;
Kategori

Ekonomi

( 40789 )

Bank Swasta Besar Pesta Laba Hingga Kuartal III

08 Nov 2022

Bank-bank swasta bermodal jumbo di Tanah Air sebagian besar masuk dalam Kelompok Bank berdasarkan Modal Inti (KBMI) 3 atau dengan modal inti Rp 14 triliun-Rp 70 triliun. Hanya PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) yang masuk KBMI 4 yang punya modal inti di atas Rp 70 triliun. Bank-bank KBMI 3 yang sebelumnya masuk Bank Umum Kegiatan usaha (BUKU 4) bersama BCA, sebagian besar berhasil mencetak pertumbuhan laba hingga dua digit pada kuartal III-2022. BBCA mengantongi laba Rp 29 triliun, tumbuh 24,8% Year on Year (YoY). Pertumbuhan laba bersih didorong kenaikan pendapatan bunga bersih 9,3% YoY jadi Rp 46,1 triliun. Pendapatan non bunga juga naik 7,8% YoY jadi Rp 16,7 triliun. PT Bank CIMB Niaga Tbk (BNGA) juga berhasil mencatatkan laba Rp 3,8 triliun di kuartal III-2022, naik 23,89% YoY. BNGA mendapat keuntungan dari instrumen keuangan yang melonjak 115,49% YoY menjadi Rp 1,30 triliun di kuartal III-2022. Sementara laba PT Bank Permata Tbk (BNLI) melesat 124% YoY menjadi Rp 2,24 triliun. Pertumbuhan laba bersih ditopang kenaikan pendapatan bunga bersih yang naik 12,5% YoY dari Rp 5,92 triliun menjadi Rp 6,66 triliun. Ini seiring kemampuan PermataBank menyalurkan kredit dan pembiayaan naik 9,41% YoY jadi Rp 135,64 triliun.

DERU KENCANG MESIN EKONOMI

08 Nov 2022

Mesin ekonomi masih menderu kencang kendati sempat dilanda kecemasan lantaran pelemahan daya beli akibat kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) pada September 2022, serta lesatan inflasi. Hal itu tecermin dalam data Badan Pusat Statistik (BPS) yang menunjukkan pertumbuhan ekonomi kuartal III/2022 di angka 5,72% (year-on-year/YoY), naik dibandingkan dengan kuartal II/2022 sebesar 5,44% (YoY). Capaian itu bahkan malampaui proyeksi pemerintah dan sejumlah ekonom. Beberapa kontributor produk domestik bruto (PDB) pun berhasil mencatatkan pertumbuhan, terutama pembentukan modal tetap bruto (PMTB) atau investasi dan ekspor. Akan tetapi, kewaspadaan patut tetap ditanamkan mengingat kian beratnya tantangan ekonomi pada kuartal terakhir tahun ini. Apalagi, pertumbuhan konsumsi rumah tangga yang menjadi penyumbang terbesar PDB melandai, yakni dari 5,51% pada kuartal II/2022 menjadi 5,39% pada kuartal III/2022. Kondisi ini pun meningkatkan risiko tereduksinya konsumsi di sisa tahun ini, terutama seiring dengan tren lonjakan inflasi baik yang dipengaruhi faktor domestik maupun global. Kepala BPS Margo Yuwono, mengatakan konsumsi rumah tangga mencerminkan aktivitas ekonomi dalam jangka pendek. Adapun, geliat ekonomi jangka panjang tercermin dari ekspor dan investasi. “Memang yang bagus ke depan, ekspor dan investasi PMTB makin menguat, itu menunjukkan perekonomian yang makin robust,” katanya, Senin (7/11).

Menggalang Dana di Pasar Modal

08 Nov 2022

Pergerakan indeks harga saham gabungan (IHSG) yang cenderung berfluktuatif pada kuartal akhir tahun ini tidak menyurutkan minat perusahaan untuk menggali pendanaan di pasar modal. Sejumlah perusahaan yang telah menyatakan minatnya untuk melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada pengujung tahun salah satunya adalah perusahaan pemasok komponen Grup Astra, PT Isra Presisi Indonesia Tbk. (ISAP) yang mencari dana sekitar Rp150 miliar. Dana tersebut rencananya akan dipergunakan untuk modal kerja. Bergerak di industri mesin dan perkakas mesin untuk pengerjaan logam, manajemen optimistis prospek usaha alat berat dan otomotif akan bertumbuh pada tahun-tahun mendatang. Selain ISAP, beberapa perusahaan juga telah menyelesaikan penggalangan dana di pasar modal yaitu PT Global Digital Niaga Tbk. (BELI) atau Blibli yang rencananya akan melantai pada hari ini dengan target dana Rp7,9 triliun. Selanjutnya, PT Wulandari Bangun Laksana Tbk. (BSBK), calon emiten sektor properti berbasis di Kota Balikpapan, Kalimantan Timur ini menargetkan mampu menggalang dana sebanyak Rp275 miliar.

KETAHANAN ENERGI NASIONAL : PEMERINTAH ANTISIPASI KRISIS ENERGI

08 Nov 2022

Pemerintah secara resmi mematok batas minimum stok ketahanan energi di dalam negeri sebagai antisipasi serta penanggulangan terhadap situasi krisis dan darurat bahan bakar minyak, gas, hingga kelistrikan. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menerbitkan Peraturan Menteri ESDM No. 12/2022 tentang Peraturan Pelaksana Peraturan Presiden No. 41/2016 tentang Tata Cara Penetapan dan Penanggulangan Krisis Energi dan/atau Darurat Energi. Beleid tersebut menjelaskan cadangan operasional dan kebutuhan minimum energi yang digunakan untuk kepentingan publik sebagai pengguna akhir secara nasional. Dalam Pasal 7 Permen ESDM No. 12/2022 disebutkan bahwa cadangan operasional minimum bahan bakar minyak (BBM) diatur selama 7 hari ketahanan stok pada terminal BBM, dan stasiun pengisian bahan bakar pada satu wilayah distribusi niaganya. Untuk tenaga listrik, beleid yang diundangkan pada 18 Oktober 2022 itu menyebut cadangan operasional minimum daya mampu tenaga listrik sebesar kapasitas satu unit pembangkit listrik terbesar yang tersambung ke sistem setempat. Mamit Setiawan, Direktur Eksekutif Energy Watch, mengatakan bahwa aturan teknis mengenai antisipasi dan penanggulangan krisis energi seharusnya dikeluarkan pemerintah sejak lama. Apalagi, Peraturan Presiden yang menjadi payung hukum Permen ESDM No. 12/2022 telah dikeluarkan sejak 2016. Menurutnya, stok ketahanan energi memang harus menjadi perhatian pemerintah untuk memastikan kebutuhan masyarakat terpenuhi. Terlebih, saat ini krisis energi menjadi salah satu isu yang paling diwaspadai oleh negara-negara lain di dunia.

PENURUNAN PRODUKSI ALAMIAH : Pertamina Hulu Mahakam Genjot Pemboran Sumur

08 Nov 2022

General Manager Pertamina Hulu Mahakam (PHM) Krisna mengatakan bahwa pihaknya tengah menerapkan sejumlah inovasi dan aplikasi teknologi untuk meningkatkan recovery rate dari sumur-sumur minyak dan gas bumi (migas) yang ada di kawasan tersebut. “Kami terus berupaya menahan laju penurunan produksi alamiah dengan menerapkan praktik-praktik engineering terbaik dalam operasi produksi, drilling, well intervention atau well connection, maintenance atau inspection works,” katanya, Senin (7/11). Krisna menambahkan, langkah strategis itu dilakukan untuk memenuhi target WP&B 2022 yang diberikan oleh SKK Migas dengan capaian produksi gas bumi sebesar 550 MMSCFD, dan 19,5 Kbbld minyak.


Akhir Siaran Analog Mengusik Omzet Iklan Stasiun TV

07 Nov 2022

Pemerintah resmi menghentikan siaran TV analog atau Analog Switch-Off (ASO) mulai Rabu (2/11) pekan lalu. Namun implementasi migrasi ke TV digital yang berawal dari wilayah Jabodetabek ini, masih menyisakan problem di lapangan. Terutama, akses atas set top box (STB) yang belum merata. Alhasil, kondisi ini bisa mempengaruhi audience share dan berujung menggerus pendapatan iklan para pengelola stasiun televisi. Asosiasi Televisi Swasta Indonesia (ATSVI) memprediksi migrasi ke TV digital berdampak bagi penurunan pangsa pemirsa (audience share) hingga berimbas ke pemasukan iklan televisi swasta. "Hal ini karena tingkat kepemilikan pesawat dan/atau perangkat penerima siaran digital seperti STB di masyarakat masih rendah," jelas Sekretaris Jenderal Asosiasi Televisi Swasta Indonesia (ATSVI), Gilang Iskandar, kepada KONTAN, kemarin.

Ogah Gaduh di 2024, Kebut Kebijakan Non Populis

07 Nov 2022

Pemerintah berupaya menciptakan stabilitas di masyarakat, terutama menjelang datangnya tahun pemilu 2024. Hal ini tercermin dari beberapa kebijakan pemerintah yang terkesan ingin menciptakan suasana kondusif di masyarakat. Soal cukai rokok, misalnya, di luar kelaziman pemerintah langsung mengumumkan kenaikan tarif cukai hasil tembakau alias cukai rokok untuk dua tahun ke depan. Rerata kenaikan tahun 2023 dan 2024 masing-masing sebesar 10%. Staf Ahli Bidang Pengeluaran Negara Kementerian Keuangan (Kemkeu) Made Arya Wijaya mengatakan, pemerintah menyediakan anggaran kompensasi dan subsidi energi Rp 339,6 triliun pada 2023. Memang, anggaran subsidi dan kompensasi energi pada tahun depan lebih kecil dari anggaran tahun ini yang sebesar Rp 502 triliun. Hal ini lantaran pemerintah sudah melakukan penyesuaian harga BBM agar anggaran tahun depan tidak tambah bengkak. "Arahannya Presiden (Jokow Widodo), kalau bisa sampai tahun 2024 ini tidak gaduh," tambah Arya.

Ditopang Ekspor dan Konsumsi, Ekonomi Bisa Tumbuh 5%-6%

07 Nov 2022

Ekonomi pada kuartal III-2022 diyakini tumbuh lebih tinggi, bahkan bisa menyentuh angka 6% year on year (yoy). Penyebabnya konsumsi rumah tangga dan ekspor yang moncer, serta basis produk domestik bruto (PDB) yang rendah pada periode sama tahun lalu. Danareksa Research Institute (DRI) memperkirakan pertumbuhan ekonomi kuartal III-2022 sebesar 5,65% yoy, atau melampaui angka pertumbuhan ekonomi kuartal II-2022 yang sebesar 5,44% yoy. Ekonom Makroekonomi dan Pasar Keuangan Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat (LPEM) Universitas Indonesia Teuku Riefky memperkirakan, pertumbuhan ekonomi kuartal III-2022 di kisaran 5,77%-5,86% yoy.

Harga Melonjak Tinggi, Tiga Saham Emiten Disuspensi

07 Nov 2022

Pada awal bulan November ini, Bursa Efek Indonesia (BEI) sudah memberikan suspensi terhadap tiga emiten saham. Penghentian sementara perdagangan dilakukan lantaran terjadi unsual market activity (UMA). Pada Selasa (1/11), PT Jaya Swarasa Agung Tbk (TAYS) kena suspensi lantaran terjadi peningkatan harga kumulatif yang signifikan. Saham TAYS melesat 22,22% ke Rp 660. Dalam seminggu, terjadi lonjakan 30,69%, mengakumulasi penguatan 270,79% sejak awal tahun 2022. Dengan alasan yang sama, dua emiten Mayapada Grup kepunyaan Dato Sri Tahir juga kena suspensi. Mereka adalah PT Maha Properti Indonesia Tbk (MPRO) dan PT Sejahteraraya Anugrahjaya Tbk (SRAJ). Saham MPRO melonjak 24,91% ke harga Rp 1.755 Rabu (2/11). Lalu, saham SRAJ mengakumulasi kenaikan 55,12% dalam seminggu.

Tren Bunga Acuan Naik, Kupon ST009 Bakal Lebih Tinggi

07 Nov 2022

Penggemar investasi surat utang pemerintah bisa mulai merapat kembali. Akhir pekan ini, pemerintah akan mulai melepas sukuk tabungan seri ST009. Ini adalah surat berharga negara (SBN) ritel seri terakhir yang ditawarkan oleh pemerintah sebelum tutup tahun 2022. Rencananya, ST009 ditawarkan selama 20 hari, mulai 11 November hingga 30 November 2022. Research & Consulting Manager Infovesta Utama Nicodimus Kristiantoro mengatakan, bagi investor SBN ritel, seri ST009 akan menguntungkan, terutama dari sisi tingkat imbal hasil yang ditawarkan. Dia bahkan yakin minat investor akan lebih tinggi dibandingkan saat penawaran ST007 dan ST008 yang masing-masing menawarkan bunga 5,5% dan 4,8%. Pasalnya, ST009 berpotensi memberi kupon lebih tinggi. Nicodimus memperkirakan, bunga yang ditawarkan seri ST009 ini bisa lebih tinggi dari kupon seri ORI022, yang sebesar 5,95%. Ini karena bunga acuan Bank Indonesia BI 7-day-RR pada Oktober lalu naik 50 bps menjadi 4,75%.