Belanja Daerah, Realisasi Tak Optimal, Perencanaan Masih Buruk
Jelang akhir tahun, realisasi belanja daerah belum memuaskan, anggaran sejumlah pemda belum separuh dibelanjakan, menunjukkan perencanaan anggaran pemda yang buruk. Pelaksana Harian (Plh) Dirjen Bina Keuangan Daerah Kemendagri Agus Fatoni minta belanja dioptimalkan seluruh pemda, sehingga akhir Desember realisasi belanja setara tahun lalu atau lebih. Tahun lalu, realisasi belanja daerah 82,69 % atau Rp 1.021,26 triliun. Rendahnya penyerapan anggaran karena tagihan pihak ketiga baru disampaikan akhir tahun, gagal lelang, putus kontrak, penundaan bayar, atau problem teknis, seperti pembebasan lahan.
Menurut Direktur Eksekutif Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia Mohammad Faisal, lambatnya penyerapan anggaran menunjukkan belum ada perubahan pola kerja pemda. Perencanaan anggaran juga buruk hingga anggaran tidak bisa maksimal terserap. Dengan sisa waktu hingga akhir 2021, plus pemerintah pusat yang terus meminta daerah mempercepat penyerapan anggaran, dikhawatirkan pemda akan asal-asalan membelanjakan anggaran, bahkan berujung pemborosan. (Yoga)
Postingan Terkait
Anggaran 2025 Terancam Membengkak
Regulasi Perumahan perlu direformasi
Potensi Tekanan Tambahan pada Target Pajak
Waspadai Dampak Perang pada Anggaran Negara
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023