USA
( 50 )The Fed Bersiap Naikan Suku Bunga
Para pejabat Federal Reserve (The Fed) bulan lalu khawatir tentang dampak Omicron, tapi percaya ekonomi AS telah cukup pulih dari kemerosotan akibat pandemi Covid-19. Menurut risalah pertemuan bulan Desember 2021 yang dirilis Rabu (5/1) waktu setempat, kondisi itu memungkinkan menaikkan suku bunga dilakukan lebih cepat dari yang diperkirakan. Dokumen tersebut menjelaskan latar belakang pertimbangan komite kebijakan Fed. The Fed perlu bertindak melawan gelombang inflasi yang membuat harga konsumen melonjak ke level tertinggi selama beberapa dekade terakhir. Dengan kemunduran yang lebih cepat, stimulus program pembelian obligasi The Fed sekarang akan berakhir (tapering) pada Maret 2022. Para pejebat The Fed memiliki pandangan berbeda atas seberapa besar ancaman yang ditimbulkan oleh ketegangan baru pandemi terhadap ekonomi terbesar di dunia itu.(Yetede)
Ethiopia, Mali, dan Guinea Dikeluarkan dari Pakta Perdagangan AS
Pemerintah Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden mengumumkan telah mengeluarkan Ethiopia, Mali, Guinea dari pejanjian dagang AS-Afrika pada Sabtu (31/12). Tetapi dalam situs lama Perwakilan Dagang AS atau US Trade Respresentative (USTR), Ethiopia, Mali, dan Guenia masih dapat bergabung kembali dalam pakta perdagangan jika mereka memenuhi syarat-syarat pakta. Ada pun keputusan itu sebagai bentuk tindak lanjut ancaman Presiden Joe Biden, karena tiga negara tersebut karena telah melanggar prinsip-prinsip AS, terkait dengan HAM dan kudeta baru-baru ini. Sebelumnya pada November, Biden mengatakan bahwa Ethiopia bakal terputus dari sistem perdagangan bebas dibawah Undang-Undang Pertumbuhan dan Peluang Afrika karena dugaan pelanggaran HAM di Tigray. Tindakan AS diprediksi memberikan tekanan lebih banyak kepada perekonomian negara yang tersendat akibat konflik, Covid-19, serta inflasi yang tinggi. (Yetede)
Agenda Kebijakan Biden Akan Tersusun di 2022
Tahun depan akan menjadi titik balik bagi kebijakan-kebijakan keuangan AS, karena regulator baru di pemerintahan Joe Biden sedang memperisapkan serangkaian perubahan peraturan yang akan membuat Wall Street dan perusahaan-perusahaan di Negeri paman Sam khawatir. Menurut para analisis dan orang dalam Gedung Putih, tahun depan akan sangat penting bagi perusahaan-perusahaan yang bergerak di bidang keuangan untuk membuat peraturan tentang masalah ini. Menurut para ekslusif, isu mata uang kripto menjadi bidang utama yang harus diperhatikan. Para regulatorpun sudah mengeksplorasi resiko-resiko aset digital dan apakah mereka dapat diatur berdasarkan peraturan federal yang ada. "Kami akan melihat regulator keuangan federal, yang telah sangat jelas bahwa aktivitas ini perlu diatur secara menyeluruh, mulai bergerak maju pada beberapa spesifik," kata Zach Dexter, CEO Platform Kripto FTX US Derivatives. (Yetede)
Omicron dan Inflasi Bayangi Perolehan Laba Perusahaan AS di 2022
Pertumbuhan laba perusahaan-perusahaan AS untuk tahun depan diprediksi melambat setelah menuai kesuksesan pada 2021. Indeks saham S&P 500 tahun ini pun dilaporkan berada dijalur kenaikan sekitar 24%. Rasio harga terhadap pendapatan indeks juga berada jauh diatas rata-rata jangka panjangnya. Menurut data IBES dari Refinity, penghasilan indeks S&P 500 terlihat naik sekitar 8% pada 2022 setelah tahun ini diperkirakan melonjak 50%, menyusul pulihnya perusahaan-perusahaan dari peraturan karantina.Catatan Refinitiv DataStream menunjukkan rasio harga terhadap pendapatan kedepan untuk S&P 500 berada 21,5, dibandingkan dengan rata-rata jangka panjanganya 15,5. Para pembuat kebijakan The Fed juga memperkirakan laju inflasi tahun depan akan mencapai 2,6% melampaui 2,2% yang mereka proyeksikan pada September. (Yetede)
Kepercayaan Konsumen AS Meningkat
Kepercayaan konsumen Amerika Serikat (AS) pada Desember ini meningkat lagi. Kondisi ini memperlihatkan bahwa perekonomian Paman Sam akan terus ekspansif pada 2022, terlepas ada kebangkitan kasus infeksi Covid-19 dan pengurangan stimulus fiskal. Di sisi lain rancangan undang-undang (RUU) investasi dalam negeri senilai US$ 1,75 triliun yang ditandatangani Presiden Joe Biden, yang disebut Build Back Better (BBB) dan bertujuan memperluas jaring pengaman sosial sekaligus mengatasi perubahan iklim, mendapat pukulan pada Minggu (19/12). Indeks kepercayaan konsumen Conference Board pada bulan ini menunjukkan peningkatan ke angka 115,8 pasca revisi naik 111,9 pada November. Ada pun ekpektasi inflasi konsumen selama 12 bulan kedepan mengalami penurunan dari 7,3% selama lebih dari 13 tahun terakhir menjadi 6,9%. (Yetede)
Suku Bunga The Fed Diperkirakan Naik Juli Tahun Depan
Para pialang di pasar berjangka Wall Street sekarang memperkirakan bahwa suku bunga acuan The Fed mulai dinaikkan pada Juli 2022, dari perkiraan sebelumnya pada September tahun depan. Hal itu didasarkan pada lonjakan inflasi bulan lalu, yang dilaporkan Departemen Tenaga Kerja (Depnaker) AS pada Rabu (10/11). Indeks Harga Konsumen (IHK) pada Oktober 2021 naik 6,2% dibandingkan tahun lalu. Melebihi estimasi Dow Jones yang sebesar 5,9%. Kenaikan tersebut adalah yang tertinggi dalam 30 tahun lebih. Dalam laporan terpisah, Depnaker AS melaporkan bahwa upah riil setelah inflasi turun 0,5 pada Oktober dibandingkan September.
Para pialang sepenuhnya mem-pricing-in kenaikan pertama suku bunga pada September 2022. Tapi mereka mem-pricing-in jauh lebih besar peluang The Fed menaikkannya lebih cepat. The Fed sebelumnya menyatakan akan merampungkan tapering pembelian obligasi pada pertengahan tahun depan, abru kemudian menaikkan suku bunga acuan. "Suku bunga acuan efektif The Fed sekarang ini delapan basis poin dan kemungkinan suku bunga naik pada Juli sekarang di-pricing in naik lebih cepat."ujar Peter Boockvar, Chief Investment Office Bleakly Advisory Group.
Sementara itu, Presiden The Fed st Louis James Bullard menyampaikan, bahwa saat ini ia memperkirakan bank sentral Amerika Serikat menaikkan suku bunga sebanyak dua kali pada 2022, setelah merampungkan tapering pembelian obligasinya. Namun Bullard mengingatkan bahwa sudut pandangnya didasarkan pada data ekonomi saat ini, dan bahwa prediksinya dapat berubah seiring berjalannya waktu. Apa yang bisa kita lakukan adalah menilai situasi musim semi berikutnya. dan melihat dimana kita berada. Dan pada saat itu kita dapat membuat keputusan tentang menaikkan suku bunga kebijakan, ujar Bullard. (Yetede)
Tiongkok, AS, dan India Masih Jadi Pangsa Ekspor Terbesar Sumut
Sepanjang bulan Oktober 2020 negara Tiongkok, Amerika Serikat dan India masih merupakan pangsa ekspor terbesar Sumatera Utara, masing-masing sebesar 103,32 juta dolar AS ,86,86 juta dolar AS dan 57,95 juta dolar AS dengan kontribusi ketiganya mencapai 32,19%. Hal itu diungkapkan Kepala BPS (Badan Pusat Statistik) Sumatera Utara Syech Suhaimi dalam live streaming, Selasa (1/12).
Barang yang mengalami kenaikan nilai ekspor terbesar Sumut Oktober 2020 terhadap September 2020 adalah golongan tembakau sebesar 15,43 juta dolar AS (118,19%). Menurut kelompok negara utama tujuan ekspor Oktober 2020, ekspor ke kawasan Asia (di luar ASEAN) merupakan yang terbesar dengan nilai 272,02 juta dolar AS (35,29%).
Kepemimpinan dan Politisisasi Vaksin
Dua bulan terakhir, Presiden Amerika Serikat Donald Trump kerap kali mendesak agar sebelum Pemilu AS, yang akan digelar pada 3 November, vaksin telah tersedia.
Dalam berita di kanal Kompas.id berjudul ”Politisasi Vaksin Mengancam Demokrat”, Minggu (20/9/2020), disebutkan, Trump pada Jumat (18/9) mengulangi pernyataannya bahwa 100 juta dosis vaksin akan diproduksi pada akhir tahun dan jumlahnya akan mencukupi bagi seluruh rakyat AS pada April 2021. ”Tiga vaksin sudah dalam tahap akhir,” kata Trump pada sebuah briefing.
Trump dengan mesin politik yang dimilikinya akan mengapitalisasi apa pun demi kemenangan. Di sisi lain, selain berniat kembali ke kursi presiden, ia pun ingin meninggalkan legasi, sebagaimana dia menegaskan betapa penting dirinya dalam normalisasi hubungan diplomatik Israel-Uni Emirat Arab.
Haryatmoko, dalam Etika Politik dan Kekuasaan, menyebutkan bahwa politik riil adalah pertarungan kekuatan. Akan tetapi, wacana normatif di mana nilai-nilai luhur seperti kesejahteraan bersama, keadilan, dan penghargaan pada martabat manusia dan kemanusiaan berkembang. Politik tidak hanya semata-mata menjadi mekanisme untuk mengklaim kemenangan. Politik juga dapat menjadi sarana untuk mewujudkan kesejahteraan bersama.
AS Ikut Tekor Akibat Perang Dagang
Proyek Infrastruktur,AS Siap Perkuat Sayap di Asia Pasifik.
Pilihan Editor
-
Credit Suisse Tepis Krisis Perbankan
17 Mar 2023 -
Tren Thrifting Matikan Industri TPT
13 Mar 2023 -
Proyek MRT East-West Dikebut
24 Jan 2023









