Perdagangan
( 594 )BISNIS BAJU BEKAS, Berburu Mode Bermerek lewat ”Thrifting”
Leoni Aliyah (22) mahasiswi ISI Surakarta berkeliling ke puluhan los penjual pakaian bekas di Pasar Klithikan Notoharjo, Surakarta, Jateng, Rabu (8/6). Setelah dua jam pilihannya jatuh pada sebuah celana jogger. Setelah mengecek lewat internet, ia memastikan barang itu asli keluaran sebuah merek terkenal asal Amerika Serikat. Awalnya, dijual Rp 125.000. setelah ditawar, akhirnya dapat Rp 85.000. Senang rasanya ujar Leoni seraya tersenyum. Bagi gadis asal Sidoarjo, Jatim, itu, tawar-menawar harga penting dalam berburu pakaian bekas. Keberhasilan membeli pakaian dengan harga murah menjadi kepuasan tambahan, selain mendapat barang bermerek atau berkualitas. Kegiatan berbelanja demi mendapatkan harga barang lebih murah dan barang tidak biasa, seperti selera pasar saat ini atau belakangan ngetren dengan istilah thrift shopping atau thrifting, baru diikuti Leoni dua tahun ini. Semula ia diajak kakak-kakak tingkatnya ke Pasar Notoharjo. Lama-lama, ia ketagihan. Pasar menjadi pilihan utamanya meski festival lapak pakaian bekas juga marak di Surakarta.
Menurut Agustinus Cyto Kurniawan (25), warga Surakarta, sensasi berburu pakaian bekas bermerek lebih menyenangkan dilakukan di pasar. Terkadang, hasilnya berbuah kejutan. Harganya biasanya lebih murah. ”Saya pernah dapat jaket zipper bergaya Jepang. Sampai pernah ditawar orang harga Rp 200.000. Itu dapatnya dari ngawul atau yang sekarang dikenal dengan istilah thrifting,” katanya. Ia ikut menjadi pemburu pakaian bekas setelah duduk di bangku kuliah pada 2015. Barang buruannya adalah jaket dengan model sweater, crewneck, hoodie, dan varsity. Bagi Cyto, pakaian bekas yang dibeli tak harus bermerek. Yang terpenting cocok dengan gaya personalnya, yaitu retro, vintage, atau lawas. ”Soalnya pakaian bekas ini, memang barang-barang lama di luar negeri. Jadi, gayanya pasti lawas. Model klasik begini aku suka. Di samping harganya miring,” ujarnya. Sejak 2020, Cyto rajin membuat konten media sosial Tiktok. Pada 2021, ia terinspirasi membuat konten berpakaian lawas. Ternyata banyak yang menyukai. Citra lawas pun menjadi identitasnya kini. (Yoga)
Jakarta Fair Kemayoran Digelar Pekan Ini
Dua tahun vakum karena pandemi Covid-19, Jakarta Fair Kemayoran atau Pekan Raya Jakarta digelar lagi di Jakarta International Expo, Kemayoran, Jakarta, 9 Juni hingga 17 Juli 2022. ”Tahun 2020 dan 2021 kami tunda karena pandemi Covid-19. Akhirnya tahun 2022 bisa diselenggarakan, ”ujar Direktur Pemasaran PT Jakarta International Expo Ralph Scheunemann di Jakarta, Senin (6/6). (Yoga)
PERJANJIAN DAGANG : Kadin Desak Ratifikasi RCEP
Kamar Dagang Indonesia mendesak pemerintah segera meratifikasi Regional Comprehensive Economic Partnership guna mendorong kinerja ekonomi nasional. Wakil Ketua III Kadin Indonesia, Shinta W. Khamdani mengatakan Indonesia bisa memanfaatkan Regional Comprehensive Economic Partnership (RCEP) untuk ekspor, investasi dan juga untuk ‘melindungi diri’ dari potensi kebijakan yang proteksionis, bias atau tertutup terhadap kepentingan ekspansi dagang dan investasi Indonesia. Sejatinya, dia menilai RCEP memiliki peran yang sangat fungsional dan strategis dalam mendorong peningkatan ekspor dan investasi untuk Indonesia. Bila suatu negara sudah menandatangani dan meratifikasi RCEP sebagai perjanjian dagang akan bersifat mengikat negara-negara anggota untuk memberikan akses pasar yang dijanjikan di perjanjian RCEP tersebut. Shinta mencontohkan salah satu negara RCEP tidak mau memberikan hak istimewa dagang atau investasi ke negara RCEP lain karena alasan yang proteksionis atau bias kepentingan atau seperti yang dilakukan Amerika Serikat atau Uni Eropa terhadap Rusia.
Neraca Perdagangan RI-Kenya Meningkat
Kerja sama ekonomi dan perdagangan Indonesia-Kenya mengalami peningkatan. Dalam pernyataan pers Kedutaan Besar RI di Nairobi, Rabu (18/5) disebutkan, total neraca perdagangan bilateral Indonesia-Kenya tahun 2021 melampaui 551,9 juta USD. Dibandingkan dengan total neraca perdagangan kedua negara tahun 2020, yaitu 414 juta USD, perdagangan di antara kedua negara tahun 2021 mencatatkan kenaikan 35 %. (Yoga)
Industri Pengolahan Sokong Surplus Neraca Dagang
Kinerja ekspor sektor pengolahan atau manufaktur dalam negeri telah menopang surplus neraca perdagangan nasional. Untuk menjaga kinerja positif ini sekaligus memperbaiki struktur ekonomi secara berkelanjutan, pemerintah akan terus mendukung ekspor produk hilirisasi sumber daya alam dari industri manufaktur. BPS melaporkan, ekspor Indonesia April 2022 sebesar 27,32 miliar USD, tumbuh 47,76 % secara tahunan. Sedang nilai impor 19,76 miliar USD, turun 10,01 % secara tahunan. Dengan demikian, angka surplus April 4,53 miliar USD. Surplus neraca perdagangan telah terjadi dalam empat bulan beruntun sejak awal 2022. Jika diakumulasikan, surplus neraca perdagangan Indonesia sepanjang Januari-April 2022 sebesar 16,89 miliar USD, lebih besar dari surplus pada empat bulan pertama tahun 2021 sebesar 7,81 miliar USD. Secara struktur, ekspor nonmigas menyumbang 94,75 % terhadap total ekspor April 2022 dengan rincian sektor industri pengolahan 69,86 persen (19,09 miliar USD), industri pertambangan 23,45 % (6,41 miliar USD), serta industri pertanian, kehutanan, dan perikanan 1,44 % (390 juta USD).
Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan Febrio N Kacaribu (18/5) menilai positif kinerja ekspor sektor industri pengolahan yang menjadi komponen penyumbang tertinggi ekspor nonmigas. Secara tahunan, pertumbuhan ekspor industri pengolahan pada April 2022 mencapai 27,92 persen. Ia menambahkan, sektor pengolahan atau manufaktur adalah sektor yang memiliki nilai tambah tinggi dalam perekonomian, terutama dari sisi penciptaan lapangan kerja. Arah kebijakan pemerintah, lanjutnya, akan terus menggalakkan kinerja ekspor pada sektor pengolahan yang bernilai tambah tinggi dengan memperkuat hilirisasi sumber daya alam Indonesia. Sejumlah contoh produk sektor manufaktur penopang ekspor adalah produk hilirisasi tambang dan mineral, seperti produk besi dan baja. Ekonom PT Bank Mandiri (Persero) Tbk, Faisal Rachman, mengatakan, angka realisasi surplus neraca perdagangan April 2022 jauh lebih tinggi dari perkiraan konsensus pasar sebesar 4 miliar USD. Ia memperkirakan, surplus neraca barang pada neraca transaksi berjalan hingga akhir tahun akan menyusut karena impor akan mengejar ekspor seiring dengan pemulihan ekonomi. (Yoga)
Kala Pusat Tekstil Kembali Hidup
Selasa (29/3) siang, pengunjung masuk dan keluar secara berbondong-bondong di kompleks pusat perbelanjaan Tanah Abang, Jakpus, pasar tekstil dan produk tekstil terbesar di Asia Tenggara. Sebagian orang sibuk memanggul berbal-bal pakaian dan produk tekstil lainnya. Suasana itu merata terjadi di Pasar Tanah Abang Blok A, Blok B, hingga Blok F. Danu, pekerja toko pakaian wanita di Lantai 1 Blok B, mengatakan, penjualan mulai ramai dua minggu terakhir.Bahkan, Senin kemarin, pembeli tiba-tiba membeludak hingga membuat mereka harus buka toko sampai pukul 20.00 dari biasanya yang tutup pukul 15.00. Saat ini, mereka tetap melayani pesanan pelanggan dari beberapa daerah, bahkan pemesanan dari luar negeri, Filipina dan Nepal, meski demikian, ia mengakui daya beli pelanggannya masih lemah. Hendra Zoni, pemilik usaha grosir celana pria, mengaku kaget karena stok barang dagangannya cepat habis dalam dua minggu. Walau belum sepenuhnya kembali seperti sebelum pandemi, daya beli pelanggannya yang semuanya dari dalam negeri, dinilai lebih baik dari tahun 2021. Jika, tahun lalu satu pelanggan hanya membeli 5 bal celana, tahun ini bisa membeli 10-12 bal celana atau 50 % pembelian sebelum pandemi.
Kesibukan juga terjadi di Pasar Cipulir di Jaksel, tempat parkir di muka, bagian dalam, dan tempat parkir Lantai 4 pasar terisi sepeda motor dan mobil. Para pedagang menyusun pakaian dan perlengkapan di kios atau lapak, mengemas barang belanjaan, dan tawar-menawar dengan pengunjung yang berseliweran. Nanang Sopian (36), pedagang di Lantai 3, bolak-balik memeriksa nota dan belanjaan yang akan dikirim kepada pembeli. ”Semenjak Covid-19, di sini sepi. Sempat ditutup saat PPKM darurat tahun lalu. Sekarang mulai ramai, orang belanja pakaian untuk Ramadhan. Paling ramai Senin dan Selasa,” katanya. Aris (30), pedagang di Lantai 2, juga menerima banyak pembeli atau pesanan jelang Ramadhan. Bahkan, pelanggannya dari wilayah Indonesia timur, sudah berbelanja sejak Februari. Icep Saifulloh (47), salah satu kuli panggul yang bisa mengantongi Rp 300.000 setelah pasar kembali ramai. Selama ini pendapatannya paling banter Rp 100.000. ”Sudah lumayan walaupun pengunjung dari luar daerah lebih sedikit,” ujarnya. Hery Supriatna, Manajer Promosi Blok A Tanah Abang, mengatakan, jumlah pengunjung tahun ini meningkat sejak Februari. Rata-rata 80-90 % kapasitas pusat perbelanjaan atau 2 sampai 3 kali rata-rata kunjungan pada 2021 dan 2020. (Yoga)
Yuan dan Rubel Menggoyang Dollar AS
Dominasi mata uang dollar Amerika Serikat (AS) sebagai mata uang perdagangan global sedikit demi sedikit mulai dikurangi negara-negara besar. Eskalasi politik yang berkembang belakangan ini menyebabkan negara mengatur ulang strategi perdagangannya. Presiden Rusia Vladimir Putin mengumumkan, pembayaran pembelian gas dari Rusia akan menggunakan mata uang Rusia rubel. Terutama bagi negara-negara yang menjatuhkan sanksi bagi Rusia. China sudah lebih dulu berusaha imbangi kedigdayaan dollar AS dengan menggunakan yuan untuk transaksi perdagangan bilateral. China dengan Rusia sudah menggunakan mata uang sendiri untuk menyelesaikan perdagangan bilateral sejak tahun 2010.
Rusia-Ukraina, Dampak Konflik terhadap Kinerja Perdagangan RI Kecil
Badan Pusat Statistik (BPS) menilai imbas konflik Rusia-Ukraina bagi kinerja ekspor dan impor Indonesia relative kecil. Indonesia bisa mengalihkan perdagangan dari kedua negara itu ke negara-negara lain yang memproduksi komoditas sejenis. Komoditas ekspor utama Indonesia ke Rusia adalah lemak dan minyak hewan/nabati, karet dan barang dari karet. Komoditas yang diimpor terutama besi baja dan pupuk. Adapun nilai ekspor Indonesia ke Ukraina pada 2021 dan Januari-Februari 2022 masing-masing 417 juta USD dan 28,7 juta USD, impor Indonesia pada periode tersebut masing-masing 1,04 miliar USD dan 35,6 juta USD. Komoditas ekspor utama Indonesia ke Ukraina adalah lemak dan minyak hewan/nabati serta kertas karton, sedangkan impornya berupa serealia.
Kepala BPS Margo Yuwono (15/3) mengatakan, porsi impor dan ekspor Indonesia dari dan ke Rusia pada 2021 serta Januari-Februari 2022 relatif kecil, masing-masing 0,65 % dan 0,84 % total ekspor. Adapun porsi impornya terhadap total impor 0,64 % dan 1 %. Begitu pula porsi impor dan ekspor Indonesia dari dan ke Ukraina, pada 2021 porsi ekspornya 0,18 % total ekspor. Porsi impornya pada 2021 sebesar 0,53 %. ”Jika pasokan impor besi baja dari Rusia terhambat, Indonesia masih bisa mengimpor dari China, Jepang, dan negara produsen besi baja lain. Begitu juga apabila impor serealia dari Ukraina terkendala, Indonesia bisa mengalihkan impor ke Australia, Kanada, dan Argentina,” ujarnya. (Yoga)
Perdagangan Internasional, Waspadai Dampak Tidak Langsung Konflik Rusia-Ukraina
Peneliti Bidang Industri, Perdagangan, dan Investasi Institute for Development of Economics and Finance (Indef), Ahmad Heri Firdaus (2/3) berpendapat, ekspor ke Rusia dan Ukraina relatif kecil, masing-masing 0,6 % dan 0,4 % dari total nilai ekspor Indonesia. Sementara impor Indonesia dari Rusia dan Ukraina sama, yaitu 0,7 % total impor Indonesia. Menurut Heri, meski imbasnya tidak terlalu besar, Indonesia perlu mewaspadai dampak tidak langsungnya. Sebab, perdagangan kedua negara, terutama Rusia, bergantung pada China. Jika kedua negara mengurangi impor dari China, China bisa mengurangi kapasitas industrinya. Bila itu terjadi, China akan mengurangi impor bahan baku, termasuk dari Indonesia
Kepala Pusat Makroekonomi dan Keuangan Indef M Rizal Taufikurahman menuturkan, pemerintah perlu mengantisipasi efek perang Rusia-Ukraina. Tak hanya di perdagangan, perang juga berimbas pada kenaikan harga minyak mentah dan pangan yang sebelumnya sudah naik tinggi. Executive Director Emerging Markets Asia, Economic, and Policy Research JP Morgan Sin Beng Ong berpendapat, ketegangan geopolitik Rusia-Ukraina akan merembet ke kenaikan harga komoditas. Sejauh ini, konflik kedua negara menyebabkan harga minyak mentah dunia dan gandum naik. JP Morgan mencatat, kenaikan harga minyak mentah 20 % per barel diperkirakan menyebabkan neraca perdagangan migas Indonesia defisit 2,4 miliar USD, mengurangi PDB Indonesia 0,2 %. (Yoga)
RI-Inggris Jajaki Perdagangan Bebas
Indonesia dan Inggris berkomitmen meningkatkan perdagangan dan investasi. Salah satu upayanya melalui perjanjian perdagangan bebas. Pengembangan energi terbarukan dan teknologi jadi sebagian sasarannya. Mendag Muhammad Lutfi, Rabu (23/2), mengatakan, selepas Inggris keluar dari Uni Eropa, Indonesia-Inggris perlu membuat komitmen perdagangan dan investasi yang baru. (Yoga)
Pilihan Editor
-
25 Tahun Lagi Cadangan Timah Indonesia Habis
14 Dec 2021 -
Emiten Komponen Otomotif Kian Menderu
14 Dec 2021









