Konsumsi Rumah Tangga Diprediksi Melambat
Peringatan bagi pemerintah. DBS Group meramal pertumbuhan ekonomi Indonesia bakal melambat pada tahun ini.
Ekonom DBS Group Research Radhika Rao memperkirakan, pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun ini hanya di kisaran 5%
year on year
(yoy), lebih rendah dari capaian tahun 2022 yang sebesar 5,31% yoy. Pelambatan ini dipicu penurunan konsumsi rumah tangga sebagai dampak lanjutan kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) yang menyundut inflasi.
"Biasanya, saat harga BBM dan inflasi naik akan menyebabkan penurunan konsumsi dengan jeda sekitar enam bulan," ujar Rao di hasil riset DBS edisi Februari 2023.
Meski capaian inflasi tahun 2022 tak setinggi yang diperkirakan, tetapi DBS masih melihat adanya kekhawatiran masyarakat akan potensi kenaikan harga barang dan jasa. Terlebih masyarakat pernah mengalami lonjakan pengeluaran di semester II-2022 akibat kenaikan inflasi.
Postingan Terkait
Prospek Perbaikan Ekonomi di Paruh Kedua Tahun
Regulasi Perumahan perlu direformasi
Potensi Tekanan Tambahan pada Target Pajak
Perang Global Picu Lonjakan Utang
Lonjakan Harga Komoditas Panaskan Pasar
Waspadai Dampak Perang pada Anggaran Negara
Rendahnya Belanja Produktif Menghambat Pemulihan
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023