;
Kategori

Ekonomi

( 40554 )

ADB Fasilitasi Utang US$ 500 Juta untuk Indonesia

23 Nov 2021

Asian Development Bank (ADB) menyetujui pemberian pinjaman berbasis kebijakan senilai US$ 500 juta, setara Rp 7,11 triliun (kurs Rp 14.220 per dolar AS). Pinjaman itu untuk membantu Indonesia meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM), produktivitas tenaga kerja, dan reformasi di bidang pendidikan, pengembangan keterampilan, kesehatan, dan perlindungan sosial.


Pemulihan Ekonomi dalam Bayang-Bayang Konflik AS-RRT

23 Nov 2021

Pertumbuhan ekonomi diperlukan agar ongkos pemulihan yang sebagian dibiayai  dari utang dapat terbayar lunas. Ada harapan lain yang tidak kalah penting, yaitu dua raksasa ekonomi dunia saat ini (AS dan Tiongkok) diharapkan tidak main api. Pemulihan ekonomi membutuhkan peran kepemimpinan mereka ditingkat global dan di kawasan. 

Mereka para pemimpin adidaya, tidak boleh bersifat egois, menjadi negara peradaban adalah hak mereka. Tapi kemajuan peradaban  yang dicapai tidak patut untuk digunakan membuat senjata pemusnah massal karena konflik dua negara besar berebut pengaruh. Dalam konflik bilateral atau multiliteral yang akan berperang antar negara.

Indonesia sebenarnya punya kedekatan pada keduanya, sehingga Indonesia bisa bertindak sebagai juru damai. Hal ini penting dan dimungkinkan karena politik bebas aktif negeri kita. Hal penting lainnya adalah jika ekonomi Indonesia pada kuartal III/2021 mencapai 3,51% (year on year). Pemerintah optimis pertumbuhan ekonomi dikeseluruhan tahun mencapai kisaran  3,7%-4,5%. (Yetede)

2022 Ekonomi Pulih, Bank Mandiri Bidik Sektor Potensial

23 Nov 2021

PT Bank Mandiri (Persero) Tbk mulai tahun depan akan memprioritaskan pemberian kredit ke sejumlah sektor yang berpotensi tumbuh dan belum digarap oleh bank lain. Direktur Managemen resiko Bank Mandiri Ahmad Siddik Badruddin mengatakan, berdasarkan analisa perseroan, sektor yang potensial tersebut tercermin dari tren pertumbuhan ekonomi, pertumbuhan kredit, resiko kredit dan kontribusi terhadap produk domestik bruto (APBD)."Adapun,sektor yang sudah mencatatkan pertumbuhan kredit, didukung pertumbuhan ekonomi, NPL (non-performingloan) yang terjaga adalah sektor resilien, antara lain perdagangan besar dan eceran, reparasi, konstruksi, transportasi, pergudangan, dan komunikasi," ujar Siddik. Sementara itu terdapat pula sektor yang memiliki pertumbuhan PDB cukup tinggi, pertumbuhan kredit dibawah rata-rata nasional.Bank Mandiri mencatat, sejumlah sektor yang mampu bertahan selama pandemi, antara lain perusahaan perkebunan kelapa sawit dan CPO yang tumbuh 13,5% secara tahunan yoy per September 2021 dengan NPL terjaga 0,69%.

LPS: Kebijakan Fiskal dan Moneter Jaga Pemulihan Ekonomi

23 Nov 2021

Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan, pemerintah tidak perlu khawatir terhadap rencana tapering The Fed. Sebab, kebijakan fiskal dan moneter  berjalan secara suportif dan akomodatif terhadap perubahan eksternal. Namun demikian tetap mengingatkan Indonesia harus tetap waspada dan tidak boleh lengah dalam mengantisipasi. 

Gubernur The Fed Jerome Powell, kata dia, juga sudah mengatakan, tapering tidak akan diikuti dengan peningkatan Fed Fund Rate dalam waktu dekat. Sejumlah lembaga internasional memperkirakan, kenaikan FFR terjadi pada kuartal III atau IV tahun depan. The Fed menaikkan bunga bukan untuk membawa ekonomi kemasa resesi, tetapi mengendalikan ekonomi Amerika agar tidak kepanasan.

Sementara I-2021, dia menerangkan, LPS menurunkan tingkat bunga penjamin sebesar 50 basis poin (bps) untuk simpanan dalam rupiah di bank umum dan bank perkreditan rakyat (BPR), serta sebesar 50 bps serta untuk simpanan dalam valuta asing di bank umum sebesar 25 bps menjadi masing-masing 3,5%, 6%, dan 0,2%. Kebijakan tersebut mempertimbangkan arah suku bunga pasar yang menurun, kondisi likuiditas, perbankan yang stabil, dinamika resiko keuangan global yang relatif terkendali.(Yetede)

Program Akhir Tahun Akan Dorong E-Commerce

22 Nov 2021

Transaksi e-commerce, ternyata, juga terkena dampak kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat pada Juli 2021. Namun, momentum akhir tahun diharapkan bisa kembali mendongkrak transaksi e-commerce. Bank Indonesia (BI) mencatat ada penurunan transaksi belanja secara daring lewat e-commerce pada kuartal III-2021. Gubernur BI Perry Warjiyo menyebut, total nilai transaksi e-commerce periode Juli - September 2021 sebesar Rp 58,2 triliun, turun 22,81% ketimbang kuartal II-2021 sebesar Rp 75,4 triliun.


Hujan Mulai Turun, Harga Minyak Sawit Mentah Naik

22 Nov 2021

Produksi minyak sawit atau crude palm oil (CPO) kerap terganggu selama musim hujan. Tak heran, harga minyak sawit belakangan melambung. Jumat (19/11) lalu, harga CPO di Malaysia Derivatives Exchange menurun 0,10% ke RM 4.993 per ton. Sebelumnya, Kamis (18/11), harga CPO sempat menyentuh harga tertinggi di RM 4.998 per ton. Dalam sepekan, harga CPO menguat 5,04%.


Harga Mulai Naik, Namun Volatilitas Bitcoin Masih Tinggi

22 Nov 2021

Harga bitcoin kembali naik setelah turun secara teknikal. Dalam jangka pendek, volatilitas harga bitcoin diproyeksikan masih tinggi. Berdasarkan laman coinmarketcap, Minggu (21/11), pukul 21.00, harga bitcoin naik 0,60% ke US$ 58.883 per btc. Sebelumnya, Jumat (19/11), harga btc anjlok ke US$ 55.978 per btc setelah sempat naik ke US$ 65.722 per btc pada Senin (15/11). Co-founder CryptoWatch Christopher Tahir mengatakan penurunan harga bitcoin sebelumnya disebabkan oleh pelaku pasar yang merealisasikan keuntungan dan merupakan hal yang wajar terjadi.


Penarikan Kredit Modal Kerja Semakin Ramai

22 Nov 2021

Pemulihan ekonomi membuat bank semakin optimistis mengucurkan kredit modal kerja. Fasilitas kredit ini biasanya dipergunakan untuk membiayai aktiva lancar serta membiayai sementara kegiatan operasional rutin, uang muka, cadangan kas, atau komponen modal kerja lainnya. Permintaan kredit modal kerja mulai mampu mengejar pertumbuhan kredit konsumsi. Bank Indonesia (BI) mencatatkan kredit modal kerja naik 2,6% yoy menjadi Rp 2538,2 triliun per September 2021. Sedangkan pertumbuhan kredit konsumsi naik 2,9% yoy menjadi Rp 1638,2 triliun di sembilan bulan pertama 2021.


Keekonomian Jadi Penentu

22 Nov 2021

Kompas, Jakarta - Harga kendaraan listrik dinilai masih terlalu mahal bagi konsumen di Tanah Air. Inovasi dan insentif diperlukan guna menekan harga kendaraan agar lebih terjangkau. Strategi mendorong permintaan dinilai penting guna mengembangkan ekosistem kendaraan listrik nasional. Oleh karena itu, selain mengolah hasil tambang serta merintis pabrik baterai dan komponennya, pemerintah dan pelaku industri perlu berstrategi untuk membangun pasar di dalam negeri. 

Salah satu faktor yang menjadi pertimbangan utama konsumen di Tanah Air membeli kendaraan listrik adalah tingkat keekonomiannya. Harga kendaraa, pajak, dan biaya operasional menjadi indikatornya. Kendaraan listrik harus menarik dari sisi ekonomi agar dibeli dan diterima pasar secara luas. Sejumlah insentif memang sudah diberikan pemerintah, tetapi perlu insentif tambahan untuk melipatgandakan adopsinya. Penambahan infrastruktur, seperti tempat pengisian daya, juga penting guna menopang operasi kendaraan listrik untuk perjalanan ke luar kota. Insentif juga diberikan kepada industri kendaraan listrik berbasis baterai, seperti keringanan pajak, pembebasan bea masuk dan bea masuk ditanggung pemerintah, serta super tax deduction untuk kegiatan penelitian dan pengembangan. 

Benang Kusut Perdagangan Maritim

22 Nov 2021

Kompas, Jakarta - Pandemi Covid-19 turut membuat "benang kusut" perdagangan maritim global. Tidak mudah dan butuh waktu untuk mengurai kekusutan ini. Pandemi tidak hanya menurunkan permintaan ruang kapal dan mendongkrak biaya logistik laut. Harga barang impor dan barang di tingkat konsumen pun terkerek naik. Barang-barang di tingkat konsumen yang harganya naik itu terutama barang jadi impor dan produk olahan berbahan baku impor. Lima produk yang mengalami lonjakan harga tertinggi adalah komputer, elektronik, dan optik, furnitur, tekstil dan produk tekstil, produk dari karet dan plastik, serta produk dan perlengkapan farmasi. 

Kenaikan biaya logistik itu juga menyebabkan kenaikan biaya produksi, produk setengah jadi, dan produk-produk terkait dengan investasi global. Hal ini diperkirakan memperlambat pemulihan industri manufaktur global. Kenaikan biaya logistik maritim sebesar 10 persen akan menurunkan produksi manufaktur di Amerika Serikat dan Uni Eropa sebesar 1 persen dan di China 0,2 persen. Laporan itu menggambarkan tekanan yang belum pernah terjadi sebelumnya dalam rantai pasokan global. Di tengah pertumbuhan transportasi maritim sebesar 4 persen pada 2020-2021.