;
Kategori

Ekonomi

( 40512 )

BI Terbitkan Instrumen Moneter Baru

25 Aug 2023

Bank Indonesia (BI) akan mengeluarkan instrumen moneter baru bernama Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) mulai 15 September 2023. Gubernur BI Perry Warjiyo, Kamis (24/8/2023), menjelaskan, SRBI merupakan instrumen moneter untuk mengelola likuiditas, mendukung pendalaman pasar uang, dan menjaga stabilitas nilai tukar rupiah. (Yoga)

Dunia Usaha Minta Ada Kebijakan Selain WFH

25 Aug 2023

Kalangan dunia usaha meminta agar pemerintah menerapkan juga kebijakan-kebijakan lain untuk mengurangi polusi udara selain bekerja dari rumah (WFH). Sebab, pascapandemi, kini kalangan usaha sedang berusaha bangkit. ”Apakah tepat bila sudah kembali diterapkan WFH, khususnya bagi kalangan swasta? Saat ini, pelaku usaha tengah berjuang untuk membenahi lini bisnisnya,” kata Ketua Umum Kadin DKI Jakarta Diana Dewi, Kamis (24/8/2023). (Yoga)

Bersiap Menadah Rezeki dari Bursa Karbon

25 Aug 2023

Indonesia bakal segera memiliki bursa karbon, seiring terbitnya Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) Nomor 14/2023 tentang Bursa Karbon. Penyelenggara bursa karbon tidak cuma satu. Direktur Pengembangan Bursa Efek Indonesia, Jeffrey Hendrik menyatakan, BEI segera mendaftar sebagai salah satunya. Calon pemain lain, ICX, anak usaha Indonesia Commodity and Derivatives Exchange. Bahkan, ICX sudah memfasilitasi perdagangan perdana salah satu produk bursa karbon, yakni Renewable Energy Certificate (REC). Sejumlah emiten diperkirakan bakal menuai berkah dari kehadiran bursa karbon, salah satunya PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO). Manager Corporate Communication & Stakeholder Management PGEO, Muhammad Taufik bilang, PGEO siap berkontribusi di bursa karbon. Analis Saham Rakyat by Samuel Sekuritas, Billy Halomoan membagi emiten yang bisa menuai berkah dari bursa karbon. Pertama, emiten yang fokus ke ekonomi hijau, seperti PGEO, PT Arkora Hydro Tbk (ARKO) dan PT Kencana Energi Lestari Tbk (KEEN). Kedua, emiten yang mengejar efisiensi energi dan reduksi emisi, serta diversifikasi ke energi hijau. Emiten di kelompok ini adalah PT Barito Pacific Tbk (BRPT), PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk (VKTR), PT Indika Energy Tbk (INDY), PT TBS Energi Utama Tbk (TOBA), PT Adaro Energy Indonesia Tbk (ADRO).

Emiten Ritel dan Konsumsi Masih Prospektif Kendati El Nino Datang

25 Aug 2023

El Nino atau musim kemarau panjang telah melanda wilayah Indonesia. Pada akhir Juli 2023, Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mencatat 63% wilayah di Indonesia sudah terdampak El Nino. Berdasarkan catatan BMKG, El Nino kali ini akan lebih ekstrem dibandingkan dengan sebelumnya. Artinya wilayah yang terdampak kekeringan akan lebih kering dibandingkan El Nino yang melanda Indonesia pada tahun 2019. Melansir catatan KONTAN, daerah yang berpotensi mengalami kekeringan ekstrem di antaranya adalah sebagian besar Pulau Sumatera dan Jawa, Bali, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan, Kalimantan Utara, Sulawesi Tengah dan Sulawesi Tenggara. Melihat kondisi tersebut, Investment Analyst Infovesta Kapital Advisori, Fajar Dwi Alfian memproyeksikan, dampak terjadinya El Nino tersebut akan mengerek sejumlah harga komoditas pangan. Untungnya, untuk harga komoditas pangan impor seperti gandum dan kedelai, ia nilai, belum menunjukkan kenaikan yang signifikan. Alhasil, efek ke ongkos emiten ritel dan konsumen masih minim. Research Analyst Infovesta Kapital Advisori, Arjun Ajwani menyatakan, tahun politik bisa meminimalisir efek El Nino. Ia juga melihat daya beli masyarakat masih tinggi.

Tertopang Proyek Rumah Tapak Baru

25 Aug 2023

PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE) masih konsisten mencetak pertumbuhan kinerja hingga semester I 2023. Ke depan, bisnis emiten properti ini bakal ditopang serangkaian peluncuran proyek rumah tapak (landed houses). Analis Henan Putihrai Sekuritas Jono Syafei menjelaskan,BSDE yang sukses mencetak pertumbuhan pendapatan pra penjualan alias marketing sales di semester pertama 2023 sebesar 3% secara tahunan menjadi Rp 4,79 triliun. Pencapaian itu sudah melampaui sekitar 54% dari target marketing sales sebesar Rp 8,8 triliun di 2023. Moncernya marketing sales BSDE didorong oleh segmen pendapatan berulang di tengah peluncuran proyek, terutama pada kuartal kedua 2023. Pendapatan berulang dari produk Hiera dan Layton pada kuartal II 2023 diperkirakan berkontribusi sebesar 51% terhadap marketing sales di segmen residensial pada periode tersebut. Analis Indopremier Sekuritas, Michelle Nugroho dalam riset 20 Juli 2023, menyoroti. ke depan, katalis pendorong bagi marketing sales BSDE akan dibantu peluncuran proyek-proyek baru terutama produk rumah tapak. Analis UOB Kay Hian Sekuritas, Limartha Adhiputra mengatakan, saham-saham properti termasuk BSDE diperkirakan akan mengungguli IHSG di separuh kedua tahun ini karena marketing sales dan pertumbuhan laba dapat membaik. Hal itu seiring suku bunga Kredit Pemilikan Rumah (KPR) yang berangsur meningkat. Limartha melihat, potensi pertumbuhan laba bersih BSDE sebesar 6,8% secara tahunan di 2023. Dengan demikian, BSDE bisa mencapai target marketing sales setahun penuh hingga akhir 2023. Analis Ciptadana Sekuritas, Yasmin Suolisa memproyeksi pendapatan BSDE bisa mencapai Rp 11,06 triliun hingga akhir tahun ini karena penjualan properti diperkirakan akan meningkat di kuartal III dan IV seiring lebih banyak serah terima proyek. Namun, Ciptadana memangkas proyeksi laba bersih BSDE menjadi Rp 2,45 triliun karena biaya non operasional yang lebih tinggi.

Reksadana Berbasis Obligasi Bisa Kembali Mendaki

25 Aug 2023

Kekhawatiran terkait ekonomi China yang masih sulit dan inflasi di Amerika Serikat (AS), menyebabkan risiko investasi meningkat. Terlihat dari tren yield obligasi pemerintah acuan yakni FR96 tenor 10 tahun yang naik ke 6,5% pada Kamis (24/8). Dalam sepekan, yield naik delapan basis poin (bps) dari 6,42%. Dalam sebulan yield sudah naik 28 bps. Analis menilai, investor bisa memanfaatkan momentum masuk reksadana pendapatan tetap atau reksadana pasar uang. Direktur Panin Asset Management (Panin AM), Rudiyanto mengatakan yield yang naik menandakan harga obligasi sedang turun, berarti harga sedang murah. Sehingga saat ini menjadi momentum untuk masuk dan membeli di reksadana, khususnya reksadana pendapatan tetap yang memiliki underlying obligasi. " Yield akan turun jika inflasi AS terkendali," katanya, Rabu (23/8). Salah satu produk reksadana pendapatan tetap Panin yakni Panin Gebyar Indonesia II sejak Januari 2023 hingga Juli 2023 berhasil mencatat return 7,44%, berdasarkan data Infovesta Utama. Pencapaian itu di atas rata-rata indeks reksadana tetap per Juli 2023 yang sebesar 3,3,90%. Associate Director Fixed Income Anugerah Sekuritas, Ramdhan Ario Maruto menambahkan, potensi imbal hasil memang tidak lepas dari risiko terhadap pilihan instrumen. Di sisi lain, pergerakan harga surat utang sekarang banyak dipengaruhi oleh faktor global.

Trafik Naik, Dompet JSMR Semakin Tebal

25 Aug 2023

Bisnis jalan tol masih menjanjikan. Itu yang bisa disimpulkan dari kinerja PT Jasa Marga Tbk di semester I tahun ini. Emiten berkode saham JSMR itu meraih laba bersih Rp 1,15 triliun,  naik 56,3% dibandingkan semester I 2022. Hasil itu tidak terlepas dari pendapatan JSMR yang mencapai Rp 8,9 triliun, atau meningkat 18,3% jika dibandingkan pada periode serupa tahun lalu yakni Rp 7,5 triliun. Pendapatan tol mendominasi pendapatan JSMR yang mencatatkan hasil Rp 6,13 triliun. Angka itu naik tipis 1% dari semester I 2022 yang sebesar Rp 6,07 triliun. JSMR juga mengantongi pendapatan usaha lain di separuh pertama 2023 sebesar Rp 848,9 miliar. Lalu, pendapatan konstruksi senilai Rp 1,94 triliun. Corporate Communication and Community Development Group Head Jasa Marga, Lisye Octaviana menjelaskan, pendapatan JSMR tidak terlepas dari peningkatan lalu lintas harian rata-rata (LHR) di jalan tol yang dikelola Jasa Marga Group. Sementara itu, total konsesi jalan tol yang dimiliki oleh JSMR di semester I 2023 sepanjang 1.736 km. Ini sudah termasuk penambahan konsesi terbaru yang diperoleh perusahaan pelat merah ini yakni jalan tol akses Patimban sepanjang 37,05 km yang dikelola oleh PT Jasamarga Akses Patimban (JAP).

Pertumbuhan Kredit Berpotensi Melejit Lagi

25 Aug 2023

Pertumbuhan kredit perbankan nasional mulai bergairah. Data Bank Indonesia (BI) menunjukkan, pertumbuhan kredit perbankan hingga Juli 2023 mencapai 8,54% secara tahunan. Pertumbuhan kredit tersebut memang masih di bawah target akhir tahun yang ditetapkan BI, yaitu 9%-11%. Tapi, BI sudah memasang target pertumbuhan kredit pada 2024 mencapai 10%-12%. Gubernur BI Perry Warjiyo menuturkan, pertumbuhan kredit pada Juli lalu terutama didorong oleh penyaluran kredit di sektor jasa sosial, pertambangan dan jasa dunia usaha. "Selain itu, permintaannya tinggi sejalan dengan pertumbuhan ekonomi," ujar Perry, Kamis (24/8). Deputi Gubernur BI Juda Agung menimpali, optimisme pertumbuhan kredit juga meningkat dari sisi pelaku perbankan. Ini terlihat dari revisi rencana bisnis bank (RBB). Dus, kata Juda, perbankan  masih optimistis memasang target pertumbuhan kredit di tahun ini "Likuiditas perbankan juga masih longgar, yang membuat bank lebih optimistis dan ada kemauan untuk menyalurkan kredit," ujarnya. Presiden Direktur Bank CIMB Niaga Tbk (BNGA) Lani Darmawan mengatakan, bank ini masih melihat prospek penyaluran kredit di sisa tahun ini.

Jangan lagi Berharap Bunga Turun

25 Aug 2023

JAKARTA,ID-Keputusan Bank Indonesia (BI) menahan suku bunga acuan di level 5,75% dalam tujuh bulan beruntun mengindikasikan rezim bunga tinggi akan bertahan lebih lama. Masyarakat dan dunia usaha tak bisa lagi berharap suku bunga kredit turun dalam waktu dekat. Bahkan, ada tendensi suku bunga bakal naik lagi, alih-alih melandai. Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI, Kamis (24/09/2023), memutuskan untuk menahan BI 7-day Reserve Repo Rate (B17DRR) di level 5,57%. BI Juga menahan suku bunga Deposit Facilty dan Lending Facility masing-masing di posisi 5,00% dan 6,50%. Dengan demikian, Bank Sentral sudah delapan bulan memasuki BI-7DDR di level 5,75% atau sudah menahannya selama tujuh bulan berturut-turut naik 25 bps pada 19 Januari 2023 dari bulan sebelumnya 5,50%. BI menahan bunga acuan ditengah memudarnya spekulasi bahwa Bank Sentral AS The Federal Reserve digadang-gadang bakal menaikkan fed fun rate (FFR) sebanyak dua kali sampai penghujung 2023 dari posisi saat ini 5,25-5,50%. The Fed berpeluang menaikkan suku bunga setelah inflasi di negeri Paman Sam bulan lalu kembali naik menjadi 3,2% (yoy) dibanding bulan sebelumnya 3,0%. (Yetede)

SRBI, Instrumen Anyar BI untuk Stabilkan Rupiah

25 Aug 2023

JAKARTA,ID-Bank Indonesia (BI) menerbitkan instrumen Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) untuk memperkuat upaya pendalaman pasar uang di dalam negeri. Instrumen ini juga mendukung upaya menarik aliran modal asing masuk dalam bentuk investasi portfolio, serta optimalisasi aset surat berharga negara (SBN) yang dimiliki bank sentral sebagai underlying. "BI mulai untuk instrumen operasi moneter adalah promarket. Di mana instrumennya sekaligus memperdalam pasar uang seperti SRBI bisa diperdagangkan di pasar uang. Sehingga, ini semakin memutarkan likuiditas di pasar uang." ucap Gubernur BI Perry Warjiyo dalam konferensi pers Hasil Rapat Dewan Gubernur Bulanan Bulan Agustus 2023, Kamis (24/08/2023). SRBI merupakan surat berharga dalam mata uang rupiah yang diterbitkan oleh BI sebagai pengakuan utang berjangka pendek dengan menggunakan underlying asset berupa Surat Berharga Negara milik BI. SRBI merupakan instrumen operasi moneter kontraksi untuk mengelola likuiditas. "Kenapa disebut sekuritas? Karena ini sekuritasisasi dari SBN yang dimiliki oleh BI. BI 'kan punya lebih dari Rp 1.000 triliun SBN, kita sekuritasisasi untuk dijadikan underlying SBN. Ini dengan tenor jangka pendek sampai dengan 12 bulan," papar Perry. (Yetede)