Ekspor
( 1055 )Dewan Penunjang Ekspor Dibentuk Bantu UMKM
Kementerian Perdagangan (Kemendag) bakal membentuk Dewan Penunjang Ekspor sebagai upaya untuk meningkatkan ekspor produk usaha mikro kecil, dan menengah (UMKM).
Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi mengatakan, pada dasarnya Kemendag telah memiliki Direktorat Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional, maka nantinya Dewan Penunjang Ekspor akan dikembangkan dari direktorat tersebut.
“Jadi Dewan Penunjang Ekspor tersebut sebagai badan yang bisa mempelajari dan mengeksekusikan pasar tertentu, “ ujar Lutfi.
Menurut dia, saat ini ada dua pasar utama yang bisa dikerjakan. yakni Indonesia Islamic Fashion dan Indonesia Halal Industry. Keduanya perlu dikembangkan lebih dulu untuk pasar dalam negeri.
RI Selalu Jadi 5 Besar Negara Pengekspor Ikan Hias
Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono meresmikan Pusat Koi dan Maskoki Nusantara di Raiser Ikan Hias Cibinong, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, dalam rangka menyiasati semakin pesatnya peluang ekspor komoditas ikan hias Indonesia.
Berdasarkan catatan KKP, ekspor ikan hias Indonesia senilai US$ 33 juta pada 2019, meningkat signifikan dari tahun 2012 sebesar US$ 21 juta. Selain itu, nilai ekspor ikan hias Indonesia pada 2019 tersebut juga merupakan 10,5 persen dari pasar ikan hias dunia.
Komoditas ikan hias ekspor Indonesia antara lain adalah napoleon wrasse, arwana, cupang hias, dan maskoki. Sedangkan negara tujuan utama ekspor ikan hias Indonesia adalah Cina, Amerika, Rusia, Kanada, dan Singapura.
Menteri Trenggono mengatakan optimalisasi potensi produksi dan ekspor ikan hias Indonesia ke pasar dunia dalam pengembangannya harus tetap memperhatikan perlindungan dan pelestarian. Ketelusuran, sertifikasi, registrasi dan prinsip kehati-hatian juga harus menjadi perhatian.
Direktur Jenderal Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan (PDSPKP), Artati Widiarti menerangkan bahwa Indonesia memiliki 4.552 jenis spesies ikan hias. Bahkan 440 di antaranya merupakan endemik tersebar di seluruh wilayah Indonesia.
Nilai Ekspor Sumut Masih Terbesar ke AS
Nilai ekspor melalui pelabuhan muat di wilayah Sumatera Utara pada bulan Januari 2021 mengalami kenaikan dibandingkan bulan Desember 2020, yaitu dari 748,58 juta dolar AS menjadi 799,21 juta dolar AS atau naik sebesar 6,76%.
Kepala BPS (Badan Pusat Statistik) Provinsi Sumatera Utara Syech Suhaimi dalam live streaming , Senin (1/3). Disebutnya, golongan barang yang mengalami kenaikan nilai ekspor terbesar di provinsi ini pada Januari 2021 terhadap Desember 2020 adalah golongan lemak dan minyak hewan/nabati sebesar 67,30 juta dolar AS 0 (23,72%).
Ia merinci, ekspor ke Amerika Serikat pada Januari 2021 yang terbesar yaitu 81,84 juta dolar AS diikuti Tiongkok sebesar 69,76 juta dolar AS dan India sebesar 63,19 juta dolar AS dengan kontribusi ketiganya mencapai 26,88%, ungkapnya.
Impor Sapi Bakalan, Amerika Latin Jadi Pemasok Alternatif
Bisnis, Jakarta - Anomali harga sapi bakalan di Australia memaksa para pengusaha penggemukan sapi (feedloter) Tanah Air mencari alternatif suplai dari Meksiko dan Brasil. Turunnya populasi sapi bakalan di Negeri Kangguru menyebabkan utilisasi kandang penggemukan nasional hanya mencapai 50% atau 300.000 - 350.000 ekor dalam setahun. Pada masa normal, keterisian kandang penggemukan bisa mencapai 700.000 ekor atau 70% dari kapasitas total. Mengantisipasi isu tersebut, pengusaha dan pemerintah sedang mendiskusikan probabilitas mengimpor sapi bakalan dari Meksiko, yang telah dinyatakan. bebas penyakit mulut dan kuku (PMK) dan bisa melakukan pengiriman sapi hidup. Perburuan alternatif pemasok disebut sudah mendesak mengingat Australia mulai mendiversifikasikan pasar untuk sapi bakalannya. Terdapat pula usulan untuk mengimpor sapi bakalan dari Brasil.
Dari segi harga, sapi asal Autralia biasanya masih bersaing dengan harga sapi produksi negara-negara Amerika Selatan seperti Brasil dan Argentina. Namun, sejak populasi tergganggu, pasokan sapi di Negeri Kangguru makin ketat dan berimbas pada naiknya harga. Harga sapi Australia bahkan mulai melampaui harga sapi Amerika Serikat yang secara historis lebih mahal. Langkah untuk mencari negara pemasok sapi bakalan alternatif yang baru mengemuka dalam beberapa bulan terakhir cenderung terlambat. Indonesia seharusnya bisa mengantisipasi ketatnya pasokan sapi bakalan Australia sejak awal karena kenaikan harga mulai terjadi pada pertengahan 2020.
Bisnis penggemukan sapi di dalam negeri memang cenderung rapuh dan sangat tergantung pada kondisi pasokan di negara asal. Selain itu, mendatangkansapi bakalan dari negara alternatif di Amerika Selatan bukanlah perkara mudah. Pelaku usaha harus mempertimbangkan logistik yang berpotensi lebih mahal karena jarak yang lebih jauh. Sementara itu, pemerintah sejauh ini belum menerbitkan rekomendasi impor sapi bakalan baik dari Meksiko maupun dari Brasil. Brasil belum masuk dapat negara pemasok karena belum bebas dari PMK. Meksiko telah menjadi negara yang memenuhi syarat untuk melakukan pengiriman sapi hidup ke Indonesia sejak 2016. Rekomendasi impor juga pernah diterbitkan oleh Kementrian Pertanian, tetapi belum pernah direalisasikan.
(Oleh - IDS)
Kopi Khas Karo Binaan Pertamina Diekspor Hingga Negeri Piramida
PT Pertamina (Persero) melalui Program Kemitraan selalu berupaya menumbuhkan optimisme setiap UKM binaannya. Hal itu ditegaskan, Taufikurahman Unit Manager Communication, Relation & CSR PT Pertamina (Persero) Marketing Operation (MOR) I, Selasa (2/3) di Medan.
Ditambahkan, seperti yang dirasakan pemilik UKM Fitri Coffee, Abdianto. Baru beberapa bulan menjadi mitra binaan, ia selangkah lebih dekat untuk dapat mengantongi beberapa sertifikat untuk usaha kopi khas Karo miliknya. “Saya mendapat kesempatan mengikuti Pertamina UMKM Academy dan setelahnya langsung dibantu mengurus BPOM, HaKi, dan Halal. Sangat bersyukur” ujarnya.
Dengan tercapainya beberapa indikator UKM naik kelas yang digapai Fitri Kopi, turut berimbas pada pemasaran yang lebih luas. Untuk di dalam negeri, produknya sudah dijual di hampir seluruh wilayah Sumatera, Jawa dan Kalimantan. Sedangkan di luar negeri, kopi aromatik ini sudah menjangkau negeri piramida Mesir.
Senior Vice President Corporate Communications & Investor Relations Pertamina, Agus Suprijanto menambahkan, Pertamina akan mendukung pengembangan produk-produk lokal seperti yang dilakukan Abdianto. Sehingga dapat mendukung kemajuan potensi ekonomi daerah hingga nasional bahkan luar negeri.
Pelindo I Siapkan Kuala Tanjung Jadi Pusat Logistik
Jakarta - PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) I (Persero) menyiapkan Pelabuhan Kuala Tanjung, Sumatera Utara, sebagai the next logistic and supply chain hub atau pusat logistik dan rantai pasok di Indonesia. Badan usaha milik negara (BUMN) tersebut gencar mengajak para pelaku usaha untuk bersama-sama mengoptimalkan potensi pelabuhan ini. PT Pelindo I tercatat mengelola 15 cabang pelabuhan, delapan kawasan pelabuhan, satu unit usaha, dan lima anak usaha yang berlokasi di empat provinsi di Pulau Sumatra, yang cabang-cabangnya sebagian besar tersebar di jalur Selat Malaka yang merupakan selat tersibuk di dunia.
Terdapat potensi di Pelabuhan Kuala Tanjung yang berhadapan langsung dengan Selat Malaka. Selain itu, hinterland Pelabuhan Kuala Tanjung didominasi produk pertanian, perkebunan, dan pertambangan yang berpotensi luas diolah lebih lanjut oleh para pelaku industri. Diharapkan ada industri-industri yang masuk mengolah komoditas di Sumatera. Hal tersebut bertujuan agar growth pelabuhan tersebut menjadi baik. Pelabuhan Kuala Tanjung memiliki kapasitas 600.000 twenty foot equivalent units (TEUs) per tahun dan siap menarik kedatangan kapal sekelas mother vessel.
(Oleh - IDS)
Optimis Ekspor Pertanian Meningkat - Hilirisasi Industri Sawit di Kalsel Mulai Berjalan
Kepala Dinas Perdagangan Kalsel, Birhasani, menyambut baik dan mengapresiasi peningkatan ekspor dalam bentuk hasil olahan sawit.
Melansir data Badan Pusat Statistik (BPS), subsektor perkebunan merupakan salah satu subsektor yang cukup besar kontribusinya terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) yaitu sekitar 1,13 persen di tahun 2020. Dua komoditas perkebunan unggulannya adalah karet dan minyak sawit.
Kementerian Pertanian melalui Karantina Pertanian Banjarmasin memberikan fasilitasi ekspor pada 26,9 ribu ton minyak kelapa sawit Kalsel senilai Rp 386,86 miliar dengan tujuan ekspor dua negara yakni Malaysia dan Ukraina.
Tercatat hingga minggu ke-2 Februari 2021 sebanyak 26,9 ribu ton telah berhasil diekspor ke dua negara, antara lain Malaysia dan Ukraina. Sementara pada periode sama tahun lalu hanya berhasil membukukan 24 ribu ton saja.
Kali Pertama Ekspor Olahan Unggas ke Qatar
PT Charoen Pokphand Indonesia melakukan pelepasan ekspor produk olahan unggas Indonesia untuk pertama kalinya ke Qatar dari kantor pusatnya yang berada di Ancol, Jakarta Utara, Rabu (24/2).
PT Charoen Pokphand Indonesia bersepakat untuk melakukan ekspor produk olahan unggas minimal sebanyak 21.600 kilogram sepanjang 2021.
Realisasi ekspor produk agro PT Charoen Pokphand Indonesia sudah dipasarkan terhitung sejak 2017. Ketika itu, mereka pertama kali melakukan pengiriman ke Papua Nugini.
Laksana Ekspor Delapan Bus ke Bangladesh
Perusahaan Karoseri asal Semarang. Jawa Tengah, Laksana, mengekspor delapan unit bus Legacy SR2 Double Decker ke Bangladesh, Minggu (21/2).
Communication Manager CV Laksana, Candra Dewi mengatakan, ekspor ke Bangladesh menjadi yang pertama pada 2021. “Kemarin dikirim delapan unit ke Bangladesh lewat pengiriman standar biasa pakai kapal dari Pelabuhan Tanjung Priok, “ tutur Candra Dewi yang dikutip Tribunnews, Senin (22/2).
Sebelumnya, Kementerian Perdagangan menargetkan perjanjian dagang Indonesia - Australia Comprehensive Economic Partnership Agreement (IA-CEPA) agar bisa menggenjot nilai ekspor otomotif tahun ini.
Dia berharap Indonesia bisa menjual paling tidak 100.000 unit tambahan ke Negeri Kangguru pada 2021, “Kalau kita bisa jual 100. 000 mobil, maka nilai ekspor bisa kita naikkan dari 6,6 miliar dolar AS pada 2020 menjadi mendekati 10 miliar dolar AS,” katanya.
Minyak Nabati Kalsel Tembus Ukraina
Kepala Balai Karantina Pertanian Kelas 1 Banjarmasin Nur Hartanto, Senin (22/2/2021), mengatakan, untuk pertama kalinya, Kementerian Pertanian melalui Balai Karantina Pertanian Banjarmasin memfasilitasi ekspor 26.900 ton minyak nabati ke Malaysia dan Ukraina “Nilai ekspor produk olahan kelapa sawit ke dua negara tersebut sebesar Rp 386,86 miliar,” ujarnya melalui siaran pers, Senin.
Berdasarkan data sistem perkarantinaan (IQFAST System), ekspor minyak nabati ini dilakukan PT Sime Darby Oils (SDO) Kotabaru. Pada tahun lalu, PT SDO telah 19 kali mengekspor komoditas tersebut senilai total Rp 881,98 miliar ke enam negara, yaitu China, Vietnam, Korea Selatan, Filipina, Thailand, dan Turki.
Pilihan Editor
-
Momentum Harga Minyak Mentah
30 Mar 2020 -
Mudik Picu Ledakan Kasus di Daerah
27 Mar 2020









