;
Tags

Bisnis

( 689 )

Kegiatan Bisnis Lesu Lagi Kuartal III

Sajili 15 Jul 2021 Kontan

Bank Indonesia (BI) memperkirakan kegiatan dunia usaha kembali lesu pada kuartal III-2021. Penyebabnya tak lain karena kebijakan pembatasan aktivitas masyarakat untuk meredam lonjakan pasien positif korona di Indonesia. Berdasarkan hasil Survei Kegiatan Dunia Usaha yang dilakukan BI menunjukkan Saldo Bersih Tertimbang (SBT) yang sebesar 9,77% atau lebih kecil dari 18,98% pada kuartal II-2021. "Meski melambat, ini masih berada di zona positif," ujar Direktur Eksekutif, Kepala Departemen Komunikasi BI Erwin Haryono dalam pernyataan tertulis, Rabu (14/7).

Survei BI menunjukkan sektor usaha yang mengalami tekanan terdalam industri pengolahan dengan SBT -1,84%. Kedua, Pertanian, Perkebunan, Peternakan, Kehutanan, dan Perikanan dengan SBT -1,93%. Sektor lain yang diprediksi melambat adalah Perdagangan, Hotel, dan Restoran dengan SBT sebesar 0,88%. BI juga melihat sektor yang melambat diantaranya adalah Pengangkutan dan Komunikasi dengan SBT 0,62% serta sektor keuangan, real estat dan jasa dengan SBT 1,83%.

Sekretaris Jenderal Asosiasi Industri Aromatik Olefin dan Plastik (Inaplas), Fajar Budiono sependapat dengan survei BI ini. Ia menyebut kebijakan Pemberlakuan Pembatasan kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat membuat kegiatan usaha turun sekitar 20%. Ia berharap kebijakan ini tidak berkepanjangan dan bisa berakhir pada Juli 2021.

Rotan Kalteng Sampai ke Negeri Cina

Sajili 14 Jul 2021 Banjarmasin Post

Bisnis rotan di Kalimantan Tengah (Kalteng) kembali menggeliat seiring kenaikkan harga jualnya. Pembeli datang langsung ke petani, bahkan banyak yang dari luar negeri.

Beberapa petani rotan di Kabupaten Kotawaringin Timur, seperti di Desa Terantang dan desa lainnya di bantaran Sungai Mentaya, mengakui, permintaan rotan dari provinsi tetangga seperti Kalbar dan Kalsel. Bahkan, ada pula dari Korea dan Cina yang langsung membeli pada petani.

Abdul Kadir, satu petani rotan di Kotim, menuturkan, harga rotan memang mulai membaik sepenuhnya. Hal itu membuat kebanyakan pengepul dari Kalsel dan Kalsel mendatangi petani untuk transaksi.

Dia mengatakan, para petani rotan di Kotawaringin Timur dan Katingan, mengaku senang atas naiknya harga jual tersebut. Karena sejak adanya larangan menjual rotan mentah ke luar negeri, rotan mereka malah tak terjual karena harga hancur di pasaran.


Subsektor Kurir dan Pos Pulih lebih Cepat

Ayutyas 14 Jul 2021 Investor Daily, 14 Juli 2021

Jakarta - Subsektor kurir dan pos bakal pulih lebih cepat dari hantaman pandemi Covid-19, dibandingkan subsektor logistik lainnya. Sebab, kurir dan pos terdongkrak booming bisnis perdagangan elektronik (e-commerce). Masih ada peluang di sektor logistik di tengah pandemi, terutama untuk pergudangan, pos, dan kurir. Hal ini ditopang juga oleh pembangunan infrastruktur yang memicu efisiensi sektor logistik. 

Perusahaan yang terdampak berat pandemi Covid-19 kini menerapkan tiga strategi untuk bertahan. Pertama, kolaborasi dengan perusahaan lain untuk menjangkau konsumen ritel. Kedua, adaptasi model bisnis. Ketiga, memacu efiesiensi dengan menerapkan teknologi informasi (TI). Perusahaan logistik yang terimbas positif pandemi juga akan menghadapi tantangan, seperti tuntutan mengirim barang tepat waktu dan kualitas tetap baik. 

Sektor logistik juga berkontribusi dalam pemulihan ekonomi nasional. Sektor ini mendorong pertumbuhan usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) dengan membangun kolaborasi ekosistem logistik. Kemudian, memanfaatkan teknologi untuk melakukan inovasi layanan logistik, serta meningkatkan efisiensi supply chain dalam mendukung berbagai industri lainnya dalam konsep tracktrace, dan timeliness.

(Oleh - IDS)

Produksi Ikan Budi Daya RI Kalah dari China Akibat Penguasaan Teknologi

Sajili 13 Jul 2021 Sinar Indonesia Baru

Digitalisasi kini sudah merambah sektor perikanan. Nelayan dan para pelaku bisnis perikanan yang melek teknologi terbukti bisa meningkatkan produktivitas. Pengamat Perikanan Universitas Padjajaran, Yudi Nurul mengatakan, kebijakan digitalisasi sektor perikanan perlu diperkuat dengan pendampingan kepada pelaku usaha, yakni petani budidaya ikan dan nelayan. Pemerintah harus menyokong penuh rencana digitalisasi di sektor perikanan sebab potensi di sektor tersebut sangatlah vital.

Solusi digitalisasi perikanan menjadi penting saat ini karena sebenarnya kita dapat memanfaatkan instrumen teknologi 4.0 dan penguatan multiplatform stakeholder diperlukan untuk memastikan bahwa mekanisme pengelolaan perikanan berbasis Wilayah Pengelolaan Perikanan (WPP) dapat mengakomodasi kepentingan semua pihak baik vertikal maupun horizontal.

Potensi budi daya perikanan di indonesia sangat besar, namun sayangnya masih kalah dibanding negara lain, seperti China. CEO eFishery, Gibran Huzaifah mengatakan, faktor yang menjadi penyebabnya adalah karena persoalan teknologi.


Gandeng Bank Jago, Logisly Raih Pendanaan bagi Transporter

Ayutyas 13 Jul 2021 Investor Daily, 13 Juli 2021

Jakarta - PT Bank Jago Tbk dan PT Logisly Canggih Indonesia (Logisly) menandatangani kerja sama pembiayaan untuk disalurkan ke vendor transporter Logisly. Melalui kolaborasi ini, para pengusaha truk yang bergabung dalam ekosistem Logisly bisa mendapatkan akses pendanaan modal kerja untuk menjalankan order ekspedisi dari Logisly.

Logisly adalah platform truk berbasis digital yang menghubungkan para pengguna jasa logistik (shipper) dengan pengusaha truk (transporter). Logisly sudah melayani 350 shipper ternama mulai dari perusahaan lokal seperti Nabati dan Orang Tua Group hingga perusahaan multinasional. Salah satu kebutuhan utama pengusaha truk adalah modal kerja berupa uang jalan untuk melaksanakan order dari Shipper. Uang jalan ini mencakup biaya tol, gaji supir, dan kebutuhan lain selama melakukan pengiriman barang. Uang jalan merupakan biaya terbesar dan mesti disiapkan di depan. Sementara, para pengusaha truk baru mendapatkan pembayaran setelah pengiriman barang selesai.

Saat ini ada sekitar 8 juta truk di Indonesia yang sebagian besar dimiliki pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM). Dalam menjalankan bisnisnya, mereka paling sering menerima pembayaran dengan tempo setelah barang terkirim. Kontrak dengan pengusaha multinasional maupun pemerintah sering ditawarkan dengan terms of payment hingga 90 hari, bahkan 180 hari. Karena keterbatasan modal, kondisi seperti ini menyulitkan para pemilik truk untuk melayani lebih banyak order.  

(Oleh - IDS)

Musim Panen Operator Logistik

Ayutyas 09 Jul 2021 Koran Tempo

Jakarta - Pengusaha logistik menyambut lonjakan permintaan pengiriman barang selama pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat atau PPKM darurat. Ketatnya kewajiban bekerja dari rumah membuat kunjungan ke toko dan pusat retail berkurang. Pengiriman last mile di Pulau Jawa dan Bali bisa naik hingga 60 persen jika dibanding pada masa sebelum PPKM darurat. Industri gas oksigen, menjadi salah satu primadona baru. 

Banyak pelaku bisnis logistik yang biasa melayani paket ukuran besar mulai membuka pengiriman barang e-commerce dan jasa paket kilat. Tidak semua pengusaha bisnis logistik bisa menyambut musim semi pengiriman paket. Meski angkutan barang tidak terhalang sekat PPKM darurat, distribusi bisa terganjal jika pengemudinya tidak lolos tes kesehatan. Para penyedia jasa paket kilat menuai lonjakan permintaan sejak masa PPKM berskala mikro. 

(Oleh - IDS)

Pemerintah Rilis PP Holding Ultra Mikro, Tanggapan Pegadaian

Sajili 09 Jul 2021 Tribun Timur

Pemerintah Indonesia resmi merilis Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 73 Tahun 2021 menjadi payung hukum Pembentukan Holding Ultra Mikro (Umi) yang dikelola tiga entitas BUMN yaitu, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk sebagai induk holding, serta PT Pegadaian (Persero) dan PT Permodalan Nasional Madani (Persero) atau PNM.

Sejalan dengan hal tersebut, Pegadaian menyambut positif terbentuknya Holding UMi. Dalam aturan tersebut menjelaskan tentang Penambahan Penyertaan Modal Negara Republik Indonesia ke Dalam Modal Saham Perusahaan Perseroan (Persero) PT Bank Rakyat Indonesia Tbk.

Pegadaian akan senantiasa menjalankan perannya dalam mendukung visi pemerintah memacu ekonomi kerakyatan. Kuswiyoto menambahkan, holding ini ke depan akan memberi manfaat yang lebih kepada pelaku usaha di segmen ultra mikro maupun entitas BUMN secara khusus.


Gojek Serahkan Operasional Bisnis di Thailand kepada AirAsia Group

Sajili 08 Jul 2021 Kompas

Perusahaan teknologi asal Indonesia, Gojek, menyerahkan operasional bisnis di Thailand kepada Airasia Group. Selanjutnya, Gojek akan lebih fokus mengembangkan pasar globalnya di Vietnam dan Singapura. Aksi korporasi tersebut dilakukan dengan skema pertukaran saham. Airasia Group mengakuisisi saham Gojek Thailand dan sebagai gantinya, Airasia memberikan Gojek saham sebesar 4,76 persen di anak usahanya, Airasia Digital. Transaksi tersebut bernilai 50 juta dollar AS. ”Kami telah memiliki ekosistem ekonomi digital yang mumpuni. Kami telah berhasil meluncurkan lebih dari 15 lini bisnis di luar maskapai penerbangan dan beragam layanan gaya hidup di platform e-commerce digital kami di Malaysia. Sekarang adalah momen yang tepat untuk melanjutkan ke tahap berikutnya. Ini merupakan awal dari kemitraan strategis jangka panjang dengan Gojek yang akan menggebrak industri,” kata CEO AirAsia Group Tony Fernandes dalam jumpa pers daring, Rabu (7/7/2021).

Bisnis Gojek di Thailand masih merugi pada 2019 dan 2020, menurut laporan yang tersedia sebelum kesepakatan tersebut. Menurut Direktur Asia Group Advisors Thailand Nattabhorn Juengsanguansit, seperti dikutip Reuters, kolaborasi antara Airasia Digital dengan Gojek dapat meningkatkan pangsa pasar Gojek di Thailand. ”Akan tetapi, kolaborasi itu akan menghadapi tantangan ketat dalam hal pengiriman makanan, seperti dari Line Man yang telah menerima injeksi modal tahun lalu. Posisi Grab juga semakin kuat, juga layanan Bolt yang berasal dari Estonia,” ujarnya.

Saat ini, valuasi Airasia Digital diperkirakan sebesar 1 miliar dollar AS. Selama beberapa pekan ke depan, aplikasi Gojek masih dapat digunakan untuk pelanggan di seputaran kota Bangkok hingga 31 Juli sebelum terintergrasi dengan Airasia Digital. Superapp Airasia Digital akan melanjutkan penggunaan ekosistem Gojek yang ada untuk para mitra pengemudi, penjual, dan pelanggan. Operasional Airasia Digital juga akan segera meluas hingga ke Chiang Mai dan Phuket.

Perkuat Bisnis Esports, MNC Studios Gandeng Moonton

Ayutyas 07 Jul 2021 Investor Daily, 7 Juli 2021

JAKARTA – PT MNC Studios International Tbk (MSIN) melalui anak usahanya, PT Esports Star Indonesia (ESI), menandatangani perjanjian dengan Moonton untuk pengadaan program pencarian bakat bernama E-Sports Star Indonesia season 2. Kedua perusahaan akan memproduksi dan menyiarkan pertandingan Mobile Legends: Bang Bang. Langkah itu diambil perseroan untuk memperkuat bisnis olahraga elektronik (electronic sport/ esports). “Berlanjutnya kolaborasi dengan Moonton diharapkan memperluas keterlibatan kami untuk mendukung dan mendorong pertumbuhan industri game nasional. Kami melihat bahwa ada potensi besar industri game di Indonesia,” kata Direktur MNC Studios International Valencia Tanoesoedibjo dalam keterangan tertulis, Selasa (6/7). E-Sports Star Indonesia Season 2 akan ditayangkan perdana pada 29 Oktober 2021 hingga 17 Desember 2021 di GTV (FTA – lokal) dan RCTI+ (OTT – lokal dan internasional). Proses audisi online akan dimulai pada Agustus 2021 di RCTI+, yang memiliki lebih dari 32 juta pengguna aktif hingga hari ini.

Valencia menyebutkan, industri game telah menunjukkan tingkat pertumbuhan yang cukup pesat selama beberapa tahun terakhir, terutama pada game seluler. Pasar game dunia diperkirakan akan terus tumbuh menjadi US$ 204,6 miliar, dengan CAGR 7,2% untuk tahun 2019–2023. Saat ini, Asia Pasifik (APAC) dikenal sebagai pasar game terbesar di dunia yang telah menghasilkan U$ 84,3 miliar, merepresentasikan hampir 50% dari pendapatan game di seluruh dunia.

(Oleh - HR1)

Resto dan Hotel telah Merumahkan Karyawan

Sajili 06 Jul 2021 Kontan

Kebijakan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) Darurat pada 3-20 Juli 2021 sebagai upaya menekan lonjakan kasus Covid-19 menyebabkan pelaku usaha pariwisata semakin terjepit. Gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) pun membayangi. Bisnis hotel dan restoran menjadi salah satu sektor usaha yang paling terpuruk. Wakil Ketua Bidang Restoran Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) DKI Jakarta, Rully Rifai menyatakan, PPKM Darurat tak ubahnya lockdown bagi bisnis restoran karena mereka tidak bisa beroperasi. "Ini sangat berdampak bagi restoran, apalagi untuk pembayaran sewa, listrik, pajak-pajak, sangat menyulitkan kami," ungkap dia, kemarin.

Ketua BPD PHRI DKI Jakarta Sutrisno Iwantono menyampaikan, lonjakan kasus Covid-19 yang diikuti PPKM darurat, dapat dipastikan menekan tingkat keterisian (okupansi) hotel. Rata-rata okupansi diperkirakan melorot dari 20%-40% menjadi hanya 10%-15%. Apalagi, banyak terjadi pembatalan pesanan, baik pemesanan kamar maupun untuk kegiatan yang sudah terjadwal. Padahal di periode Januari-Mei 2021 secara umum terjadi pertumbuhan okupansi sekitar 20% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Meski kondisi average daily rate masih turun 29% secara tahunan, kondisi pada awal tahun 2021 cukup menunjukkan sinyal positif. Sayangnya, momentum pertumbuhan itu tak bertahan lama. Dengan kondisi seperti ini, Sutrisno bilang pengusaha dihadapkan pada pilihan sulit. Penghentian kegiatan operasional memaksa pelaku usaha mengambil langkah merumahkan karyawan untuk sementara. "Pada gilirannya, bukan tidak mungkin akan berujung PHK," aku dia.

DPD PHRI DKI Jakarta tidak memerinci jumlah karyawan yang sementara ini dirumahkan. Namun sebagai gambaran, pengurangan pekerja akan mengikuti persentase penurunan output atau okupansi. "Misalnya, kalau turun dari 40% menjadi 20%, berarti 20% (penurunan karyawan). Kurang lebih seperti itu logikanya," terang Sutrisno. Adapun jumlah tenaga kerja yang terserap pada sektor hotel dan restoran mencapai lebih dari 500.000 orang secara nasional. Untuk wilayah DKI Jakarta, jumlah tenaga kerja hotel dan restoran mencapai sekitar 100.000 orang.