Saham
( 1717 )Kompetisi Pasar Otomotif di Tanah Air Kian Sengit dengan Menjamurnya Mobil Listrik
Anak Usaha Garuda GMFI Bidik Pendapatan 6,7 Triliun
Kebijakan KRIS Masih Tunggu Kejelasan Pemerintah
Kinerja Emiten Membaik, Pasar Punya Tenaga Baru
Musim Dividen Jadi Magnet Investor Saham
Musim Dividen Jadi Magnet Investor Saham
Gelombang Tekanan Sentimen Negatif dari Berbagai Arah.
Harapan Baru atas Perbaikan Likuiditas Pasar
Saham Perbankan Masih Menyimpan Potensi Cuan
Kinerja Manufaktur Kembali Mengalami Kontraksi pada Mei
Kinerja manufaktur kembali mengalami kontraksi pada Mei, menjadikan kontraksi dua bulan berturut-turut. Ketidakpastian ekonomi global dan pelemahan pasar domestik diperkirakan akan menghantui manufaktur hingga kuartal kedua tahun ini. Berdasarkan data S&P Global, Purchasing Manager's Index (PMI) Manufaktur Indonesia periode Mei ada di level 47,4 atau naik 0,7 poin dari April 2025 yaitu di level 46,7 atau berada di fase kontraksi (di bawah poin 50). Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Shinta Kamdani memperkirakan tren PMI manufaktur masih menghadapi tekanan dalam jangka pendek, terutama di kuartal kedua. "Namun, dengan catatan apabila ralisasi belanja pemerintah dapat dipercepat dan stimulus konsumsi dijalankan secara lebih tepat sasaran, terutama untuk mendukung daya beli rumah tangga produktif, ada peluang untuk mendukung daya beli rumah tangga produktif, ada peluang untuk mendongkrak permintaan di paruh kedua tahun ini," ucap dia. (Yetede)
Pilihan Editor
-
Terus Dorong Mutu Investasi
25 Jan 2023 -
Proyek MRT East-West Dikebut
24 Jan 2023








