;

Stabilitas Jasa Keuangan Terjaga

01 Oct 2021 Sriwijaya Post
Stabilitas Jasa Keuangan Terjaga

JAKARTA, SRIPO - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menilai. stabilitas sistem keuangan masih terjaga hingga Agustus 2021. Hal itu ditunjukkan dengan perbaikan fungsi intermediasi domestik di tengah pemulihan perekonomian nasional yang terus berjalan. Sejalan dengan mulai terkendalinya pandemi diikuti peningkatan aktivitas perekonomian nasional. Namun demikian perkembangan global masih perlu dicermati, terutama tren peningkatan inflasi akibat penyebaran varian Delta, pengetatan kebijakan moneter global yang lebih cepat dari estimasi awal, serta dampak pengetatan regulasi di Tiongkok. 

Secara domestik, indikator-indikator sektor riil terpantau mulai menunjukkan indikasi perbaikan seiring melandainya kasus baru Covid-19 dan menurunnya positivity rate di tengah akselerasi program vaksinasi dan penegakan protokol kesehatan. Sementara itu, sektor eksternal masih melanjutkan kinerja yang solid pada Agustus 2021, sehingga mendorong perbaikan keseimbangan eksternal dan peningkatan cadangan devisa.

Di tengah perkembangan tersebut, pasar keuangan domestik cenderung bergerak melemah sejalan dengan pelemahan pasar keuangan global. Hingga 24 September 2021, IHSG tercatat melemah sebesar 0,1% secara month to date (mtd) ke level 6.145. Kendati demikian, aliran dana non-residen masih tercatat inflow sebesar Rp 5,4 triliun mtd.

Pasar SBN secara mtd juga terpantau melemah dengan rata-rata yield SBN naik 5,6 bps di seluruh tenor. Support perbankan terhadap pembiayaan utang pemerintah tercatat masih berlanjut dengan net inflow ke SBN tercatat tumbuh sebesar Rp 119,1 triliun secara year to date (ytd).

Di sektor perbankan, kredit pada bulan Agustus 2021 tercatat tumbuh sebesar 1,16% secara year on year (yoy) atau 1,91% ytd. Secara sektoral, kredit sektor rumah tangga mencatatkan kenaikan terbesar secara mtm sebesar Rp 4,8 triliun. Sementara, Dana Pihak Ke tiga (DPK) tumbuh sebesar 8,81% yoy atau 5,91% ytd.

Perbankan tercatat akomodatif dalam penyaluran kredit untuk mendukung produk dan komoditas berorientasi ekspor yang tumbuh sebesar 4.92% ytd, sehingga turut mendorong surplus neraca perdagangan Indonesia. Perbankan juga berkontribusi dalam pemulihan ekonomi nasional dengan terus menurunkan suku bunganya.

Suku Bunga Dasar Kredit Agustus 2021 terus menurun, seiring penurunan komponen harga pokok dana dan biaya overhead masing-masing sebesar 16 bps dan 10 bps.

Tags :
Download Aplikasi Labirin :