;
Tags

Pasar Modal

( 326 )

OJK Targetkan Investor Mencapai 10 Juta

HR1 05 Oct 2022 Kontan

Di tengah ancaman inflasi tinggi, pondasi ekonomi makro Indonesia masih terbilang kuat meski dibayangi ngeri-ngeri sedap. Meski begitu, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) optimis minat berinvestasi di pasar modal masih menggeliat. Untuk itu, OJK menargetkan hingga akhir tahun ini investor pasar modal di Tanah Air bisa tembus 10 juta single investor identification (SID). Inarno Djajadi, Kepala Eksekutif Pengawasan Pasar Modal OJK, menuturkan, hingga 28 September, jumlah investor pasar modal mencapai 9,76 juta SID. "Sampai akhir tahun semoga bisa mencapai 10 juta SID," katanya dalam webinar, Selasa (4/10).

Kinerja Pasar Modal: Big Caps Dorong IHSG Tembus Rekor

HR1 14 Sep 2022 Bisnis Indonesia

Pasar saham yang bertenaga mendorong indeks harga saham gabungan atau IHSG menyentuh rekor penutupan tertinggi. Di tengah penguatan IHSG, sejumlah saham big caps dengan valuasi murah dan potensi upside yang tinggi dinilai menarik untuk dicermati investor. Pada penutupan perdagangan Selasa (13/9), IHSG mendarat di level penutupan all-time-high 7.318,02 seiring dengan dorongan saham-saham big caps. Sepanjang perdagangan kemarin, IHSG menguat 0,88% dan mengemas kenaikan 11,19% secara year-to-date. IHSG pernah menyentuh rekor tertinggi secara intraday di level 7.355 pada 11 April 2022. Adapun, level penutupan sepanjang sejarah IHSG sebelumnya di posisi 7.276,19 yang terbentuk pada 21 April 2022. Head of Research Phintraco Sekuritas Valdy Kurniawan menyebut katalis positif dari eksternal terhadap IHSG terutama berasal dari inflasi di Amerika Serikat yang cenderung melandai dalam 2 bulan terakhir, yakni pada Juli—Agustus 2022. “Hal itu memperkuat keyakinan pasar bahwa kenaikan The Fed rate tidak akan lebih tinggi dari 75 bps untuk beberapa waktu ke depan,” kata Valdy, Selasa (13/9).


UJIAN MILENIAL DI PASAR MODAL

HR1 27 Aug 2022 Bisnis Indonesia (H)

Baik dari sisi konsistensi dalam menanamkan modalnya maupun dalam mempertebal pengetahuan agar industri ini semakin melesat. Meningkatnya jumlah investor milenial di pasar modal perlu terus dijaga, baik dari sisi konsistensi dalam menanamkan modalnya maupun dalam mempertebal pengetahuan agar industri ini semakin melesat. Kalangan investor milenial seringkali terjebak untuk meraih keuntungan dalam jangka pendek tanpa pengetahuan yang cukup. Selain itu, keputusan untuk masuk ke pasar modal karena sekadar mengikuti tren sesaat. Regulator perlu meningkatkan pemahaman dan pengetahuan investor, utamanya generasi milenial itu agar keberadaannya mampu berkontribusi terhadap perekonomian. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat minat masyarakat, terutama generasi milenial untuk berinvestasi di pasar modal makin meningkat. Ini tercermin dari terus bertambahnya jumlah investor yang mencapai 9,45 juta orang hingga pertengahan Agustus 2022. Jumlah tersebut naik 26,14% dibandingkan dengan jumlah investor pada akhir 2021 sebanyak 7,49 juta. Besarnya antusiasme kalangan muda menjadi investor pasar modal tak lepas dari signifikansi perkembangan pemanfaatan teknologi keuangan yang memudahkan proses transaksi di lantai bursa tersebut.


Cari Cuan Menarik, Hot Money Membanjiri Pasar Modal

HR1 26 Aug 2022 Kontan (H)

Di tengah kenaikan suku bunga Bank Indonesia (BI) dan rencana kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi, investor asing masih gencar masuk ke pasar modal dalam negeri. Dalam sebulan terakhir, investor asing mencatatkan aksi beli di pasar saham dengan nilai bersih (net buy) Rp 7,51 triliun. Sejak awal tahun ini, nilai beli bersih asing telah mencapai Rp 64,14 triliun. Sementara itu di pasar obligasi, saat ini posisi dana asing mencapai Rp 770,55 triliun atau naik Rp 19,31 triliun dari posisi akhir Juli 2022. Senior Investment Information Mirae Asset Sekuritas Nafan Aji mengatakan, keputusan BI untuk menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin menjadi 3,75% diapresiasi pelaku pasar termasuk investor asing, karena kebijakan ini menjadi langkah preventif untuk menstabilkan inflasi. Vice President Infovesta Utama Wawan Hendrayana mengatakan, ketimbang negara lain, pertumbuhan ekonomi di Indonesia masih tergolong lebih tinggi.

Stabilitas Pasar Modal dan Keuangan Dijaga

KT3 11 Aug 2022 Kompas

OJK bersama Self Regulatory Organizations (SRO), yakni PT Bursa Efek Indonesia, PT Kliring dan Penjaminan Efek Indonesia, dan PT Kustodian Sentral Efek Indonesia serta pelaku industri pasar modal berkomitmen untuk bersama-sama menjaga stabilitas pasar modal dan keuangan. Di tengah meningkatnya volatilitas perekonomian global, pasar modal Indonesia tetap mencatat pertumbuhan. Demikian disampaikan Ketua Dewan Komisioner OJK Mahendra Siregar dalam acara puncak peringatan 45 tahun diaktifkannya kembali pasar modal Indonesia yang mengusung tema ”Menuju Ekonomi Tangguh, Stabil, dan Berkelanjutan” di BEI Jakarta, Rabu (10/8).

Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal OJK Inarno Djajadi menambahkan, peringatan 45 Tahun Diaktifkannya Kembali Pasar Modal Indonesia dapat meningkatkan awareness masyarakat terhadap industri pasar modal sekaligus menjadi sarana untuk mengomunikasikan pencapaian dan peranan penting pasar modal dalam mendukung pembangunan ekonomi nasional. Dalam kesempatan terpisah, Jeffrey Hendrik, Direktur Pengembangan BEI, menjelaskan, pendalaman pasar dilakukan dari berbagai sisi, baik sisi produk maupun investor. BEI akan terus berkolaborasi dengan sejumlah pihak untuk mencapai pertumbuhan investor yang merata, juga memberikan edukasi. ( Yoga)


Minim Variasi Produk, Pasar Modal Indonesia Dinilai Kurang Atraktif

KT1 11 Aug 2022 Investor Daily (H)

JAKARTA -- Meski sudah 45 tahun diaktifkan kembali, pasar modal Indonesia dinilai kurang atraktif, terutama bagi pemodal besar dan investor asing. Salah satu penyebab utama adalah minimnya variasi produk. Hingga saat ini, produk yang dijual masih terbatas pada saham, obligasi, dan reksa dana. Sudah lama kalangan investor dan manajer investasi mengharapkan sejumlah produk turunan dari saham dan obligasi seperti stock futures, stock options, foreign exchange futures, foreign exchange option, dan interest rate futures. Selain minim variasi produk, Bursa Efek Indonesia (BEI) dinilai gagal menjadi filter yang baik untuk mendapatkan emiten berkualitas. Sebagian dari 809 emiten yang sahamnya tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu (10/08/2022), adalah saham berkapitalisasi kecil, di bawah Rp 5 triliun, yang rawan menjadi saham gorengan. Dari sisi permintaan, jumlah investor baru 9,4 juta. Tidak sebanding dengan jumlah kelas menengah yang sudah mencapai 55 juta atau 20% dari penduduk Indonesia. (Yetede)

MEMOMPA DAYA TARIK BURSA

HR1 10 Aug 2022 Bisnis Indonesia (H)

Tonggak 45 tahun reaktivasi pasar modal Indonesia yang akan diperingati hari ini, Rabu (10/8), diwarnai dengan catatan gemilang. Salah satunya adalah animo tinggi investor dan korporasi untuk masuk ke bursa saham. Hal tersebut diyakini menjadi momentum bagi otoritas pasar modal untuk terus berbenah guna mendorong kinerja bursa dengan memacu pendalaman pasar, menambah ragam produk, hingga meningkatkan perlindungan serta literasi investor. Catatan positif yang ditorehkan pasar modal Indonesia salah satunya tercemin dari kinerja indeks harga saham gabungan (IHSG). Sepanjang tahun berjalan 2022, IHSG menguat 7,92% year-to-date ke level 7.102,88. Performa indeks komposit itu menjadi paling perkasa di antara bursa regional bahkan Asia Pasifik yang mayoritas memerah, kecuali Singapura yang menguat 4,72% dan India yang naik tipis 1,03% sepanjang tahun berjalan 2022. Jeffrey Hendrik, Direktur Pengembangan BEI, mengatakan self regulated organization (SRO) akan menggandeng seluruh stakeholder pasar modal untuk memacu pendalaman pasar, baik dari sisi produk maupun investor. Senada, Direktur Penilaian Perusahaan BEI I Gede Nyoman Yetna Setia mengatakan BEI merupakan Bursa di Asean dengan pencatatan saham baru terbanyak selama 4 tahun berturut-turut hingga 2021.


Ekonomi Terus Membaik, Laba Emiten Ikut Naik

KT1 27 Jul 2022 Investor Daily (H)

Majalah Investor kembali menggelar acara
penganugerahan Investor Awards atau The Best Listed Company 2022 pada Selasa (26/7/2022). Ajang ini menjadi yang ke-23 kalinya diselenggarakan secara kontinu setiap tahun. Direktur Pemberitaan BeritaSatu Media Holdings Primus Dorimulu menjelaskan, kemajuan pasar modal Indonesia ditentukan oleh kualitas emiten, di samping jumlah investor yang aktif bertransaksi, regulasi yang baik, dan law enforcement yang tegas dan konsisten. Oleh karena itu, ajang Investor Awards diselenggarakan secara teratur. “Tahun ini adalah award ke-23 yang kami selenggarakan secara kontinu setiap tahun. Tak pernah ada jeda. Ini menunjukkan komitmen kami, Majalah Investor, BeritaSatu Media Holdings dalam mendukung kemajuan pasar modal Indonesia,” ungkap Primus Dorimulu dalam sambutannya pada acara Investor Awards 2022, Selasa,  Primus menambahkan, indeks harga saham gabungan (IHSG) sebagai leading indicator menunjukkan tanda-tanda pulihnya ekonomi Indonesia Dibanding negara lainnya, seperti Malaysia, Singapura, dan Thailand, IHSG menunjukkan perkembangan yang mengesankan. Pada perdagangan di Bursa Efek Indonesia, Senin (25/7/2022), IHSG ditutup di level 6.858. Di antara 36 bursa saham dunia, BEI termasuk satu dari sembilan bursa yang yang mencatat kenaikan IHSG sejak awal tahun. (Yetede)



Memacu Geliat Transaksi REPO

KT3 20 Jul 2022 Bisnis Indonesia

Geliat pasar modal mendorong PT Kliring Penjaminan Efek Indonesia (KPEI) untuk meningkatkan transaksi repurchase agreement atau repo pada 2022. KPEI yang melayani proses transaksi debitur dan kreditur serta menjaga kontrak repo yang dibuat antar pihak, turut berperan kala pasar modal makin ramai. Dirut KPEI Iding Pardi (18/7) mengatakan, KPEI tengah berupaya membangun kesadaran pelaku beralih pada transaksi repo yang lebih aman dan teratur dengan jasa pihak ketiga melalui layanan Triparty Repo KPEI. Dengan peningkatan pemahaman pelaku akan manfaat layanan Triparty Repo, diharapkan dapat meningkatkan jumlah partisipan dan nilai serta volume transaksi Triparty Repo. (Yoga)


UJI TANGGUH LQ45

HR1 04 Jul 2022 Bisnis Indonesia (H)

Pergerakan indeks acuan saham paling likuid, LQ45, sedang seret. Gejolak eksternal yang merembet ke pasar modal Indonesia menjadi katalis negatif. Kondisi itu menjadi alarm bagi investor yang mengoleksi saham-saham LQ45. Apalagi, capital outflow dikhawatirkan berlanjut pada paruh kedua tahun ini. Adapun, strategi buy on weakness dapat dilakukan investor untuk merespons kondisi tersebut. Volatilitas pasar yang tinggi tercermin dari kontraksi indeks harga saham gabungan (IHGS) dan LQ45 pada Juni 2022. IHSG melorot 3,51% month-to-month (MtM) ke level 6.897,67 pada Kamis (30/6) dan melanjutkan penurunan 1,7% ke level 6.794,32 pada perdagangan akhir pekan lalu. Koreksi yang lebih dalam dialami oleh indeks LQ45. Pada bulan lalu, LQ45 turun 6,13% secara bulanan dan melorot 1,78% pada Jumat (1/7). Kendati demikian, LQ45 masih mengemas return positif 4,61% year-to-date (YtD). Jika dicermati, indeks LQ45 tergelincir sejalan dengan aksi jual bersih (net sell) investor asing tiga pekan berturut-turut di Bursa Efek Indonesia.

Equity Analyst Kanaka Hita Solvera Andhika Cipta Labora mengatakan indeks LQ45 berisiko tertekan pada semester II/2022 akibat sentimen negatif di pasar global. Salah satu sentimen tersebut ialah The Federal Reserve yang secara agresif menaikkan suku bunga. Menurutnya, sentimen negatif juga datang dari ancaman resesi di Amerika Serikat dan Eropa. Sentimen lain yang akan memengaruhi saham-saham LQ45 berasal dari konflik antara Rusia dan Ukraina yang masih panas.