Pariwisata Pascapandemi: Sulitnya Gaet Wisman Ke Bali
Tak semudah seperti membalikkan telapak tangan. Pepatah itu kiranya tepat menggambarkan situasi yang dihadapi Bali di era pascapandemi Covid-19.
Setelah mengalami kontraksi ekonomi akibat tidak adanya kunjungan wisatawan mancanegara, ekspektasi tinggi membuncah ketika sejak 4 Februari 2022, pulau ini diizinkan menerima warga negara asing (WNA) tanpa karantina serta cukup menggunakan visa on arrival (VOA). Hanya saja, harapan tinggi itu belum terbukti. Padahal berbagai sarana akomodasi hingga agen perjalanan wisata telah memberikan diskon dalam bentuk paket wisata harga terjangkau. Terhitung sejak 2 tahun pascapandemi, berbagai julukan seperti The Island of Gods, The Island of Paradise, The Island of Thousand Temple, The Morning of the World belum membuktikan tajinya. Data dari Bandara I Gusti Ngurah Rai menunjukkan jumlah penumpang internasional yang datang masih pada kisaran angka 2.500 orang per hari.
Kemenparekraf boleh saja mengeklaim penerapan VOA sejak awal Maret 2022 berhasil mendatangkan wisatawan mancanegara atau wisman hampir 15.000 orang ke Pulau Bali. Akan tetapi angka itu jauh dari jumlah wisman ke pulau ini mencapai 15.000 orang per hari ketika periode prapandemi. Bagi pelaku wisata, selain masih rendah, kualitas wisman yang datang belum menggembirakan.
Tags :
#PariwisataPostingan Terkait
Kemendagri Bentuk Satgas Khusus
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023