meninggalkan Tanah Air demi perbaikan ekonomi bukan gejala baru. Sudah lebih dari setengah abad terjadi gelombang besar tenaga kerja migran (TKI/TKW) Indonesia ke mancanegara. Migrasi itu masih berlanjut. Akan tetapi, dulu tidak ada gegap gempita semboyan semacam #KaburAjaDulu. Apakah #Kabur- AjaDulu hanya gairah baru melanjutkan migrasi lama kaum TKI? Bedanya, kini pelakunya kelas menengah yang suaranya nyaring di ruang publik? Mereka sama-sama mengejar karier lebih baik di negeri asing karena kurang dihargai di Tanah Air.
Mungkin #KaburAjaDulu menandakan bangkitnya cita-cita dan selera kelas menengah terdidik. Mereka sadar kesejahteraan rekan-rekan mereka seprofesi di negara-negara lain lebih baik. Mereka merasa berhak setara. Mereka yakin mampu berprestasi kerja dengan standar internasional. Jika demikian, #KaburAjaDulu menandakan suksesnya pendidikan yang mereka tempuh. Ini kabar baik, yakni bangkitnya kesadaran potensi dan kepercayaan pada diri sendiri di lingkup global. Sayang, meningkatnya pendidikan warga ini tidak diimbangi dengan meningkatnya kualitas pelayanan negara. Bakat, dedikasi, dan kebutuhan mereka tidak tertampung. Aspirasi global warga bangsa ini tidak disertai kekuatan paspor Indonesia di tingkat global. Ada yang ingin berganti kewarganegaraan. (Yoga)
Integrasi Laporan Keuangan Perbankan Demi Transparansi
Skandal laporan keuangan yang terungkap di beberapa perusahaan, seperti PT Indofarma Tbk., PT Hanson Tbk., eFishery, PT Asabri, dan PT Jiwasraya, menunjukkan dampak besar terhadap bisnis dan kepercayaan investor. Manipulasi laporan keuangan menyebabkan kerugian signifikan bagi perusahaan, masyarakat, dan pihak terkait. Laporan keuangan yang akurat dan transparan, sesuai dengan standar akuntansi yang berlaku, sangat penting untuk menjaga integritas bisnis dan menghindari dampak negatif jangka panjang.
Pentingnya pengawasan yang ketat dari berbagai pihak, termasuk pemegang saham, komisaris, direksi, serta penguatan pengendalian internal, perlu menjadi fokus utama dalam menjaga kualitas laporan keuangan. Regulasi seperti POJK 15/2024 dari OJK menekankan pentingnya tata kelola yang baik dalam pelaporan keuangan dan sanksi bagi pihak yang tidak mematuhi aturan. Selain itu, bank juga dihadapkan pada tantangan ekonomi dan geopolitik yang dapat mempengaruhi kinerja keuangan mereka. Oleh karena itu, integritas laporan keuangan harus menjadi prioritas utama bank, mengingat bank merupakan lembaga kepercayaan yang mengelola dana masyarakat.
Meski tantangan berat menghadang, termasuk volatilitas ekonomi dan perubahan kebijakan, bank harus menjaga kepercayaan publik dengan menghasilkan laporan keuangan yang transparan dan dapat dipertanggungjawabkan, tanpa terjebak pada tampilan laporan yang hanya menarik di mata publik. Penguatan pengendalian internal dan fungsi pengawasan dalam bank menjadi langkah strategis untuk mencapai laporan keuangan yang berintegritas, meski dalam kondisi ekonomi yang penuh tekanan.
Perbankan Syariah Bukukan Kinerja Gemilang
Perbankan syariah nasional menunjukkan kinerja positif dengan peningkatan aset, pembiayaan, dana simpanan masyarakat, serta pangsa pasar. Aset total perbankan syariah tercatat sebesar Rp980,30 triliun, tumbuh 9,88% YoY, dan market share meningkat menjadi 7,72% dari 7,44% pada tahun sebelumnya. Pembiayaan yang disalurkan mencapai Rp643,55 triliun, tumbuh 9,92%, dengan sektor perumahan dan UMKM mendominasi. Dana pihak ketiga tercatat Rp753,60 triliun, tumbuh 10%, lebih tinggi dari industri perbankan nasional. Kualitas pembiayaan tetap terjaga dengan rasio NPF yang rendah.
CIMB Niaga Syariah juga mencatatkan pertumbuhan yang signifikan. Pada 2024, laba bersihnya mencapai Rp2,12 triliun, tumbuh 10,86% YoY. Pendapatan berbasis komisi dan pendapatan lainnya juga menunjukkan peningkatan. Pembiayaan CIMB Niaga Syariah tumbuh 9,14%, dan asetnya meningkat 7,58%. Meskipun ada kenaikan tipis pada rasio NPF, kualitas pembiayaan tetap terjaga, dan dana pihak ketiga mencatatkan pertumbuhan signifikan sebesar 21,74%.
Secara keseluruhan, sektor perbankan syariah di Indonesia pada 2024 menunjukkan tren positif yang mencerminkan stabilitas dan pertumbuhan yang solid dalam berbagai aspek.
Strategi Mengoptimalkan Cuan dari Kenaikan Harga Emas
Pemangkasan Anggaran, Tak Ada yang Luput
Pilihan Editor
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023









