;
Kategori

Politik dan Birokrasi

( 6583 )

Upaya BI Jaga Stabilitas Rupiah

25 Apr 2025
Kebijakan tarif impor resiprokal oleh Amerika Serikat menimbulkan tekanan besar pada nilai tukar global, termasuk rupiah yang telah terdepresiasi sekitar 4% sepanjang 2025. Bank Indonesia (BI) berada dalam posisi dilematis: menjaga stabilitas nilai tukar sambil tetap memberikan ruang bagi pertumbuhan ekonomi. Gubernur BI, melalui Rapat Dewan Gubernur, memutuskan mempertahankan suku bunga acuan (BI-Rate) di level 5,75% dan memperkuat intervensi di pasar valuta asing internasional seperti Asia, Eropa, dan New York.

Prediksi dari MUFG Bank Ltd. dan Barclays Bank Plc. menyebut rupiah berpotensi menembus Rp17.000 per dolar AS dalam waktu dekat, memperkuat urgensi BI dalam mengelola arus modal dan cadangan devisa, yang saat ini mencapai US$157,1 miliar. Sementara itu, International Monetary Fund (IMF) telah menurunkan proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia dari 5,1% menjadi 4,7% tahun ini.

Sejalan dengan itu, pemerintah didorong untuk memperkuat koordinasi fiskal, mendorong diversifikasi ekspor, dan mengoptimalkan kebijakan Devisa Hasil Ekspor Sumber Daya Alam (DHE SDA). Tokoh-tokoh seperti Gubernur BI dan lembaga seperti IMF menegaskan bahwa stabilitas makroekonomi Indonesia sangat bergantung pada sinergi kebijakan yang kredibel dan responsif terhadap dinamika global.

Kemenhub Dorong Maskapai Beli Boeing

25 Apr 2025
Kementerian Perhubungan Indonesia mendukung maskapai penerbangan nasional untuk mempertimbangkan opsi membeli pesawat Boeing yang dikembalikan oleh maskapai China akibat dampak perang dagang antara Amerika Serikat dan China. Menteri Perhubungan, Dudy Purwagandhi, menjelaskan bahwa keputusan untuk mengambil pesawat tersebut sepenuhnya diserahkan kepada masing-masing maskapai, asalkan pembelian tersebut menguntungkan dan sesuai dengan kebutuhan operasional mereka. Indonesia masih membutuhkan penambahan armada pesawat, sehingga peluang ini patut dipertimbangkan.

Boeing saat ini tengah mencari pelanggan baru untuk pesawat-pesawat Boeing 737 MAX 8 yang sebelumnya ditujukan untuk maskapai China. Setidaknya tiga unit pesawat tersebut sudah kembali ke pusat produksi Boeing di Seattle, dan sejumlah maskapai dari negara lain, seperti India dan Malaysia, juga dilaporkan tertarik untuk menampung pesawat yang dikembalikan ini. Pemerintah Indonesia memberikan fleksibilitas dalam regulasi dan teknis, sehingga maskapai dapat memanfaatkan kesempatan ini jika dirasa cocok.

Fiji Dapat Bantuan Hibah US$6 Juta dari RI

25 Apr 2025
Perdana Menteri Republik Fiji, Sitiveni Rabuka, menyampaikan apresiasi yang tinggi terhadap komitmen Indonesia dalam mempererat hubungan bilateral, khususnya di bidang pembangunan dan pelatihan. Dalam kunjungan resminya ke Istana Merdeka dan pertemuan hangat dengan Presiden Prabowo Subianto, Rabuka menyoroti pentingnya kerja sama strategis kedua negara, termasuk penandatanganan perjanjian pusat pelatihan pertanian regional di Fiji yang didukung hibah sebesar US$6 juta dari Indonesia.

Rabuka mengungkapkan kekagumannya terhadap dukungan Indonesia yang dianggap sangat berarti bagi Fiji karena tidak menambah beban utang. Ia juga memuji transformasi Indonesia dari negara agraris menjadi kekuatan ekonomi global, serta mengapresiasi pelatihan bagi pemuda Fiji di sektor pertanian dan peternakan di Indonesia sebagai bentuk nyata solidaritas antarnegara berkembang.

Sulit Dongkrak Rasio Penerimaan Pajak

25 Apr 2025
Pemerintah Indonesia menghadapi tantangan kompleks dalam meningkatkan rasio pajak (tax ratio) di tengah tekanan ekonomi global yang semakin berat. International Monetary Fund (IMF) memangkas proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun 2025 menjadi 4,7%, lebih rendah dari target pemerintah 5,2%. Penurunan pertumbuhan ini berpotensi menggerus pendapatan negara hingga Rp 6,3 triliun, karena setiap penurunan 0,1% pertumbuhan ekonomi menyebabkan penurunan pendapatan negara sebesar Rp 2,1 triliun.

Meski pemerintah sudah melakukan berbagai reformasi perpajakan, seperti digitalisasi sistem dan perluasan basis pajak, hasilnya belum signifikan. Tax ratio Indonesia justru diperkirakan turun menjadi 10,08% pada 2024 dari 10,31% pada 2023. Realisasi penerimaan pajak kuartal I-2025 juga turun 18,10% dibanding tahun sebelumnya.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menegaskan upaya peningkatan penerimaan pajak dengan menargetkan sektor-sektor ilegal seperti illegal mining, illegal logging, dan illegal fishing melalui kerja sama lintas kementerian dan pemanfaatan teknologi digital untuk memperketat pengawasan dan mempersempit aktivitas ekonomi ilegal.

Pengamat pajak Fajry Akbar dari Center for Indonesia Taxation Analysis (CITA) menilai penerimaan pajak sangat bergantung pada kondisi ekonomi dan merekomendasikan reformasi struktural serta deregulasi untuk mendukung pertumbuhan ekonomi. Sedangkan Prianto Budi Saptono dari Pratama-Kreston Tax Research Institute mengusulkan tiga terobosan penting yakni peningkatan kualitas layanan Ditjen Pajak, pengawasan ketat, dan penegakan hukum yang lebih tegas untuk menghadapi utang pajak.

Penerimaan Pajak Sebesar Rp322,6 triliun

25 Apr 2025
Pemerintah telah mengumpulkan penerimaan pajak sebesar Rp322,6 triliun per 31 Maret 2025. Jika dibandingkan dengan bulan sebelumnya terjadi pertumbuhan sebesar Rp134,8 triliun. Namun realisasi penerimaan pajak pada Maret 2025 ini masih lebih rendah dari realisasi penerimaan pajak pada maret 2024 yang sebesar Rp393,91 triliun atau terjadi kontraksi sebesar 12,2%. Peneliti Center of Reform on Economics (core) Indonesia Yusuf Rendy Manilet berpendapat bahwa kontraksi tahunan sebesar 12% ini menunjukkan bahwa basis penerimaan masih lemah dibandingkan periode yang sama tahun 2024 lalu. Hal ini menjadi sinyal awal bahwa pemulihan ekonomi  belum terjadi sepenuhnya sehingga tercermin melalui kinerja perpajakan. "Secara keseluruhan pada kuartal 1-2025 menunjukkan bahwa meskipun ada perbaikan dari bulan ke bulan tetapi fondasi penerimaan pajak kita masih rapuh. Oleh karena itu, dibutuhkan keberanian untuk memperkuat sistem perpajakan dan juga melakukan review terhadap program belanja, karena penerimaan yang terbatas juga akan mempengaruhi pola belanja," ucap Yusuf. Yusuf mengatakan bahwa salah satu titik lemah yang cukup krusial  dalam mengumpulkan penerimaan pajak adalah tingkat kepatuhan yang rendah, baik dari wajib pajak pajak individu maupun badan. Dalam hal ini banyak entitas usaha, terutama sektor informal dan UMKM, yang belum sepenuhnya  masuk dalam sistem perpajakan atau masih melaporkan secara optimal. (Yetede)

BI Mengoptimalkan Kebijakan Likuiditas ke Perbankan

25 Apr 2025
BI terus memperkuat kebijakan yang akomodatif, termasuk mengoptimalkan kebijakan insentif likuditas makroprudensial (KLM). Sampai dengan minggu kedua April 2025, perbankan diguyur dana mencapai Rp370.6 triliun di tengah ketatnya likuiditas industri perbankan. Gubernur BI Perry Warjiyo mengatakan, kebijakan tersebut dilakukan untuk mendorong pendanaan perbankan bagi manajemen likuiditas dan penyaluran kredit ke sektor rill. Bank Indonedia juga akan terus mempererat koordinasi dengan Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) untuk mendorong pertumbuhan kredit dalam mendukung pembiayaan ekonomi. Selain itu, BI juga memperkuat implementasi ketentuan Rasio Pendanaan Luar Negeri (RPLN). Mulai 1 April 2025, KLM ditingkatkan dari paling besar 4% menjadi sampai dengan 5% dari dana pihak ketiga (DPK). Hingga minggu kedua April 2025, insentif KLM meningkat sebesar Rp78,3 triliun dari minggu keempat Maret 2025 sebesar Rp 292,3 triliun. "Khusus sektor perumahan, insentif KLM 84 triliun dari minggu keempat Maret 2025 seiring dengan impelementasi penguatan KLM pada 1 April 2025," papa Perry. (Yetede)

Diskon Tarif Tol Bakal Dievaluasi

24 Apr 2025
Penerapan diskon tarif jalan tol periode Angkutan Lebaran (Angleb) 2025 akan dievaluasi, mengingat kebijakan tersebut tidak memberikan dampak yang besar terhadap pola perjalanan mudik Lebaran 2025. Kabag Ops Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri Aries Syahbudin mengatakan bahwa pihaknya masih melakukan survei terkait dampak penerapan diskon tarif tol. Menurutnya dari sejumlah kebijakan yang diterapkan pemerintah, sistem kerja sama mana saja atau work from anywhere (WFA) justru memberikan dampak signifikan mengubah waktu perjalanan masyarakat. "Justru dengan pola one way itu memberikan dampak, masih kami kaji juga apakah penerapan diskon tarif tol ini memerlukan sosialisasi yang lebih lanjut  atau bagaimana itu kami surveinya," ujar Aries. Tercatat selama masa Angkutan Lebaran (Angleb) 2025, terjadi pergerakan orang sebanyak 54,89% dari total populasi penduduk Indonesia atau 154,62 juta. Adapun jumlah keseluruhan penumpang untuk angkutan umum adalah 27.627.070 penumpang. (Yetede)

Kebijakan Migrasi eSIM Dianggap Tidak Efektif

24 Apr 2025
Kebijakan Pemerintah melalui Peraturan Menteri Komunikasi dan Digital No 7 Tahun 2025 yang mendorong pelanggan seluler melakukan migrasi dari SIM Card fisik ke teknologi eSIM dinilai tidak efektif untuk mengamankan ruang digital Indonesia. Pasalnya, pangkal persoalan kebocoran data maupun keamanan ruang digital Indonesia, tidak terletak pada penggunaan SIM Card maupun eSIM, namun terletak pada sistem dan prosedur pendaftaran yang menggunakan NIK ataupun KTP untuk mendapatkan nomor seluler yang masih carut marut. Southeast Asia Freedom of Expression Network (SAFEnet), organisasi masyarakat sipil yang memperjuangkan hak-hak digital mengatakan, klaim bahwa percepatan migrasi  ke eSIM untuk membersihkan ruang digital Indonesia  dan dapat membantu melawan kebocoran data dan penyalahgunaan identitas yang kian mengancam masyarakat pada saat ini patut dipertanyakan. "Karena pangkal masalah kebocoran data dan penyalahgunaan identitas di Indonesia pada saatnya adalah carut-marutnya tata kelola identitas kependudukan yang saat ini dijadikan credential data pribadi seseorang," tulis SAFEnet. (Yetede)

Stabilkan Rupiah, BI Jadi Garda Depan

24 Apr 2025
Bank Indonesia (BI) memprioritaskan stabilitas nilai tukar rupiah di tengah tekanan global dan potensi perlambatan ekonomi nasional akibat dampak perang dagang, khususnya kebijakan tarif Presiden AS Donald Trump. Gubernur BI, Perry Warjiyo, menegaskan pentingnya menjaga stabilitas rupiah untuk menopang sistem keuangan, inflasi, dan pertumbuhan ekonomi. Untuk itu, BI mempertahankan suku bunga acuan di 5,75% dan memperkuat kebijakan makroprudensial longgar, seperti insentif likuiditas dan fleksibilitas pendanaan perbankan ke sektor produktif.

Keputusan BI mendapat tanggapan beragam dari dunia usaha. Shinta W. Kamdani (Ketua Umum Apindo) menyebut kebijakan BI realistis meskipun tidak ideal. Eddy Widjanarko (Ketua Umum Aprisindo) menilai stabilitas suku bunga membantu menenangkan industri. Jahja Setiaatmadja (Presiden Direktur BCA) menekankan pentingnya likuiditas perbankan, dan Banjaran Surya Indrastomo (Chief Economist BSI) menyatakan BI tetap membuka ruang pelonggaran suku bunga jika tekanan global mereda. 

Tarik Ulur Tarif & Keadilan Perdagangan Global

24 Apr 2025
Kebijakan tarif impor tinggi yang diberlakukan oleh Presiden Amerika Serikat Donald Trump terhadap produk ekspor dari negara-negara ASEAN, termasuk Indonesia, telah menciptakan distorsi dalam perdagangan global. Negara-negara seperti Indonesia dan Vietnam mengalihkan jalur ekspornya melalui Singapura, yang tarifnya lebih rendah, menjadikan negara tersebut sebagai perantara dagang tanpa proses produksi nyata—ibarat "calo resmi" dalam perdagangan global.

Namun, strategi ini menambah biaya logistik dan menurunkan efisiensi rantai pasok, bukan meningkatkan nilai ekonomi. Fenomena ini menyoroti kelemahan dalam sistem tarif global dan pentingnya reformasi struktur perdagangan internasional yang adil dan efisien.

Kelemahan strategi dagang individual dari negara-negara ASEAN juga disorot. Pendekatan bilateral yang diambil demi fleksibilitas justru melemahkan posisi tawar ASEAN secara kolektif dan menghambat tercapainya tujuan ASEAN Economic Community (AEC). Sebagai perbandingan, Uni Eropa dijadikan contoh sukses integrasi ekonomi yang solid dan terkoordinasi.

Pentingnya rekonstruksi kebijakan perdagangan global yang berlandaskan pada prinsip transparansi, keadilan, dan keberlanjutan, agar sistem perdagangan internasional menjadi lebih inklusif dan tidak hanya menguntungkan negara besar atau pelaku usaha tertentu saja.