;
Tags

Saham

( 1717 )

Sinyal Perbaikan Ekonomi Semakin Terlihat

HR1 02 Jun 2025 Kontan
Sepanjang tahun 2025, saham sektor konsumen nonprimer (consumer cyclicals) mengalami tekanan berat, dengan penurunan kinerja sebesar 12,14% year to date (ytd) — menjadikannya sektor berkinerja terburuk di Bursa Efek Indonesia (BEI). Penurunan ini dipicu oleh perlambatan kinerja keuangan emiten, penguatan indeks dolar AS, pengetatan moneter, deflasi, dan berkurangnya daya beli masyarakat.

Namun, Oktavianus Audi, VP Marketing, Strategy & Planning Kiwoom Sekuritas, menilai bahwa sektor ini berpeluang pulih. Faktor pendorongnya antara lain ekspektasi kebijakan dovish dari The Fed, stabilitas ekonomi domestik, nilai tukar rupiah yang menguat, serta potensi rotasi sektor ke saham-saham siklikal. Selain itu, program pemerintah seperti diskon tarif listrik juga diperkirakan bisa mendorong konsumsi rumah tangga terhadap barang nonprimer.

Jessica Leonardy, Equity Analyst OCBC Sekuritas, menyoroti PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAPI) sebagai salah satu saham yang menarik. MAPI diprediksi tumbuh kuat berkat portofolio merek internasional dan tren gaya hidup aktif di kalangan Gen Z dan milenial. MAPI juga ekspansif dengan rencana membuka 450 toko baru pada 2025.

Sementara itu, Laras Nadira dari Bahana Sekuritas menilai Grup Alfamart, melalui AMRT dan MIDI, sebagai pemain defensif yang tetap berpotensi tumbuh. MIDI bahkan diproyeksikan mencetak laba bersih sebesar Rp 758,8 miliar tahun ini, naik 25% dari estimasi sebelumnya. MIDI juga dinilai lebih fokus dan efisien setelah keluar dari bisnis Lawson.

Meskipun Kiwoom Sekuritas masih memberikan pandangan netral terhadap sektor ini, Audi menyarankan perhatian khusus terhadap saham AUTO dan MAPI, dengan target harga masing-masing Rp 2.480 dan Rp 1.700. Kesimpulannya, sektor konsumen nonprimer menghadapi tekanan jangka pendek, tetapi memiliki peluang pemulihan di paruh kedua 2025, terutama bagi emiten dengan strategi dan posisi pasar yang kuat.

Bank-Bank Raksasa Mulai Raup Laba dan Naik Daun

HR1 02 Jun 2025 Kontan
Meskipun kinerja keuangan bank-bank besar di Indonesia hingga April 2025 masih stagnan, harga saham mereka justru menunjukkan penguatan signifikan dalam sebulan terakhir. PT Bank Rakyat Indonesia (BBRI) mencatat kenaikan harga saham tertinggi sebesar 18,98%, meskipun labanya turun 15,7% secara tahunan menjadi Rp 15 triliun. Corporate Secretary BRI, Agustya Hendy Bernadi, menyatakan bahwa strategi fokus pada peningkatan dana murah (CASA) melalui digitalisasi seperti BRImo dan AgenBRILink menjadi kunci efisiensi jangka panjang.

Sementara itu, PT Bank Central Asia (BBCA) berhasil mencetak pertumbuhan laba 17,4% dan harga sahamnya naik 9,3%. PT Bank Mandiri (BMRI) mencatat kenaikan laba yang lebih kecil, hanya 0,7%, dan pertumbuhan kredit yang melambat, namun tetap optimis mencapai target tahunan. Corporate Secretary Bank Mandiri, M. Ashidiq Iswara, menegaskan komitmen bank terhadap target pertumbuhan kredit 10–12%.

PT Bank Negara Indonesia (BBNI) mencatat kenaikan harga saham paling rendah, 6,9%, seiring dengan laba yang nyaris stagnan di Rp 6,87 triliun.

Oktavianus Audi dari Kiwoom Sekuritas menilai bahwa tekanan terhadap bank besar disebabkan oleh tingginya cost of credit dan perlambatan pertumbuhan kredit. Namun, ia optimistis kinerja bank akan membaik seiring potensi pemangkasan suku bunga oleh Bank Indonesia. Ekky Topan, Investment Analyst Infovesta, merekomendasikan pembelian saham BBCA, BMRI, dan BBNI karena potensi penguatan lebih lanjut.

Meskipun profitabilitas belum sepenuhnya pulih, prospek pasar terhadap sektor perbankan masih positif karena ekspektasi suku bunga lebih rendah dan penguatan strategi digitalisasi oleh bank-bank besar.

IHSG Berpotensi Cetak Kinerja Positif

HR1 02 Jun 2025 Kontan (H)
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil mencatat kinerja positif sepanjang Mei 2025 dengan kenaikan 7,44% secara bulanan, menembus level 7.175,81. Kinerja ini mematahkan mitos pasar “Sell in May and Go Away”. Bahkan secara year to date (ytd), IHSG tumbuh 1,35%.

Menurut Oktavianus Audi, VP Marketing, Strategy and Planning Kiwoom Sekuritas Indonesia, penguatan IHSG diperkirakan berlanjut pada Juni 2025, ditopang oleh sentimen musim pembagian dividen dari emiten big caps dan rilis kinerja emiten semester pertama 2025. Ia juga menyebut rebalancing sektoral akan semakin terasa di paruh kedua tahun ini, terutama jika Bank Indonesia menurunkan suku bunga acuan.

Guntur Putra, CEO Pinnacle Investment, menambahkan bahwa pasar akan bergerak lebih dinamis karena adanya potensi profit taking dari saham defensif ke sektor siklikal. Ia menyebut fenomena window dressing biasanya muncul di akhir tahun jika tidak ada koreksi besar pada Mei.

Nafan Aji Gusta, Senior Market Analyst Mirae Asset Sekuritas, mengamati bahwa secara historis selama 29 tahun terakhir, IHSG cenderung hanya terkoreksi pada Agustus dan September, memberikan peluang akumulasi saham berfundamental kuat di bulan-bulan tersebut.

Dengan sentimen positif seperti dividen, kinerja emiten, dan prospek kebijakan moneter, para analis optimis IHSG dapat mempertahankan tren penguatannya memasuki paruh kedua tahun 2025.

Bitcoin Melemah, Altcoin Curi Perhatian

HR1 31 May 2025 Kontan (H)
Bulan Juni historisnya menjadi periode yang kurang menguntungkan bagi investor kripto, dengan data menunjukkan rata-rata imbal hasil Bitcoin (BTC) dan Ethereum (ETH) cenderung negatif setiap Juni sejak 2013. Menjelang Juni 2025, Trader Tokocrypto Fyqieh Fachrur memperkirakan potensi koreksi BTC sebesar 5–10%, dengan penurunan jangka pendek hingga ke level sekitar US$ 102.000 dari posisi terakhir di US$ 105.958.

Fyqieh menyoroti bahwa sentimen pasar kripto saat ini juga sangat dipengaruhi oleh kebijakan moneter global dan arah suku bunga AS, dengan pertemuan FOMC pada 17–18 Juni 2025 menjadi perhatian utama pasar. Ia juga menyarankan investor untuk mempertimbangkan altcoin seperti XRP, yang sedang mendapat sorotan setelah Webus International Limited berencana menghimpun dana hingga US$ 300 juta untuk membentuk cadangan strategis dalam XRP.

Inovasi lain yang mendorong sentimen positif datang dari Coinbase, yang meluncurkan kontrak futures BTC, ETH, dan altcoin lainnya seperti SOL, ADA, dan HBAR, memungkinkan perdagangan 24 jam. Ini dianggap Fyqieh sebagai sinyal positif yang bisa mendorong legitimasi dan eksposur lebih besar terhadap aset kripto.

Altcoin lain yang dinilai prospektif antara lain TON, yang mendapat sentimen positif dari perekrutan Nikola Plecas, mantan eksekutif Visa, sebagai VP of Payments untuk mengintegrasikan TON dalam ekosistem Telegram. Adopsi ini dianggap mampu mendongkrak potensi TON dalam sistem pembayaran digital.

Dari sisi lokal, Robby, Chief Compliance Officer Reku, menilai tren investasi kripto di Indonesia terus berkembang. Ia optimistis jumlah investor akan terus meningkat dan menyebut bahwa kripto kini mulai dilihat sebagai bagian dari portofolio jangka panjang, sejalan dengan proyeksi Statista bahwa jumlah investor kripto Indonesia bisa menembus 28,65 juta orang pada tahun 2025.

Pasar Saham Terus Menguat, Tren Positif Berlanjut

HR1 31 May 2025 Bisnis Indonesia

Fenomena tahunan Sell in May and Go Away tidak terjadi di Bursa Efek Indonesia pada tahun ini, karena investor asing justru melakukan aksi beli bersih sepanjang Mei. Hal ini menunjukkan kepercayaan investor terhadap prospek ekonomi domestik maupun global yang membaik. IHSG pun diproyeksikan akan melanjutkan penguatannya pada Juni 2025.

Menurut Maximilianus Nico Demus, Associate Director of Research Pilarmas Investindo Sekuritas, beberapa faktor utama akan menjadi perhatian investor ke depan. Pertama, perkembangan negosiasi dagang antara AS dan China yang dapat memengaruhi arah pasar global. Kedua, tren penurunan suku bunga global dan dukungan kebijakan fiskal turut mendorong konsumsi dan daya beli, sehingga memperkuat ekspektasi pemulihan ekonomi dan mendorong aliran dana asing (capital inflow) ke pasar negara berkembang, termasuk Indonesia.

Namun, Nico juga mengingatkan bahwa berakhirnya masa penundaan tarif AS-China pada Juli menjadi risiko yang dapat memicu gejolak pasar jika tidak disertai kesepakatan konkret. Sentimen negatif dari Presiden Donald Trump dipandang masih bisa menyebabkan keluarnya investor asing dari pasar saham negara berkembang.

Di bulan Juni, investor akan mencermati sejumlah data ekonomi penting dari Amerika Serikat dan China, seperti inflasi, ketenagakerjaan, penjualan ritel, serta kebijakan The Fed dan suku bunga acuan China. Dari dalam negeri, inflasi dan hasil rapat Bank Indonesia pada 18 Juni juga menjadi sorotan utama.

Secara historis, IHSG cenderung naik di bulan Juni, dengan probabilitas kenaikan sebesar 65% dalam 20 tahun terakhir. Beberapa sektor yang dinilai potensial untuk dicermati antara lain basic materials, transportasi dan logistik, serta infrastruktur.

Dengan mempertimbangkan berbagai indikator tersebut, pasar saham Indonesia memiliki potensi positif pada Juni, meski tetap perlu mewaspadai dinamika eksternal, khususnya terkait kebijakan dagang global.


Duel Big Tech AS Serok Pasar Cloud RI

KT1 30 May 2025 Investor Daily (H)
Dua perusahaan, kategori big tech asal Amerika Serikat (AS), Microsotf dan Google mengendus potensi pasar komputasi awan (clous) di Indonesia. Keduanya bersaing menancapkan pengaruh, sekaligus menempatkan pusat data atau yang disebut cloud region di Indonesia. Meskipun langkah ini bukanlah gebrakan baru di pasar Indonesia, namun kali ini terasa spesial. Hanya berselang  kurang dari seminggu, Google mengumumkan perluasan kapasitas tiga cloud regionnya di Indonesia, Microsoft kemudian menyusul mengumumkan peresmian cloud region Indonesia Central. Gebrakan terbaru ini sangat beralasan. Hal ini bisa dilihat dari berbagai studi yang menunjukkan bahwa nilai pasar pusat data Indonesia akan tumbuh dari US$ 2,39 pada 2024 menjadi US$ 2,39 pada 2024 menjadi US$ 3,79 miliar pada 2030. Pertumbuhan ini tidak hanya didorong oleh permintaan  global, tapi juga tingginya kebutuhan layanan digital domestik. Executive Vice President Cloud & AI Microsoft Scoot Guthrie mengatakan, kehadiran cloud region Indonesia central menandai pencapaian penting dalam komitmen investasi Microsoft di Indonesia. (Yetede)

Dividen Jumbo Perusahaan Gas Negara

KT1 30 May 2025 Investor Daily (H)
PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) atau PGN kembali melanjutkan tradisi pembiayaan dividen jumbo, dengan menetapkan  dividen tahun buku 2024 sebesar US$ 271,5 juta atau setara Rp4,44 triliun. Dividen yang mencapai 80% dari perolehan laba bersih 2024 ynag senilai US$ kepada seluruh 339,4 juta tersebut, akan didistribusikan kepada seluruh pemegang 24,24 miliar saham PGN. Secara historis, anak usaha PT Pertamina ini konsisten membagikan dividen dalam jumlah besar. Tahun ini, emiten gas ini membagikan dividen tahun buku 2023 sebesar US$ 222,43 juta atau 80% dari perolehan laba bersih yang mencapai US$ 278,09 juta. Setahun sebelumnya, PGN juga membagikan dividen jumbo sebesar US$ 228,36 juta atau 70% dari laba bersih 2022 yang senilai US$ 326,2 juta. Dan pada 2022, perseroan membagikan dividen tahun buku 2021 sebesar US$ 205,95 juta atau 67,8% dari laba bersih US$ 303,82 juta. Saat ini, sebanyak 13,81 miliar saham atau 59,96% saham PGAS dikuasai oleh PT Pertamina dan sisanya 10,43 miliar saham atau 43,04% dimiliki publik. Sementara ini, di lantai bursa, saham PGAS telah menguat Rp4,3% dalam satu pekan terakhir ke level Rp 1.820. Sekretaris Perusahaan PGN Fajriyah Usman mengatakan, rencana pembagian dividen tahun buku 2024 telah disetujui dalam RUPST perseroan pada rabu, (28/05/2025). (Yetede)

Erajaya Makin Kinclong Berkat iPhone 16

HR1 30 May 2025 Kontan
Pertumbuhan pesat pasar smartphone di Indonesia, khususnya di segmen kelas menengah yang tumbuh 24,9% yoy pada 2024, menjadi pendorong positif bagi kinerja PT Erajaya Swasembada Tbk (ERAA). Meskipun sempat terdampak oleh keterlambatan distribusi iPhone 16 akibat hambatan TKDN, kinerja ERAA diproyeksikan akan membaik seiring iPhone 16 yang mulai dipasarkan sejak April 2025.

Indy Naila, analis dari Edvisor Profina Visindo, menilai peluncuran iPhone 16 akan menjadi angin segar bagi ERAA sebagai mitra resmi Apple di Indonesia. Ia memperkirakan produk ini dapat menyumbang 15%–20% dari total pendapatan ERAA sepanjang 2025.

Senada, Laras Nadira dari Bahana Sekuritas mencatat bahwa penjualan iPhone 16 1,5 kali lebih tinggi dari seri sebelumnya dalam dua minggu pertama penjualan, berkat permintaan yang sempat tertunda. Ia juga menyoroti potensi dorongan tambahan dari peluncuran iPhone 17 pada paruh kedua 2025.

Namun, pada kuartal I-2025, ERAA mencatat penurunan pendapatan 4,61% yoy, terutama karena anjloknya segmen ponsel dan tablet. Meski begitu, Muhamad Heru Mustofa dari Phintraco Sekuritas tetap optimistis, memproyeksikan pendapatan ERAA tumbuh 9,04% dan laba bersih naik 9,59% di akhir tahun.

Dalam konteks ekspansi, ERAA merevisi target pembukaan toko dari 300–400 menjadi 250–300 toko, mencerminkan sikap hati-hati terhadap pelemahan daya beli. Hingga kuartal I, hanya 34 toko baru yang dibuka.

Prospek ERAA tetap cerah, didukung produk unggulan seperti iPhone 16 dan strategi ekspansi yang realistis. Indy Naila, Laras Nadira, dan Jody Wijaya kompak merekomendasikan beli (buy) saham ERAA dengan target harga masing-masing Rp 680, Rp 650, dan Rp 620 per saham.

Persaingan Pasar Semakin Ketat, Inovasi Jadi Kunci

HR1 28 May 2025 Kontan
PT Cisarua Mountain Dairy Tbk (CMRY), produsen susu Cimory, berhasil mencatat kinerja positif pada kuartal I-2025, dengan pendapatan naik 12,5% yoy menjadi Rp 2,43 triliun dan laba bersih tumbuh 24,2% yoy menjadi Rp 479,86 miliar. Namun, emiten ini menghadapi tantangan dari pelemahan daya beli masyarakat dan naiknya harga bahan baku, yang menekan margin laba kotor ke level 44,5%.

Menurut James Stanley Widjaja, analis Buana Capital, penurunan segmen susu sebesar 5,7% yoy menjadi Rp 863,7 miliar—terendah dalam dua tahun terakhir—disebabkan oleh ketatnya persaingan di pasar susu UHT dan melemahnya konsumsi rumah tangga. Meski begitu, pertumbuhan pesat di segmen makanan konsumen menjadi penopang utama kinerja, dengan penjualan naik 41,1% yoy menjadi Rp 1,57 triliun.

Indy Naila dari Edvisor Provina Visindo menambahkan bahwa efisiensi operasional berperan penting dalam menjaga pertumbuhan di tengah tekanan konsumsi. Sementara itu, Vita Lestari dari Sinarmas Sekuritas menyoroti risiko berkelanjutan dari kenaikan harga bahan baku serta pelemahan nilai tukar, tetapi mengapresiasi strategi CMRY dalam perluasan distribusi dan peluncuran produk baru seperti Cimory Eat Milk dan Kanzler Bakso Gochujang.

Ketiga analis—James, Indy, dan Vita—kompak memberi rekomendasi beli (buy) terhadap saham CMRY, dengan target harga antara Rp 5.300–Rp 5.500 per saham. Mereka optimistis terhadap prospek jangka menengah perusahaan, berkat inovasi produk dan ekspansi distribusi, meski tetap mewaspadai tekanan margin akibat faktor eksternal.

Menakar Daya Tarik Saham Persib sebagai Perusahaan Terbuka

KT3 28 May 2025 Kompas

Tim sepak bola Persib Bandung tengah berada di atas angin setelah sukses mempertahankan gelar juara BRI Liga 1 2025. Kemenangan ini selaras dengan kondisi klub yang jauh lebih solid, baik dari sisi manajerial maupun struktur organisasinya di bawah naungan PT Persib Bandung Bermartabat (PBB). Hal ini membuat CEO PTPBB. Glenn Sugita semakin yakin untuk mengubah status perusahaan tersebut sebagai perusahaan terbuka. Dengan ini, PT PBB bisa melenggang ke Bursa Efek Indonesia (BEI) untuk menerbitkan saham kepada publik. ”Ini membuat kami merasa.  langkah menuju IPO bukan lagi mimpi, tetapi sesuatu yang bisa segera diwujudkan,” ujar Glenn dalam keterangan pers di situs resmi Persib Bandung, Minggu (25/5). Penawaran saham perdana kepada publik atau initial public offering (IPO) atau pencatatan saham perdana di bursa bukan aksi yang pertama kali diwacanakan klub bola dengan pendukung berjuluk ”bobotoh” itu.

Catatan Kompas, dalam artikel Selasa (18/6/2019), BEI telah mendekati Persib Bandung agar mereka mau melantai di bursa. Namun, ketika itu, Persib belum memenuhi permintaan tersebut. Berbeda dengan klub Bali United, PT Bali Bintang Sejahtera Tbk (kode bursaBOLA), yang IPO tahun itu. Kali ini, wacana IPO oleh Persib bukan lagi didorong pihak eksternal, melainkan keinginan internal perusahaan. Seusai liga, Glenn yang hadir dengan pejabat negera, seperti Menteri PKP, MaruararSirait, bersama-sama mengungkapkan ambisi tersebut kepada media. ”Kalau untuk Persib, saya siap! Saya siapkan investasi Rp100 miliar untuk jadi bagian dari transformasi besar klub kebanggaan Jabar ini,” kata Ara, sapaan Maruarar Sirait, menyahuti ujaran Glenn. Terbukanya Persib ke akses permodalan publik di bursa, diharapkan tak hanya membawa Persib berjaya di lapangan, tapi juga tangguh sebagai entitas bisnis modern. (Yoga)