Saham
( 1717 )Sinyal Perbaikan Ekonomi Semakin Terlihat
Bank-Bank Raksasa Mulai Raup Laba dan Naik Daun
IHSG Berpotensi Cetak Kinerja Positif
Bitcoin Melemah, Altcoin Curi Perhatian
Pasar Saham Terus Menguat, Tren Positif Berlanjut
Fenomena tahunan Sell in May and Go Away tidak terjadi di Bursa Efek Indonesia pada tahun ini, karena investor asing justru melakukan aksi beli bersih sepanjang Mei. Hal ini menunjukkan kepercayaan investor terhadap prospek ekonomi domestik maupun global yang membaik. IHSG pun diproyeksikan akan melanjutkan penguatannya pada Juni 2025.
Menurut Maximilianus Nico Demus, Associate Director of Research Pilarmas Investindo Sekuritas, beberapa faktor utama akan menjadi perhatian investor ke depan. Pertama, perkembangan negosiasi dagang antara AS dan China yang dapat memengaruhi arah pasar global. Kedua, tren penurunan suku bunga global dan dukungan kebijakan fiskal turut mendorong konsumsi dan daya beli, sehingga memperkuat ekspektasi pemulihan ekonomi dan mendorong aliran dana asing (capital inflow) ke pasar negara berkembang, termasuk Indonesia.
Namun, Nico juga mengingatkan bahwa berakhirnya masa penundaan tarif AS-China pada Juli menjadi risiko yang dapat memicu gejolak pasar jika tidak disertai kesepakatan konkret. Sentimen negatif dari Presiden Donald Trump dipandang masih bisa menyebabkan keluarnya investor asing dari pasar saham negara berkembang.
Di bulan Juni, investor akan mencermati sejumlah data ekonomi penting dari Amerika Serikat dan China, seperti inflasi, ketenagakerjaan, penjualan ritel, serta kebijakan The Fed dan suku bunga acuan China. Dari dalam negeri, inflasi dan hasil rapat Bank Indonesia pada 18 Juni juga menjadi sorotan utama.
Secara historis, IHSG cenderung naik di bulan Juni, dengan probabilitas kenaikan sebesar 65% dalam 20 tahun terakhir. Beberapa sektor yang dinilai potensial untuk dicermati antara lain basic materials, transportasi dan logistik, serta infrastruktur.
Dengan mempertimbangkan berbagai indikator tersebut, pasar saham Indonesia memiliki potensi positif pada Juni, meski tetap perlu mewaspadai dinamika eksternal, khususnya terkait kebijakan dagang global.
Duel Big Tech AS Serok Pasar Cloud RI
Dividen Jumbo Perusahaan Gas Negara
Erajaya Makin Kinclong Berkat iPhone 16
Persaingan Pasar Semakin Ketat, Inovasi Jadi Kunci
Menakar Daya Tarik Saham Persib sebagai Perusahaan Terbuka
Tim sepak bola Persib Bandung tengah berada di atas angin setelah sukses mempertahankan gelar juara BRI Liga 1 2025. Kemenangan ini selaras dengan kondisi klub yang jauh lebih solid, baik dari sisi manajerial maupun struktur organisasinya di bawah naungan PT Persib Bandung Bermartabat (PBB). Hal ini membuat CEO PTPBB. Glenn Sugita semakin yakin untuk mengubah status perusahaan tersebut sebagai perusahaan terbuka. Dengan ini, PT PBB bisa melenggang ke Bursa Efek Indonesia (BEI) untuk menerbitkan saham kepada publik. ”Ini membuat kami merasa. langkah menuju IPO bukan lagi mimpi, tetapi sesuatu yang bisa segera diwujudkan,” ujar Glenn dalam keterangan pers di situs resmi Persib Bandung, Minggu (25/5). Penawaran saham perdana kepada publik atau initial public offering (IPO) atau pencatatan saham perdana di bursa bukan aksi yang pertama kali diwacanakan klub bola dengan pendukung berjuluk ”bobotoh” itu.
Catatan Kompas, dalam artikel Selasa (18/6/2019), BEI telah mendekati Persib Bandung agar mereka mau melantai di bursa. Namun, ketika itu, Persib belum memenuhi permintaan tersebut. Berbeda dengan klub Bali United, PT Bali Bintang Sejahtera Tbk (kode bursaBOLA), yang IPO tahun itu. Kali ini, wacana IPO oleh Persib bukan lagi didorong pihak eksternal, melainkan keinginan internal perusahaan. Seusai liga, Glenn yang hadir dengan pejabat negera, seperti Menteri PKP, MaruararSirait, bersama-sama mengungkapkan ambisi tersebut kepada media. ”Kalau untuk Persib, saya siap! Saya siapkan investasi Rp100 miliar untuk jadi bagian dari transformasi besar klub kebanggaan Jabar ini,” kata Ara, sapaan Maruarar Sirait, menyahuti ujaran Glenn. Terbukanya Persib ke akses permodalan publik di bursa, diharapkan tak hanya membawa Persib berjaya di lapangan, tapi juga tangguh sebagai entitas bisnis modern. (Yoga)
Pilihan Editor
-
Startup Bukan Pilihan Utama
24 Jan 2023 -
Mendag Pastikan Minyak Kita Tetap Diproduksi
30 Jan 2023 -
Proyek MRT East-West Dikebut
24 Jan 2023 -
Terus Dorong Mutu Investasi
25 Jan 2023 -
Emiten Baja Terpapar Pembangunan IKN
24 Jan 2023









