;

Pekerjaan Rumah di Provinsi dengan Banyak Warga Lansia

04 Jun 2024 Kompas
Pekerjaan Rumah
di Provinsi
dengan Banyak
Warga Lansia

Kesejahteraan warga lansia di beberapa provinsi padat lansia, belum cukup baik. Tingkat kepesertaan warga lansia pada program dana pensiun masih minim. Sebagian mereka juga masih masuk pada kelompok keluarga miskin. Merujuk data BPS, jumlah penduduk lansia berusia 60 tahun ke atas di Indonesia pada 2023, sebanyak 30,9 juta jiwa atau 11,1 % dari total 278,7 juta penduduk, yang diperkirakan naik dua kali lipat menjadi 65,8 juta jiwa pada 2045, setara 20,5 % dari 320,4 juta total penduduk tahun 2045. Tahun 2023, ada sejumlah provinsi yang memiliki persentase penduduk tua cukup besar, terlihat dari persentase penduduk lansia di provinsi itu yang melampaui angka rata-rata nasional, di antaranya Daerah Istimewa Yogyakarta sebanyak 17 % warga lansia, Jatim (14,4 %), Bali (14,1 %), Jateng (13,5 %), Sulut (13,3 %), NTT (11,6 %) dan Sumbar (11,4 %).

Ke tujuh provinsi itu telah melampaui rata-rata nasional sebelum tahun 2023 sebesar 11,1%. Ironisnya, kesejahteraan warga lansia di tujuh provinsi itu rendah. Publikasi BPS berjudul ”Statistik Penduduk Usia Lanjut 2023” menunjukkan, mayoritas warga lansia di provinsi itu berada di kelompok keluarga miskin, dalam kelompok distribusi pengeluaran 40 % terbawah. Kelompok keluarga ini paling besar ada di 46,4 % warga lansia DI Yogyakarta. Disusul Jatim (44,7 %), Jateng (43,73 %), Bali (42,92 %). Angka di provinsi tersebut berada di atas rata-rata nasional 41,3 %. Para warga lansia itu tidak banyak yang menggantungkan hidupnya dari uang pensiun. Analisis data mikro Susenas BPS Maret 2022 menunjukkan, dari total 21,7 juta keluarga lansia di Indonesia, hanya 1,1 juta keluarga atau 5,2 % yang mengandalkan dana pensiun untuk kebutuhan terbesar di rumah tangganya.

Menurut Kadis Sosial DI Yogyakarta Endang Patmintarsih, tahun ini DI Yogyakarta ingin mewujudkan sebagai provinsi ramah warga lansia. DI Yogyakarta, juga mempunyai balai lansia untuk menampung warga lansia yang tidak mampu secara ekonomi atau ditelantarkan keluarganya, balai ini ditunjang oleh 40 lembaga kesejahteraan sosial (LKS) yang didirikan warga. Balai lansia ataupun LKS tak sekadar menampung lansia, tetapi juga memberdayakan lansia dengan mengajarkan ketrampilan membuat sapu, sulak, batik ecoprint, serta bercocok tanam. Warga lansia di Yogyakarta juga menerima Jaminan Sosial Lanjut Usia (JSLU) dari APBD. JSLU diberikan pada 8.000 warga lansia miskin yang belum menerima jaminan sosial Program Keluarga Harapan dari pemerintah pusat, senilai Rp 300.000 per orang / bulan. (Yoga)


Download Aplikasi Labirin :