Ekonomi
( 40512 )PERTAMBANGAN, Hilirisasi Menjadi Prioritas Negara
Kementerian Investasi mempertegas penerapan kebijakan hilirisasi dan larangan ekspor mineral mentah tetap menjadi prioritas negara meskipun menuai pro dan kontra di dunia internasional. Hilirisasi dan pelarangan ekspor mineral mentah diyakini sebagai upaya untuk mempercepat laju pertumbuhan ekonomi sekaligus bentuk kedaulatan negara. ”Langit runtuh pun, hilirisasi tetap akan menjadi prioritas negara. Larangan ekspor akan tetap dipertahankan. Kalau mau (gugat) ke WTO (Organisasi Perdagangan Dunia), ke WTO saja,” kata Menteri Investasi Bahlil Lahadalia dalam konferensi pers di Jakarta, Jumat (30/6). Pernyataan Bahlil tersebut merespons pernyataan Dana Moneter Internasional (IMF). Dalam dokumen IMF Executive Board Concludes 2023, Article IV Consultation with Indonesia, yang dirilis Senin (26/6), IMF menyambut baik kebijakan hilirisasi Indonesia sebagai upaya transformasi ekonomi dengan meningkatkan nilai tambah, menarik investasi asing, dan transfer teknologi.
Namun, kebijakan itu harus didasari analisis biaya-manfaat dan pertimbangan untuk meminimalkan limpahan lintas batas. Menurut Bahlil, laporan IMF itu mengandung standar ganda dalam menilai kebijakan hilirisasi Indonesia. Meski mendukung tujuan hilirisasi di satu sisi, IMF menentang kebijakan larangan ekspor karena dapat mengurangi penerimaan dan berdampak negatif bagi negara lain.Bahlil menambahkan, hilirisasi dan larangan ekspor mineral justru memberikan banyak manfaat. Berkaca dari nikel, nilai ekspor produk nikel meningkat 10 kali lipat dari tahun 2017 sebesar 3,3 miliar USD menjadi 29 miliar USD pada tahun 2022. Di sisi lain, imbuh Bahlil, investor global masih percaya kepada arah kebijakan Pemerintah Indonesia. Hal ini tampak dari penanaman modal asing pada triwulan I-2023 mencapai Rp 328,9 triliun atau tumbuh 16,5 persen secara tahunan. (Yoga)
PERUSAHAAN PEMBIAYAAN : Dividen Tak Ganggu Ekspansi
Sejumlah perusahaan pembiayaan menyatakan alokasi belanja modal tahun ini aman meskipun mereka royal membagikan dividen kepada pemegang saham. PT Clipan Finance Indonesia Tbk., misalnya, memastikan pembagian dividennya himgga 128% dari laba bersih tahun buku 2022 tidak akan mengganggu rencana ekspansi. Emiten berkode saham CFIN ini membagikan dividen tunai Rp398,4 miliar atau Rp100 per saham. Jumlah ini setara dengan 128% dari laba bersih tahun lalu Rp310,72 miliar. “Enggak masalah karena ekuitas atau laba ditahan Clipan masih besar,” kata Direktur Utama Clipan Finance Harjanto Tjitohardjojo kepada Bisnis, Jumat (30/6). Posisi laba ditahan Clipan Finance mencapai Rp3,7 trilliun. Dengan jumlah itu, menurut Harjanto, perusahaan masih dapat melaksanakan ekspansi dan proyek-proyek perbaikan proses kerja. Laba bersih Clipan tahun lalu melesat 571,02% dari tahun sebelumnya yang hanya Rp46,3 miliar. Harjanto berharap lonjakan laba dapat mengerek naik return on equity (ROE). PT Adira Dinamika Multi Finance Tbk., yang membagikan dividen 50% dari laba bersih 2022, juga menyatakan tetap dapat mengalokasikan sebagian profit untuk belanja modal. Emiten pembiayaan berkode saham ADMF itu membagikan dividen Rp803 miliar atau separuh dari laba bersih tahun lalu senilai Rp1,6 triliun. Chief Financial Officer Adira Finance Sylvanus Gani Mendrofa mengatakan sisa yang tidak dibagikan sebagai dividen masih cukup untuk investasi dan ekspansi bisnis sebagai eksekusi inisiatif nonjangka pendek.
PERTUMBUHAN EKONOMI : DORONGAN MINIM LIBUR PANJANG
Daya dorong libur panjang pertengahan tahun ini tampaknya terbatas pada pertumbuhan ekonomi, sedikit meleset di bawah impian pemerintah yang ingin memacu konsumsi dan perjalanan di tengah perlambatan ekspor. Indikator peningkatan konsumsi yang tidak setinggi harapan terlihat pada laporan Perhimpunan Peternak Sapi dan Kerbau Indonesia (PPSKI) yang menyebutkan penjualan hewan kurban pada Iduladha tahun ini turun 10%—20% jika dibandingkan dengan Lebaran Haji tahun lalu. PPSKI menyebut daya beli masyarakat saat ini hewan kurban lebih rendah, padahal harga sapi dan kerbau cenderung sama dengan Iduladha tahun lalu. Laporan ini mengukuhkan estimasi Indonesian Development and Islamic Studies (IDEAS) yang menyebutkan jumlah orang yang membeli hewan kurban hanya 2,08 juta tahun ini, turun dari 2,17 juta orang tahun lalu. Angka ini juga masih di bawah level prapandemi yang sebanyak 3,5 juta orang pada 2019. Adapun, nilai ekonomi dari kambing dan sapi yang dikorbankan sekitar Rp6,02 juta dan Rp33,86 juta per ekor. Output ekonomi ini mencakup bisnis distribusi dan perdagangan hewan (yang dapat menikmati margin keuntungan 41% menurut IDEAS), serta proses pemeliharaan dan pemotongan. Tim ekonom Bahana Sekuritas, termasuk Satria Sambijantoro, melihatnya sebagai bukti bahwa di tengah pembukaan kembali ekonomi, tingkat pendapatan dan tabungan agregat sebagian masyarakat kelas menengah Indonesia masih terpengaruh oleh dampak ekonomi Covid-19. Di sisi lain, harapan tambahan ‘bahan bakar’ pertumbuhan ekonomi muncul dari aktivitas perjalanan. Wakil Ketua Bidang Penguatan dan Pengembangan Kewilayahan Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) Djoko Setijowarno mengatakan periode libur panjang sudah pasti akan dibarengi dengan peningkatan perjalanan, baik untuk moda transportasi umum maupun kendaraan pribadi. Apalagi, saat ini infrastruktur pendukung moda transportasi juga telah berkembang pesat. Djoko memberi contoh, perjalanan Jakarta-Semarang menggunakan kereta api kini hanya memakan waktu 5 jam 15 menit dari sebelumnya sekitar 6 jam. Selain itu, pemerintah juga gencar melakukan pembangunan jalan tol yang turut meningkatkan mobilitas masyarakat.
Mengembangkan UMKM dengan KUR
Keripik Tiga Serangkai merupakan keripik asal Batam buatan Pak Maidi dan istrinya, Aklima. Untuk mengembangkan usaha itu Pak Maidi mengajukan pinjaman melalui program kredit usaha rakyat (KUR). Kehadiran KUR menjadi angin segar bagi UMKM. KUR merupakan salah satu program pemerintah untuk meningkatkan akses pembiayaan kepada UMKM yang disalurkan melalui lembaga keuangan dengan pola penjaminan.
Program KUR juga dimaksudkan untuk memperkuat kemampuan permodalan usaha dalam rangka pelaksanaan kebijakan percepatan pengembangan sektor riil dan pemberdayaan UMKM. Pinjaman ini diperuntukkan bagi pelaku UMKM yang ingin mengembangkan usaha. Pemerintah juga menyubsidi bunga pinjaman agar tidak memberatkan pengusaha UMKM, seperti Pak Maidi. Pemerintah dan OJK juga meminta bank penyalur KUR untuk memberikan keringanan, dalam bentuk pembebasan jaminan atau agunan tambahan bagi debitor mikro dan supermikro, hanya untuk debitor KUR mikro dan supermikro dengan maksimal pinjaman modal Rp 100 juta. (Yoga)
Ekonomi Berpotensi Melambat, RI Waspadai Risiko Eksternal
Di tengah ketidakpastian ekonomi global, Dana Moneter Internasional atau IMF memprediksi pertumbuhan ekonomi Indonesia masih bisa tumbuh 5 % pada 2023 dan 5,1 % pada 2024. Meski sedikit melambat, proyeksi pertumbuhan ekonomi RI termasuk yang tertinggi di antara negara G20 dan ASEAN-6 lainnya. Dalam dokumen IMF Executive Board Concludes 2023, Article IV Consultation with Indonesia yang dipublikasikan Senin (26/6) IMF menyebut pertumbuhan ekonomi Indonesia akan sedikit melambat dibandingkan tahun 2022 yang mencapai 5,3 %. Namun, ekonomi Indonesia diproyeksikan masih mampu tumbuh lebih tinggi ketimbang proyeksi pertumbuhan global, yaitu 2,8 % (2023) dan 3 % (2024). IMF menilai, pemulihan ekonomi Indonesia pascapandemi Covid-19 hingga kini terhitung kuat, terlihat dari pertumbuhan ekonomi 2022 yang terdorong oleh kinerja ekspor yang solid, pulihnya permintaan domestik, serta berkah ”durian runtuh” harga komoditas dunia.
Ke depan, pertumbuhan ekonomi diperkirakan melambat karena kebijakan fiskal dan moneter yang lebih ketat serta normalisasi harga komoditas. Di tengah ketidakpastian itu, IMF meyakini kondisi fundamental ekonomi Indonesia tetap kuat. Keputusan pemerintah untuk mengelola kebijakan fiskal dengan penuh disiplin akan membantu menopang pertumbuhan ekonomi. Menanggapi laporan itu, Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kemekeu Febrio Kacaribu, Rabu (28/6) mengatakan, Indonesia masih perlu mewaspadai sejumlah risiko eksternal yang masih tinggi. Pertama, melambatnya ekonomi global yang bisa menekan harga komoditas ekspor Indonesia. Kedua, volatilitas pasar keuangan global akibat sentiment kegagalan perbankan AS dan pengetatan likuiditas global. Ketiga, meningkatnya tensi geopolitik. Febrio mengatakan, untuk jangka menengah–panjang, pemerintah akan melanjutkan reformasi struktural ekonomi yang tidak berhenti meski di tengah pandemi. (Yoga)
Syarat Ekspor CPO Bertambah
Pemerintah akan menerbitkan regulasi tentang ekspor CPO melalui bursa berjangka Indonesia. Regulasi baru yang direncanakan terbit akhir Juni 2023 ini bakal menambah syarat izin atau persetujuan ekspor CPO. Syarat tambahan untuk mendapatkan persetujuan ekspor itu adalah eksportir harus memiliki bukti transaksi perdagangan CPO di bursa berjangka. Sebelumnya, eksportir CPO cukup memiliki hak ekspor (HE) atas pemenuhan kewajiban memasok kebutuhan domestik (DMO) CPO. Direktur Ekspor Produk Pertanian dan Kehutanan Ditjen Perdagangan Luar Negeri Kemendag Farid Amir, Rabu (28/6) mengatakan, ekspor CPO melalui bursa berjangka komoditas hanya mengatur CPO dengan kode HS 15111000. Produk turunan CPO tidak termasuk dalam aturan itu.
CPO dipilih lantaran volume ekspornya tidak besar. Dengan begitu, saat diperdagangkan dalam bursa berjangka nanti tidak menimbulkan guncangan yang terlalu besar. Menurut Farid, ekspor CPO hanya dapat dilakukan eksportir terdaftar (ET) dan memiliki HE. HE diperoleh dari pemenuhan DMO dan/atau dari pihak yang mengalihkan HE atas pemenuhan DMO. Namun, sebelum mengekspor CPO, eksportir harus memperdagangkan CPO tersebut di bursa berjangka. Dari transaksi itu, eksportir bakal mendapatkan bukti pembelian CPO dari bursa. ”Bukti pembelian CPO di bursa berjangka itu bakal menjadi dokumen yang akan digunakan dalam pemrosesan persetujuan ekspor,” ujarnya melalui siaran pers di Jakarta. (Yoga)
Demi Umur Panjang Tambak Udang
Karman Karim (65) menyulap lahan seluas 8 hektar miliknya di Parigi Moutong, di tepian Teluk Tomini, menjadi tambak udang. ”Rasanya ingin menjadi pengusaha tambak udang,” ucap Karman mengulang kembali tulisan yang ia unggah di akun Facebook miliknya saat dijumpai Kompas di Desa Buranga, Parigi Moutong, Kamis (22/6). Banyak konsultan yang menawarkan jasa, tak terkecuali sejumlah mitra produsen pakan udang yang menawarkan pinjaman hingga ratusan ton. Karman bertekad bulat memulai bisnis budidaya udang. Berbekal denah senilai Rp 20 juta dari konsultan, ia membuka delapan kolam tambak udang vaname dengan sistem budidaya intensif di lahan tersebut, walau sudah banyak tambak udang di sepanjang pesisir Parigi Moutong.
Tiga tahun berlalu, kini ia mengelola 14 kolam bundar berdiameter 30-33 meter serta 10 kolam persegi dengan ukuran 1.600 meter persegi dan 2.500 meter persegi. Luas kolam keseluruhan 3 hektar. Dengan sistem budidaya intensif, Karman menggunakan peralatan elektronik di tambaknya. Yang pertama dan terutama adalah pompa untuk mengisap air laut dan mengalirkannya ke dua kolam tendon, dengan dua kincir yang berputar tanpa henti di permukaan untuk menciptakan gelembung udara bermuatan oksigen yang dibutuhkan udang untuk hidup di air. Dengan sistem ini, Karman bisa menebar 2 juta benur udang vaname di setiap hektar kolam. Di kolam 3 hektar miliknya, ia menebar 6 juta ekor selama satu siklus budidaya, yakni empat bulan dengan volume panen 40 ton udang per hektar. ”Biasanya ada panen parsial 2-3 kali sebelum panen besar. Harga jualnya naik turun di kisaran Rp 40.000-Rp 100.000 per kg. Begitu dirata-rata, main di posisi Rp 60.000 per kg,” ujarnya.
Dengan total panen 120 ton, pendapatan bruto Karman di pengujung siklus Rp 7,2 miliar. Ia yakin bisnis tambak udang intensifnya berumur panjang. ”Ini bisnis seumur hidup. Selama orang masih makan, mau sehat, enggak usah ragu. Mal dan hotel boleh tutup, tetapi (bisnis) pangan enggak boleh tutup,” ujarnya. Kendati demikian, ada satu syarat untuk mencapai ”keabadian” itu, yakni listrik. Ia pernah punya tambak udang tradisional (tidak menggunakan tenaga listrik) seluas 10 hektar, tetapi hasil panen per hektarnya hanya 400 kg, sangat jauh dari 40.000 kg per hektar di tambak intensif. Dengan kebutuhan listrik yang tak boleh terputus selama satu siklus, tagihan listrik tambak Karman Rp 100 juta per bulan. Namun, itu sangat jauh dari kata mahal jika dibandingkan omzet yang mencapai miliaran rupiah. (Yoga)
Peternak Tak Lagi Dirundung Cemas
Kehadiran listrik menjadi jawaban bagi peternak ayam petelur yang kerap dirundung resah di sentra peternakan ayam di Kota Payakumbuh dan Kabupaten Lima Puluh Kota, Sumbar. Elektrifikasi mampu menekan biaya operasional berkali-kali lipat, menaikkan produksi dan omzet lebih pesat, serta menjauhkan ayam sekaligus peternak dari stres dan rasa cemas. Jon Eddi (47), pengusaha peternakan PT Radja Poultry Shop di Kecamatan Guguak, Kabupaten Lima Puluh Kota, Sumbar, sejak 2021, menggunakan mesin pemberi pakan ternak berkekuatan listrik dengan total kapasitas 82,5 kilovolt ampere (kVa) yang didapat melalui program Electrifying Agriculture dari PLN. Hanya dengan memencet tombol, ransum berisi campuran jagung, dedak, dan konsentrat otomatis terdistribusi ke semua unit kandang melalui sistem instalasi pemberian pakan.
Sebelumnya, selama 20 tahun memulai usaha pada 1999, Jon menjalankan peternakan dengan mesin genset berbahan bakar solar dengan pemberian pakan secara manual. Akibatnya, jatah ransum tidak merata. Konsumsi pakan yang tidak seimbang itu pun memengaruhi kapasitas ayam memproduksi telur. Sedikit saja perubahan, seperti kekurangan pakan membuat ayam stres dan menghasilkan telur berkualitas buruk, tidak bertelur sama sekali, atau tiba-tiba mati. ”Setelah pakai listrik, kami bisa menyalakan lampu lebih lama dibandingkan menggunakan genset. Tambahan cahaya 4 jam merangsang ayam untuk bertelur sehingga meningkatkan produktivitas,” kata Jon, Selasa (13/6). Tak hanya peternakan, Jon juga mengembangkan pabrik pengolahan pakan dengan mesin listrik. Dengan elektrifikasi di berbagai lini usahanya itu, Jon bisa menghemat biaya operasional 40 %. Seiring dengan itu, produktivitas meningkat. Dulu, dalam satu periode (22-24 bulan), seekor ayam menghasilkan 380 butir telur. Kini, seekor ayam dapat bertelur hingga 450 butir. (Yoga)
STABILITAS SISTEM KEUANGAN, Menjaga Kepercayaan Nasabah
Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) adalah satu dari kuartet Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) bersama Kemekeu, BI, dan OJK. Berkat fungsinya dalam menjamin simpanan, stabilitas sistem keuangan di dalam negeri dapat terjaga. Ketua Dewan KomisionerLPS Purbaya Yudhi Sadewa, Selasa (27/6) di Jakarta menjelaskan, dalam ikut serta menjaga kestabilan sistem keuangan, LPS sebagai bagian dari KSSK turut serta bersinergi dengan lembaga anggota KSSK lain untuk menjaga KSSK dan mendorong pemulihan ekonomi nasional, yang hadir dalam sistem perbankan di Indonesia dan berperan sebagai institusi yang menjamin simpanan. Program penjaminan simpanan ada untuk mencegah risiko terjadinya rush terhadap perbankan, serta meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap sistem perbankan.
Dengan adanya LPS, masyarakat yang memiliki uang di bank tidak perlu khawatir apabila terjadi permasalahan pada bank tempat menyimpan uang tersebut karena simpanan tersebut tetap aman dijamin oleh LPS. Agar sebuah simpanan bisa termasuk layak bayar, ada tiga syarat kriteria yang harus di penuhi, yaitu 3T. T yang pertama adalah tercatat pada pembukuan bank. T yang kedua adalah tingkat bunga yang diterima tidak melebihi tingkat bunga penjaminan LPS. T yang ketiga adalah tidak melakukan tindakan yang merugikan bank, misalnya melakukan perbuatan melanggar hukum yang merugikan atau membahayakan kelangsungan usaha bank. (Yoga)
MENYISIR CUAN SAHAM LIKUID
Peluang investor untuk mengoptimalkan portofolio lewat saham-saham likuid kian terbuka lebar. Apalagi, indeks LQ45 yang didominasi oleh saham-saham bluechips, diramal bakal melanjutkan apresiasi pada paruh kedua tahun ini, setelah mampu bertahan di zona hijau pada semester I/2023. Konstituen dari sektor konsumen, perbankan, dan otomotif dinilai bakal menjadi motor pendorong indeks yang berisi 45 saham paling likuid itu. Performa LQ45 yang menguat 0,91% sepanjang Januari-Juni 2023 mampu mengungguli indeks harga saham gabungan (IHSG) yang merosot 2,76% year-to-date ke level 6.661,88 pada akhir perdagangan Selasa (27/6). Kinerja LQ45 juga lebih moncer ketimbang IDX30 yang hanya naik tipis 0,64% pada semester I/2023. Jika ditelusuri, menghijaunya indeks LQ45 tak terlepas dari apresiasi harga saham konstituen berkapitalisasi jumbo, seperti BBRI naik 9,8%, ASII 18,9%, BBCA 7%, GOTO 20,9%, dan TLKM menguat 6,7% dibanding penutupan akhir 2022. Saat dimintai pendapat, Head of Investment Information Mirae Asset Sekuritas Roger MM mengatakan indeks LQ45 masih dapat mencatatkan pertumbuhan pada semester kedua ini. Menurutnya, beberapa hal yang menjadi indikator yaitu normalisasi harga komoditas dan pemilihan umum (pemilu). Sebab meskipun terjadi pelambatan, ujarnya, hajatan politik bisa menjaga momentum pemulihan ekonomi. Hal itu membuat pertumbuhan ekonomi Indonesia diprediksi dapat mencapai 4,8%—4,9%. Adapun untuk semester II/2023, Mirae Sekuritas merekomendasikan sektor perbankan, konsumer, dan otomotif.
Di sektor otomotif contohnya, ASII dinilai prospektif sejalan dengan potensi kenaikan penjualan mobil. Pandangan senada disampaikan oleh CEO Edvisor Profina Visindo Praska Putrantyo. “Prospek LQ45 pada semester 2/2023 diperkirakan kembali menguat meskipun relatif terbatas dengan dukungan saham-saham dari sektor perindustrian, keuangan, energi, infrastruktur, dan barang baku,” ujar Praska kepada Bisnis, Kamis (29/6). Tim Analis JP Morgan yang dipimpin oleh Henry Wibowo menyoroti sejumlah saham konstituen LQ45 sebagai saham yang potensial pada semester II/2023. Sektor perbankan mendapat peringkat overweight sejalan dengan proxy terhadap aliran modal asing, pertumbuhan kredit, dan perbaikan kualitas aset. Meski begitu, JP Morgan lebih selektif terhadap emiten bank dan memilih saham BMRI sebagai top pick. Di sektor barang konsumen, dua saham Grup Salim INDF dan ICBP menjadi unggulan. Sektor tersebut dinilai JP Morgan dapat manfaat signifikan dari belanja pemilu, kenaikan uang beredar, dan penurunan harga komoditas yang dapat memperlebar margin.
Pilihan Editor
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023









