;
Tags

Telekomunikasi

( 286 )

Pemerintah Intensifkan Negosiasi dengan Apple

HR1 26 Nov 2024 Bisnis Indonesia

Kementerian Perindustrian Indonesia, yang dipimpin oleh Menteri Agus Gumiwang Kartasasmita, akan segera mengundang Apple Inc. untuk membahas realisasi investasi mereka di Indonesia, setelah proposal investasi senilai US$100 juta yang diajukan oleh Apple ditolak. Alasan penolakan tersebut adalah karena proposal investasi Apple dinilai belum memenuhi asas keadilan bagi Indonesia.

Menteri Agus menjelaskan bahwa asas keadilan yang dimaksud berkaitan dengan perbandingan investasi Apple di Indonesia dengan investasi yang dilakukan oleh perusahaan yang sama di negara-negara lain seperti Vietnam dan Thailand. Di Vietnam, Apple berinvestasi sebesar Rp255 triliun untuk membangun pabrik, sementara di Indonesia, Apple baru berinvestasi sekitar Rp1,4 triliun, meskipun penjualan produk Apple di Indonesia mencapai 2,5 juta unit. Hal ini menunjukkan ketidakseimbangan dalam investasi yang dianggap tidak adil oleh pemerintah Indonesia.

Selain itu, Agus juga menyoroti bahwa investasi dari produsen perangkat elektronik lainnya, seperti handphone, komputer genggam, dan tablet (HKT), di Indonesia jauh lebih besar dibandingkan dengan Apple. Kriteria lain yang menjadi perhatian adalah terkait dengan penciptaan nilai tambah, impor, dan seberapa besar Apple dan produsen HKT lainnya dapat menyerap tenaga kerja di Indonesia.

Agus menegaskan bahwa pemerintah sudah memiliki angka investasi ideal yang diharapkan dari Apple, dan negosiasi selanjutnya juga akan mencakup pembahasan mengenai proposal investasi Apple pada periode 2020-2023 yang belum terealisasi. Pemerintah berencana untuk meminta Apple untuk melunasi "utang investasi" yang terkait dengan proposal investasi periode sebelumnya, sebelum melanjutkan ke proposal investasi baru yang diajukan untuk periode 2024-2026.

Dengan demikian, pemerintah Indonesia memberikan perhatian serius terhadap keadilan investasi dan kontribusi perusahaan asing, seperti Apple, dalam mendukung perekonomian Indonesia melalui penciptaan lapangan kerja dan nilai tambah bagi industri lokal.



Investasi Apple dikaji pemerintah

KT3 22 Nov 2024 Kompas

Kemenperin masih mempertimbangkan banyak hal terkait proposal investasi baru dari PT Apple Indonesia. Pemerintah menagih komitmen investasi awal produsen iPhone itu dan berencana merevisi aturan terkait komponen dalam negeri bagi manufaktur produk gawai. Jubir Kemenperin Febri Hendri Antoni Arif, kepada wartawan di Jakarta, Kamis (21/11) menyampaikan, Kemenperin baru membahas proposal dari PT Apple Indonesia yang mereka terima pada Selasa (19/11). Proposal itu terkait dengan pabrik pembuatan mesh untuk komponen pendukung aksesori Air Pods Max, dengan nilai 100 juta USD atau sekitar Rp 1,58 triliun selama dua tahun.

Nilai investasi itu 10 kali lipat dari rencana awalApple yang ingin membangun pabrik serupa di Bandung, Jabar. Kemenperin, kata Febri, tengah mempertimbangkan keadilan nilai investasi pabrik tersebut bagi pasar domestik dibanding pasar di negara lain, serta keadilan dengan produsen handphone, komputer genggam, dan tablet (HKT) lainnya di dalam negeri. Indonesia menjadi lokasi penjualan ponsel milik Apple terbesar di Asia Tenggara hingga 2,61 juta unit pada tahun 2023. Nilai pendapatan penjualan Apple di Indonesia diperkirakan mencapai Rp 30 triliun, jauh lebih besar daripada nilai investasi yang diajukan.

”Kami berharap investasi Apple juga bisa menyerap tenaga kerja yang banyak. Lalu, seandainya mereka investasi, bisa menjadikan beberapa industri dalam negeri di Indonesia bisa digunakan sebagai bagian dari rantai pasok dunia,” tuturnya. Pemerintah, masih menagih janji Apple yang sebelumnya meneken investasi senilai Rp 300 miliar untuk memenuhi aturan tingkat komponen dalam negeri (TKDN) pada periode 2020-2023. Investasi itu berupa pembangunanApple Academy di tiga lokasi, yakni BSD di Tangerang (Banten), Batam (Kepri), dan Surabaya (Jatim). ”Itu menyisakan Rp 271 miliar yang belum direalisasikan. Itu yang membuat kami belum mengeluarkan sertifikasi TKDN dan izin TPP (tanda pendaftaran produk) impor untuk iPhone 16 series,” katanya. (Yoga)


Kompetisi Panas Pasca Merger di Sektor Bisnis

HR1 22 Nov 2024 Kontan
PT XL Axiata Tbk (EXCL) berpotensi memperkuat posisinya di industri telekomunikasi melalui merger dengan PT Smartfren Telecom Tbk (FREN) dan akuisisi pelanggan Link Net (LINK). Merger ini diharapkan menciptakan perusahaan dengan basis pelanggan hingga 100 juta dan spektrum 152 MHz, mendekati Telkomsel, menurut Gani, analis Ciptadana Sekuritas. Langkah tersebut akan meningkatkan daya saing EXCL terhadap Telkom Indonesia (TLKM) dan Indosat Ooredoo Hutchison (ISAT).

Akuisisi 750.000 pelanggan Link Net pada September 2024 memperkuat penetrasi layanan fixed broadband (FBB) XL, mendukung pertumbuhan internet fiber. Selain itu, EXCL menaikkan tarif data pada Agustus–September sebesar 5%, yang mulai mencerminkan peningkatan pendapatan rata-rata per pengguna (ARPU) di Oktober. Meski ARPU kuartal ketiga menurun ke Rp 41.000 per bulan, ARPU gabungan sepanjang tahun meningkat ke Rp 43.000, menunjukkan prospek yang positif.

Menurut Nicolas Santoso, analis Verdhana Sekuritas, layanan seluler tetap menjadi kontributor utama pendapatan EXCL, mencapai Rp 24,1 triliun selama Januari–September 2024. Namun, daya beli yang lemah, persaingan ketat, dan isu ISP ilegal seperti RT/RW Net menekan kinerja EXCL di kuartal ketiga. Etta Rusdiana dari Maybank Sekuritas optimistis laba bersih EXCL akan membaik pada kuartal IV-2024, terutama dari pelanggan FBB.

Etta memproyeksikan pendapatan EXCL sebesar Rp 34,3 triliun dan laba bersih Rp 2,28 triliun pada 2024, dengan target harga saham Rp 3.200. Nicolas menargetkan Rp 2.600, sementara Gani menurunkan target menjadi Rp 3.000. Dengan langkah strategis seperti merger dan akuisisi, EXCL diharapkan mampu meningkatkan profitabilitas dan daya saing di pasar telekomunikasi.

Segera Melakukan Peresmian

KT1 19 Nov 2024 Tempo
Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara atau BP Danantara telah melakukan pertemuan dengan jajaran direksi PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk. untuk membahas pembentukan badan baru itu. Kepala BP Danantara, Muliaman Darmansyah Hadad, mengatakan pertemuannya dengan Telkom Indonesia hanya untuk memperkenalkan diri, tidak ada hal khusus yang dibahas. "Enggak ada hal-hal khusus, komunikasi pendahuluan saja dan kami sepakat untuk mem-follow up proses ini sesegera mungkin," tutur Muliaman saat ditemui di kantornya, di kawasan Menteng, Jakarta Pusat pada Selasa, 19 November 2024.

Dia berharap, pertemuan awal Danantara dengan jajaran direksi Telkom Indonesia dapat menghasilkan kesepakatan yang baik. Sehingga, lanjut Muliaman, perkenalan dengan para direksi perusahaan BUMN itu bisa lebih efektif terhadap pembentukan Danantara. "Mudah-mudahan dengan perkenalan itu bisa lebih efektif aja, saya kira tidak ada hal-hal lain," kata dia. Prabowo Minta Peluncuran Danantara Jangan Buru-buru, Apa itu BPI Danantara? Menurut Muliaman, setelah ini, Danantara akan segera memanggil tujuh perusahaan milik Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Namun menurut mantan Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) itu, tak akan ada banyak agenda pada pertemuan awal. "Tentu saja dengan semuanya yang tujuh (BUMN) yang akan diserahkan ke Danantara lebih banyak perkenalan," ucap dia.

Selain bertemu dengan direksi Telkom Indonesia, Danantara juga memanggil PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk di hari yang sama untuk membahas rencana peluncuran Danantara. Wakil Kepala BP Danantara, Kaharuddin Djenod Daeng, mengatakan pertemuannya itu direspons secara baik dari para jajaran direksi BRI untuk pembentukan badan pengelolaan investasi itu. "Sangat positif, sangat positif setelah mengetahui kami akan bergerak seperti apa dan kita semuanya, Danantara, BRI sangat-sangat mendukung visi presiden untuk membangun Indonesia yang kuat," ucap Kaharuddin. (Yetede)

Daya Beli Melemah, Performa Emiten Tertekan

HR1 04 Nov 2024 Kontan
Kinerja emiten telekomunikasi di kuartal III-2024 mengalami tekanan akibat daya beli masyarakat yang melemah, persaingan ketat, dan musim yang kurang menguntungkan dibandingkan kuartal sebelumnya. Nicholas Santoso, analis Verdhana Sekuritas, menyebut bahwa kondisi ini menyulitkan operator menaikkan harga layanan seluler, sehingga berdampak pada profitabilitas mereka. Emiten seperti PT Indosat Tbk (ISAT) mencatat laba bersih Rp 1,1 triliun, turun 21% secara kuartalan meskipun meningkat 30% secara tahunan. Di sisi lain, laba konsolidasi TLKM juga turun 12,3% yoy menjadi Rp 5,9 triliun pada kuartal tersebut.

Giovanni Dustin, analis Indo Premier Sekuritas, menyoroti bahwa XL Axiata (EXCL) mengalami kontraksi kuartalan meskipun pendapatan tumbuh 5% yoy. Namun, langkah EXCL menaikkan harga paket sekitar 5% di awal September 2024 diharapkan meningkatkan kinerja di kuartal IV dan seterusnya.

Paulus Jimmy dari Sucor Sekuritas menilai ISAT sebagai pilihan unggul di sektor ini karena pertumbuhan pangsa pasar, ekspansi agresif, dan perbaikan pendapatan rata-rata pengguna (ARPU). Ia juga mencatat bahwa EXCL memiliki prospek baik, namun TLKM tetap menarik sebagai saham dividen dengan imbal hasil tinggi.

Ke depan, pilkada dan liburan akhir tahun diharapkan menjadi katalis positif yang mendorong pemulihan sektor telekomunikasi, terutama melalui peningkatan penggunaan data. Meski demikian, tantangan dari daya beli yang lemah dan persaingan ketat tetap menjadi perhatian utama.

Daya Beli Melemah, Performa Emiten Tertekan

HR1 04 Nov 2024 Kontan
Kinerja emiten telekomunikasi di kuartal III-2024 mengalami tekanan akibat daya beli masyarakat yang melemah, persaingan ketat, dan musim yang kurang menguntungkan dibandingkan kuartal sebelumnya. Nicholas Santoso, analis Verdhana Sekuritas, menyebut bahwa kondisi ini menyulitkan operator menaikkan harga layanan seluler, sehingga berdampak pada profitabilitas mereka. Emiten seperti PT Indosat Tbk (ISAT) mencatat laba bersih Rp 1,1 triliun, turun 21% secara kuartalan meskipun meningkat 30% secara tahunan. Di sisi lain, laba konsolidasi TLKM juga turun 12,3% yoy menjadi Rp 5,9 triliun pada kuartal tersebut.

Giovanni Dustin, analis Indo Premier Sekuritas, menyoroti bahwa XL Axiata (EXCL) mengalami kontraksi kuartalan meskipun pendapatan tumbuh 5% yoy. Namun, langkah EXCL menaikkan harga paket sekitar 5% di awal September 2024 diharapkan meningkatkan kinerja di kuartal IV dan seterusnya.

Paulus Jimmy dari Sucor Sekuritas menilai ISAT sebagai pilihan unggul di sektor ini karena pertumbuhan pangsa pasar, ekspansi agresif, dan perbaikan pendapatan rata-rata pengguna (ARPU). Ia juga mencatat bahwa EXCL memiliki prospek baik, namun TLKM tetap menarik sebagai saham dividen dengan imbal hasil tinggi.

Ke depan, pilkada dan liburan akhir tahun diharapkan menjadi katalis positif yang mendorong pemulihan sektor telekomunikasi, terutama melalui peningkatan penggunaan data. Meski demikian, tantangan dari daya beli yang lemah dan persaingan ketat tetap menjadi perhatian utama.

Indonesia Bergabung dalam Tim Teknis Siber ASEAN

HR1 17 Oct 2024 Bisnis Indonesia

Indonesia berperan aktif dalam pembentukan ASEAN Regional Computer Emergency Response Team (CERT) untuk mengatasi meningkatnya serangan siber dan mendukung pengembangan ekonomi digital di Asia Tenggara. Wakil Ketua Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN), A Rachmad Wibowo, menekankan pentingnya kerja sama antarnegara ASEAN dalam berbagi informasi, meningkatkan kapasitas digital, dan mitigasi insiden siber. Dengan adanya CERT, negara-negara anggota diharapkan dapat merespons serangan siber dengan lebih cepat dan efektif.

Menteri Pengembangan Digital dan Informasi Singapura, Josephine Teo, juga menegaskan bahwa CERT akan memfasilitasi lokakarya dan pelatihan untuk meningkatkan kapasitas kolektif menghadapi ancaman siber. Keseluruhan inisiatif ini diatur oleh gugus tugas yang dipimpin secara bergilir oleh negara-negara anggota, sehingga menciptakan kerangka kerja yang terkoordinasi dalam menangani tantangan siber di kawasan.



Pemerintah Didesak untuk Mengatur Starlink

HR1 11 Oct 2024 Bisnis Indonesia

Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) tengah mengatur penggunaan satelit orbit rendah Starlink di Indonesia untuk mencegah praktik penyediaan jasa internet rumahan secara ilegal (RT/RW Net). Henry Wijayanto, Head of External Communications XL Axiata, mengharapkan pemerintah melibatkan seluruh pemangku kepentingan telekomunikasi dalam tata kelola satelit orbit rendah ini. Menurut Henry, layanan Starlink yang digunakan di area residensial dapat mempengaruhi bisnis layanan fixed broadband (FBB) yang disediakan ISP lokal, termasuk XL Home.

Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) mengungkap bahwa Starlink digunakan untuk beberapa rumah melalui skema Fair Usage Policy (FUP). Sekretaris Umum APJII, Zulfadly Syam, menyebut bahwa satu perangkat Starlink dapat melayani beberapa rumah menggunakan alat khusus, sehingga bisa menjadi opsi lebih ekonomis untuk masyarakat. Meski demikian, penggunaan yang tidak sesuai dengan ketentuan dapat memicu tindakan blokir.

Emiten Grup Djarum Jajaki Penambahan Modal

KT1 03 Sep 2024 Investor Daily (H)
Emiten menara telekomunikasi (tower) Grup Djarum, PT Sarana Menara Nusantara Tbk (TOWR) atau SMN dikabarkan ditengah menjajaki aksi penambahan modal dengan memberikan hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD) atau right issue. TOWR dalam riset terbaru BRI Danareksa Sekuritas disebutkan, berpotensi menghimpun dana rights issue sekitar Rp 8 triliun, di antaranya untuk mengakuisisi aset kabel milik PT Indosat Tbk (ISAT). Analis BRI Danareksa Sekuritas Niko Margonis dan Christian Sitorus dalam riset yang dipublikasikan Senin (2/9/2024) mengungkapkan, TOWR sedang mempertimbangkan  untuk melaksanakan rights issue dengan potensi nilai sekitar Rp 8 triliun untuk mengatasi terjadinya tekanan finansial. Right issue tersebut bertujuan untuk menjaga kepemilikan mayoritas Grup Djarum pada harga saham TOWR saat ini, serta mengurangi rasio Net Debt/Ebitda perseroan menjadi di bawah 4x. (Yetede)

Pertumbuhan Laba Emiten Telko

KT1 19 Aug 2024 Investor Daily

Ditengah persaingan dan tantangan industri telekomunikasi yang kian ketat, empat operator telekomunikasi di Tanah Air, yaitu PT Telkomsel, PT Indosat Tbk, dan PTXL Axiata Tbk dan Smart Telecom Tbk (Smartfren) masih dapat membukukan laba bersih sekitar Rp14,4 triliun pada semester I-2024. Jumlah tersebut tumbuh sekitar 8,2% dibandingkan periode sama tahun lalu yang sekitar Rp 13,33 triliun. Keuntungan tersebut, utamanya dikontribusi dari pendapatan layanan data dan digital dari masing-masing operator telekomunikasi.

Berdasarkan laporan keuangan dari masing-masing emiten, Telkomsel, anak usaha PT Telkom Indonesia Tbk mencatatkan laba bersih sebesar Rp11,07 triliun pada semester I-2024, tumbuh 3,2% dibandingkan periode sama tahun lalu.  Indosat membukukan laba bersih Rp2,7 triliun, tumbuh 43,3% dibandingkan semester I-2023. XL Axiata juga berhasil meningkatkan laba bersih menjadi Rp 1,03 triliun meningkat 58% dibandingkan semester I-2023. Sementara Smartfren mencatatkan kerugian sebesar Rp473,77 miliar. Jumlah tersebut menyusut dibandingkan periode sama tahun lalu yang sebesar Rp 543,21 miliar. (Yetede)