;
Kategori

Ekonomi

( 40554 )

Pertumbuhan E-Dagang Kian Menjajikan

19 Nov 2021

Kompas, Jakarta - Sektor e-dagang menjadi penopang utama ekonomi internet di Indonesia. Sektor ini mendorong pesatnya penggunaan layanan keuangan digital dan jasa logistik. Indonesia menjadi tujuan investasi paling menarik di Kawasan Asia Tenggara. Nilai ekonomi internet di Indonesia, sesuai laporan e-Economy SEA 2021, diproyeksikan tumbuh 49 persen dari 47 miliar dollar AS pada 2020 menjadi 70 miliar dollar AS pada akhir tahun 2021. Kontribusi terbesar datang dari perdagangan elektronik atau e-dagang sebesar 52 persen. 

Selama pandemi Covid-19 tahun 2020 hingga semester I-2021, lebih banyak warga beradaptasi memakai layanan internet. Dalam laporan itu, Indonesia mendapat tambahan 21 juta konsumen baru layanan digital (consumer digital) sepanjang 2020 sampai semester I-2021. 72 persen diantaranya berasal dari non-kota besar. Hal itu merupakan penanda positif bagi ekosistem ekonomi internet. Sebanyak 99 persen konsumen baru layanan digital berniat terus menggunakan layanan berbasis internet setidaknya dari tujuh sektor yang menjadi obyek penelitian. 

Ketika e-dagang menjadi penopang yang signifikan dalam ekonomi internet, sektor-sektor layanan digital lain ikut berkembang. Ini terutama dimulai dari layanan keuangan digital dan logistik. Penawaran pinjaman kepada konsumen, seperti bayar kemudian (pay later), yang dipopulerkan oleh Kredivo dan Akulaku, telah terhubung dengan lokapasar. Layanan keuangan digital seperti ini juga banyak diminati konsumen. 

Lima Proyek Jalan Tol Ditawarkan ke Investor Asing

19 Nov 2021

Pemerintah gencar menawarkan sedikitnya lima jalan tol kepada investor global di forum investasi Dubai. Sejatinya, ruas jalan tol itu diprakarsai pihak swasta nasional. Bahkan, Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) sudah merampungkan lelang lima jalan tol itu pada Agustus 2021. Misalnya Jalan Tol Semanan-Balaraja sepanjang 32,39 kilometer (km) yang akan digarap konsorsium PT Alam Sutera Reality-PT Perentjana Djaja. Hingga kemarin belum terkonfirmasi progres proyek tol tersebut, termasuk rencana pembiayaan. Kepala BPJT, Danang Parikesit tidak bersedia mengomentari kabar penawaran lima ruas jalan tol oleh pemerintah.

Proyeksi BI, Rupiah akan Lebih Berbobot di 2022

19 Nov 2021

Bank Indonesia (BI) optimistis ruang penguatan nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika Serikat terbuka di tengah rencana pengetatan stimulus bank sentral Amerika Serikat (The Fed). BI melihat fundamental ekonomi Indonesia kuat dan stabil. Seperti diketahui, The Fed awal November 2021 mengumumkan tapering off yang bakal dimulai akhir bulan ini. The Fed akan mengurangi pembelian aset sebesar US$ 15 miliar secara rutin, yakni sebesar US$ 10 miliar di US Treasury dan US$ 5 miliar di sekuritas beragun hipotek.


PBB Ingatkan Kenaikan Harga konsumen di 2022

19 Nov 2021

Badan perdagangan dan Pembangunan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) atau UN’s Trade and Development Agency (UNCTAD) mengingatkan tentang lonjakan tarif angkutan peti kemas. Yang mana dapat diartikan sebagai harga yang lebih tinggi bagi konsumen pada tahun depan. Kecuali, permasalahan yang dipicu oleh pandemi virus corona Covid-19 dapat diuraikan.

Menurut UNCTAD, level harga impor global dapat meningkat sebesar 11% dan harga konsumen mencapai sebesar 1,5% diantara sekarang dan 2023. “Harga konsumen global akan naik secara signifikan ditahun depan sampai gangguan pada rantai pasokan pengiriman tidak terhalang. Serta kendala-kendala pelabuhan dan inefisiensi terminal ditangani.” Demikian pernyataan UNCTAD.

UNCTAD menyatakan bahwa pandemi telah memperbesar tantangan industri yang sudah ada sebelumnya terutama soal kekurangan tenaga kerja dan kesenjangan infrastruktur. UNCTAD menambahkan, prospek jangka menengah tetap positif tetapi tunduk pada resiko dan ketidakpastian yang meningkat. (Yetede)


Geliat Bisnis, Emiten Nikmati Pertumbuhan Premi

19 Nov 2021

Dari 14 emiten asuransi yang telah dipublikasikan laporan keuangan kuartal III/2021, sebanyak 10 perusahaan mampu mencatat pertumbuhan premi bruto. Beberapa perusahaan yang pertumbuhannya cukup signifikan dibandingkan periode yang sama tahun lalu antara lain PT Asuransi Harta Aman Pratama Tbk, (AHAP) yang mencatat pertumbuhan premi bruto 52,06% PT Asuransi Tania Tbk, (ASJT) tumbuh 19,69%, PT Lippo General Insurance Tbk, (LPGI) tumbuh 38,72%, dan PT Asuransi Jiwa Sinarmas MSIG Tbk, (LIFE) tumbuh 10,35%. Jumlah investasi perseroan sampai dengan September 2021 tercatat 41,72% dibanding dengan periode yang sama tahun sebelumnya dari atau naik menjadi Rp2,37 triliun dari sebelumnya Rp 1,67 triliun. Presiden Direktur Tugu Insurance Indra Burana menjelaskan persroan terus berupaya untuk tumbuh dengan memanfaatkan momentum pilihan. (Yetede)

Emiten Perkebunan, Prospek Cerah Harga CPO

19 Nov 2021

Emiten perkebunan seperti Astra Agro Lestari (AAL), Sampoerna Agro (SGRO), hingga PP London Sumatera Indonesia (LSIP) diperkirakan naik seiring kenaikan harga minyak sawit mentah (CPO) hingga akhir 2021 dengan target harga masing-masing Rp. 14.900, Rp. 1.900 dan Rp. 2.700. Lewat riset Bloomberg, analis Panin Securitas, Timothy Wijaya pada Rabu (17/11) menjelaskan kenaikan harga CPO terjadi sejak pertengahan 2021, didorong rendahnya produksi Malaysia, keringanan pungutan ekspor Indonesia dan Biodiesel yang akan ditingkatkan menjadi B40, Rekomendasi netral Panin Sekuritas untuk sector perkebunan, Saham PT Astra Agro Lestari (AAL) menjadi top picks.(Yoga)

Tahun Lalu Kontraksi, Pendapatan Negara Balik Melonjak 18,2% hingga Oktober

18 Nov 2021

Menteri Ekonomi (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati menyebutkan, pembukaan kembali (reopening) kegiatan ekonomi telah mendorong geliat aktivitas masyarakat sehingga turut memicu peningkatan pendapatan negara. Ini tercermin dari realisasi pendapatan negara hingga akhir Oktober 2021 yang mencapai Rp 1.510,0 triliun atau 86,6% dari target APBN 2021 yang ditetapkan Rp.1.743,6 triliun.

Menkeu mengatakan, realisasi pendapatan negara hingga Oktober 2021 itu bertambah 18,2% dibandingkan periode sama tahun lalu yang sebesar Rp1.277 triliun. Secara rinci, realisasi pendapatan negara itu terdiri atas penerimaan pajak Rp 953,6 triliun atau 77,6% dari target setahun yang sebesar Rp 1.229,6 triliun atau  meningkat 15,3% dibandingkan realisasi periode sama tahun lalu yang hanya Rp826,9 triliun.

Sri Mulyani mengatakan, defisit anggaran hingga akhir Oktober setara dengan 54,5% dari target defisit tahun ini yang sebesar Rp 1.006,4 trilliun. Bahkan, posisi defisit sudah dalam tren menurun dibandingkan periode  yang sama tahun lalu yang tercatat 4,67% terhadap PDB atau Rp764,8 triliun. "Peningkatan kinerja PNBP utamanya didukung oleh penerimaan SDA sejalan dengan tren peningkatan harga komoditas," tandas Menkeu. (Yetede)

Indonesia Jadi Pasar Besar Ekonomi Digital

18 Nov 2021

Pasar ekonomi digital di Indonesia kian membesar. Pandemi Covid-19 turut memicu percepatan penetrasi ekonomi digital di Tanah Air. Valuasi ekonomi digital RI, yang diukur melalui gross merchandise value (GMV), diprediksi mencapai US$ 70 miliar pada tahun ini. Angka itu bisa melonjak dua kali lipat menjadi US$ 146 miliar pada 2025.

Pengendalian Harga Minyak Goreng Belum Sasar Pasar Tradisional

18 Nov 2021

Rata-rata harga minyak goreng di pasar-pasar tradisional relatif masih tinggi, berkisar Rp 18.000 per liter-Rp 19.000 per liter. Pemerintah baru menyediakan minyak goreng murah Rp 14.000 per liter di ritel modern. Harga minyak goreng di pasar tradisional atau rakyat makin tinggi. Saat ini, pemerintah baru berupaya menstabilkan harga minyak goreng di tingkat ritel modern, belum menyasar pasar tradisional. Berdasarkan data Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) Nasional, dalam sepekan terakhir, yakni selama kurun 10-17 November 2021, harga rata-rata nasional minyak goreng curah, kemasan sederhana (bermerek 2), dan kemasan premium (bermerek 1) di pasar tradisonal naik di kisaran 1,45-2,44 persen. Harga rata-rata nasional minyak goreng curah pada Rabu (17/11/2021) Rp 17.450 per kilogram atau Rp 18.706 per liter, sedangkan harga minyak goreng kemasan sederhana Rp 18.250 per kg atau 19.564 per liter. Untuk minyak goreng curah kemasan sederhana, harga rata-rata nasionalnya Rp 18.250 per kg atau Rp 19.564 per liter. Harga minyak goreng tertinggi berada di pasar tradisional di Papua Barat dan Gorontalo, masing-masing Rp 20.450 per kg atau Rp 21.922 per liter dan Rp 23.450 per kg atau Rp 25.138 per liter. Harga tersebut jauh melampaui harga eceran tertinggi (HET) minyak goreng kemasan sederhana yang ditetapkan pemerintah, yaitu Rp 11.000 per liter.

Ketua Umum Ikatan Pedagang Pasar Indonesia (Ikappi) Abdullah Mansuri mengatakan, rata-rata harga minyak goreng di pasar-pasar tradisional relatif masih tinggi, berkisar Rp 18.000 per liter-Rp 19.000 per liter. Kenaikan harga minyak goreng itu terjadi secara bertahap enam bulan terakhir. Hal ini menyebabkan para pedagang minyak goreng di pasar tradisional kesulitan menjual dan tidak bisa menjual dalam jumlah banyak karena modal terbatas. ”Saat ini, dengan modal Rp 1 juta, paling hanya bisa kulakan separuhnya dari jumlah biasanya. Itu pun jualnya susah dan tidak bisa banyak,” ujarnya.


Stagnasi Produksi CPO, Gapki Prediksi Ekspor Menurun

18 Nov 2021

Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia memperkirakan volume ekspor minyak sawit mentah  atau crude palm oil (CPO) berpotensi terkoreksi sampai akhir tahun ini. Ketua Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki) Joko Supriyono mengatakan prediksi itu mengacu  produksi dalam negeri yang menunjukkan kecenderungan tidak naik signifikan. Hingga September 2021, total ekspor CPO, dan turunannya, serta olahan minyak kemel sawit masih menunjukkan pertumbuhan dari 24,07 juta ton pada 2020 menjadi 25,67 juta ton. "Kita akan lihat selama Oktober samapi Desember 2021 seperti apa produksinya. Kalau flat, saya ekspor tetap akan terkoreksi sampai akhir tahun. Bagaimanapun kita harus penuhi dulu kebutuhan dalam negeri." Paparnya. Di sisi lain, produksi di dalam negeri pada September belum menunjukkan kenaikan seperti harapan, Produksi Indonesia pada September mencapai 4,17 juta ton atau turun 1% dibandingkankan dengan bulan sebelumnya. (Yetede)