;
Tags

Pariwisata

( 747 )

Upaya Tambah Akses Wisatawan Mancanegara

HR1 17 Apr 2025 Bisnis Indonesia

Peresmian Pelabuhan Feri Internasional Gold Coast di Bengkong, Batam dilakukan oleh Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan (IPK) Agus Harimurti Yudhoyono, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, dan Gubernur Kepulauan Riau Ansar Ahmad. Pelabuhan ini dibangun oleh PT Aneka Sarana Sentosa dan akan melayani rute Batam—Malaysia serta sedang dalam proses pembukaan rute ke Singapura. Didesain khusus untuk mendukung wisatawan rombongan, pelabuhan ini dilengkapi fasilitas CIQP dan berada di kawasan wisata terpadu Golden City. Selain meningkatkan konektivitas dan sektor pariwisata, pelabuhan ini diharapkan mendorong pertumbuhan ekonomi dan membuka lapangan kerja. Pemerintah pusat juga menyoroti pentingnya pariwisata sebagai sektor ekspor jasa unggulan yang tahan terhadap tekanan eksternal global, dengan tiga strategi utama: memperkuat ekspor jasa, mengembangkan UMKM, dan mendorong wisata berkualitas tinggi.

RI Gaet UN Tourism Majukan Pariwisata

HR1 16 Apr 2025 Bisnis Indonesia

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, mengajak negara-negara anggota UN Tourism untuk memperkuat kolaborasi di sektor pariwisata yang dinilai memiliki peran strategis dalam mendorong pertumbuhan ekonomi, menciptakan lapangan kerja, dan mengurangi kemiskinan, terutama di tengah ketidakpastian global akibat kebijakan tarif perdagangan, seperti yang diterapkan oleh Presiden AS, Donald Trump.

Airlangga menyatakan bahwa Indonesia memandang pariwisata sebagai sektor unggulan dan telah menyambut lebih dari 13 juta wisatawan mancanegara pada 2024, menghasilkan devisa sebesar US$16,7 miliar. Ia menekankan pentingnya pariwisata berkelanjutan dan berbasis masyarakat lokal, sejalan dengan visi Presiden Prabowo Subianto yang melihat pariwisata sebagai pilar utama pertumbuhan ekonomi.

Dalam forum CAP-CSA UN Tourism Joint Commission Meeting 2025 di Jakarta, Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana mengumumkan bahwa Indonesia bersama UN Tourism akan meluncurkan Pedoman Pariwisata Indonesia sebagai acuan investasi hijau di sektor ini. Widiyanti juga menekankan peran pariwisata sebagai ekspor jasa yang tidak terdampak kebijakan tarif, dan mendorong pelaku usaha untuk mengembangkan wisata berkualitas yang mampu menarik pengeluaran wisatawan lebih besar.

Sementara itu, Sekjen UN Tourism, Zurab Pololikashvili, menyatakan dukungan terhadap Indonesia melalui rencana peluncuran pedoman investasi pariwisata dan pembukaan sekolah pariwisata, menegaskan bahwa investasi di sektor ini akan menciptakan banyak lapangan kerja baru. Hal serupa ditegaskan oleh Ketua CAP UN Tourism, Esperanza Christina Garcia Frasco, yang mengajak negara-negara Asia Pasifik bekerja sama dalam pendidikan, investasi, dan pengembangan ekonomi sirkular di sektor pariwisata.


Pariwisata Berkelanjutan Menunjukkan Pertumbuh yang Bagus

KT1 15 Apr 2025 Investor Daily (H)
Sejak pandemi, ternyata pariwisata berkelanjutan atau eco tourism menunjukkan pertumbuhan yang cukup bagus. Hal ini tercermin dengan adanya peningkatan yang signifikan untuk akomodasi-akomodasi yang ramah lingkungan ini. CEO dan Co-Founder Tiket.com Michael Gaery Undarsa menerangkan, ada peningkatan sekitar 27% dibandingkan periode sebelumnya. Melihat peluang tersebut, Tiket.com sendiri meluncurkan Tiket Green, yang menawarkan akomodasi  wisata yang berkonsep sustainability atau berkelanjutan. "Destinasi wisata yang tetap menjadi yang populer banget, ya of coures, Jakarta is one thing, tapi Bali, Jogya, Surabaya, itu tuh mereka yang memang masih. Kalau dari segi jumlah paling banyak yang bisa mengadopsi Tiket Green," kata dia. Gaery melihat kenaikan-kenaikan ini mencerminkan adanya ketertarikan dan keinginan untuk masyarakat untuk mengadopsi untuk memilih pilihan yang lebih responsible dan lebih bertanggung jawab. "Dan kita juga perhatiin juga dari segi datanya sekitar 86% semua survei yang menyatakan dimana yang namanya eco tourism itu menjadi salah satu tren yang bakal menjadi penting sekali di 2024 dan 2025," kata dia. Selain itu, berdasarkan data You Gov ada sebanyak 85% wisatawan berusia 16-34 tahun menganggap praktik ramah lingkungan atau eco tourism menjadi daya tarik yang sangat penting. (Yetede)

Para Pemudik Keluhkan Ketersediaan Tiket Pesawat dan Kereta

KT1 15 Apr 2025 Investor Daily
Meningkatnya jumlah pengguna transportasi umum oleh para pemudik belum didukung dengan ketersediaan kuota tiket pesawat terbang maupun kereta api antar kota pada masa Angkutan Lebaran (Angleb) 2025. Lembaga survei KedaiKOPI merilis hasil Survei Mudik Idulfitri 2025 yang melibatkan 1.062 responden melalui metode Computerized Assited Self Interview (CASI) pada 2-8 April 2025 atau setelah Hari Raya Idulfitri 2025. Direktur Riset dan Komunikasi KediaKopi, Ibnu Dwi Cahyo mengatakan pemudik yang menggunakan   transportasi umum pada Angleb 2025 meningkat menjadi 53,4%  dibandingkan  Angleb 2025 meningkat menjadi 53,4% dibandingkan Angleb 2024 yang sebesar 49,2%. Sedangkan jenis transportasi umum yang paling banyak digunakan pemudik adalah bus (69%), kereta api (33,7%), pesawat (7,6%) dan kapal laut (5,1%). Disisi lain penggunaan transportasi pribadi pada Angkutan Lebaran 2025 menurun menjadi 42% jika dibandingkan  periode yang sama tahun sebelumnya sebanyak 66%. Meski demikian, jenis transportasi pribadi yang banyak digunakan adalah pada motor sebesar 53,1% yang juga mnegalami peningkatan penggunaan  dari Angkutan Lebaran 2024 sebesar 19,3%. "Di Jabodetabek, 67% responden memilih transportasi umum karena kemudahan akses dan ketersediaan armada. Namun, penggunaan sepeda motor juga naik, dengan 51,1% pengguna transportasi pribadi memilih motor," kata Ibnu. (Yetede)

Para Pemudik Keluhkan Ketersediaan Tiket Pesawat dan Kereta

KT1 15 Apr 2025 Investor Daily
Meningkatnya jumlah pengguna transportasi umum oleh para pemudik belum didukung dengan ketersediaan kuota tiket pesawat terbang maupun kereta api antar kota pada masa Angkutan Lebaran (Angleb) 2025. Lembaga survei KedaiKOPI merilis hasil Survei Mudik Idulfitri 2025 yang melibatkan 1.062 responden melalui metode Computerized Assited Self Interview (CASI) pada 2-8 April 2025 atau setelah Hari Raya Idulfitri 2025. Direktur Riset dan Komunikasi KediaKopi, Ibnu Dwi Cahyo mengatakan pemudik yang menggunakan   transportasi umum pada Angleb 2025 meningkat menjadi 53,4%  dibandingkan  Angleb 2025 meningkat menjadi 53,4% dibandingkan Angleb 2024 yang sebesar 49,2%. Sedangkan jenis transportasi umum yang paling banyak digunakan pemudik adalah bus (69%), kereta api (33,7%), pesawat (7,6%) dan kapal laut (5,1%). Disisi lain penggunaan transportasi pribadi pada Angkutan Lebaran 2025 menurun menjadi 42% jika dibandingkan  periode yang sama tahun sebelumnya sebanyak 66%. Meski demikian, jenis transportasi pribadi yang banyak digunakan adalah pada motor sebesar 53,1% yang juga mnegalami peningkatan penggunaan  dari Angkutan Lebaran 2024 sebesar 19,3%. "Di Jabodetabek, 67% responden memilih transportasi umum karena kemudahan akses dan ketersediaan armada. Namun, penggunaan sepeda motor juga naik, dengan 51,1% pengguna transportasi pribadi memilih motor," kata Ibnu. (Yetede)

Penurunan Jumlah Pemudik pada Lebaran 2025 Menurunkan Angka Kecelakaan Lalu Lintas

KT1 14 Apr 2025 Investor Daily
Penurunan jumlah pemudik pada periode Angkutan Lebaran 2025 memberikan  efek turun angka kecelakanaan  lalu lintas. Kenaikan jumlah pemudik untuk penggunaan angkutan  transportasi umum juga masih memerlukan perbaikan. Berdasarkan data kementerian Perhubungan, jumlah pemudik pada periode angkutan lebaran  2025 sejak 21 Maret 2025 menurun 4,6% atau sebanyak 154 juta orang dibanding tahun 2024 sebanyak 162 juta orang. Pengamat transportasi dari Unika Soegijapranata Semarang, Djoko Setijowarno mengatakan, penyelenggaraan mudik lebaran yang sudah menjadi tradisi tanah air masih membutuhkan perencanaan yang matang jika mengacu pada data yang dikeluarkan. Ia menyebutkan angka atau jumlah data yang dikeluarkan pemerintah masih belum angka pasti. "Penyelenggaraan mudik sudah menjadi tradisi dalam masyarakat, namun masih  ralisasi jumlah pemudik belum didapat secara pasti. Ini terutama untuk  untuk jumlah pemudik angkutan umum jalan. Angka yang ada hanya sebatas kuota yang disediakan," ujarnya. Dukungan angkutan mudik gratis di sejumlah wilayah banyak dilakukan di pemerintah daerah setempat sehingga untuk memastukan data yang akurat diperlukan intergrasi data yang kuat pada suatu aplikasi dan diperkenalkan kepada semua penyelenggara mudik. (Yetede)

Polemik Larangan Produksi AMDK di Bali

KT1 14 Apr 2025 Investor Daily
Surat Edaran (SE) Gubernur Bali Nomor 9 Tahun 2025 yang melarang pengusaha memproduksi air minum dalam kemasan di bawah 1 liter, menimbulkan polemik. Wakil Menteri Perindustrian (Wanperin) Faisol Riza menerangkan, pihaknya akan segera memanggil Gubernur Bali I Wayan Koster dan semua industri yang memproduksi air minum dalam kemasan (AMDK) plastik sekali  pakai yan ada di Bali. Dia menyarankan, sebelum memutuskan kebijakan, apalagi yang berdampak terhadap industri, Pemprov Bali sebaiknya berkoordinasi dengan pemerintah pusat terlebih dahulu. "Kita bicara dulu dan kasih kesempatan pelaku usaha merespon, untuk mencari jalan keluar bersama-sama. Kita akan jadwalkan mengundang semua minggu depan," ujar dia. Sementara, Ketua UMUM DPP Asosiasi Perusahaan Air Minum Dalam Kemasan Indonesia (Aspadin) Rachmat Hidayat menyatakan keberatannya atas kebijakan tersebut. Dia menilai, pelarangan produksi dan distribusi air kemasan plastik di bawah satu liter akan memberi dampak negatif bagi industri. "Membaca teks SE tersebut ada kata pelarangan produksi  dan distribusi. Hal itu tentu saja akan berdampak negatif bagi industri dan perdagangan," ucap dia. Meski demikian, Aspadin menyatakan tetap peduli terhadap isu lingkungan. Rachmat menyebut kemasan AMDK  saat ini memiliki ini memiliki tingkat  daur ulang paling tinggi di Indonesia, dan produsen terus berinovasi agar lebih ramah lingkungan. (Yetede)

Penumpang Udara Belum Mengalami Kenaikan yang Signifikan

KT1 11 Apr 2025 Investor Daily
Kebijakan pemerintah dalam menurunkan harga tiket pesawat domestik kelas ekonomi sebesar 13-14% belum mampu mendorong jumlah  penumpang. Tercatat pada libur Lebaran jumlah penumpang  udara hanya naik tipis sebesar 0,8% jika dibandingkan periode yang sama tahun 2024. Berdasarkan data Posko Pusat Angkutan Lebaran 2025 yang dimulai sejak 24 Maret 2025 hingga 7 April 2025, InJourney Airports melayani 7,39 juta penumpang. Angka itu hanya  naik 0,8% dibandingkan dengan periode tahun yang sama lalu yang tercatat sebesar 7,34 juta penumpang. Adapun selama periode tersebut jumlah kapasitas tempat duduk yang disiapkan sebanyak 8,6 juta dengan realisasi sebanyak 86%. Pengamat penerbangan Alvin Lie mengatakan kondisi ini menunjukkan masih lesunya dunia penerbangan. Ia menjelaskan sejak pandemi Covid-19 secara global penggunaan armada pesawat di dalam negeri sudah mulai berkurang. Di sisi lain recovery juga tidak berjalan cepat dengan kondisi internal dan faktor eksternal. "Ini menunjukkan rata-rata penumpang per hari juga sudah mulai berkurang. Ditambah permasalahn eksternal kebijakan AS dan nilai kurs dolar AS juga sudah sangat berat bagi industri ini. harus dibenahi dengan mempertibangkan makro ekonomi kita," ujarnya kepada Investaor Daiily. (Yetede)

Efisiensi Anggaran Berimbas Terhadap Penurunan Penumpang Pesawat Domestik

KT1 10 Apr 2025 Investor Daily
Efisiensi anggaran yang dilakukan pemerintah berimbas terhadap penurunan penumpang angkutan udara. Pada periode Februari 2024 jumlah penumpang pesawat merosot 13,75% secara bulanan dan turun 2,19% secara tahunan. Deputi Bidang Statistik Produksi Badan Pusat Statistik (BPS) M Habibullah mengatakan secara bulanan jumlah penumpang transportasi pengalami penurunan pada seluruh moda angkutan. Untuk angkutan udara domestik yang berangkat pada Februari 2025 tercatat sebanyak 4,4 juta orang atau turun turun 13,75% dibandingkan Januari 2025. "Sedangkan secara tahunan jumlah udara domestik pengalami penurunan sebesar 2,19% jika dibandingkan periode yang sama di tahun 2025," kata Habibullah. Berdasarkan data BPS, penurunan jumlah penumpang terjadi di seluruh bandara utama yang diamati, yaitu Bandara Ngurah Rai (Denpasar) sebesar 27,22%, Kualanamu (Medan) sebesar 24,55%, Hasanudin (Makassar) 16,47%, Juanda (Surabaya) sebesar 15,09%, dan Soekarno Hatta (Tangerang) sebesar 7,57%. Jumlah penumpang domestik terbesar terdapat pada bandara Soekarno Hatta yaitu 1,2 juta orang atau sebesar 28,06% dari total penumpang domestik, diikuti Juanda sebanyak 359,5 ribu orang atau sebesar 8,15% dari total penumpang domestik. (Yetede)

Jumlah Pemudik Menurun Disebabkan Daya Beli yang Melemah

KT1 08 Apr 2025 Investor Daily (H)
Jumlah pemudik yang bergerak ke berbagai penjuru Tanah Air pada periode 21 Maret hingga 1 April 2025 atau H-10 hingga H+1 Lebaran tercatat 10.168.141 orang. Jumlah ini lebih rendah sekitar 563 ribu orang dibanding periode sama Lebaran 2024 yang tercatat sekitar 10,73 juta pemudik. Pelemahan daya beli masyarakat dinilai sebagai biang dari jumlah pemudik yang menurun itu. Angka itu mengacu pada data akumulasi penumpang angkutan umum dari Strategis Hub Sistem Informasi Transportasi Terintegrasi Kementerian Perhubungan (Kemenhub). Penurunan jumlah pemudik tercatat terjadi di hampir semua moda transportasi, mulai dari jalan raya, sungai dan penyebrangan, laut, udara, hingga kereta api. Penurunan terbesar terlihat pada jumlah kendaraan yang melintasi jalan arteri. Sedangkan jumlah kendaraan yang melintasi jalan tol turun sekitar 11.800 unit, dan bus angkutan jalan pun mengalami penurunan sekitar 11.600 unit. Penurun jumlah pemudik yang menggunakan angkutan umum ini selaras dengan hasil survei Badan Kebijakan Transportasi Kemenhub yang menyebut jumlah pemudik Lebaran 2025 diperkirakan hanya mencapai 146,48 juta orang atau sekitar 52% dari jumlah pemudik Lebaran 2025 diperkirakan hanya mencapai 146,48 juta orang atau sekitar 52% dari jumlah penduduk Indonesia. Angka ini turun 47,12 juta atau 24% dibandingkan jumlah pemudik periode Lebaran 2024 yang mencapai 193,6 juta pemudik. (Yetede)