;

Kisah ”Padi Lesus” di Tengah Limbung Beras

Lingkungan Hidup Yoga 29 Feb 2024 Kompas
Kisah ”Padi Lesus”
di Tengah Limbung Beras

Belum makan kalau belum ketemu nasi masih jadi prinsip sebagian besar masyarakat. Buktinya, kelangkaan gabah karena keterbatasan produksi yang menaikkan harga beras belakangan ini membuat geger masyarakat. Namun, situasi tersebut tidak banyak memengaruhi penikmat ataupun petani beras organik, yakni beras dari padi yang diklaim tahan lesus atau puting beliung dan bebas zat kimia. Hal ini diakui Bibong Widyarti, perempuan yang pernah memperkenalkan beras organik Indonesia ke Konferensi Perubahan Iklim COP28 di Dubai, awal Desember 2023. ”Beras organik tetap laku, petani juga masih bisa menyimpan stok gabah untuk konsumsi pribadi,” ujar pegiat produk organik dari Yayasan Alifa dan Rumah Organik ini, beberapa waktu lalu.

Beras yang dijual pelaku usaha organik lebih mahal daripada beras konvensional. Saat ini, harga beras organik ada di kisaran Rp 35.000 per kg, dua kali lipat lebih dari harga beras konvensional. Per Rabu (28/2) data Badan Pangan Nasional menunjukkan rata-rata harga beras premium Rp 16.410 per kg dan beras medium Rp 14.300 per kg. Harga beras organik itu bukan hanya layak untuk menutup biaya produksi petani, melainkan juga untuk menjamin kualitas beras yang dinikmati konsumen. Kualitas produk pun dipatenkan dengan sertifikasi Lembaga Sertifikasi Pangan Organik (LSPO) yang diakui oleh negara atau Penjaminan Organik Berbasis Komunitas (Participatory Guarantee System/PGS). ”Ada sistem kebersamaan dari kami, petani produsen dengan konsumen, karena yang dijual value dan kualitas,” ujarnya. (Yoga) 

Tags :
#Beras #Varia
Download Aplikasi Labirin :