;
Tags

Pariwisata

( 747 )

Susahnya Mencari Penjual Makanan Saat Musim Liburan

KT3 03 Apr 2025 Kompas (H)

Bagus Gigih (30) memulai sifnya Rabu (2/4) pagi sebagai tenaga pengamanan bank di kawasan Thamrin, Jakpus, dengan perut keroncongan. Ia baru sampai dari kampung halamannya, Tegal, Jateng. Syukurlah ada lapak gado-gado milik Isa (54), hanya beberapa langkah dari kantor. Bagus pernah merasakan sulitnya mencari penjual makanan saat libur Lebaran, waktu bertugas di luar Jakarta, tidak mudah menemukan penjual makanan saat libur seperti sekarang. Mayoritas pedagang masih mudik sehingga dirinya mesti berburu hingga ke ujung jalan. Isa selalu berjualan makanan setiap libur Lebaran dari pagi hingga malam di kawasan Thamrin. Ia menjadi tumpuan harapan puluhan warga mulai dari penghuni kos, pekerja, hingga pelintas yang berburu makanan sejak pagi. Namun, warga harus siap merogoh kocek lebih dalam. Sebab, harga sepiring gado-gado dinaikkan karena bahan baku lebih mahal di masa Lebaran.

Sepiring gado-gado yang pada hari biasa dijual Rp 18.000 per porsi, saat Lebaran harus ditebus Rp 20.000 per porsi. Lain lagi, Miftahudin (23) pekerja jasa pembersih rumah di Serpong, Tangsel, Banten, harus berkeliling ke berbagai ujung jalan hingga 1 jam demi menemukan warung makan yang buka. Padahal, perutnya sudah kosong sejak bangun pagi karena belum sempat sarapan akibat menerima orderan di pagi hari. Ditengah masih sepinya aktivitas usaha makanan pada libur Lebaran, berkah justru datang bagi mereka yang memilih tetap berjualan. Rindu yang tertahan karena tak pulang terbayarkan dengan rezeki dari dagangan. Keberadaan para pedagang makanan saat libur Lebaran bagaikan ”pemadam kelaparan”. Mereka tak sekadar mencari rezeki di tengah peluang minimnya pedagang, tetapi juga penolong agar perut warga tak lagi keroncongan. (Yoga)

Mencari PRT Infal atau Mengurus Rumah Sendiri

KT3 02 Apr 2025 Kompas

Liburan Lebaran menjadi momen yang dinanti pekerja rumah tangga atau PRT yang bekerja di kota-kota besar, terutama di Jakarta dan sekitarnya. Selama sepekan hingga dua pekan, mereka akan pulang kampung. Majikan mereka harus menyiasati bagaimana mengurus rumah selama ditinggal mudik PRT. Biasanya, keluarga yang tak biasa mengurus rumah akan mencari PRT infal atau pengganti yang bekerja sementara di rumah tangga yang PRT-nya mudik hari raya. Ada juga yang memilih pergi berlibur dan baru pulang saat PRT kembali dari mudik. Namun, ada juga keluarga yang lalu mengerjakan bersama-sama alias bergotong royong mengurus rumah selama PRT mudik.

Bagi pasangan Brian (49) dan Melly (49) yang tinggal di Rawamangun, Jakarta, ditinggal PRT pulang kampung saat Lebaran sudah biasa. Seperti Lebaran 2025 ini. PRT izin mudik Lebaran selama 10 hari, Kamis (27/3) hingga Sabtu (5/4). Untuk itu, Melly dan Brian yang memiliki seorang putri berusia 11 tahun berbagi tugas dalam urusan rumah tangga. ”Saat PRT pulang kampung, saya ekstra bangun pagi, membuat sarapan, walau seadanya,” ucap Melly, Selasa (1/4). Menu makanan pun menyesuaikan, tidak banyak variannya, yang penting ada makanan tersaji. Kadang makan di luar rumah atau pesan lewat daring. Ia belanja persediaan bahan makanan sebelum Lebaran tiba. ”Yang bagian-bagian basah saya, masak, nyuci, dan sebagainya. Suami nyapu atau beresin tempat tidur dan bersihin rumah,” tutur Melly.

Beberapa PRT malah memilih tetap bekerja, bahkan mengajukan diri sebagai PRT infal atau pengganti yang bekerja sementara di salah satu rumah tangga yang PRT-nya mudik Lebaran. Ayu (47) PRT asal Jatim, memilih berlebaran di Jakarta bersama anaknya yang kini tengah kuliah. Saat Lebaran, Ayu, yang bekerja di rumah warga asing yang tinggal dan bekerja di Indonesia, selalu mendapat jatah libur hari raya. Waktu libur tersebut justru digunakan untuk bekerja sebagai PRT infal di salah satu keluarga, yang beberapa tahun terakhir selalu memintanya jadi PRT infal. Di rumah keluarga dengan dua anak itu, untuk pekerjaan 11 hari, Ayu mendapat upah Rp 250.000 per hari. (Yoga)

Berlibur Cukup dengan Seratus Ribu

KT3 02 Apr 2025 Kompas (H)

Dari penurunan daya beli masyarakat hingga menyusutnya jumlah pemudik mewarnai arus mudik Lebaran 2025. Wisata terjangkau dalam kota menjadi pilihan pertama dan satu-satunya bagi warga yang tidak pulang kampong, sebagai obat melawan penat untuk menghabiskan libur hampir sepekan. Kuncinya adalah memilih destinasi dan strategi yang tepat. Selembar uang seratus ribu rupiah bahkan bisa membawa rombongan keluarga berekreasi di Jakarta. Eri (38) warga Pejaten, Jaksel, pada Selasa (1/4) menyiapkan dana Rp 200.000 untuk berwisata bersama istri dan anak semata wayangnya yang masih berusia 16 bulan ke kawasan Kota Tua dan Kebun Binatang Ragunan.

Sebagai pekerja swasta dengan status kontrak harian, dia tak bisa liburan bermewah-mewah. Kedua destinasi itu dipilih karena bisa diakses menggunakan transportasi publik, seperti bus Transjakarta. Tempat rekreasi lain yang menjadi primadona murah meriah di Jakarta pada masa libur Lebaran adalah kawasan Monas. Lokasinya yang berada di pusat kota memudahkan akses transportasi umum. Pasangan suami-istri Beng (40) dan Nana (40) berekreasi ke Monas menggunakan transportasi umum bersama kedua anaknya yang berusia 13 tahun dan 5 tahun dari Cibinong, Kabupaten Bogor, Jabar.

Sekali jalan untuk satu orang dari Cibinong ke Monas hanya membutuhkan biaya Rp 8.500 untuk membayar ongkos naik kereta rel listrik (KRL) Cibinong-Juanda Rp 5.000 dan Rp 3.500 untuk bus Transjakarta Juanda–Monas. Pergi-pulang, total sekeluarga beranggotakan empat orang membutuhkan dana Rp 68.000. Tiket masuk kawasan Monas tidak dipungut biaya. Namun, jika ingin lanjut masuk ke puncak Monas, harga tiket untuk orang dewasa dipatok Rp 24.000, sedangkan untuk anak-anak Rp 6.000. ”Daripada mudik ke Yogyakarta. Harga tiket bus ke Yogyakarta satu kursi Rp 650.000 sekali jalan,” katanya. Tempat populer lain yang banyak didatangi warga Jabodetabek pada hari kedua Lebaran 2025 adalah kawasan Bundaran HI, terutama di area anjungan (skydeck).

Taufan (37) dan Desi (37), warga Cilegon, Banten, memilih berfoto bersama kedua anak mereka di anjungan ini sebagai bagian dari rencana perjalanan pertama selama berlibur dua hari semalam di Jakarta. ”Ketika Lebaran, Jakarta sepi. Jadi, kami ingin menikmati fasilitas-fasilitas umum Jakarta yang bagus ketika sepi seperti ini. Bagus, bisa lihat gedung-gedung tinggi,” kata Taufan. Cukup dengan selembar uang seratus ribu, masyarakat dapat berkeliling Jakarta. Kalau tak punya, coba saja pakai jurus andalan ”Pinjam dulu seratus”. (Yoga)

Berlibur Cukup dengan Seratus Ribu

KT3 02 Apr 2025 Kompas (H)

Dari penurunan daya beli masyarakat hingga menyusutnya jumlah pemudik mewarnai arus mudik Lebaran 2025. Wisata terjangkau dalam kota menjadi pilihan pertama dan satu-satunya bagi warga yang tidak pulang kampong, sebagai obat melawan penat untuk menghabiskan libur hampir sepekan. Kuncinya adalah memilih destinasi dan strategi yang tepat. Selembar uang seratus ribu rupiah bahkan bisa membawa rombongan keluarga berekreasi di Jakarta. Eri (38) warga Pejaten, Jaksel, pada Selasa (1/4) menyiapkan dana Rp 200.000 untuk berwisata bersama istri dan anak semata wayangnya yang masih berusia 16 bulan ke kawasan Kota Tua dan Kebun Binatang Ragunan.

Sebagai pekerja swasta dengan status kontrak harian, dia tak bisa liburan bermewah-mewah. Kedua destinasi itu dipilih karena bisa diakses menggunakan transportasi publik, seperti bus Transjakarta. Tempat rekreasi lain yang menjadi primadona murah meriah di Jakarta pada masa libur Lebaran adalah kawasan Monas. Lokasinya yang berada di pusat kota memudahkan akses transportasi umum. Pasangan suami-istri Beng (40) dan Nana (40) berekreasi ke Monas menggunakan transportasi umum bersama kedua anaknya yang berusia 13 tahun dan 5 tahun dari Cibinong, Kabupaten Bogor, Jabar.

Sekali jalan untuk satu orang dari Cibinong ke Monas hanya membutuhkan biaya Rp 8.500 untuk membayar ongkos naik kereta rel listrik (KRL) Cibinong-Juanda Rp 5.000 dan Rp 3.500 untuk bus Transjakarta Juanda–Monas. Pergi-pulang, total sekeluarga beranggotakan empat orang membutuhkan dana Rp 68.000. Tiket masuk kawasan Monas tidak dipungut biaya. Namun, jika ingin lanjut masuk ke puncak Monas, harga tiket untuk orang dewasa dipatok Rp 24.000, sedangkan untuk anak-anak Rp 6.000. ”Daripada mudik ke Yogyakarta. Harga tiket bus ke Yogyakarta satu kursi Rp 650.000 sekali jalan,” katanya. Tempat populer lain yang banyak didatangi warga Jabodetabek pada hari kedua Lebaran 2025 adalah kawasan Bundaran HI, terutama di area anjungan (skydeck).

Taufan (37) dan Desi (37), warga Cilegon, Banten, memilih berfoto bersama kedua anak mereka di anjungan ini sebagai bagian dari rencana perjalanan pertama selama berlibur dua hari semalam di Jakarta. ”Ketika Lebaran, Jakarta sepi. Jadi, kami ingin menikmati fasilitas-fasilitas umum Jakarta yang bagus ketika sepi seperti ini. Bagus, bisa lihat gedung-gedung tinggi,” kata Taufan. Cukup dengan selembar uang seratus ribu, masyarakat dapat berkeliling Jakarta. Kalau tak punya, coba saja pakai jurus andalan ”Pinjam dulu seratus”. (Yoga)

Berlibur Cukup dengan Seratus Ribu

KT3 02 Apr 2025 Kompas (H)

Dari penurunan daya beli masyarakat hingga menyusutnya jumlah pemudik mewarnai arus mudik Lebaran 2025. Wisata terjangkau dalam kota menjadi pilihan pertama dan satu-satunya bagi warga yang tidak pulang kampong, sebagai obat melawan penat untuk menghabiskan libur hampir sepekan. Kuncinya adalah memilih destinasi dan strategi yang tepat. Selembar uang seratus ribu rupiah bahkan bisa membawa rombongan keluarga berekreasi di Jakarta. Eri (38) warga Pejaten, Jaksel, pada Selasa (1/4) menyiapkan dana Rp 200.000 untuk berwisata bersama istri dan anak semata wayangnya yang masih berusia 16 bulan ke kawasan Kota Tua dan Kebun Binatang Ragunan.

Sebagai pekerja swasta dengan status kontrak harian, dia tak bisa liburan bermewah-mewah. Kedua destinasi itu dipilih karena bisa diakses menggunakan transportasi publik, seperti bus Transjakarta. Tempat rekreasi lain yang menjadi primadona murah meriah di Jakarta pada masa libur Lebaran adalah kawasan Monas. Lokasinya yang berada di pusat kota memudahkan akses transportasi umum. Pasangan suami-istri Beng (40) dan Nana (40) berekreasi ke Monas menggunakan transportasi umum bersama kedua anaknya yang berusia 13 tahun dan 5 tahun dari Cibinong, Kabupaten Bogor, Jabar.

Sekali jalan untuk satu orang dari Cibinong ke Monas hanya membutuhkan biaya Rp 8.500 untuk membayar ongkos naik kereta rel listrik (KRL) Cibinong-Juanda Rp 5.000 dan Rp 3.500 untuk bus Transjakarta Juanda–Monas. Pergi-pulang, total sekeluarga beranggotakan empat orang membutuhkan dana Rp 68.000. Tiket masuk kawasan Monas tidak dipungut biaya. Namun, jika ingin lanjut masuk ke puncak Monas, harga tiket untuk orang dewasa dipatok Rp 24.000, sedangkan untuk anak-anak Rp 6.000. ”Daripada mudik ke Yogyakarta. Harga tiket bus ke Yogyakarta satu kursi Rp 650.000 sekali jalan,” katanya. Tempat populer lain yang banyak didatangi warga Jabodetabek pada hari kedua Lebaran 2025 adalah kawasan Bundaran HI, terutama di area anjungan (skydeck).

Taufan (37) dan Desi (37), warga Cilegon, Banten, memilih berfoto bersama kedua anak mereka di anjungan ini sebagai bagian dari rencana perjalanan pertama selama berlibur dua hari semalam di Jakarta. ”Ketika Lebaran, Jakarta sepi. Jadi, kami ingin menikmati fasilitas-fasilitas umum Jakarta yang bagus ketika sepi seperti ini. Bagus, bisa lihat gedung-gedung tinggi,” kata Taufan. Cukup dengan selembar uang seratus ribu, masyarakat dapat berkeliling Jakarta. Kalau tak punya, coba saja pakai jurus andalan ”Pinjam dulu seratus”. (Yoga)

Kian Melemahnya Magnet Jakarta bagi Pendatang

KT3 24 Mar 2025 Kompas

Jakarta tak lagi menjadi magnet yang menarik bagi pendatang. Jumlah pendatang setelah Lebaran 2025 diperkirakan lebih kecil ketimbang tahun sebelumnya. Aturan administrasi ketat, kemajuan teknologi, hingga perubahan gaya hidup diduga melatarbelakanginya. Berdasarkan data Disdukcapil Jakarta, jumlah pendatang seusai Lebaran 2025 diperkirakan 10.000-15.000 orang. Jumlah itu lebih kecil ketimbang tahun 2024 yang sebanyak 16.207 orang dan tahun 2023 sebanyak 25.931 orang. Arini (28), perantau asal Surabaya, Jatim, yang sudah tinggal dua tahun di Jakarta, mengatakan, biaya hidup di Jakarta sangat mahal. Jika hanya bergaji UMR, mau tidak mau harus berhemat. ”Belum lagi biaya untuk mudik dan lain-lain. Kos layak di Jakarta saja harganya bisa sepertiga dari gaji,” ujar Arini, Minggu (23/3).

Menurut Arini, dengan gaji UMR di kota lain, warga kemungkinan masih bisa menabung. Sementara gaji UMR di Jakarta butuh perhitungan tepat dan gaya hidup yang tidak sembarangan untuk menabung. ”Jika bisa mengulang waktu, mending cari kerja di Surabaya. Tidak ada biaya mudik,” ucapnya. Ika Vandari (26), karyawan di Jakarta, berpendapat, magnet Jakarta untuk mencari pekerjaan kian memudar. Saat ini, banyak orang yang lebih menginginkan kerja jarak jauh atau WFH (work from home). ”Saya juga sebenarnya ingin beralih WFH. Kemajuan teknologi mendorong banyak orang untuk bisa bekerja lebih fleksibel tanpa meninggalkan kota asal,” kata Ika, yang baru tinggal di Jakarta satu tahun.

Pengamat tata kota dari Universitas Trisakti, Yayat Supriatna, menilai, Jakarta  sudah tidak lagi menarik bagi pendatang. Salah satu alasannya, kemajuan teknologi. Dia mencontohkan, masyarakat bisa berjualan daring di lokapasar atau menjadi pengendara ojek daring di daerah asal. ”Ini yang membuat kesempatan kerja di daerah menjadi sama tanpa harus ke Jakarta,” katanya. ”Daya tarik Jakarta bagi kaum urbanis baru itu sudah tidak menarik seperti dulu lagi. Kota-kota, seperti Bekasi dan Tangerang, itu tumbuh sebagai kota tujuan pendatang baru dengan aturan yang lebih fleksibel dibandingkan Jakarta,” ujar Yayat. (Yoga)

KJP Plus Tahap I Tahun 2025 Diterima Siswa Jakarta

KT3 21 Mar 2025 Kompas

Pemprov Jakarta mencairkan dana bantuan sosial Kartu Jakarta Pintar (KJP) Plus tahap I tahun 2025 dengan jumlah penerima 707.622 orang atau bertambah 126.000 penerima disbanding tahun lalu. Penerima bantuan KJP Plus juga digratiskan masuk ke sejumlah obyek wisata di Jakarta, seperti Taman Mini Indonesia Indah dan Ancol. Hari ini secara resmi KJP Plus dicairkan. Ada penambahan 126.000 penerima,” ujar Gubernur Jakarta Pramono Anung, Kamis (20/3). Pemprov Jakarta mencairkan dana bansos tahap I tahun 2025 dengan jumlah penerima sebanyak 707.622 siswa untuk periode Januari, Februari, dan Maret 2025. Jumlah penerima ini berdasarkan Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) dan data Dinas Pendidikan Jakarta yang sudah dipadankan.

Anggaran untuk KJP Plus senilai Rp 3,2 triliun dari semulaRp 2,5 triliun pada tahun 2024. ”Tahap II tahun 2024 jumlah penerima KJP Plus sebanyak 523.000 orang dengan anggaran Rp 2,5 triliun. Sekarang pada tahap I tahun 2025 menjadi 707.622 penerima dengan anggaran Rp 3,2 triliun,” ucap Pramono. Pramono mengatakan, penerima KJP Plus tidak hanya gratis masuk TMII, tetapi juga gratis masuk ke Ragunan, Ancol, Monas, serta sejumlah museum di Jakarta. Hal ini jadi pemenuhan salah satu janji politiknya selain terkait penyaluran dana bantuan sosial untuk pendidikan. ”Ini memang sesuai dengan apa yang menjadi perhatian saya dan Bang Doel. Kami mengejar kalau bisa 100 hari terselesaikan, ternyata bisa diselesaikan lebih cepat,” tutur Pramono. (Yoga)

Alarm Darurat dari Pariwisata di Danau Toba

KT3 21 Mar 2025 Kompas

Banjir bandang merusak jantung pariwisata Danau Toba di Parapat, Kabupaten Simalungun, Sumut. Sudah lima hari aktivitas pariwisata lumpuh. Bencana ekologis itu disebabkan kerusakan hutan di hulu Danau Toba. Banjir bandang menghantam destinasi wisata, hotel, restoran, rumah sakit, permukiman warga, dan sempat membuat jalan nasional lumpuh total. Hingga Kamis (20/3) kawasan pariwisata Parapat masih lumpuh. Rumah makan, restoran dan hotel belum beoperasi. Masyarakat masih sibuk membersihkan material lumpur di dalam rumah. Jaringan Advokasi Masyarakat Sipil Sumut (Jamsu) menelusuri penyebab banjir bandang. Jamsu, antara lain, terdiri dari Kelompok Studi dan Pengembangan Prakarsa Masyarakat (KSPPM), Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN) Tano Batak, dan Auriga Nusantara.

”Hasil penelusuran kami, banjir bandang disebabkan hilangnya 6.148 hektar hutan alam di hulu Parapat,” kata Direktur Eksekutif KSPPM, Rocky Pasaribu. Banjir bandang dan longsor melanda kawasan pariwisata Parapat, Minggu (16/3) malam. Rocky menyebut, banjir bandang yang menghantam jantung pariwisata Danau Toba merupakan alarm darurat yang memperingatkan kerusakan lingkungan hidup yang masif.  Berdasarkan analisis spasial dan penelitian di lapangan, kata Rocky, dalam kurun waktu 20 tahun terakhir terjadi pembukaan hutan yang signifikan di lima kecamatan sekitar Parapat, yang merupakan lanskap Daerah Aliran Sungai (DAS) Bolon Simalungun.

 ”Jika diakumulasi sejak 2000 hingga 2023, kawasan ini telah kehilangan hutan alam seluas 6.148 hektar. Perubahan ini sangat berpengaruh terhadap daya tampung air hujan dan stabilitas tanah yang akhirnya menyebabkan bencana ekologis banjir bandang,” ungkap Rocky. Koordinator Jamsu, Juniati Aritonang menyebut, pemerintah harus melakukan mitigasi bencana ekologis dalam jangka pendek dan panjang. Hal yang mendesak dilakukan adalah evaluasi tata ruang kawasan Danau Toba, terutama di wilayah rawan bencana. (Yoga)

Rekor Tertinggi Harga Emas

KT3 20 Mar 2025 Kompas
Pegawai toko emas Bintang Timur menunjukkan koleksi logam mulia produksi PT Antam Tbk di Pasar Kebayoran Lama, Jakarta, Rabu (19/3/2025). Harga emas Antam mencetak rekor tertinggi sepanjang masa di Indonesia, yaitu Rp 1.759.000 per gram. Harga ini lebih tinggi Rp 14.000 per gram dari hari sebelumnya dan diperkirakan harganya masih bisa naik lagi. (Yoga)

Rute Batam-Johor dibuka ASDP untuk Wisata dan Logistik

KT3 19 Mar 2025 Kompas

PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) akan berekspansi dengan mengembangkan jangkauan rute dari Batam, Kepri, ke Johor, Malaysia. Targetnya, dua kapal akan mulai beroperasi pada 2025. Prospek pariwisata antar kedua negara pun dianggap menjanjikan. Operator feri di Indonesia, PT ASDP Indonesia Ferry (Persero), berencana memperluas jangkauan rute hingga ke Malaysia.

Rute tersebut akan menghubungkan Batam, Kepri, di Indonesia dengan Johor di Malaysia. ”Namun, masih banyak hal yang perlu kami siapkan karena ini kerja samanya government to government (G2G), negara dengan negara, bukan sekadar bisnis ke bisnis,” ujar Dirut ASDP Indonesia Ferry, Heru Widodo, di Jakarta, Senin (17/3).

Rute Batam-Johor ini akan menargetkan pasar logistik dan wisata, serupa dengan Batam dan Singapura yang selama ini sudah berjalan. Ke depan, rute internasional yang tengah disiapkan ini akan didukung dua feri ASDP. Feri akan beroperasi di antara Pelabuhan Bintang 99 Persada di Batam dan Pelabuhan Tanjung Belungkor, Bandar Penawar, di Johor. Kedua pelabuhan tersebut bukan di bawah naungan ASDP. (Yoga)