Ekonomi
( 40789 )Tugas Berat Mengembalikan Kepercayaan Investor
JAKARTA-Performa saham emiten badan usaha milik negara (BUMN) bidang konstruksi diproyeksikan meredup sejalan dengan kondisi keuangan perseroan yang terus turun. Empat BUMN Karya, PT Waskita Karya (Persero) Tbk (WSKT), PT Adhi Karya (Persero) Tbl (PTPP), dan PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA) berpotensi kehilangan kepercayaan investor. Hal ini ditandai dengan merosotnya harga saham secara bersamaan. Dalam sepekan terakhir, kinerja empat emiten itu berada di zona merah. Terlebih setelah saham WSKT disuspensi oleh Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 16 Februari lalu akibat penundaan pembayaran bunga obligasi. Harga saham WSKT terakhir berada di level 348. Adapun saham ADHI kemarin ditutup melemah 1,27% menjadi 468, WIKA turun 2,22% menjadi 660 sedangkan PTPP stagnan di level 665. Senior Investmen Informasi Mirea Asset Sekuritas Indonesia, Muhammad Nafan Aji Gusta, mengatakan persoalan keuangan BUMN Karya yang terjerat tumpukan kewajiban utang melebihi ekuitasnya sebenarnya sudah terjadi dalam beberapa tahun terakhir. (Yetede)
Terbebani Rentetan Proyek Penugasan
JAKARTA-Suspensi atau penghentian sementara perdagangan saham PT Waskita Karya (Persero) Tbk di Bursa Efek Indonesia (BEI), sejak Kamis pekan lalu, menandakan besarnya beban finansial badan usaha milik negara di sektor konstruksi alias BUMN karya tersebut. Perdagangan saham, obligasi, serta sukuk Waskita dibekukan kerana tertundanya pembayaran bunga obligasi. Dalam surat PT Kustodian Sentral Efek Indonesia No. KSEI-0440/DIR/0223, Bursa mencantumkan penundaan pembayaran bunga ke-15 obligasi berkelanjutan III Waskita Karya tahap IV tahun 2019 Seri B. Nilai kewajiban itu diketahui sebesar Rp 2,3 triliun. Bursa belum memutuskan kapan suspensi perdagangan saham itu dicabut. "Pembukaan suspensi akan dilakukan setelah penyebabnya telah terselesaikan oleh perseroan," kata Direktur Penilaian Perusahaan BEI, I Gede Nyoman Yetna, kemarin.
Surplus Neraca Pembayaran Menurun
Neraca pembayaran Indonesia pada 2022 surplus 4 miliar USD, lebih rendah dibandingkan neraca pembayaran 2021 yang surplus 13,5 miliar USD. Pelemahan ekspor patut diwaspadai karena berdampak langsung terhadap neraca pembayaran Indonesia. Adapun transaksi berjalan Indonesia pada 2022 surplus 13,2 miliar USD akibat kinerja ekspor yang melambung. Sementara itu, transaksi modal dan finansial pada 2022 defisit 8,9 miliar USD setelah surplus 12,6 miliar USD pada 2021. Dalam keterangan pers, Senin (20/2) Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI, Erwin Haryono menjelaskan, BI senantiasa mencermati dinamika global yang bisa memengaruhi prospek neraca pembayaran Indonesia. BI juga terus memperkuat bauran kebijakan yang didukung sinergi dengan pemerintah dan otoritas terkait guna memperkuat ketahanan sektor eksternal.
Mengutip laporan neraca pembayaran Indonesia triwulan IV-2022, BI memperkirakan neraca pembayaran Indonesia tahun ini tetap baik sejalan dengan perkiraan makin meredanya risiko ketidak pastian ekonomi global. Pada saat yang sama, perbaikan ekonomi domestik tetap berlanjut didorong oleh permintaan yang menguat. Dalam jumpa pers bertajuk ”Tinjauan Pertumbuhan Ekonomi dan Neraca Pembayaran Indonesia dalam Menghadapi Ketidakpastian Global”, Senin, di Jakarta, Direktur Eksekutif Centre for Strategic and International Studies (CSIS) Yose Rizal Damuri mengatakan, seluruh pemangku kepentingan patut waspada terhadap pelemahan ekspor yang dapat memengaruhi neraca pembayaran Indonesia. Tingginya harga komoditas pada tahun 2021, yang membuat kinerja ekspor Indonesia melambung, diperkirakan tidak bertahan lama dan akan melandai pada tahun ini, dan dengan rantai pasok global yang membaik, tidak ada lagi jurang permintaan dan pasokan komoditas dunia. Harga komoditas pun menjadi lebih stabil. (Yoga)
Vale Bukukan Laba Bersih Rp 3 Triliun
Produsen nikel matte PT Vale Indonesia Tbk membukukan laba bersih 200,32 juta dollar AS atau sekitar Rp 3 triliun pada 2022. Pencapaian ini naik 19,8 % dari laba bersih yang diperoleh pada 2021 yang sebesar 167,2 juta dollar AS. Kenaikan laba bersih ini ditopang kenaikan penjualan. Demikian dikatakan CEO dan Presiden Direktur PT Vale Indonesia Febriany Eddy, Senin (20/2). (Yoga)
Bank Muamalat Cetak Laba 2022 Rp 52 Miliar
PT Bank Muamalat Indonesia Tbk mencatatkan laba tahun 2022 sebesar Rp 52 miliar, meningkat dibandingkan dengan tahun 2021 yang senilai Rp 12,5 miliar. Pelaksana Tugas Direktur Utama Bank Muamalat Hery Syafril dalam keterangannya, Senin (20/2/2023), mengatakan, tahun 2023 adalah tahun transformasi untuk tumbuh sehat dengan profit yang berkelanjutan. (Yoga)
Laju Bursa Saham Lokal Mulai Tertinggal dari Regional
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bergerak lunglai di tengah musim laporan keuangan emiten. Padahal emiten yang sudah merilis laporan keuangan tahun 2022 menunjukkan hasil kinerja cukup positif. Sepanjang bulan ini, IHSG tak banyak bergerak dari kisaran 6.800-6.900. Pada perdagangan Senin (20/2), IHSG juga turun tipis 0,01% ke level 6.894,72. Alhasil, sepanjang tahun berjalan 2023, indeks saham hanya menguat 0,64%, masih jauh tertinggal dari bursa regional lainnya yang rata-rata menguat 4%-10%.
Jalan IHSG kembali ke level 7.000 nampaknya masih terjal. Pasalnya, pergerakan IHSG kali ini cukup sensitif terhadap kebijakan bank sentral Amerika Serikat Federal Reserve (The Fed).
Head of Research
Phintraco Sekuritas Valdy Kurniawan mengatakan, arah suku bunga The Fed pada
Federal Open Market Committee
(FOMC) mendatang masih akan menjadi fokus utama perhatian pasar. Selain itu, IHSG masih dibayangi oleh pelemahan harga komoditas energi.
Tapi
Deputy Head of Research
Sinarmas Sekuritas Ike Widiawati menilai, pelemahan IHSG hanya bersifat jangka pendek. Jika kekhawatiran mengenai suku bunga The Fed mereda, IHSG akan kembali disetir oleh sentimen domestik yang positif. Apalagi, data inflasi hingga cadangan devisa menunjukkan angka yang solid.
Pemerintah Targetkan Inflasi Pangan 3%-5%
Pemerintah menargetkan inflasi pangan tahun ini sebesar 3% hingga 5%, lebih rendah dari tahun lalu yang berada di level 5,61%. Upaya menekan inflasi pangan ini untuk mengejar target inflasi umum kembali ke target sasaran yang sebesar 2% hingga 4%.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, rapat Tim Pengendali Inflasi Pusat (TPIP) pada Senin (20/2) kemarin, membahas mengenai pemicu inflasi pangan bergejolak alias
volatile food,
yang utamanya di hari besar keagamaan. "Secara khusus kami berbicara mengenai ketersediaan beras dengan target
volatile food
3% sampai 5%," kata Airlangga.
Marketplace Lokal Segera Pungut Pajak
Marketplace
global, pemerintah akan menunjuk penyelenggara
marketplace
lokal sebagai pemungut pajak bagi setiap transaksi yang terjadi di
marketplace. Kementerian Keuangan (Kemkeu) tengah menyiapkan calon beleid yang menjadi dasar hukum penunjukan
marketplace
lokal sebagai pemungut pajak tersebut.
Kepala Sub Direktorat (Kasubdit) Peraturan PPN Perdagangan, Jasa dan Pajak Tidak Langsung Lainnya Ditjen Pajak, Bonarsius Sipayung bilang, aturan teknis berupa Peraturan Menteri Keuangan (PMK) ditargetkan rampung pada semester I-2023. Setelah itu, barulah penunjukan
marketplace
lokal sebagai pemungut pajak diberlakukan.
Pemerintah turut melibatkan para pelaku usaha
marketplace
dalam menyusun calon beleid tersebut. Saat ini, masih dibahas beberapa persyaratan bagi
marketplace
yang akan ditunjuk sebagai pemungut pajak. Antara lain berdasarkan nilai transaksi maupun jumlah traffic di platform
e-commerce
tersebut.
Sebelumnya, Bonar memastikan, bahwa rencana pemerintah yang akan menunjuk
marketplace
lokal sebagai pemungut pajak tidak akan memberatkan
marketplace
tersebut. Untuk itu, pemungutan dan penyetoran pajak dibuat sesederhana mungkin. Kemudian, nilai pajak yang dipungut juga relatif kecil.
EXCL Cetak Laba Rp 1,1 Triliun
PT XL Axiata Tbk (EXCL) masih menghadapi persaingan yang ketat di industri telekomunikasi. Sepanjang tahun 2022, EXCL meraup pendapatan sebesar Rp 29,2 triliun, tumbuh 8,93% secara tahunan. Pendapatan EXCL ditopang oleh pendapatan data dan layanan digital yang mencapai Rp 26,54 triliun, naik 8,32% secara tahunan. Segmen ini berkontribusi 91,09% terhadap seluruh pendapatan.
Sayangnya, laba yang diatribusikan kepada entitas induk EXCL melorot 13,85% secara tahunan jadi Rp 1,1 triliun. Ini karena EXCL menanggung kenaikan beban. Di antaranya, beban penyusutan, beban infrastruktur, dan beban interkoneksi.
Presiden Direktur EXCL Dian Siswarini mengatakan, persaingan industri telekomunikasi di 2022 cukup ketat, terutama di periode kuartal empat. "Konsumsi data EXCL tetap kuat, terutama didorong oleh
streaming
video, yang kami perkirakan akan terus berlanjut di 2023," kata Dian, Senin (20/2).
AUM Reksadana Pasar Uang Menurun Jadi Rp 88,7 Triliun
Dana kelolaan reksadana pasar uang secara industri menurun pada Januari 2023. Berdasarkan data OJK, dana kelolaan reksadana pasar uang turun Rp 1,2 triliun jadi Rp 88,7 triliun dari Desember 2022 Rp 89,86 triliun.
Kondisi yang sama dialami oleh para manajer investasi. Direktur Panin Asset Management (Panin AM) Rudiyanto mengatakan, Asset Under Management (AUM) reksadana pasar uang milik Panin turun dari Rp 763,84 miliar pada Desember 2022 menjadi Rp 711,49 miliar pada bulan lalu.
"Penurunan AUM reksadana pasar uang terjadi karena adanya redemption atau switching ke produk reksadana lainnya, seperti reksadana pendapatan tetap," jelas Rudiyanto kepada KONTAN, Senin (20/2). Sebab dia mengatakan, Panin Dana Likuid masih menghasilkan imbal hasil alias return sebesar 0,29% pada Januari 2023. Sedangkan, Panin Dana Likuid Syariah memiliki return sebesar 0,28% di bulan yang sama.
Menurut Rudiyanto, komposisi Panin Dana Likuid adalah 41% efek obligasi, serta 59% di pasar uang dan kas.
Rudiyanto menuturkan, Panin AM masih mengalokasikan sebagian besar dana kelolaan dari produk reksadana pasar uang di deposito sebagai strategi untuk menjaga kinerja produk tersebut sepanjang tahun 2023.
Pilihan Editor
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023









