Genjot Proyek Jalan Tol, Skema Pembiayaan Baru Dibutuhkan
Hingga akhir 2022, Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menargetkan, investasi jalan tol mencapai Rp 970,8 triliun. Angka ini meningkat dari realisasi 2021 sebesar Rp 736,3 triliun.
Sedang pada 2024, BPJT memasang target investasi jalan tol mencapai Rp 1.106 triliun. Tapi, target ini mendapat tantangan besar, seiring semakin sulitnya memperoleh pembiayaan untuk proyek jalan tol, sehingga perlu ada inovasi pembiayaan. Direktur Jenderal Pembiayaan Infrastruktur Kementerian PUPR Herry Trisaputra Zuna mengatakan, ada tiga kebijakan yang bisa diterapkan untuk mendukung pembiayaan infrastruktur, khususnya proyek jalan tol. Pertama, komitmen untuk melanjutkan proyek jalan tol pada ruas-ruas utama. Kedua, perbaikan iklim investasi untuk memastikan pelaku usaha jalan tol tetap bertahan. Ketiga, mendorong skema pembiayaan yang lebih berkelanjutan.
Postingan Terkait
Menakar Daya Tahan Momentum Elektrifikasi
KPK Selidiki Dugaan Aliran Dana Rp 2 Miliar
Mengawasi Langkah Strategis Danantara
Aturan Baru Jadi Tantangan Industri
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023