Geliat Pariwisata Masih Lesu Jelang Lebaran
Dua pekan jelang Idul Fitri, tingkat pemesanan hotel dan paket
perjalanan dalam negeri kurang bergeliat. Trennya justru melambat dibanding Lebaran
tahun lalu. Momentum Lebaran kali ini dikhawatirkan tidak optimal di tengah
lesunya kondisi ekonomi. Ketua Umum Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia Hariyadi
Sukamdani menilai, tingkat pemesanan hotel pada momen Lebaran kali ini justru lebih
lambat dibanding tahun lalu. Padahal, saat ini sudah tepat dua minggu sebelum
perayaan Lebaran. ”Okupansi hotel (hari ini) masih jelek, rata-rata 20 %. Untuk
Lebaran, kami belum tahu, masih belum kelihatan. Intinya, untuk daerah tujuan
pemudik dihitung H-14, memang lebih lambat dibanding tahun lalu,” tutur
Hariyadi, Minggu (16/3).
Tahun lalu, dari 100 kamar yang tersedia, pihak hotel sudah mengantongi
kepastian reservasi 50 kamar atau setengah kapasitas pada H-14 Lebaran. Saat
ini, ada penurunan tren tingkat reservasi sekitar 30 %. “Harapannya, mendekati
hari H, sekitar H-5 atau H-3 itu (tren) naik, hotel bisa picking up,” kata
Hariyadi yang juga Ketua Gabungan Industri Pariwisata Indonesia. Hariyadi tetap
meyakini tren semasa musim puncak (peak season) akan tetap lebih tinggi
dibanding masa normal. Ia memprediksi tingkat keterisian hotel akan mencapai 80-100
%, seperti Lebaran tahun lalu, bergantung pada hotel favorit dan lokasinya. Menurut
Sekjen Asosiasi Perusahaan Perjalanan Wisata Indonesia (Asita) Budijanto
Ardiansjah, tren perjalanan saat Lebaran mendatang menyusut tipis, karena
kondisi daya beli masyarakat yang masih lesu.
Kendati penurunan harga tiket pesawat sedikit mendongkrak animo masyarakat,
efeknya tidak terlalu besar. Ketua Umum Asosiasi Travel Agent Indonesia (Astindo)
Pauline Suharno mengatakan, ia sedikit kecewa karena diskon tiket domestik Lebaran
baru diumumkan sebulan sebelum Lebaran. Padahal, jika diumumkan sejak jauh
hari, efeknya akan lebih baik. ”Kami jualan (tiket pesawat dan paket
perjalanan) dari Agustus-September tahun lalu (2024). Kalau (harga tiket)
diturunkan dari tahun lalu, akan lebih baik lagi. Supaya mengalihkan traveler
yang ke luar negeri menjadi ke dalam negeri,” ujar Pauline. (Yoga)
Postingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023