Ekonomi Internasional
( 635 )UE Mengumpulkan Info Tentang Bisnis di AS
Asean Harus Bersatu Padu Mengatasi Tarif AS
AS-China Tunjukkan Kemajuan Sepakat untuk Negosiasi
G7 Janji Mengatasi Ketimpangan Ekonomi Global
Indonesia di Era De-Risking
Konflik India-Pakistan Dapat Mempengaruhi Ekspor Sawit Indonesia
Pertumbuhan Ekonomi Indonesia pada 2026 yang Ditargetkan 5,2%-5,8%
Pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2026 yang ditargetkan 5,2%-5,8% dinilai sebagai langkah yang terlalu kecil dan tidak mencerminkan ambisi yang cukup kuat untuk mendorong lopmatan pembangunan, termasuk untuk mengapai pertumbuhan ekonomi 8%. Padahal, Indonesia memerlukan lebih dari sekedar pertumbuhan yang moderat bila ingin lepas dari jebakan negara berpendapatan menengah (middle income trap) sebagai syarat untuk menjadi negara maju. Target pertumbuhan ekonomi tahun depan yang kurang "berani" itu ditengarai karena masih mengandalkan formula lama yakni konsumsi rumah tangga sebagai motor utama. Sementara ketergantungan berlebih terhadap konsumsi domestik menyimpan risiko sendiri.
Saat kenaikan harga menekan dan pendapatan melemah, daya beli masyarakat akan cepat tergerus. Selain itu, ekonomi berbasis konsumsi tanpa disertai transformasi produksi, hanya menciptakan pertumbuhan semu. Melalui reformasi struktural yang berani dan konsisten, pertumbuhan ekonomi tinggi bukanlah hal yang dibuktikan oleh sejumlah negara. Melalui reformasi struktural, pemerintah perlu membalik strategi dengan memperkuat sektor tradable (sektor yang output-nya adalah barang dan jasa yang diperdagangkan secara internasional) dan memperluas industrialisasi bernilai tambah tinggi yang mampu menciptakan pekerjaan formal secara masif dan berkelanjutan. (Yetede)
Minat Investor ke SBN Makin Tinggi
Perdagangan Global Melambat
RI Gaet Modal Thailand untuk Proyek Strategis
Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmennya untuk mempererat hubungan strategis Indonesia-Thailand melalui sektor energi dan investasi. Dalam pertemuan dengan Perdana Menteri Thailand Paetongtarn Shinawatra di Government House, Prabowo secara terbuka mengundang entitas asal Thailand untuk berpartisipasi dalam pengembangan sektor energi di Indonesia, termasuk transisi ke energi bersih dan energi terbarukan.
Sebagai langkah nyata, Indonesia akan mengaktifkan kembali Indonesia-Thailand Energy Forum tahun ini, yang menjadi wadah penting untuk dialog dan kerja sama strategis di bidang energi antara kedua negara. Di sisi lain, kerja sama investasi juga diperkuat melalui pemanfaatan platform sovereign wealth fund (SWF), di mana Indonesia akan menggunakan Danantara sebagai kendaraan utama investasi lintas negara.
Menurut Menteri Luar Negeri Sugiono, kerja sama ini merupakan tindak lanjut dari diplomasi ekonomi kedua negara dan menunjukkan kesiapan Danantara sebagai superholding yang memiliki mandat mengelola investasi strategis. Ia juga menyoroti peran penting Thaksin Shinawatra, mantan Perdana Menteri Thailand sekaligus ayah PM Paetongtarn, yang kini menjadi bagian dari Dewan Pengawas Danantara, sebagai simbol kedekatan dan kepercayaan antara kedua negara.
Secara keseluruhan, langkah Presiden Prabowo ini mencerminkan arah kebijakan luar negeri yang pro-investasi dan memperkuat ketahanan energi nasional melalui kemitraan regional yang inklusif, strategis, dan berkelanjutan.
Pilihan Editor
-
Credit Suisse Tepis Krisis Perbankan
17 Mar 2023 -
Tren Thrifting Matikan Industri TPT
13 Mar 2023 -
Proyek MRT East-West Dikebut
24 Jan 2023









