;

KAMPUNG TURIS PENDUKUNG MALIOBORO

13 May 2022 Kompas
KAMPUNG TURIS PENDUKUNG MALIOBORO

Di Kampung Sosrowijayan, Kelurahan Sosromenduran, Kecamatan Gedongtengen, Kota Yogyakarta, banyak warga menjadikan rumahnya sebagai homestay atau penginapan. Jumlahnya lebih dari 100 rumah. Dalam konsep homestay, wisatawan biasanya menginap di kamar-kamar yang disediakan pemilik rumah dengan tarif ramah di kantong. Sekilas, kampung itu terlihat seperti permukiman padat penduduk pada umumnya, yang membedakan adalah terpasangnya papan-papan bertuliskan homestay dan penginapan di rumah-rumah tersebut. ”Wisatawan yang menginap biasanya backpacker. Sebelum pandemic Covid-19, banyak wisatawan mancanegara. Sekarang didominasi wisatawan domestik saja,” kata Wawan Kusumo (45), pemilik Rejeki Homestay. Total 10 kamar yang disewakan Wawan. Namun, hanya enam kamar yang dioperasikan sehari-hari. Empat kamar lain diaktifkan jika permintaan tinggi. Tarif yang dibanderol untuk satu kamar Rp 150.000 per malam, tetapi saat musim liburan menjadi Rp 200.000. ”Lebaran ini, 10 kamar terpakai semua. Sempat penuh dari 3 Mei (hari kedua Lebaran) sampai 8 Mei 2022. Sebelumnya, rata-rata wisatawan domestic menginap semalam saja pada akhir pekan,” kata Wawan.

Dari sektor kuliner, Gudeg Basah Bu Lindu menjadi andalan bagi wisatawan di wilayah Sosrowijayan. Olahan sayur nangka itu tergolong sebagai hidangan legendaris sebab sudah dijajakan sejak 1930-an. Sang Maestro Gudeg, Mbah Lindu, berpulang di usia 100 tahun. Konon, ia berjualan di kawasan tersebut sejak berusia 13 tahun. Saat ini, warung gudeg itu diteruskan anak Mbah Lindu, yakni Ratiyah (54). Dahulu, Mbah Lindu berjualan keliling kampung. Lalu, ia memangkal di Jalan Sosrowijayan. Semula, pelanggannya adalah penumpang kereta api atau orang yang berpelesir ke Malioboro. Di masa liburan bisa menhabiskan lebih dari 200 porsi per hari, kata Ratiyah. Sejak 1,5 tahun lalu, Gudeg Basah Mbah Lindu menyediakan pula gudeg beku, untuk wisatawan yang ingin membawa gudeg tersebut sebagai oleh-oleh bagi kerabat di tempat asalnya. Harga gudeg beku terentang dari Rp 50.000 sampai Rp 100.000 per paket. Paket paling murah setidaknya bisa dikonsumsi tiga sampai empat orang.

Kampung turis tak hanya Sosrowijayan. Ke arah selatan, di sekitar Jalan Parangtritis, ada Kampung Prawirotaman yang juga jadi tujuan turis asing. Sri Yantini (58), pemilik Parikesit Hotel, mengatakan, di masa libur Lebaran, semua penginapan di Prawirotaman penuh. Di Prawirotaman terdapat berbagai ragam penginapan, mulai dari kelas melati, guest house, homestay, hostel, hingga hotel berbintang. Saat ramai seperti ini, kenaikan tarif tak terbendung. Jika sebelumnya banyak penginapan kecil menawarkan tarif Rp 50.000 hingga Rp 80.000 per malam, selama libur Lebaran, hampir semua dibanderol di atas Rp 100.000 per malam. Alex Tangkeallo, pemilik Oke Baik Hostel, mengatakan, tariff menginap di penginapannya mengikuti ramainya tingkat permintaan, kamar jenis private room ditawarkan Rp 250.000 pada kondisi normal, kini menjadi Rp 750.000. Besarnya magnet Malioboro bagi wisatawan ikut menggairahkan sektor riil di sekitarnya. Meski demikian, sebagai daerah berbudaya Jawa yang kuat, kearifan lokal diharapkan tetap terjaga. (Yoga)


Tags :
Download Aplikasi Labirin :