;

BISNIS BAJU BEKAS, Berburu Mode Bermerek lewat ”Thrifting”

BISNIS BAJU BEKAS,
Berburu Mode Bermerek
lewat ”Thrifting”

Leoni Aliyah (22) mahasiswi ISI Surakarta berkeliling ke puluhan los penjual pakaian bekas di Pasar Klithikan Notoharjo,  Surakarta, Jateng, Rabu (8/6). Setelah dua jam pilihannya jatuh pada sebuah celana jogger. Setelah mengecek lewat internet, ia memastikan barang itu asli keluaran sebuah merek terkenal asal Amerika Serikat. Awalnya, dijual Rp 125.000. setelah ditawar, akhirnya dapat Rp 85.000. Senang rasanya ujar Leoni seraya tersenyum. Bagi gadis asal Sidoarjo, Jatim, itu, tawar-menawar harga penting dalam berburu pakaian bekas. Keberhasilan membeli pakaian dengan harga murah menjadi kepuasan tambahan, selain mendapat barang bermerek atau berkualitas. Kegiatan berbelanja demi mendapatkan harga barang lebih murah dan barang tidak biasa, seperti selera pasar saat ini atau belakangan ngetren dengan istilah thrift shopping atau thrifting, baru diikuti Leoni dua tahun ini. Semula ia diajak kakak-kakak tingkatnya ke Pasar Notoharjo. Lama-lama, ia ketagihan. Pasar menjadi pilihan utamanya meski festival lapak pakaian bekas juga marak di Surakarta.

Menurut Agustinus Cyto Kurniawan (25), warga Surakarta, sensasi berburu pakaian bekas bermerek lebih menyenangkan dilakukan di pasar. Terkadang, hasilnya berbuah kejutan. Harganya biasanya lebih murah. ”Saya pernah dapat jaket zipper bergaya Jepang. Sampai pernah ditawar orang harga Rp 200.000. Itu dapatnya dari ngawul atau yang sekarang dikenal dengan istilah thrifting,” katanya. Ia ikut menjadi pemburu pakaian bekas setelah duduk di bangku kuliah pada 2015. Barang buruannya adalah jaket dengan model sweater, crewneck, hoodie, dan varsity. Bagi Cyto, pakaian bekas yang dibeli tak harus bermerek. Yang terpenting cocok dengan gaya personalnya, yaitu retro, vintage, atau lawas. ”Soalnya pakaian bekas ini, memang barang-barang lama di luar negeri. Jadi, gayanya pasti lawas. Model klasik begini  aku suka. Di samping harganya miring,” ujarnya. Sejak 2020, Cyto rajin membuat konten media sosial Tiktok. Pada 2021, ia terinspirasi membuat konten berpakaian lawas. Ternyata banyak yang menyukai. Citra lawas pun menjadi identitasnya kini. (Yoga)


Download Aplikasi Labirin :