;
Tags

Kurs

( 33 )

Batas Kenaikan Kurs Dollar AS adalah Langit

KT3 18 Oct 2022 Kompas

Sky’s is the limit. Istilah ini berlaku di pasar valuta asing. Tidak ada batasan jelas sampai level mana kurs dollar AS melejit versus euro, yen, pound sterling, termasuk rupiah. Penyebab kenaikan dollar AS bukan akibat kenaikan suku bunga oleh bank sentral AS semata. Dollar AS juga dijadikan pelarian untuk mengamankan aset di tengah gejolak pasar global. Dollar AS turut menjadi ajang spekulasi untuk ambil untung. Cadangan devisa tinggi tidak cukup untuk mencegah kenaikan kurs dollar AS. Jepang dengan cadangan devisa 1,238 triliun dollar AS tetap mengalami kejatuhan yen. Posisi utang yang relatif aman juga tidak mencegah gejolak kurs. Jepang memiliki porsi utang 246 % terhadap PDB, pada Maret 2022, menurut Fitch. Namun, utang Jepang lebih banyak dalam denominasi yen. Kurs 1 dollar AS setara 148,73 yen pada 15 Oktober, anjlok dari 115,51 yen per dollar AS pada 3 Januari 2022.

Di balik gejolak kurs ada aksi spekulasi di pasar. Ini terlihat dari aksi short, istilah taruhan akan kejatuhan euro atau pound sterling terhadap dollar AS. Spekulasi ini amat disadari China. Kestabilan yuan (renminbi) yang lebih tinggi ketimbang yen, bukan karena kekuatan devisa semata. China tidak percaya penuh pada mekanisme pasar dan menghindari sistem kurs mengambang bebas. Ada langkah pengendalian kurs yang lebih ketat dibandingkan banyak negara di dunia.

”Pemerintah China akan mengambil langkah lanjutan untuk menstabilkan yuan,” kata Guan Tao, ekonom BOC International dan mantan pejabat di State Administration of Foreign Exchange (SAFE), dikutip Reuters (7/2). Bank Sentral China pada 29 September 2022 mengharuskan perusahaan perdagangan valuta menaikkan cadangan devisa dari nol menjadi 20 % untuk mengurangi minat berspekulasi. China juga melakukan persuasi hingga ancaman pada spekulan. Cadangan devisa China akhir September 3,029 triliun dollar AS (The Global Times, 7/10). Tetap saja kurs amblas dari 6,37 yuan per dollar AS pada 3 Januari 2022 dan kini 7,19 yuan per dollar AS. (Yoga)


BERJIBAKU JAGA RUPIAH

HR1 07 Oct 2022 Bisnis Indonesia (H)

Bank Indonesia terus berjibaku menjaga stabilitas rupiah seiring dengan tren penguatan dolar Amerika Serikat (AS) dan aliran keluar modal asing (capital outflow) yang kian deras. Maklum, pelemahan mata uang Garuda bakal berimpak besar. Tak hanya di pasar keuangan, melainkan juga pada ekonomi secara makro. Dolar AS yang terus menguat mendorong kenaikan biaya produksi akibat importasi bahan baku dan penolong yang makin mahal. Ongkos produksi yang tinggi akan bermuara pada terkereknya harga jual barang di tingkat konsumen sehingga memicu lesatan inflasi yang saat ini tengah diperangi oleh Bank Indonesia (BI). Sementara itu, implementasi Local Currency Settlement (LCS) atau penggunaan mata uang lokal dalam setiap transaksi, belum terlalu signifikan mengingat jumlah negara yang menjalin kemitraan dengan Indonesia masih terbatas. Alhasil, dolar AS mendominasi setiap transaksi. Perihal kondisi tersebut, Wakil Ketua Umum Gabungan Pelaksana Konstruksi Nasional Indonesia (Gapensi) Didi Iskandar Aulia, mengatakan pelemahan rupiah kian menambah beban seluruh pebisnis yang mendatangkan bahan baku dari luar negeri. 

Dia mengatakan, komponen pelemahan rupiah berdampak terhadap naiknya harga bahan baku baja yang masih impor hingga 10%. Namun, seiring dengan kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) maka kenaikan ongkos produksi mencapai 15%—20%. Kondisi tersebut sesungguhnya disadari betul oleh pemangku kebijakan. Bank sentral telah melakukan serangkaian aksi untuk mempertebal proteksi rupiah. Salah satunya dengan melakukan intervensi di pasar Surat Berharga Negara (SBN). “Stabilisasi rupiah memang tidak hanya lewat intervensi spot, juga lewat intervensi DNDF, dan pembelian/penjualan SBN,” kata Direktur Kebijakan Ekonomi dan Moneter BI Wahyu Agung Nugroho, kepada Bisnis.


Potensi Goyah Nilai Tukar Rupiah

KT3 06 Oct 2022 Tempo

Depresiasi nilai tukar rupiah diprediksi masih akan berlanjut kendati dalam beberapa hari terakhir kurs menguat tipis. Direktur Center of Economic and Law Studies (Celios), Bhima Yudhistira, memperkirakan kurs rupiah bisa menyentuh rentang Rp 15.500-16.000 per dolar AS akhir tahun ini. "Faktornya adalah agresivitas kebijakan moneter AS yang masih berisiko berlanjut dan berpengaruh pada aliran modal asing di negara berkembang, termasuk Indonesia," ujar Bhima kepada Tempo, kemarin. Di samping itu, faktor lain yang perlu diwaspadai adalah rendahnya realisasi pertumbuhan ekonomi Cina dan terancam memasuki zona resesi ekonomi apabila pada kuartal berikutnya masih mengalami kontraksi. "Tentunya hal ini akan mempengaruhi berbagai indikator ekonomi yang ada di Indonesia." 

Ekonom Institute for Demographic and Poverty Studies (Ideas), Askar Muhammad, memperkirakan rupiah bertahan pada titik keseimbangan baru, yaitu Rp 15 ribu per dolar AS. Menyitir data Jakarta Interbank Spot Dollar Rate, kurs rupiah terhadap dolar AS berada di Rp 15.196 pada 5 Oktober 2022 atau melemah 6,4 % dibanding kurs 3 Januari 2022, di level Rp 14.270 per dolar AS. "This is the new normal. Hingga akhir tahun, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS akan berada di Rp 14.900-15.300," ujar Askar. Kendati proyeksinya lebih optimistis, angka tersebut berselisih jauh dari asumsi makro pemerintah dalam APBN 2022, yang mematok kurs rupiah atas dolar AS sebesar Rp 14.500-14.900. (Yoga)

Importir Dihantam Dollar AS, Eksportir Meraup Berkah

HR1 26 Jul 2022 Kontan (H)

Melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika Serikat memacu efek dua sisi bagi pengusaha. Ekspotir meraup berkah dari pelemahan rupiah. Sebaliknya, importir keteteran. Berdasarkan kurs referensi Jisdor Bank Indonesia (BI), rupiah kemarin Rp 14.992 per dollar AS. Pada Jumat (22/7) lalu, rupiah sempat menembus Rp 15.024 per dollar AS. Sedangkan eksportir meraup berkah. "Ini positif bagi kami karena kontribusi penjualan ekspor dalam dollar AS dan mendominasi penjualan," ungkap Corporate Secretary & Head of Investor Relation PT Integra Indocabinet Tbk (WOOD), Wendy Chandra, Senin (25/7). Ekspor WOOD senilai Rp 1,8 triliun pada kuartal I-2022.  

Cara Pasar Menjewer Bank Sentral

HR1 07 Jul 2022 Kontan (H)

Tekanan terhadap rupiah berlanjut. Kemarin, kurs spot rupiah tutup di level Rp 14.999 per dollar Amerika Serikat (AS). Ini level terendah rupiah sejak 6 Mei 2020. Rupiah bahkan sempat mencapai Rp 15.039 per dollar AS. Pelemahan rupiah membuat pasar saham ikut kebakaran. IHSG kemarin turun 0,85% ke 6.646,41. Chief Excekutif Officer Edvisor.id Praska Putrantyo menjelaskan, rupiah memang menjadi biang keladi pelemahan pasar saham kemarin. Senior Analyst Equity Research Emtrade William Siregar mengatakan, asing tak menyukai keputusan Bank Indonesia (BI) mempertahankan suku bunga di tengah inflasi tinggi. Dus, pelemahan rupiah kali ini ibarat cara pasar menjewer Bank Indonesia (BI) agar menaikkan bunga.

Pelemahan Kurs Rupiah Tingkatkan Risiko Pengembang

KT3 10 Jun 2022 Kompas

Dalam siaran pers, Kamis (9/6), Moody’s menyampaikan, kurs rupiah relatif stabil selama 12-18 bulan terakhir. Namun, belakangan ada tren kenaikan arus keluar modal asing akibat meningkatnya ketidakpastian di pasar keuangan global. Fenomena ini meningkatkan risiko. Sebagian besar lindung nilai (hedging) keuangan pengembang properti Indonesia telah berkurang, dan membuat pengembang rentan terhadap pelemahan rupiah. ”Jumlah utang pokok dan beban bunga utang dalam denominasi USD yang dimiliki sejumlah pengembang properti akan meningkat jika dihitung dalam rupiah sehingga melemahkan kemampuan mereka. Lebih dari dua pertiga dari keseluruhan utang mereka ada dalam denominasi USD, sementara pendapatan diperoleh dalam denominasi rupiah,” kata Rachel Chua, Wakil Presiden dan Analis Senior Moody’s.

Di antara enam pengembang properti dengan peringkat Moody’s, dua di antaranya telah membatalkan semua atau hampir semua lindung nilai mereka. ”Selain itu, fasilitas lindung nilai tak sepenuhnya melindungi pinjaman. Jika rupiah menembus Rp 17.000 terhadap USD, lindung nilai hanya akan melindungi 38 % total utang dalam USD, turun dari 47  % dua tahun lalu,” kata Rachel. Ia menambahkan, sebagian besar pengembang di Indonesia masih memiliki likuiditas yang cukup untuk menutupi beban bunga yang naik karena depresiasi rupiah. Sebagian besar pengembang telah meningkatkan kepemilikan kas, memperkuat arus kas operasi, atau mengurangi biaya bunga setelah mengubah denominasi utang.” Akan tetapi, jika kurs rupiah terhadap USD tetap melemah, akan ada pengembang properti Indonesia yang membutuhkan pinjaman luar negeri guna menambah likuiditas internalnya,” kata Rachel. Berdasarkan data Refinitiv, kurs rupiah dalam pembukaan perdagangan, Kamis (9/6), melemah 0,07 persen menjadi Rp 14.500 per USD. (Yoga)


Siap-Siap Rupiah Melemah Usai Liburan

HR1 30 Apr 2022 Kontan

Nilai tukar rupiah tidak banyak bergerak di akhir Ramadan. Kemarin, kurs spot rupiah menguat tipis 0,08% menjadi Rp 14,482 per dollar Amerika Serikat (AS). Tapi bila dihitung dalam sepekan, kurs spot rupiah melemah cukup besar, lantaran di Kamis (28/4) kurs rupiah tertekan cukup dalam. Di Kamis, kurs spot rupiah ditutup turun 0,56% ke Rp 14,494 per dollar AS. Rupiah juga cenderung melemah sepekan terakhir karena banyak pelaku pasar mengurangi mata uang Garuda. Pasalnya, Indonesia memasuki libur panjang lebaran, sehingga aktivitas di pasar keuangan dalam negeri terhenti.

Safe Haven Bisa Jadi Pilihan Saat Ada Gejolak Geopolitik

HR1 01 Mar 2022 Kontan

Konflik bersenjata antara Rusia dan Ukraina mempengaruhi pergerakan berbagai mata uang dunia. Kurs dollar Amerika Serikat (AS) misalnya meroket lantaran mata uang ini menjadi buruan lantaran pelaku pasar memanfaatkan mata uang ini sebagai safe haven. Investor bisa memanfaatkan volatilitas di pasar valuta asing (valas) akibat kisruh Rusia Ukraina ini untuk mendulang untung. Analis Monex Investindo Futures Faisyal mengatakan, perang Rusia dengan Ukraina membuat mata uang safe haven seperti yen (JPY) dan franc Swiss (CHF) diburu. CHF dan JPY berpotensi menguat terhadap USD. Selain tersangkut efek geopolitik, mata uang euro dan poundsterling ramai dipasang jual oleh investor karena bank sentral dua negara tersebut cenderung dovish. Faisyal memprediksi target pairing EUR/USD di 1,0800. Sedangkan, harga GBP/USD berpotensi mengarah ke 1,2700.  


Menanti Data Ekonomi Domestik

HR1 02 Feb 2022 Kontan

Kurs rupiah berpotensi bergerak terbatas terhadap dollar Amerika Serikat pada perdagangan Rabu (2/2), seiring sikap wait and see investor. Pelaku pasar masih menantikan perkembangan kebijakan suku bangsa AS, kasus omicron yang terus bertambah, serta data realisasi pertumbuhan ekonomi Indonesia di 2021 lalu. Tapi, data-data ekonomi dalam negeri juga akan mempengaruhi rupiah. Presiden komisioner HFX International Berjangka Sutopo Widodo menyebut, salah satunya data inflasi Januari yang diperkirakan mencapai 2,11%. Sutopo memprediksi rupiah hari ini bergerak di kisaran Rp. 14.300-Rp 14.400 per dollar AS. Hitungan Reny, rupiah akan bergerak antara Rp 14.310-Rp 14.380 per dollar AS. 


Pengusaha Enggan Tinggalkan Dolar AS

KT1 06 Aug 2021 Investor Daily, 6 Agustus 2021

Pengusaha nasional masih enggan meninggalkan dolar AS dalam bertransaksi perdagangan internasional dengan negara mitra yang sudah menyepakati Local Current Settlement (LCS). Alasannya, likuidasi mata uang terkait rendah, dibandingkan dollar AS dan penentuan harga tidak effisien, karena belum terdapat Direct Qoutation antar mata uang local. Berdasarkan catatan Bank Indonesia, Indonesia sudah menekan kesepakatan, LCS dengan Malaysia dan Thailand sejak 2017 dan Jepang.

“LCS dengan Malaysia dan Thailand berlum terlihat hasilnya di lapangan. Sebab, pengusaha masih mengingkan dolar AS, karena hegemoninya masih dianggap belum turun. Artinya, semua Negara beranggapan devisa itu menggunakan dolar.” Ujar Ketua Bidang Perdagangan Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Benny Soetrisno, kamis (5/8/2021). Dia menuturkan, terdapat regulasi yang membatasi non-internasionalisasi mata uang local. Kewajiban pengusaha dalam pembayaran hutang juga masih membutuhkan dolar.

Meski begitu, Apindo dan Menteri Perdagangan menyambut baik LCS dengan Tiongkok. Benny Soetrisno meyakini, sejak dua tahun terakhir Apindo telah menjalin serangkaian pertukaran gagasan dengan BI, perbankan, dan pelaku usaha untuk mendorong LCS Indonesia-Tiongkok. “Tentu kita membutuhkan system kirling RMB di Indonesia sebagai infrastruktur dan menciptakan likuiditas RMD, dan mendorong bank untuk menggunakan direct settlement untuk mengurangi depensi terhadap US$,” ujar Benny. (YTD)