Tags
Tambang
( 85 )Antam Siap Membangun Smelter di Papua
budi6271
08 Feb 2019 Kontan
PT Aneka tambang Tbk tengah fokus mengakselerasi program hilirisasi mineral. Antam siap membangun pabrik pemurnian dan pengolahan (smelter) nikel di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Sorong, Papua Barat. Saat ini, Antam sedang proses finalisasi menentukan mitra pembangunan smelter. Calon mitra sudah mengerucut pada dua perusahaan dari Filipina dan Tiongkok.
Antam menetapkan syarat bagi calon mitranya, yakni memiliki market share atas produknya, berpengalaman dan menguasai teknologi, plus memiliki kemampuan finansial. Investasi proyek smelter ini diprediksi US$ 1 miliar. Namun nilai itu bisa berkurang, tergantung teknologi yang akan digunakan. Sorong dipih karena mempertimbangkan infrastruktur, termasuk pasokan air untuk smelter.
Antam menetapkan syarat bagi calon mitranya, yakni memiliki market share atas produknya, berpengalaman dan menguasai teknologi, plus memiliki kemampuan finansial. Investasi proyek smelter ini diprediksi US$ 1 miliar. Namun nilai itu bisa berkurang, tergantung teknologi yang akan digunakan. Sorong dipih karena mempertimbangkan infrastruktur, termasuk pasokan air untuk smelter.
Inalum Ikut Menanggung Biaya Smelter Freeport
budi6271
29 Jan 2019 Kontan
Laporan keuangan Freeport McMoran Inc (FCX) yang terbit pekan lalu menyebutkan, investasi dalam pembangunan smelter mencapai US$ 3 miliar. Dana investasi tersebut akan ditanggung oleh para pemegang saham. Jika dihitung, Inalum selaku pemegang 51% saham Freeport kebagian US$ 1,53 miliar.
Smelter akan memiliki kapasitas input 2 juta ton konsentrat per tahun dan kapasitas output 460.000 ton katoda tembaga. Proyek smelter akan rampung dalam lima tahun setelah Kontrak Karya berubah menjadi Izin Usaha Pertambangan Khusus (IUPK) pada Desember 2018.
Head of Corporate Communication and Government Relation PT Inalum mengklaim pendanaan smelter akan diambil dari internal Freeport Indonesia. Tidak ada dana yang keluar dari Inalum. Pengamat Energi dan Ekonomi UGM, Fahmy Radhi menilai, kewajiban pembangunan smelter merupakan kewajiban Freeport Indonesia sebelum divestasi, sehingga jika sekarang dibebankan setengahnya ke Inalum maka tidak fair.
Smelter akan memiliki kapasitas input 2 juta ton konsentrat per tahun dan kapasitas output 460.000 ton katoda tembaga. Proyek smelter akan rampung dalam lima tahun setelah Kontrak Karya berubah menjadi Izin Usaha Pertambangan Khusus (IUPK) pada Desember 2018.
Head of Corporate Communication and Government Relation PT Inalum mengklaim pendanaan smelter akan diambil dari internal Freeport Indonesia. Tidak ada dana yang keluar dari Inalum. Pengamat Energi dan Ekonomi UGM, Fahmy Radhi menilai, kewajiban pembangunan smelter merupakan kewajiban Freeport Indonesia sebelum divestasi, sehingga jika sekarang dibebankan setengahnya ke Inalum maka tidak fair.
Ombudsman RI Minta Lelang Tambang Diulang
budi6271
28 Jan 2019 Kontan
Ombudsman menilai ada maladministrasi dalam proses lelang dua blok tambang, yaitu Blok Bahodopi Utara di Sulawesi Tengah dan Blok Matarape di Sulawesi Tenggara. Dirjen Minerba Kementerian ESDM menyatakan pihaknya masih melakukan evaluasi untuk menanggapi laporan Ombudsman RI.
Investasi Pertambangan Diperkirakan Stagnan
budi6271
10 Jan 2019 Kontan
Ditjen Minerba Kementerian ESDM memperkirakan investasi sepanjang tahun ini tidak jauh berbeda dari target tahun lalu US$ 6,2 miliar. Alasannya, belum ada eksplorasi baru bernilai besar tahun ini. Dengan demikian, pola investasi masih sama seperti tahun sebelumnya yang mengandalkan replacement dari belanja modal atau capital expenditure (capex) perusahaan.
Investasi minerba pada tahun ini bisa saja melonjak jika lelang wilayah tambang berhasil diselesaikan dan perusahaan bisa menggelar eksplorasi baru. Tahun ini, pemerintah akan melanjutkan lelang empat Wilayah Izin Usaha Pertambangan Khusus (WIUPK) yang belum laku tahun lalu. Selain itu, pengembangan dua fasilitas pengolahan dan pemurnian mineral (smelter) bisa tuntas tahun ini.
Investasi minerba pada tahun ini bisa saja melonjak jika lelang wilayah tambang berhasil diselesaikan dan perusahaan bisa menggelar eksplorasi baru. Tahun ini, pemerintah akan melanjutkan lelang empat Wilayah Izin Usaha Pertambangan Khusus (WIUPK) yang belum laku tahun lalu. Selain itu, pengembangan dua fasilitas pengolahan dan pemurnian mineral (smelter) bisa tuntas tahun ini.
Pekerja Tambang Laut Dikuasai TKA
Admin
30 Nov 2018 Media Indonesia
Aktivitas kapal isap produksi (KIP) timah yang menambang di perairan provinsi Bangka Belitung banyak mempekerjakan TKA asal Tiongkok, Thailand, dan Malaysia. Hingga Oktober 2018 ada 385 TKA tersebar di tujuh kabupaten/kota yang bekerja di 72 perusahaan. Mengenai TKA yang bekerja di KIP, Disnaker tidak mengetahui lantaran perusahaan pemilik kapal tidak melaporkan pekerjanya ke Disnaker.
Pilihan Editor
-
Evaluasi Bantuan Langsung Tunai BBM
11 Oct 2022 -
Alarm Inflasi Mengancam Sektor Retail
11 Oct 2022 -
Cuaca Ekstrem Masih Berlanjut Sepekan Lagi
10 Oct 2022



