Suku Bunga Meningkat, Bank Jaga Kualitas Kredit
Ditengah tren kenaikan suku bunga saat ini, industri
perbankan cenderung akan lebih selektif dalam menyalurkan kredit agar
kualitasnya terjaga. Ke depan, reindustrialisasi sektor manufaktur diperkirakan
mampu menjadi motor baru penggerak laju pertumbuhan industri perbankan. ”Bagi
masyarakat yang memiliki kemampuan finansial mencukupi, tren kenaikan suku
bunga ini disambut dengan antusias. Sebaliknya, mereka yang memiliki pinjaman,
bebannya akan bertambah sehingga berpotensi macet. Tentu saja, setiap bank memiliki preferensi
tersendiri, tergantung dari cost of fund (biaya bunga) dan margin keuntungannya
dalam mengambil risiko kredit,” kata Komisaris Bank Jago Anika Faisal di
sela-sela kegiatan Media Gathering Perhimpunan Bank-Bank Nasional (Perbanas),
di Padalarang, Bandung Barat, Jawa Barat, Jumat (24/11).
Oleh sebab itu, ketersediaan data nasabah yang merekam berbagai
transaksi secara historis menjadi instrumen penting bagi industri perbankan dalam
menjaga kualitas kredit. Data tersebut tidak hanya memuat penghasilan nasabah
dan berbagai variabelnya, tetapi juga termasuk perilaku (behavior) setiap
nasabah dalam bertransaksi. Menurut Chief Economist PT Bank Tabungan Negara (Persero)Tbk
atau BTN Winang Budoyo, era suku bunga tinggi sudah mencapai titik puncaknya
sebagaimana ekspektasi global. Dari sisi domestik, sentimen tahun politik 2024
dan dukungan kebijakan likuiditas makropudensial BI juga akan berdampak positif
bagi sektor keuangan. ”Intinya, kenaikan suku bunga mulai berhenti, akan
stabil, dan tinggal menunggu waktunya. Lalu, sepanjang tahun pemilu tentu
peredaran uang akan meningkat dan berkontribusiterhadap pertumbuhan ekonomi.
Ditambah lagi, BI menurunkan giro wajib minimum yang mulai berlaku Oktober 2023,”
ujarnya. Di tengah ketidakpastian tersebut, sektor industri manufaktur dapat
menjadi opsi untuk mendorong penyaluran kredit perbankan sekaligus memicu
pertumbuhan ekonomi melalui serapan tenaga kerja. (Yoga)
Postingan Terkait
Geopolitik Memanas, Bisnis Bank Emas Mengkilap
Pinjaman Bank Kini Lebih Mahal daripada Obligasi
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023