;
Tags

Ekonomi Internasional

( 642 )

Australia Kian Serius Jadikan RI Mitra Strategis

HR1 16 May 2025 Bisnis Indonesia

Pertemuan bilateral antara Perdana Menteri Australia Anthony Albanese dan Presiden Indonesia Prabowo Subianto menegaskan komitmen kuat kedua negara dalam mempererat hubungan strategis di kawasan Asia Tenggara dan Indo-Pasifik. PM Albanese menyatakan bahwa Indonesia merupakan mitra penting bagi Australia dalam mendorong kemakmuran, keamanan, dan stabilitas regional, sembari menekankan kunjungannya ke Indonesia sebagai bentuk nyata dari prioritas hubungan bilateral ini.

Presiden Prabowo menyambut baik dukungan Australia terhadap Indonesia, termasuk kemudahan visa bisnis lima tahun, fasilitas pendidikan bagi pelajar Indonesia di Australia, serta dukungan atas pencalonan Indonesia di CPTPP dan OECD. Ia juga mengapresiasi peran aktif Australia dalam mendorong keterlibatan Indonesia di kawasan Pasifik Selatan.

Kedua pemimpin menunjukkan tekad bersama untuk memperkuat kerja sama lintas bidang, menjadikan hubungan Indonesia-Australia semakin strategis dan saling menguntungkan di tengah dinamika geopolitik kawasan.



Presiden Donald Trump Memulai Lawatannya ke Negara-Negara di Kawasan Teluk

KT1 14 May 2025 Investor Daily
Presiden Donald Trump memulai lawatannya ke negara-negara di kawasan Teluk dengan fokus mencapai kesepakatan investasi besar-besaran, ketimbang menyelesaikan masalah-masalah keamanan di Timur Tengah. Arab Saudi menjadi negara pertama yang disambanginya pada Selasa (13/5/2025). Dalam kunjungan ke Saudi, Trump didampingi sejumlah pengusaha AS, termasuk Elon Musk, dan ketibaannya di bandara di Riyadh disambut oleh Putra Mahkota Mohammed bin Salman (MBS). Ada pun agenda yang dijalani Trump, memulai perjalanan dari Riyadh untuk menghadiri "Forum Investasi Saudi-AS" dan melanjutkan ke Qatar pada Rabu (14/05/2025). Ia tidak dijadwalkan singgah  ke Israel, sehingga menimbulkan pertanyaan tentang posisi sekutu dekatnya itu dalam prioritas Negeri Paman Sam. "Meskipun energi tetaP menjadi landasan hubungan kami, investasi dan peluangn bisnis di kerajaan telah berkembang dan berlipat ganda berkali-kali lipat. Sebagai hasilnya ketika orang Saudi dan Amerika bergabung, hal-hal yang sangat baik terjadi, lebih sering dari ada tidak hal-hal besar terjadi ketika usaha patungan itu terjadi," ujar Menteri Investasi Saudi Khalid al-Falih, yang dilansir Reuters. Trump sendiri berharap membawa pulang investasi triliunan dolar dari para produsen minyak di Teluk. Dalam sebuah pertemuan di Istana Kerajaan, Trump menyebut putra mahkota  Saudi sebagai seorang teman dan mengatakan memiliki hubunganm yang baik. Demikian laporan Wall Street Journal. (Yetede)

Penundaan Tarif Impor Bawa Dampak Tak Ringan

HR1 14 May 2025 Kontan (H)

Kesepakatan sementara antara Amerika Serikat dan China untuk menurunkan tarif impor menciptakan harapan meredanya ketegangan dagang global dan memicu penguatan di pasar saham dunia, termasuk peluang penguatan jangka pendek di Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Namun, prospek jangka panjang IHSG masih dibayangi ketidakpastian dan sentimen negatif.

Beberapa tokoh penting dalam artikel ini memberikan pandangan yang bernuansa hati-hati:

Liza Camelia Suryanata, Kepala Riset Kiwoom Sekuritas, menilai kesepakatan ini memang bisa mendorong investor global melirik pasar negara berkembang, tapi realokasi dana bisa saja justru terjadi ke pasar AS dan China, mengingat arus dana asing di Indonesia masih mencatat net sell hingga Rp 54 triliun sejak awal tahun. Liza juga memperingatkan bahwa IHSG berada di level resistance psikologis 6.970–7.000, yang rawan koreksi.

Ezaridho Ibnutama, Kepala Riset NH Korindo Sekuritas, menyatakan bahwa penguatan IHSG kemungkinan hanya bersifat sementara, karena fundamental ekonomi domestik masih lemah, tercermin dari pertumbuhan PDB kuartal I-2025 yang hanya 4,87% yoy. Ia juga menyoroti krisis likuiditas dan tekanan jual investor asing sebagai hambatan utama.

Budi Frensidy, pengamat pasar modal dari Universitas Indonesia, melihat peluang bahwa investor domestik akan menjadi penopang pasar jika terjadi aksi jual asing, menyusul optimisme dari kesepakatan dagang tersebut.

Meskipun ada sinyal positif dari luar negeri, pasar saham Indonesia masih menghadapi tantangan besar dari sisi arus modal dan kondisi ekonomi dalam negeri, sehingga penguatan IHSG diperkirakan bersifat terbatas dan rentan koreksi dalam waktu dekat.

Kadin Menangkap Banyak Peluang Dagang Antara Indonesia dan Amerika Serikat

KT1 13 May 2025 Investor Daily
Kamar dagang dan Industri (Kadin) Indonesia menangkap banyak peluang dagang antara Indonesia dan Amerika Serikat (AS) saat melakukan kunjungan ke Negeri Paman Sam dan bertemu dengan banyak pengusaha di sana. Dengan peluang  yang ada, Ketua Umum Kadin Indonesia Anindya Novyan Bakrie mengungkapkan, nilai perdagangan Indonesia -AS dapat menembus angka US$ 80 miliatr atau dua kali lipat setelah proses negosiasi tarif resiprokal. "Prediksi kami di Kadin, kalau antara ekspor dan impor (Indonesia-AS) itu US$ 39-40 miliar kurang lebih. Dalam waktu 2-3 tahun, bisa menjadi US$ 120 miliar. Kalau misalnya kita menyiasati benar," kata dia. Pria yang akrab dipanggil Anin ini merinci Presiden AS Donald Trump memegang data yang mencatatkan nilai ekspor Indonesia ke AS sekitar US$ 25 miliar dan impor US$ 13 miliar. Dengan demikian, total nilai perdagangan  kedua negara saat ini sekitar US$ 40 miliar. Dia menerangkan, surplus perdagangan Indonesia terhadap AS yang sekitar US$ 18 miliar dolar AS rencananya akan diseimbangkan. Hal ini terkait negosiasi tarif yang dibuka oleh AS dengan permintaan nilai ekspor-impor Indonesia-AS menjadi setara. Sehingga, total perdagangan kedua negara diprediksi naik menjadi US$ 58 miliar atau hampir US$ 60 miliar. (Yetede)

Deregulasi Setangah Hati

KT1 13 May 2025 Investor Daily (H)
Kita memasuki kuartal II-2025 dengan perasaan was-was apakah kinerja ekonomi Indonesia akan lebih baik dibanding kuartal 1 lalu. Mengapa? Sebab, pertumbuhan pada kuartal 1-2025 tercatat sebesar 4,87% secara tahunan, sedikit lebih rendah dari perkiraan  4,91% dan turun dibandingkan ekspansi 5,02% pada kuartal IV tahun 2024. Ini merupakan pertumbuhan paling lambat sejak kuartal I-2025 dari 7,63% kuartal IV-2024, mencerminkan lemahnya permintaan global, sementara impor juga melambat tajam menjadi 3,96% dari 10,36% pada kuartal IV. Dari sisi produksi, pertumbuhan melambat pada sektor manufaktur, sebesar 4,55% vs 4,89%, perdagangan grosir dan eceran, 5,03$ vs 5,19%, serta perumahan, 2,94% vs 2,97%, sedangkan sektor pertambangan mengalami kontraksi 1,23% vs 3,95%. Pemerintah tetap menargetkan pertumbuhan PDB sebesar 5,2% untuk tahun 2025. Namun, Menteri Keuangan meningatkan, kebijakan tarif baru dari AS dapat memangkas pertumbuhan PDB sebesar 0,3 hingga 0,5 poin presentase. Memang kebijakan Presiden Donald Trump untuk menaikkan tarif mulai 5 April 2025 mnejadi 10% pada barang impor dari hampir semua negara dan lebih tinggi untuk RRT membuat semua negara dan pelaku bisnis harus melakukan kalkulasi ulang. Apalagi tiga bulan setelah agresif tarif Trump ini atau pada Juli 2025 nanti, Trump akan memberlakukan tarif unilateral lebih tinggi dengan besaran yang berbeda untuk negara berbeda. (Yetede)

Mobil China Kini Dominasi dan Mengguncang Penjualan Jepang

KT1 10 May 2025 Investor Daily (H)
Mobil China menggoyang dominasi pabrikan Jepang di pasar Indonesia. Ini terlihat jelas pada lonjakan penjualan dan pangsa pasar di mobil China, sedangkan Jepang turun dalam. Berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) yang diolah Investor Daily. Per Maret 2025, penjualan mobil China melonjak 153% menjadi 20.672 nit, dibandingkan periode sama tahun lalu 8.148 unit, di tengah penurunan pasar mobil sebesar 4,75% menjadi 205.160 unit dari 215.160 unit dari 215.250 unit. Tak ayal lagi, pangsa pasar pemain China melesat dari 10%. Sebaliknya, pangsa pasar mobil Jepang turun cukup dalam dari 91,7% menjadi 85,6% menjadi 10%. . Mayoritas pemain Jepang, kecuali Toyota, mencetak penurunan penjualan per Maret 2025. Daihatsu mencetak penurunan penjualan terdalam, mencapai 23,9% menjadi 34.999 unit, Suzuki 20,4% menjadi 14.174 unit, Mitsubishi 15,6% menjadi 21.692 unit, dan Izusu 13,7% menjadi 5.911 unit. Hanya Toyota yang mampu membukukan pertumbuhan penjualan sebesar 5% menjadi 68.955 unit. Toyota sejauh ini masih merajai pasar mobil domestik dengan pangsa pasar 33,6%. Namun, pemain Jepang lainnya mencetak penurunan pangsa pasar yang dalam akibat melorotnya penjualan. (Yetede)

BI Memutuskan untuk Mempertahankan BI-Rate Sebesar 5,75%

KT1 10 May 2025 Investor Daily (H)
Dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia pada 22-23 April 2025, BI memutuskan untuk mempertahankan BI-Rate sebesar 5,75%, suku bunga Deposit Facility 5,00%, dan suku bunga Lending Facility 6,50%. Di sisi lain, Bank Sentral Amerika Serikat Federal Reserve atau The Fed mempertahankan suku  juga acuan sebesar 4,25%-4,50% dalam federal Open market Committe atau FOMC periode Mei 2025. The Fed  memeprtahankan suku bunga acuan seiring meluaskany kekhawatiran  atas tarif yang diberlakukan terhadap mitra dagang utama AS. Hal ini berartu Bank Sentral AS tersebut sejak mempertahankan suku bunga sejak pertemuan pada Januari dan Maret tahun ini. "Waktu yang realistis untuk penuruan suku bunga acuan lebih lanjut adalah pada semester II tahun 2025, dengan catat bawa kondisi global mulai membaik dan tekanan inflasi tetap rendah," kata pakar ekonomi Fakultas Ekonomi dan bisnis Universitas Arilangga Tika Widiastuti kepada Investor Daily. Dia mengatakan, indikator domestik seperti pertumbuhan ekonomi yang melambat dan permintaan kredit yang lemah juga menjadi pertimbangan yang penting. (Yetede)

Ekspor China Melampaui Proyeksi April 2025

KT1 10 May 2025 Investor Daily (H)
Ekspor China melampaui proyeksi April 2025, yang didorong oleh lonjakan permintaan bahan baku dari para produsen luar negeri, yang bergerak cepat mengirimi barang selama masa jeda pengenaan tarif selama 90 hari, yang ditetapkan Presiden AS Donald Trump. Data bea cukai yang dirilis pada Jumat (09/05/2025) menunjukkan pengiriman barang keluar China naik 8,1% year on year (yoy) untuk April 2025. Angka ini melampaui prediksi kenaikan 1,9% dalam jajak pendapat Reuters terhadap para ekonom, tetapi melambat dari lonjakan 12,4% pada Maret. Pabrikan di China berlomba melakukan ekspor untuk menantisipasi bea masuk  lebih tinggi, tetapi sekarang menunggu hasil negosiasi awal tarif antara tin negosiator AS dan China, yang dijadwalkan berlangsung di Jenewa, Swiss pada Sabtu (10/05/2025). Data tersebut juga menunjukkan, impor turun 0,2%. Dibandingkan ekspektasi penurunan 5,9%, data terbaru ini meunjukkan bahwa permintaan domestik China tahan banting daripada perkiraan. Tapi pemerintah China juga terus mengambil langkah-langkah untuk menyokong ekonomi negara yang bernilai US$ 19 triliun. (Yetede)

Ekspor China Melampaui Proyeksi April 2025

KT1 10 May 2025 Investor Daily (H)
Ekspor China melampaui proyeksi April 2025, yang didorong oleh lonjakan permintaan bahan baku dari para produsen luar negeri, yang bergerak cepat mengirimi barang selama masa jeda pengenaan tarif selama 90 hari, yang ditetapkan Presiden AS Donald Trump. Data bea cukai yang dirilis pada Jumat (09/05/2025) menunjukkan pengiriman barang keluar China naik 8,1% year on year (yoy) untuk April 2025. Angka ini melampaui prediksi kenaikan 1,9% dalam jajak pendapat Reuters terhadap para ekonom, tetapi melambat dari lonjakan 12,4% pada Maret. Pabrikan di China berlomba melakukan ekspor untuk menantisipasi bea masuk  lebih tinggi, tetapi sekarang menunggu hasil negosiasi awal tarif antara tin negosiator AS dan China, yang dijadwalkan berlangsung di Jenewa, Swiss pada Sabtu (10/05/2025). Data tersebut juga menunjukkan, impor turun 0,2%. Dibandingkan ekspektasi penurunan 5,9%, data terbaru ini meunjukkan bahwa permintaan domestik China tahan banting daripada perkiraan. Tapi pemerintah China juga terus mengambil langkah-langkah untuk menyokong ekonomi negara yang bernilai US$ 19 triliun. (Yetede)

Tarif Trump dan Dampak Buruknya

KT1 06 May 2025 Investor Daily (H)
Perdebatan mengenai kebijakan tarif  agresif Trump  terus berlanjut antara para akademisi, pelaku usaha, dan pemerintah di seluruh dunia. Mereka mempertanyakan berapa lama ini dapat bertahan, dan bisakah mencapai tujuan yang diinginkan? Sebulan setelah Trump mengumumkan tarif besar-besaran yang ia sebut sebagai deklarasi. "Hari Pembebasan", banyak pengamat memperingatkan bahwa kebijakan ini menandai awal dari kemunduran ekonomi AS, negara yang telah memegang status adi daya selama hampir delapan dekade. Tanda-tanda dini sudah mulai terlihat. Ekonomi AS mengalami kontraksi sebesar 0,3% pada kuartal 1 tahun 2025  bahkan sebelum 2 April ketika Trump mengumumkan kenaikan tarif terhadap hampir seluruh mitra dagang AS. Tak memerlukan rocket science atau ilmu roket untuk meramalkan bahwa rezim tarif sebesar ini lebih mungkin menimbulkan kerugian besar ketimbang manfaat. Analisis ekonomi umumnya menyoroti dampak negatif dari  proteksionisme, khususnya  terhadap kelas pekerja, dan menyatakan bahwa keberhasilan kebijakan tersebut akan sangat bergantung pada reaksi negara-negara lain, kondisi ekonomi global secara keseluruhan, dan faktor-faktor lainnya. (Yetede)