Investasi Asing
( 262 )Modal Asing Masuk, Tren Rupiah Menguat
Menata Investasi Asing di Bali
Mengapa Bali perlu waspada mengenai tren investasi asing (foreign direct investment) di beberapa tahun terakhir ini? Pertanyaan ini beralasan, terlebih lagi bila kita melihat tren statistik investasi asing di Bali yang terlalu berpusat di sektor jasa yang mendominasi lebih dari 80% total investasi asing yang datang ke Bali. Hal ini tidaklah mengejutkan karena Bali memiliki banyak keindahan alam dan budaya yang menjadi daya tarik sektor pariwisata, sehingga banyak investor dari mancanegara berlomba-lomba untuk mengeruk keuntungan ekonomi yang ditawarkan oleh pariwisata Bali. Berdasarkan data National Single Window for Investment dari Kementerian Investasi Indonesia, pada 2018 investasi asing mendominasi sampai 97% dari total keseluruhan investasi asing di Bali. Terdapat tiga sektor teratas yaitu hotel & restaurant (US$531.203), transportasi, telekomunikasi & gudang (US$226.189), serta perumahan (real estat) (US$ 101.010).
Situasi ini menyebabkan seringnya kita mendengar masukan bahwa pemerintah Bali harus mendorong investasi asing di luar pariwisata guna menjamin pemerataan. Hal ini beralasan, karena investasi asing bisa memberikan dampak positif bila pemerintah lokal mampu mengarahkannya ke sektor yang tepat. Sebaliknya, bila diarahkan ke sembarang sektor, atau tidak merata, maka investasi asing bisa memberikan dampak negatif terhadap kondisi sosial, misalnya meningkatnya kesenjangan sosial atau inequality.
Melihat situasi alamiah tersebut, bila diarahkan ke sektor pertanian, terutama di sektor perkebunan dan non-pertambangan serta sektor manufaktur, investasi asing bisa dijadikan alat untuk menurunkan ketimpangan pendapatan. Hal ini dikarenakan sektor-sektor tersebut lebih banyak menggunakan tenaga kerja dibandingkan dengan mesin atau teknologi tingkat tinggi. Hal ini menyebabkan para pekerja di sektor tersebut menikmati pendapatan lebih tinggi yang ditawarkan oleh perusahaan asing, sehingga mengurangi gap pendapatan antar pekerja di sektor jasa.
Berdasarkan data BPS Indonesia 2022, persentase populasi di atas umur 15 tahun ke atas yang memiliki latar belakang pendidikan non-sarjana mencapai angka sekitar 88%. Dalam arti lain rata-rata skill yang dimiliki oleh populasi pencari kerja di Bali masih tergolong level rendah (low-skilled labor), yang di mana investasi asing di sektor manufaktur dan agrikultur akan dengan baik menyerap tenaga kerja.
Pembangunan infrastruktur dalam hal ini adalah pembangunan fisik (hard infrastructure) seperti jalan, kereta api, irigasi, fasilitas penunjang lainnya (e.g., listrik dan air) serta pembangunan kapasitas manusia seperti edukasi dan pelatihan dalam berbahasa asing atau penguasaan teknologi tertentu. Pembangunan kedua infrastruktur ini menjadi penting karena berkontribusi positif secara langsung ke penduduk lokal terhadap akses pasar, dan juga memberikan sinyal positif terhadap investor akan adanya sarana logistik yang memadai untuk lalu lintas barang dan jasa serta tenaga kerja.
Asing Mulai Aksi Beli Tapi Masih Hati-Hati
PELUANG KERJA SAMA DENGAN NEGARA KAYA MINYAK DI TIMUR TENGAH
Berdasarkan laporan World Energy Outlook 2023 dari Badan
Energi Internasional (IEA), diperkirakan penggunaan energi fosil pada saat
emisi karbon nol tahun 2050 akan menyusut drastis. Untuk merealisasikan target
global tersebut, semua negara berupaya melakukan transisi energi mengacu
komitmen Perjanjian Paris COP 21 tahun 2015. Setiap negara berupaya mengimplementasikan
kontribusi reduksi emisi karbon yang ditetapkan secara nasional (nationally determined
contribution / NDC) yang disepakati dengan lembaga perubahan iklim dunia,
UNFCCC. Negara-negara yang berlimpah energi fosil pun dituntut untuk mendukung
langkah dunia ini. Transisi energi sangat penting bagi kelangsungan hidup
manusia, tetapi juga mengancam kelangsungan ekonomi negara produsen energi, terutama
yang mengandalkan sumber daya fosil bagi kemajuan ekonomi. Negara itu umumnya
berada di kawasan Timur Tengah yang berlimpah sumber daya minyak bumi. Energi
fosil harus dapat beriringan dengan berkembangnya EBET di masa depan.
Gulf Cooperation Council (GCC) yang terdiri dari Arab Saudi,
Uni Emirat Arab, Kuwait, Bahrain, Qatar, dan Oman masih memiliki permintaan
yang tinggi terhadap komoditas minyak buminya. Namun, dihadapkan pada
ketidakpastian akibat fenomena transisi energi secara global. Dari ke-6 negara
GCC, UEA memiliki posisi paling strategis. Hal tersebut dimanfaatkan negara
kawasan Asia untuk menjadi mitra pemasok energi dalam jangka panjang demi menjaga
stabilitas ekonomi Asia. Kedua belah pihak sama-sama diuntungkan karena
menciptakan kemajuan bagi kedua pihak sekaligus memperkuat ekonomi UEA dari
sisi non-migas. Jadi, mengurangi ketergantungan UEA terhadap ekspor migas.
Bentuk kerja sama yang sudah dilakukan antara lain UEA bersama ADNOC,
perusahaan minyak Abu Dhabi, memberikan konsesi minyak darat dan lepas pantai
kepada perusahaan China, Jepang, Korsel, dan India. UEA juga berambisi
mengembangkan sektor petrokimia terbesar di dunia pada 2025 dengan melibatkan
perusahaan India. Jepang diberi konsesi perminyakan di sejumlah lokasi hingga 2058.
Perusahaan China (CPECC) membangun jalur pipa minyak rute
Habshan-Fujairah yang memungkinkan pemuatan minyak mentah UAE tak perlu melewati
Selat Hormuz yang merupakan chokepoint. Dengan Korea Selatan, selain bermitra bisnis
minyak, UEA menjalin kontrak kerja sama pengembangan nuklir. Dengan sejumlah
negara tersebut, UEA mencari peluang untuk mengembangkan sector lain di luar
migas. UEA berambisi mengembangkan industri canggih berbasis kecerdasan buatan
(artificial intelligence/AI). Kerja sama ini menggandeng China dan India. Upaya
transisi ekonomi negara Timur Tengah tersebut menjadi peluang bagi Indonesia
untuk memajukan perekonomian nasional, misalnya mengembangkan potensi wisata
Indonesia, membangun infrastruktur vital, memproduksi baterai kendaraan listrik
berbasis nikel, akselerasi pemanfaatan EBT, hingga modernisasi teknologi
kilang-kilang minyak Indonesia, yang dalam jangka panjang dapat berkontribusi
positif bagi perekonomian negara investor Timur Tengah. Saat ini, salah satu
infrastruktur penting yang dibangun di Indonesia lewat kerja sama denganTimur Tengah
adalah PLTS Terapung Cirata. (Yoga)
PEREKAT KEMITRAAN RI & AS
Indonesia terus memburu peluang untuk mendapatkan investasi melalui penguat an kerja sama ekonomi dengan Amerika Serikat di tengah tantangan global. Dalam pertemuan di AS, Selasa (14/11), kedua pemimpin negara tersebut menyepakati penguatan kerja sama ekonomi.Saat menyambut Presiden Joko Widodo di Gedung Putih, Presiden Joseph R. Biden berharap hubungan antara Indonesia dan AS bisa makin kuat dan menuju kemitraan yang strategis dan komprehensif.Beragam kesepakatan di berbagai bidang pun disepakati dalam kunjungan tersebut, termasuk di antaranya pembangunan ekonomi yang berkelanjutan, transisi energi, dan penghiliran yang sedang gencar dilakukan oleh Pemerintah Indonesia. Harapan baru untuk pelaksanaan penghiliran yang telah menjadi program prioritas Presiden Joko Widodo tercipta dalam pertemuannya dengan Presiden Biden di Gedung Putih.Dalam keterangan yang disampaikan Gedung Putih, AS memastikan komitmen untuk menjadi mitra Indonesia dalam sektor energi dan mineral yang berkelanjutan. Salah satunya adalah memastikan nota kesepahaman kedua negara tentang pengembangan energi dan mineral yang berkelanjutan bisa berjalan.Memorandum of Understanding (MoU) yang ditandatangani oleh Menteri ESDM Arifi n Tasrif dan Duta Besar AS untuk Indonesia Sung Kim tersebut melingkupi kerja sama teknis guna meningkatkan penggunaan sumber daya energi terbarukan, meningkatkan teknologi untuk pertambangan dan pengolahan mineral yang bertanggung jawab, serta mendukung pembangunan sektor mineral penting yang rendah emisi di Indonesia.
Perkara penghiliran itu juga menjadi salah satu latar belakang Jokowi menyempatkan diri menemui Chairman Freeport McMoran Richard Adkerson di AS. Saat bertemu Adkerson, Jokowi menyambut baik pembahasan divestasi tambahan saham PT Freeport Indonesia sebanyak 10%.
Adapun, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Ad Interim Erick Thohir mengatakan Freeport McMoran mendukung upaya penghiliran yang dilakukan oleh Pemerintah Indonesia. Hal itu terlihat dari komitmen Freeport Indonesia yang membangun smelter di Jawa Timur.
Sementara itu dalam pertemuan yang sama, Presiden AS Joe Biden menegaskan komitmen AS untuk memperkuat kemitraan dengan Indonesia. Dia juga menyatakan dukungan terhadap Indonesia yang sedang memulai proses menjadi anggota penuh Organization for Economic Cooperation and Development (OECD).
Biden bahkan menyatakan telah meminta tambahan US$172 juta untuk digelontorkan melalui program baru di berbagai sektor, termasuk penanganan perubahan iklim, pemanfaatan energi bersih, pertumbuhan ekonomi, dan kesehatan.
Investasi yang ditanamkan oleh Negeri Paman Sam pun terpantau terus meningkat selepas pandemi Covid-19, hingga mencapai US$2,44 miliar pada periode Januari—September 2023.Wakil Ketua Umum Bidang ESDM Kadin Indonesia Carmelita Hartoto mengatakan, kerja sama antara Indonesia dan AS harus didasari dengan sikap saling menghormati dan menggali potensi yang bisa menguntungkan kedua negara.
Direktur Eksekutif Center of Reform on Economics (CORE) Mohammad Faisal mengingatkan pemerintah agar realisasi kerja sama yang telah disepakati dikelola dengan baik dengan skala prioritas yang jelas.
PROSPEK EKONOMI 2024 : Investasi Asing Mengucur Deras
Indonesia diproyeksi bakal menjadi wadah untuk menampung investasi asing yang diperkirakan mengucur deras pada tahun depan.Pasalnya, ada sejumlah potensi yang dinilai belum digarap secara optimal.Managing Director Head of Markets & Securities Services PT Bank HSBC Indonesia Ali Setiawan mengatakan bahwa di tengah situasi global yang mengalami tekanan ekonomi, Indonesia justru masih mengalami pertumbuhan ekonomi yang lebih bagus.
Dia memandang bahwa tidak hanya di sektor fi nansial, melainkan juga sektor komoditas seperti besi/baja dan nikel saat ini punya potensi yang besar.Menurutnya, kedua komoditas tersebut apabila dikelola maka akan menambah sekitar 0,5%—0,8% pada produk domestik bruto (PDB).
Sementara itu, di sektor akomodasi dan pariwisata, dia menilai bahwa Indonesia termasuk di Jawa Timur juga menunjukkan sinyal positif, sehingga turut menjadi penopang ekonomi daerah.Ali menjelaskan bahwa 2024 bakal positif, baik dari financial market maupun sektor riil. Bahkan, imbuhnya, older companies sudah sangat nafsu dan kecanduan untuk berinvestasi di Indonesia lantaran return tinggi dengan infl asi rendah.
EBUS Himpun Dana Publik Rp 105 Triliun
Tembus Rp 1.053,1 T Realisasi Investasi Tetap Moncer
Tembus Rp 1.053,1 T Realisasi Investasi Tetap Moncer
Tingkatkan Hilirisasi untuk Maksimalkan Potensi FDI
JAKARTA,ID- Indonesia perlu terus fokus meningkatkan hilirisasi sektor industri. Hal ini untuk memaksimalkan potensi foreign direct investment (investasi asing langsung/FDI) yang dimiliki berupa keragaman dan sumber daya alam yang melimpah. Hal ini berkaitan dengan kunjungan kerja Presiden Jokowi ke China untuk menghadiri Belt and Road International Cooperation ke-3, serta ke Riyadh, Arab Saudi, untuk melakukan pertemuan dengan Putera Mahkota Arab Saudi dan memimpin KTT pertama Asean-Gulf Cooperation Organization (GCC) mampu menggali potensi FDI. Selain itu, Presiden Jokowi juga memimpin KTT ke-1 Asean-GCC (Gulf Cooperation Council) terlebih dahulu sebelum kembali ke Indonesia pada 21 Oktober 2023. "Pemerintah Indonesia harus terus berfokus pada hilirisasi sektor industri untuk komoditas-komoditas seperti nikel, tembaga, dan timah, sektor kesehatan, sektor ketahanan pangan, dan pembangunan IKN," jelas Pakar Hukum Bisnis dan Perdagangan Internasional Ariawan Gunadi. (Yetede)
Pilihan Editor
-
Beban Bunga Utang
05 Aug 2022 -
The Fed Hantui Pasar Global
26 Jul 2022








