KIP KULIAH, Jamin Keberlanjutan Pendidikan Anak Miskin
Pemerintah menjamin keberlanjutan pendidikan hingga perguruan tinggi bagi anak-anak sekolah dari keluarga tidak mampu. Mereka yang memiliki potensi akademik diprioritaskan tetap mendapat bantuan biaya pendidikan dari pemerintah agar bisa menuntaskan pendidikan tinggi. Subkoordinator Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah pada Pusat Layanan Pembiayaan Pendidikan (Puslapdik) Kemendikbudristek Muni Ika mengutarakan hal itu dalam webinar Silaturahmi Merdeka Belajar bertajuk ”Wujudkan Masa Depan Gemilang dengan KIP Kuliah” di Jakarta, Kamis (3/8). Kelanjutan pendidikan anak-anak dari keluarga miskin dan rentan miskin penerima KIP di sekolah dan penerima bantuan sosial lain dari pemerintah diutamakan meraih jenjang pendidikan tertinggi.
Kesempatan kuliah sesuai cita-cita mereka didukung dengan KIP Kuliah yang memberi biaya kuliah dan biaya hidup hingga lulus kuliah. Hingga tahun 2022, sebanyak 1,2 juta orang menerima manfaat KIP Kuliah. Pada 2023, sekitar 800 mahasiswa sedang menerima bantuan itu dan mahasiswa baru menerima KIP Kuliah. Sekitar 400.000 orang selesai kuliah dan menjadi sarjana dengan dukungan KIP Kuliah. Muni mengutarakan, jumlah pendaftar KIP Kuliah meningkat. Pada 2020 jumlah pendaftar KIP Kuliah 689.000 orang, pada 2021 naik menjadi 840.000 orang, tahun berikutnya 941.000 orang, dan per 3 Agustus 2023 terdata 996.000 pendaftar. Padahal pendaftaran masih dibuka hingga 31 Oktober 2023. (Yoga)
Postingan Terkait
Regulasi Perumahan perlu direformasi
Kemenaker Siaga Hadapi Gelombang PHK
Perjuangan Jakarta untuk Tumbuh 6% di 2026
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023