;
Tags

Saham

( 1722 )

Momentum Rombak Kebijakan Bursa Saham

KT1 21 Jun 2025 Investor Daily (H)
Bursa saham terguncang hebat oleh memanasnya konflik Iran-Israel, terlihat dari penurunan tajam IHSG dari 7.200 ke level 6.900 hanya dalam tempo tiga hari. Ini menjadi momentum otoritas pasar modal merombak kebijakan yang selama ini menekan likuiditas demi meredam tekanan konflik geopolitik. Dari ketegangan pelaku pasar, ada sejumlah kebijakan yang perlu dievaluasi. Pertama, kebijakan yang perlu dievaluasi. Pertama, kebijakan unusual market activity (UMA) yang berujung suspensi saham. Kebijakan ini dinilai menjadi pemicu utama seretnya likuiditas. Betapa tidak, saat saham sedang naik tajam dan likuiditas mengalir kencang, BEI merilis pengumuman UMA, yang bisa berujung pada suspensi, likuditas tersendat dan tidak bisa pulih dalam waktu cepat. Kedua kebijakan saham papan pemantauan khusus (PPK) dengan metode perdagangan full action (FCA). Sebenarnya, PPK bertujuan baik, yakni memberikan perlindungan ke investor. Namun, ada satu kriteria saham PPK yang perlu dicoret, yakni suspensi selama lebih dari satu hari bursa, karena aktivitas perdagangan. Artinya, bursa tidak perlu memasukkan saham yang sedang panas ke PPK, lantaran kena suspensi selama dua hari. Sebab, kebijakan ini juga bisa menggerus likuiditas. (Yetede)

Momentum Rombak Kebijakan Bursa Saham

KT1 21 Jun 2025 Investor Daily (H)
Bursa saham terguncang hebat oleh memanasnya konflik Iran-Israel, terlihat dari penurunan tajam IHSG dari 7.200 ke level 6.900 hanya dalam tempo tiga hari. Ini menjadi momentum otoritas pasar modal merombak kebijakan yang selama ini menekan likuiditas demi meredam tekanan konflik geopolitik. Dari ketegangan pelaku pasar, ada sejumlah kebijakan yang perlu dievaluasi. Pertama, kebijakan yang perlu dievaluasi. Pertama, kebijakan unusual market activity (UMA) yang berujung suspensi saham. Kebijakan ini dinilai menjadi pemicu utama seretnya likuiditas. Betapa tidak, saat saham sedang naik tajam dan likuiditas mengalir kencang, BEI merilis pengumuman UMA, yang bisa berujung pada suspensi, likuditas tersendat dan tidak bisa pulih dalam waktu cepat. Kedua kebijakan saham papan pemantauan khusus (PPK) dengan metode perdagangan full action (FCA). Sebenarnya, PPK bertujuan baik, yakni memberikan perlindungan ke investor. Namun, ada satu kriteria saham PPK yang perlu dicoret, yakni suspensi selama lebih dari satu hari bursa, karena aktivitas perdagangan. Artinya, bursa tidak perlu memasukkan saham yang sedang panas ke PPK, lantaran kena suspensi selama dua hari. Sebab, kebijakan ini juga bisa menggerus likuiditas. (Yetede)

Produsen Emas PT Archi Indonesia Bidik Pertumbuhan Produksi 25%

KT1 21 Jun 2025 Investor Daily

Produsen emas PT Archi Indonesia Tbk (ARCI) menargetkan pertumbuhan produksi 25% pada 2025, dibandingkan 2024 sebesar 93,4 kilo ons (koz). Adapun penjualan emas tahun lalu mencapai 97,1 koz. Kenaikan produski 2025 Archi bakalan ditopang penambangan kembali di pit Araren, pembukaan pit baru di bagian utara konsesi, serta dimulainya penambangan bawah tanah. Pada 2024, ARCI mencetak kenaikan pendapatan sebesar 14,2% menjadi US$ 287,6 juta, naik dari 2023 sebesar US$ 249,6 juta. Perseroan mencetak laba bersih sebesar US$ 10,4 juta. Dalam rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST), manajeman Arci menjabarkan strategi solid untuk meningkatkan pertumbuhan produksi dan memperkuat diversifikasi bisnis ke sektor energi terbarukan. Direktur Utama ARCI Rudi Suhendra menyampaikan, hasil 2024 mencerminkan soliditas kinerja operasional dan keuangan Perusahaan. Fokus perseroan ke depan adalah akselerasi  produksi dan pengembangan strategi. Dia menegaskan, sepanjang 2024, ARCI melakukan kegiatan eksplorasi secara intensif dan berkelanjutan pada 427 titik pengeboran dengan total 75.807 meter. Salah satu temuan paling signifikan dari pengeboran eksploirasi terindentifikasi di bagian utara konsesi pada kuartal III-2024. "Ditemukan bijih emas kadar tinggi sebesar 60 gr per ton dengan ketebalan 36m di kedalaman 178-214 m meter. Pengambangan tambang sawah tanah pit Kopra menunjukkan hasil yang positif pada 5 Desember 2024," kata dia. (Yetede)

Harga Energi Naik-Turun, Investor Perlu Cermat

HR1 21 Jun 2025 Kontan (H)
Pasar energi pekan ini mengalami gejolak tajam, didorong ketegangan geopolitik di Timur Tengah. Harga minyak WTI naik 2,91% dalam sepekan ke US$ 75,11 per barel, sementara Brent naik 2,82% ke US$ 76,33. Gas alam melonjak 14,68%, dan batubara naik 1,9%.

Lukman Leong, analis Doo Financial Futures, menilai tensi geopolitik, terutama konflik Israel-Iran, jadi pemicu utama kenaikan harga minyak. Ia memperingatkan bahwa jika Amerika Serikat terlibat langsung, harga minyak bisa terbang ke US$ 90–100 per barel. Namun, dalam jangka panjang Lukman justru memproyeksi harga WTI akan turun ke kisaran US$ 55–60 per barel hingga akhir 2025, karena kelebihan pasokan.

Ibrahim Assuaibi, pengamat mata uang dan komoditas, menilai volatilitas harga energi akan tetap tinggi. Ia menyoroti sikap Presiden AS Donald Trump yang masih belum jelas, sehingga pasar masih bersikap wait and see. Ibrahim juga mencatat koreksi tipis dalam 24 jam terakhir menandakan ketidakpastian masih dominan.

Sutopo Widodo, Presiden Komisioner HFX International Berjangka, menjelaskan bahwa harga batubara dipengaruhi dinamika penawaran-permintaan regional seperti cuaca. Banjir di China mendukung kenaikan harga pekan ini karena menghentikan produksi, tapi ia mengingatkan kelebihan pasokan global masih menekan prospek harga batubara ke depan.

Arne Lohmann Rasmussen, kepala analis A/S Global Risk Management, juga menekankan ketidakpastian yang tinggi, dengan skeptisisme terhadap kemungkinan negosiasi damai antara AS dan Iran dalam dua minggu ke depan.

Meski harga energi naik pekan ini karena ketegangan geopolitik dan faktor musiman (cuaca, persediaan menurun), para analis menilai prospek jangka panjang masih rapuh karena kelebihan pasokan dan ketidakpastian geopolitik yang sulit ditebak.

Korporasi Semarak Terbitkan Obligasi

KT1 21 Jun 2025 Investor Daily (H)
Penerbitan surat utang atau obligasi korporasi semarak terjadi menjelaskan akhir semester pertama tahun ini. Sejumlah emiten besar akan menghadapi siklus puncak jatuh tempo obligasi pada paruh kedua 2025. Investor bisa mencermati obligasi korporasi untuk mendulang untung bukan dari kupon, tetapi juga optimal gain di tengah tren penurunan  suku bunga. Emiten-emiten gede yang menggelar penawaran obligasi di antaranya PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN), PT Tower Bersama Infrastucture Tbk (TBIG), PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA), PT TBS Energi Utama Tbk (TOBA), PT Bumi Resources Tbk (BUMI), dan PT Sampoerna Agro Tbk (SGRO). Berdasarkan prospektus yang dipublikasikan di Koran Investor Daily, CUAN menerbitkan Obligasi Berkelanjutan 1 Tahap 1 Tahun 2025 dengan jumlah pokok sebanyak Rp 650 miliar dan Sukuk Wakalah Berkelanjutan 1 Tahap 1 Tahun  sebanyak Rp 350 miliar. Seluruh dana akan digunakan CUAN sebagai modal kerja anak usahanya, PT Multi Tambang Utama (MUTU), untuk  membiayai kontraktor, pemasok, biaya tenaga kerja, dan beban usaha lainnya. (Yetede)

Korporasi Semarak Terbitkan Obligasi

KT1 21 Jun 2025 Investor Daily (H)
Penerbitan surat utang atau obligasi korporasi semarak terjadi menjelaskan akhir semester pertama tahun ini. Sejumlah emiten besar akan menghadapi siklus puncak jatuh tempo obligasi pada paruh kedua 2025. Investor bisa mencermati obligasi korporasi untuk mendulang untung bukan dari kupon, tetapi juga optimal gain di tengah tren penurunan  suku bunga. Emiten-emiten gede yang menggelar penawaran obligasi di antaranya PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN), PT Tower Bersama Infrastucture Tbk (TBIG), PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA), PT TBS Energi Utama Tbk (TOBA), PT Bumi Resources Tbk (BUMI), dan PT Sampoerna Agro Tbk (SGRO). Berdasarkan prospektus yang dipublikasikan di Koran Investor Daily, CUAN menerbitkan Obligasi Berkelanjutan 1 Tahap 1 Tahun 2025 dengan jumlah pokok sebanyak Rp 650 miliar dan Sukuk Wakalah Berkelanjutan 1 Tahap 1 Tahun  sebanyak Rp 350 miliar. Seluruh dana akan digunakan CUAN sebagai modal kerja anak usahanya, PT Multi Tambang Utama (MUTU), untuk  membiayai kontraktor, pemasok, biaya tenaga kerja, dan beban usaha lainnya. (Yetede)

Berburu Saham Murah CDIA

KT1 20 Jun 2025 Investor Daily (H)

Aksi penawaran umum perdana (public initial offering/IPO) saham PT Chandra Daya Investasi atau CDIA menjadi salah satu IPO calon  emiten raksasa (lighthouse) yang akan banyak diburu tahun ini. Membandroli harga IPO sebesar Rp170-190 per saham, valuasi CDIA dinilai murah. Valuasi murah CDIA ini terefleksi setelah membandingkan dengan emiten sejenis industri seperti saham HGII, PGEO, bahkan saham emiten sesama Grup Barito seperti BREN yang rata-rata valuasinya premium. Sebut misalnya, price-to-earning ratio (PER) rata-rata industri di 14,5x. Belum lagi, price-to-sale value  (PBV) CDIA yang berada di 1,5x-1,6x, lebih rendah ketimbang rata-rata industri di 18,3x.

Sementara dilihat dari net profit margin (NPM), CDIA berada di 30% atau lebih tinggi daripada industri yang rata-rata di 21%. Kemudian, return on equity (RoE) sebesar 3% alias di bawah industri yang 9%, dan debt-to-equity ratio CDIA berada di 0,37x, jauh dibawah rata-rata industri yang berada 1,6x, sebagaimana Indonesia (KSI) yang disusun Analis Senior KSI Sukarno Alatas, Kamis (19/6/2026). Sebaliknya, jika dikomparasikan dengan PER saham lain yang tercatat di IHSG, PER Chandra Daya Investasi terbilang premium. Karena umumnya PER perubahaan lain yang sudah tercatat di BEI berada di 10-20x. Merujuk pada riset Agloresearch, valuasi IPO CDIA yang PER-nya dihargai tinggi oleh pasar. Ini tidak lepas  dari prospek CDIA yang dipandang menjanjikan. (Yetede)

Transformasi Digital Dorong Perluasan Retail

HR1 20 Jun 2025 Kontan
Prospek PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAPI) pada 2025 dinilai tetap solid meskipun menghadapi tantangan di segmen food & beverage (F&B). Laporan keuangan kuartal I 2025 menunjukkan pendapatan segmen kafe dan restoran turun 8,65% yoy menjadi Rp 719,49 miliar. Sebaliknya, segmen penjualan ritel tumbuh 6,71% yoy menjadi Rp 7,79 triliun dan departemen store naik 9,51% yoy menjadi Rp 759,78 miliar.

Abdul Azis Setyo Wibowo, analis Kiwoom Sekuritas, menilai daya beli kelas menengah atas masih terjaga di segmen ritel dan departemen store sehingga margin MAPI tetap solid. Ia juga melihat aksi korporasi MAPI mengambil alih sewa gerai GS Supermarket akan mendorong pertumbuhan departemen store sekaligus mengurangi tekanan pada segmen F&B. Namun, Aziz juga mengingatkan potensi risiko dari ketidakpastian global dan daya beli masyarakat yang melemah, sehingga ia memberikan rekomendasi netral dengan target harga Rp 1.290 per saham.

Jessica Leonardy dari OCBC Sekuritas lebih optimistis. Ia menyoroti rencana MAPI membuka hingga 700 toko baru pada 2025, termasuk 450 toko untuk anak usaha MAP Active (MAPA) yang fokus pada tren gaya hidup sehat dan olahraga. Penjualan internasional MAPA juga tumbuh signifikan, berkontribusi 25% ke total segmen ini. Selain itu, strategi digitalisasi lewat platform MAP Club yang sudah menyumbang 8,6% penjualan total dianggap penting untuk perluas pasar. OCBC memperkirakan pendapatan MAPI naik 8,22% yoy ke Rp 40,94 triliun dan laba bersih tumbuh 13,06% yoy menjadi Rp 1,99 triliun. Jessica memberikan rating buy dengan target harga Rp 1.800.

Indy Naila, Investment Analyst Edvisor Profina Visindo, mengakui risiko pelemahan daya beli masyarakat dan kompetisi ketat di F&B, yang tercermin dari harga saham MAPI yang turun 10,23% dalam sebulan. Namun ia melihat potensi katalis positif jangka pendek dari stimulus pemerintah dan kemungkinan penurunan suku bunga. Karena itu, Indy merekomendasikan akumulasi MAPI dengan target harga Rp 1.500.

Peluang Jumbo dari Saham IPO Baru

HR1 20 Jun 2025 Kontan (H)
Di tengah sepinya aksi initial public offering (IPO) di Bursa Efek Indonesia belakangan ini, muncul rencana IPO besar dari PT Chandra Daya Investasi (CDIA), anak usaha PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) milik taipan Prajogo Pangestu. CDIA menargetkan meraup dana segar hingga Rp 2,37 triliun dengan menawarkan maksimal 12,48 miliar saham pada harga Rp 170–Rp 190 per saham.

IPO CDIA dinilai pasar cukup menarik karena diharapkan bisa mengikuti jejak sukses emiten saudara seperti PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) yang melonjak 685% dari harga IPO-nya, maupun PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) yang melesat lebih dari 5.000% sejak pencatatan perdana. Kartika Sutandi, pengamat pasar modal, menekankan pentingnya melihat siapa pemilik di balik perusahaan, bukan hanya fundamental atau penjamin emisi, agar investor tidak terjebak pada pihak yang hanya ingin meraup uang lalu pergi.

Namun, IPO besar tidak selalu menjamin cuan. Ada contoh IPO seperti PT Yupi Indo Jelly Gum Tbk (YUPI) yang meski meraup Rp 2 triliun saat IPO, kini harganya sudah turun 23%, atau PT Bukalapak.com Tbk (BUKA) yang masih jauh di bawah harga IPO. Irwan Ariston, pengamat pasar modal lain, mengingatkan bahwa banyak saham IPO dijual pada valuasi tinggi. Ia menekankan perlunya investor mengecek jumlah penjatahan, fundamental, prospek sektor, hingga susunan direksi dan komisaris. Menurut Irwan, saat ini banyak saham di pasar sekunder yang bahkan lebih murah valuasinya dibanding saham IPO.

Sementara itu, Sukarno Alatas dari Kiwoom Sekuritas menilai harga penawaran CDIA sebenarnya cenderung murah dibandingkan rata-rata industri. CDIA memiliki price-to-earnings ratio di kisaran 43–48 kali (industri rata-rata 99 kali) dan price-to-book ratio 1,5–1,6 kali (industri 4,5 kali). Namun Sukarno juga mengingatkan risiko tetap ada, seperti volatilitas harga komoditas, penurunan permintaan industri, hingga tantangan lingkungan.

Transformasi Digital Dorong Perluasan Retail

HR1 20 Jun 2025 Kontan
Prospek PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAPI) pada 2025 dinilai tetap solid meskipun menghadapi tantangan di segmen food & beverage (F&B). Laporan keuangan kuartal I 2025 menunjukkan pendapatan segmen kafe dan restoran turun 8,65% yoy menjadi Rp 719,49 miliar. Sebaliknya, segmen penjualan ritel tumbuh 6,71% yoy menjadi Rp 7,79 triliun dan departemen store naik 9,51% yoy menjadi Rp 759,78 miliar.

Abdul Azis Setyo Wibowo, analis Kiwoom Sekuritas, menilai daya beli kelas menengah atas masih terjaga di segmen ritel dan departemen store sehingga margin MAPI tetap solid. Ia juga melihat aksi korporasi MAPI mengambil alih sewa gerai GS Supermarket akan mendorong pertumbuhan departemen store sekaligus mengurangi tekanan pada segmen F&B. Namun, Aziz juga mengingatkan potensi risiko dari ketidakpastian global dan daya beli masyarakat yang melemah, sehingga ia memberikan rekomendasi netral dengan target harga Rp 1.290 per saham.

Jessica Leonardy dari OCBC Sekuritas lebih optimistis. Ia menyoroti rencana MAPI membuka hingga 700 toko baru pada 2025, termasuk 450 toko untuk anak usaha MAP Active (MAPA) yang fokus pada tren gaya hidup sehat dan olahraga. Penjualan internasional MAPA juga tumbuh signifikan, berkontribusi 25% ke total segmen ini. Selain itu, strategi digitalisasi lewat platform MAP Club yang sudah menyumbang 8,6% penjualan total dianggap penting untuk perluas pasar. OCBC memperkirakan pendapatan MAPI naik 8,22% yoy ke Rp 40,94 triliun dan laba bersih tumbuh 13,06% yoy menjadi Rp 1,99 triliun. Jessica memberikan rating buy dengan target harga Rp 1.800.

Indy Naila, Investment Analyst Edvisor Profina Visindo, mengakui risiko pelemahan daya beli masyarakat dan kompetisi ketat di F&B, yang tercermin dari harga saham MAPI yang turun 10,23% dalam sebulan. Namun ia melihat potensi katalis positif jangka pendek dari stimulus pemerintah dan kemungkinan penurunan suku bunga. Karena itu, Indy merekomendasikan akumulasi MAPI dengan target harga Rp 1.500.