Pariwisata
( 747 )Sulitnya Mendaftar Program Mudik Gratis
Kondisi ekonomi yang lesu membuat program mudik gratis bagi warga
Jakarta laris manis. Pemprov DKI Jakarta pun menambah 1.161 kuota mudik gratis
bagi warga yang ingin pulang ke kampung halaman, tapi warga khawatir tingginya
antusiasme membuat sebagian dari mereka tetap tidak mendapatkan kuota tersebut. Eny Faridah (31), warga Jakbar,
Selasa (18/3) mengatakan, bersiap untuk perang tiket (war ticket) mudik gratis yang
disediakan Pemprov DKI Jakarta pada gelombang dua, Rabu (19/3).Tanpa
menggunakan tiket mudik gratis, ia harus mengeluarkan ongkos Rp 3 juta untuk
dia, suami, dan anaknya, pergi pulang naik kereta api atau bus umum.
Nilai uang itu dua kali lipat dari THR yang keluarganya dapatkan. Padahal,
tahun lalu, ia baru kena PHK. Karena itulah, tiket mudik gratis sangat berharga
sekali baginya dan sekeluarga. Jika tidak mendapatkan tiket mudik gratis, Eny
mengatakan tidak akan pulang kampung pada Lebaran kali ini. Ia akan melewatkan Idul
Fitri tanpa berkumpul dengan keluarga besar. Perjuangan untuk mendapat tiket
mudik gratis sudah ia lakoni sejak gelombang pertama. Ia sudah bersiap seusai
sahur, tetapi apes bagi Eny, laman pendaftaran selalu gagal dibuka. Ia
kesulitan mengakses pendaftaran kuota mudik gratis itu.
”Tulisannya masih dalam antrean terus. Semoga saya bisa mengamankan
tiket gelombang kedua. Saya takut gagal lagi,” ujar Eny. Ada 1.161 kuota
penumpang tambahan pada gelombang ini dengan 27 unit bus yang disediakan.
”Dengan ini, total kuota mudik gratis pada gelombang pertama dan kedua
mengangkut sebanyak 23.564 penumpang,” kata Kadis Perhubungan Jakarta, Syafrin Liputo,
Selasa (18/3). Pendaftaran mudik gratis gelombang kedua dilakukan secara daring
melalui situs resmi mudikgratis.jakarta.go.id. (Yoga)
Geliat Pariwisata Masih Lesu Jelang Lebaran
Dua pekan jelang Idul Fitri, tingkat pemesanan hotel dan paket
perjalanan dalam negeri kurang bergeliat. Trennya justru melambat dibanding Lebaran
tahun lalu. Momentum Lebaran kali ini dikhawatirkan tidak optimal di tengah
lesunya kondisi ekonomi. Ketua Umum Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia Hariyadi
Sukamdani menilai, tingkat pemesanan hotel pada momen Lebaran kali ini justru lebih
lambat dibanding tahun lalu. Padahal, saat ini sudah tepat dua minggu sebelum
perayaan Lebaran. ”Okupansi hotel (hari ini) masih jelek, rata-rata 20 %. Untuk
Lebaran, kami belum tahu, masih belum kelihatan. Intinya, untuk daerah tujuan
pemudik dihitung H-14, memang lebih lambat dibanding tahun lalu,” tutur
Hariyadi, Minggu (16/3).
Tahun lalu, dari 100 kamar yang tersedia, pihak hotel sudah mengantongi
kepastian reservasi 50 kamar atau setengah kapasitas pada H-14 Lebaran. Saat
ini, ada penurunan tren tingkat reservasi sekitar 30 %. “Harapannya, mendekati
hari H, sekitar H-5 atau H-3 itu (tren) naik, hotel bisa picking up,” kata
Hariyadi yang juga Ketua Gabungan Industri Pariwisata Indonesia. Hariyadi tetap
meyakini tren semasa musim puncak (peak season) akan tetap lebih tinggi
dibanding masa normal. Ia memprediksi tingkat keterisian hotel akan mencapai 80-100
%, seperti Lebaran tahun lalu, bergantung pada hotel favorit dan lokasinya. Menurut
Sekjen Asosiasi Perusahaan Perjalanan Wisata Indonesia (Asita) Budijanto
Ardiansjah, tren perjalanan saat Lebaran mendatang menyusut tipis, karena
kondisi daya beli masyarakat yang masih lesu.
Kendati penurunan harga tiket pesawat sedikit mendongkrak animo masyarakat,
efeknya tidak terlalu besar. Ketua Umum Asosiasi Travel Agent Indonesia (Astindo)
Pauline Suharno mengatakan, ia sedikit kecewa karena diskon tiket domestik Lebaran
baru diumumkan sebulan sebelum Lebaran. Padahal, jika diumumkan sejak jauh
hari, efeknya akan lebih baik. ”Kami jualan (tiket pesawat dan paket
perjalanan) dari Agustus-September tahun lalu (2024). Kalau (harga tiket)
diturunkan dari tahun lalu, akan lebih baik lagi. Supaya mengalihkan traveler
yang ke luar negeri menjadi ke dalam negeri,” ujar Pauline. (Yoga)
THR, Berkah Tahunan yang dinanti Pekerja untuk Banyak Keperluan
Menjelang Idul Fitri, THR menjadi berkah tahunan yang dinanti pekerja.
Tahun ini, pengemudi dan kurir daring turut mendapat bonus hari raya. Namun,
sebagian buruh pabrik masih luput. THR digunakan untuk mudik, perayaan, dan
tabungan. “Sebagian THR tahun ini dialokasikan untuk orangtua, saudara, dan
keperluan saat mudik ke Blitar, termasuk bekal perjalanan pulang ke Jakarta.
Sisanya ditabung, baik dalam bentuk tunai maupun reksa dana. Meski tak banyak,
penting menyisihkan sebagian THR untuk tabungan,” ujar Rikha Khulafaurus (36) ASN
di Jakarta
Menurut Sri Rahmawati (46), Buruh Garmen dan Pengurus FSBPI Sukapura,
Jakut, “Bagi buruh, THR penting untuk merayakan Lebaran bersama keluarga.
Sayangnya, tiap tahun masih ada buruh yang terlambat atau bahkan tidak menerima
THR. Saya berharap pemerintah lebih tegas mengawasi perusahaan agar pembayaran
THR tepat waktu, terutama tahun ini yang sudah ada indikasi keterlambatan, yang
bisa berdampak pada daya beli buruh.
“Saya baru tahu dari teman bahwa mitra Grab bisa mendapat bonus hari
raya (BHR). Syaratnya cukup berat, seperti menyelesaikan 250 order dalam
sebulan, bekerja 9 jam sehari, pencapaian 90, rating baik, dan tidak melanggar
kode etik. Jadi, saya harus berusaha mencapai target itu jika ingin mendapat
BHR. Jika berhasil, bonusnya bisa membantu biaya servis motor dan kebutuhan
hidup,” ujar Onta (37), Pengojek Daring asal Kota Tangerang, Banten. (Yoga)
Geliat Pariwisata Masih Lesu Jelang Lebaran
Dua pekan jelang Idul Fitri, tingkat pemesanan hotel dan paket
perjalanan dalam negeri kurang bergeliat. Trennya justru melambat dibanding Lebaran
tahun lalu. Momentum Lebaran kali ini dikhawatirkan tidak optimal di tengah
lesunya kondisi ekonomi. Ketua Umum Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia Hariyadi
Sukamdani menilai, tingkat pemesanan hotel pada momen Lebaran kali ini justru lebih
lambat dibanding tahun lalu. Padahal, saat ini sudah tepat dua minggu sebelum
perayaan Lebaran. ”Okupansi hotel (hari ini) masih jelek, rata-rata 20 %. Untuk
Lebaran, kami belum tahu, masih belum kelihatan. Intinya, untuk daerah tujuan
pemudik dihitung H-14, memang lebih lambat dibanding tahun lalu,” tutur
Hariyadi, Minggu (16/3).
Tahun lalu, dari 100 kamar yang tersedia, pihak hotel sudah mengantongi
kepastian reservasi 50 kamar atau setengah kapasitas pada H-14 Lebaran. Saat
ini, ada penurunan tren tingkat reservasi sekitar 30 %. “Harapannya, mendekati
hari H, sekitar H-5 atau H-3 itu (tren) naik, hotel bisa picking up,” kata
Hariyadi yang juga Ketua Gabungan Industri Pariwisata Indonesia. Hariyadi tetap
meyakini tren semasa musim puncak (peak season) akan tetap lebih tinggi
dibanding masa normal. Ia memprediksi tingkat keterisian hotel akan mencapai 80-100
%, seperti Lebaran tahun lalu, bergantung pada hotel favorit dan lokasinya. Menurut
Sekjen Asosiasi Perusahaan Perjalanan Wisata Indonesia (Asita) Budijanto
Ardiansjah, tren perjalanan saat Lebaran mendatang menyusut tipis, karena
kondisi daya beli masyarakat yang masih lesu.
Kendati penurunan harga tiket pesawat sedikit mendongkrak animo masyarakat,
efeknya tidak terlalu besar. Ketua Umum Asosiasi Travel Agent Indonesia (Astindo)
Pauline Suharno mengatakan, ia sedikit kecewa karena diskon tiket domestik Lebaran
baru diumumkan sebulan sebelum Lebaran. Padahal, jika diumumkan sejak jauh
hari, efeknya akan lebih baik. ”Kami jualan (tiket pesawat dan paket
perjalanan) dari Agustus-September tahun lalu (2024). Kalau (harga tiket)
diturunkan dari tahun lalu, akan lebih baik lagi. Supaya mengalihkan traveler
yang ke luar negeri menjadi ke dalam negeri,” ujar Pauline. (Yoga)
Jasa Marga Buka Peluang Diskon Tarif Tol 30 Persen
KPU Menggelar Pilkada Ulang Tak Semua Daerah Bisa
Turun 14 % Tarif Tiket Pesawat Lebaran
Momen Haru Perpisahan Keluarga Pendiri Sritex dengan Pekerja
Sebanyak 456 Kepala Daerah Mengikuti Retret di Akademi Militer
Sebanyak 456 kepala daerah mengikuti retret di Akademi Militer (Akmil) Magelang, Jawa Tengah, yang berlangsung pada 21-28 Februari 2025. Wakil Menteri Dalam Negeri Bima Arya Sugiarto menyampaikan total kepala daerah yang harus mengikuti retret kali ini sebanyak 503 orang kepala daerah, namun yang datang sebanyak 456 kepala daerah. Artinya sebanyak 47 orang lain belum hadir. "Tadi beberapa datang telat. Kemudian dari yang datang tersebut, 19 orang kami berikan dengan tanda gelang merah artinya kondisi fisiknya memerlukan atensi, seperti pascaoperasi penyakit serius dan sebagainya, tetapi mereka bersemangat untuk hadir tentu kita izinkan," kata Bima Arya.
Sebelumnya, Ketua Umum PDI Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri menginstruksikan para kepala daerah yang diusung partainya untuk tidak mengikuti acara retret atau pembekalan yang digelar 21-28 Februari 2024 di Akmil, Magelang, Jawa Tengah. Adapun instruksi tersebut muncul setelah mencermati dinamika politik nasional yang terjadi pada hari ini, khusunya setelah penahanan Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto oleh KPK. Bima Arya mengatakan kepala daerah yang diberikan gelang merah dipersilahkan mengikuti retret namun dengan atensi yang sangat serius dan dispensasi pada kegiatan-kegiatan tertentu. (Yetede)
Sebanyak 456 Kepala Daerah Mengikuti Retret di Akademi Militer
Sebanyak 456 kepala daerah mengikuti retret di Akademi Militer (Akmil) Magelang, Jawa Tengah, yang berlangsung pada 21-28 Februari 2025. Wakil Menteri Dalam Negeri Bima Arya Sugiarto menyampaikan total kepala daerah yang harus mengikuti retret kali ini sebanyak 503 orang kepala daerah, namun yang datang sebanyak 456 kepala daerah. Artinya sebanyak 47 orang lain belum hadir. "Tadi beberapa datang telat. Kemudian dari yang datang tersebut, 19 orang kami berikan dengan tanda gelang merah artinya kondisi fisiknya memerlukan atensi, seperti pascaoperasi penyakit serius dan sebagainya, tetapi mereka bersemangat untuk hadir tentu kita izinkan," kata Bima Arya.
Sebelumnya, Ketua Umum PDI Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri menginstruksikan para kepala daerah yang diusung partainya untuk tidak mengikuti acara retret atau pembekalan yang digelar 21-28 Februari 2024 di Akmil, Magelang, Jawa Tengah. Adapun instruksi tersebut muncul setelah mencermati dinamika politik nasional yang terjadi pada hari ini, khusunya setelah penahanan Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto oleh KPK. Bima Arya mengatakan kepala daerah yang diberikan gelang merah dipersilahkan mengikuti retret namun dengan atensi yang sangat serius dan dispensasi pada kegiatan-kegiatan tertentu. (Yetede)
Pilihan Editor
-
Startup Bukan Pilihan Utama
24 Jan 2023 -
Mendag Pastikan Minyak Kita Tetap Diproduksi
30 Jan 2023 -
Proyek MRT East-West Dikebut
24 Jan 2023 -
Terus Dorong Mutu Investasi
25 Jan 2023 -
Emiten Baja Terpapar Pembangunan IKN
24 Jan 2023







