;

Emiten Unggas Trengginas

Ekonomi R Hayuningtyas Putinda 26 Apr 2020 Bisnis Indonesia, 24 April 2020
Emiten Unggas Trengginas

Langkah pemerintah untuk menyerap ayam dari peternak membawa angin segar bagi laju saham emiten perunggasan yang telah menguat dua digit dalam sebulan terakhir. Berdasarkan data Bloomberg, harga saham emiten perunggusan kompak menguat pada sesi perdagangan, diantaranya PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk. (CPIN), PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk. (JPFA), PT Malindo Feedmill Tbk. (MAIN), dan PT Sierad Produce Tbk. (SIPD) yang berada dalam tren positif dengan menguat di atas 10% sebulan terakhir. Analis Kresna Sekuritas Timothy Gracianov menjelaskan harga ayam menurun cukup dalam sejak pertengahan Maret lalu, karena sempat menyentuh level di bawah Rp10.000 per kilogram. Pemerintah kini turut turun tangan memenuhi kebutuhan protein masyarakat, seperti bekerja sama dengan Grab Indonesia untuk distribusi pangan agar harga ayam dapat lebih terjaga. Menurut Timothy, dua emiten yang menarik dikoleksi dari sektor perunggasan pada kuartal II/2020 yakni JPFA dan CPIN, karena bertepatan dengan puasa dan Lebaran yang biasanya meningkatkan konsumsi ayam. 

Dalam riset yang dipublikasikan melalui Bloomberg, Analis PT Mirae Asset Sekuritas Emma A. Fauni mengatakan secara historis harga day old chicken dan ayam potong seharusnya lebih tinggi secara musiman selama Ramadan. Saham JPFA menjadi pilihan utama Mirae karena kualitas laba bersih yang lebih baik dan potensi kenaikannya. Di sisi lain analis Binaartha Sekuritas Muhammad Nafan Aji memperkirakan produk emiten unggas relatif memiliki permintaan yang stabil, bahkan berpeluang tumbuh positif pada Ramadan kali ini. Secara teknikal, dia masih merekomendasikan hold saham MAIN, JPFA, dan CPIN. Menurutnya, ketiga emiten itu berada dalam fase bullish consolidation.

Download Aplikasi Labirin :