Kepemimpinan dan Politisisasi Vaksin
Dua bulan terakhir, Presiden Amerika Serikat Donald Trump kerap kali mendesak agar sebelum Pemilu AS, yang akan digelar pada 3 November, vaksin telah tersedia.
Dalam berita di kanal Kompas.id berjudul ”Politisasi Vaksin Mengancam Demokrat”, Minggu (20/9/2020), disebutkan, Trump pada Jumat (18/9) mengulangi pernyataannya bahwa 100 juta dosis vaksin akan diproduksi pada akhir tahun dan jumlahnya akan mencukupi bagi seluruh rakyat AS pada April 2021. ”Tiga vaksin sudah dalam tahap akhir,” kata Trump pada sebuah briefing.
Trump dengan mesin politik yang dimilikinya akan mengapitalisasi apa pun demi kemenangan. Di sisi lain, selain berniat kembali ke kursi presiden, ia pun ingin meninggalkan legasi, sebagaimana dia menegaskan betapa penting dirinya dalam normalisasi hubungan diplomatik Israel-Uni Emirat Arab.
Haryatmoko, dalam Etika Politik dan Kekuasaan, menyebutkan bahwa politik riil adalah pertarungan kekuatan. Akan tetapi, wacana normatif di mana nilai-nilai luhur seperti kesejahteraan bersama, keadilan, dan penghargaan pada martabat manusia dan kemanusiaan berkembang. Politik tidak hanya semata-mata menjadi mekanisme untuk mengklaim kemenangan. Politik juga dapat menjadi sarana untuk mewujudkan kesejahteraan bersama.
Postingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023