Transportasi
( 1391 )Biaya Membengkak akibat Distribusi distop 16 Hari
Sehubungan dengan arus mudik dan balik Lebaran, pemerintah melarang mobilitas angkutan barang selama 16 hari, 24 Maret-8 April 2025. Sampai dengan Rabu (26/3) kebijakan ini telah berlangsung tiga hari. Pengusaha logistik melalui sejumlah cara sudah melancarkan protes. Salah satunya adalah dengan mogok mengangkut barang selama dua hari, mulai Kamis (20/3) sampai Jumat (21/3). Pemerintah bergeming. Wakil Sekjen Asosiasi Pengusaha Truk Indonesia (Aptrindo) Agus Pratiknyo mengatakan, belum ada lonjakan pergerakan masyarakat sejak pembatasan angkutan pada Senin (24/3). Padahal, durasi pembatasan yang makin lama dilakukan mengakomodasi masyarakat agar tidak terjadi kepadatan.
”Ini kami sangat sayangkan, kenapa tidak diberikan kesempatan dahulu bagi pelaku usaha distribusi barang. Kami bisa beri layanan (pengiriman) 1-2 hari itu sangat signifikan,” kata Agus, di Jakarta, Rabu. Potensi kerugian terganggunya jalur distribusi logistik, menurut Agus, dapat mencapai Rp 1 triliun-Rp 2 triliun per hari. Tidak hanya pada pelaku angkutan darat, tetapi juga menyentuh pergudangan, pabrikan, perkapalan, dan kegiatan ekspor-impor. Pembatasan angkutan barang yang mengganggu alur distribusi logistik, dapat memengaruhi tingkat kepercayaan mitra kerja asing.
”Banyak investor enggan berinvestasi di Indonesia karena regulasi tidak jelas, banyak dikuasai ormas. Pemerintah juga tidak anggap sektor usaha penting dilindungi,” katanya. Ketua Umum Gabungan Perusahaan Ekspor Indonesia (GPEI) Benny Soetrisno mengatakan, kapal laut angkutan container antar benua tidak libur sehingga kontainer tetap diturunkan di pelabuhan. Jika container tidak ada yang mengangkut, penumpukan kontainer di pelabuhan akan terjadi. Pengusaha akan dikenai biaya penumpukan ketika melebihi batas waktu. Komoditas agrikultur yang paling terdampak pembatasan angkutan barang. Demikian pula barang makanan dan minuman. (Yoga)
Empat Rute BaruTransjabodetabek Diuji
Pemprov Jakarta akan membuka empat rute baru bus Transjabodetabek di Alam Sutera hingga Vida Bekasi. Saat ini, keempat rute tersebut tengah diuji coba dan dikoordinasikan dengan Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek. Kadis Perhubungan Jakarta, Syafrin Liputo, Selasa (25/3) mengatakan, ada empat rute baru yang akan dilayani Transjabodetabek. Pertama, untuk wilayah Bekasi, akan ada layanan dari Kompleks Perumahan Vida, KotaBekasi ke Cawang, Jaktim. Kedua, di Bogor, dari Kota Wisata Cibubur ke Cawang. Untuk rute ketiga dan keempat, untuk wilayah Tangerang, yakni dari Alam Sutera ke Blok M Jakarta dan Binong ke Grogol, Jakarta.
Penentuan empat rute ini berdasarkan identifikasi tingkat mobilitas yang menjadi prioritas. Banyak kendaraan pribadi yang masuk Jakarta melalui jalur-jalur tersebut. ”Empat rute yang akan dioperasikan ini merupakan arahan Gubernur Jakarta Pramono Anung. Pemerintah daerah memprioritaskan wilayah penyangga dengan arus masuk kendaraan pribadi menuju Jakarta yang tinggi,” kata Syafrin. Akan tetapi, Syafrin menyatakan, pihaknya belum menentukan jumlah armada yang akan dioperasikan lantaran saat ini masih tahap uji coba, untuk melihat seberapa banyak permintaan dari masyarakat untuk wilayah tersebut. Perluasan Transjakarta menjadi Transjabodetabek merupakan salah satu janji politik Gubernur dan Wagub Jakarta Pramono Anung-Rano Karno. (Yoga)
Mempesonanya Transformasi Layanan KAI
Ribuan calon penumpang kereta berduyun-duyun tiba di pintu keberangkatan Stasiun Gambir, Jakpus, Sabtu (22/3). Sebagian tampak kesulitan membawa barang bawaan yang dibawa mudik ke kampung halaman. Puluhan porter sigap menawarkan bantuan kepada para penumpang yang terlihat kesulitan membawa barang-barang. Memasuki ruang keberangkatan stasiun, hawa terasa sejuk, kontras dengan hawa di luar. Setiap sudut stasiun rapi dan bersih hingga ke dalam kamar kecil. Petugas kebersihan pun tak kalah sigap, setiap menit mengecek kondisi lantai. Sementara, para penumpang dapat melanjutkan proses pengecekan tiket dengan tenang. Mereka bahkan tak perlu lagi mencetak tiket perjalanan karena pemeriksaan sudah menggunakan teknologi pengenalan wajah.
Penumpang dapat melakukan check in secara daring dengan aplikasi yang sudah terpasang di gawai. Begitu tiba di pintu pemeriksaan, penumpang dapat memanfaatkan layanan face recognition untuk mempermudah proses pemeriksaan. Sesaat kemudian, penumpang diverifikasi dan pintu terbuka sehingga tidak perlu berlama-lama antre menuju kereta. ”Proses check in sekarang sangat cepat, sangat berguna kalau mepet tiba di stasiun,” ujar seorang penumpang kereta, Ahmad Nizar (55) yang akan mudik ke Cirebon, Jabar. Dia jatuh hati pada kereta karena tepat waktu, nyaman, dan terhindar dari kemacetan.Menurut dia, kondisi kereta saat ini sangat berbeda dengan belasan tahun lalu. Seluruh gerbong kereta kelas eksekutif, bisnis, dan ekonomi sudah dilengkapi penyejuk ruangan. Kursi kereta ekonomi kini juga sangat nyaman setelah peluncuran kereta generasi baru.
Tak ada lagi kursi tegak hadap-hadapan yang membuat penumpang ”adu dengkul”. Kenyamanan yang ditawarkan kereta api bahkan membuat salah satu penumpang pesawat beralih ke moda transportasi tersebut, seperti Alda Okta (25) yang memilih mudik ke Kebumen menggunakan kereta, berbeda dengan tahun lalu saat ia menggunakan pesawat. Menurut dia, fasilitas yang ditawarkan kereta cukup nyaman dan tidak terlalu jauh berbeda dengan pesawat. Jam keberangkatan yang pasti, gerbong yang nyaman, dan stasiun yang tersebar di kota-kota besar membuat kereta lebih disukai dibanding pesawat. Dia juga tidak perlu menunggu proses masuk ke pesawat dan lebih dekat ke rumah. Pengamat transportasi Deddy Herlambang berpendapat, sejak Ignasius Jonan menjabat dirut pada 2009, PT KAI mulai berbenah serius. Pembenahan itu tidak hanya kereta antarkota, tetapi juga kereta perkotaan atau kereta komuter.
Transformasi yang dilakukan PT KAI mengubah pola pikir ke arah yang berorientasi kepada pelanggan. Orientasi kepada pelanggan tersebut membuat masyarakat nyaman menggunakan layanan kereta api. Sejak periode 2000 sampai sekarang, PT KAI secara bertahap memperkenalkan fasilitas baru, misalnya kereta dengan penyejuk ruangan dan toilet yang lebih bersih. Pada saat yang bersamaan, pemerintah mengupayakan pembangunan jalur ganda dan renovasi stasiun besar, seperti Stasiun Gambir dan Pasar Senen, untuk meningkatkan kapasitas dan kenyamanan penumpang. Pada 2014, pembelian tiket secara daring mulai dipopulerkan, yang ditandai dengan peluncuran aplikasi KAI Access, yang memungkinkan calon penumpang membeli tiket lebih mudah, bahkan dari luar negeri. Sistem pemesanan dan pembayaran menjadi lebih canggih. (Yoga)
Berkurangnya Manfaat Ekonomi Lebaran
Jumlah pemudik tahun ini yang diperkirakan turun sinifikan dinilai bukan hanya sebagai gambaran perubahan pola mobilitas masyarakat, tapi juga memperkuat sinyal pelemahan ekonomi nasional. Pasalnya, ini akan membuat penyusutan jumlah perputaran uang, sehingga manfaat ekonomi dari libur Lebaran terhadap sejumlah sektor ekonomi berkurang. Alhasil, libur ldulfitri yang secara historis hampir selalu menjadi pengungkit ekonomi di kuartal hari rayaumat muslim di tahun ini kemungkinan akan berkurang signifikan.
Bahkan, hampir semua ekonom memprediksi, pertumbuhan ekonomi pada kuartal 1-2025 akan lebihrendah dibanding periode sama tahun lalu, yang secara year on year (yoy) masih mampu tumbuh 5,11%. Ekonom dan pakar kebijakan publik UPN Veteran Jakarta, Achmad Nur Hidayat, menilal, sektor transportasi, ritel, kuliner, dan industri kecil menengah (UMKM) akan menjadi sektor yang paling merasakan penurunan manfaat ekonomi Lebaran tahun ini. Padahal, tradisi mudik Lebaran selama ini menjadl motor penggerak slklus perputaran uang di masyarakat. (Yetede)
Berkurangnya Manfaat Ekonomi Lebaran
Jumlah pemudik tahun ini yang diperkirakan turun sinifikan dinilai bukan hanya sebagai gambaran perubahan pola mobilitas masyarakat, tapi juga memperkuat sinyal pelemahan ekonomi nasional. Pasalnya, ini akan membuat penyusutan jumlah perputaran uang, sehingga manfaat ekonomi dari libur Lebaran terhadap sejumlah sektor ekonomi berkurang. Alhasil, libur ldulfitri yang secara historis hampir selalu menjadi pengungkit ekonomi di kuartal hari rayaumat muslim di tahun ini kemungkinan akan berkurang signifikan.
Bahkan, hampir semua ekonom memprediksi, pertumbuhan ekonomi pada kuartal 1-2025 akan lebihrendah dibanding periode sama tahun lalu, yang secara year on year (yoy) masih mampu tumbuh 5,11%. Ekonom dan pakar kebijakan publik UPN Veteran Jakarta, Achmad Nur Hidayat, menilal, sektor transportasi, ritel, kuliner, dan industri kecil menengah (UMKM) akan menjadi sektor yang paling merasakan penurunan manfaat ekonomi Lebaran tahun ini. Padahal, tradisi mudik Lebaran selama ini menjadl motor penggerak slklus perputaran uang di masyarakat. (Yetede)
Bencana di Jabodetabek Dipicu Alih Fungsi Lahan
Wilayah Jakarta, Bogor, Depok,
Tangerang, dan Bekasi atau Jabodetabek terus menghadapi peningkatan frekuensi
dan intensitas bencana hidrometeorologi, seperti banjir dan longsor, akibat
peningkatan populasi hingga pembangunan infrastruktur yang mengabaikan tata
ruang dan alih fungsi lahan hijau dari hutan dan pepohonan menjadi bangunan di daerah aliran sungai (DAS). Hal ini juga berpotensi
mendatangkan bencana lebih besar di masa mendatang. Kepala BMKG, Dwikorita
Karnawati mengimbau pemerintah agar jangan mengabaikan masalah pembangunan tata
ruang yang berdampak pada kelangsungan lingkungan dan iklim. Tata ruang yang
berkelanjutan penting untuk mengurangi dampak bencana hidrometeorologi di masa
depan.
”Mohon jangan abaikan tata ruang yang
memperhatikan perubahan lingkungan. Ini harus segera dibahas bersama, jangan sampai ada lagi alih fungsi lahan yang bisa mendatangkan bencana lebih parah” kata
Dwikorita dalam webinar bertema Refleksi Banjir Jabodetabek: ”Strategi Tata Ruang
dan Mitigasi Cuaca Ekstrem”, Senin (24/3). Bencana hidrometeorologi seperti
banjir tidak semata-mata disebabkan tingginya curah hujan. Ada faktor lain yang
berkontribusi besar, seperti kondisi lingkungan, alih fungsi lahan, dan perubahan
iklim. ”Kita lihat pada banjir yang terjadi awal Maret 2025 di Jabodetabek.
Dampaknya sangat parah, padahal kumpulan awannya di sana paling kecil daripada
wilayah lain,” ujar Dwikorita. Ia pun khawatir bahwa kondisi DAS Ciliwung dan
faktor urbanisasi turut memicu banjir yang lebih parah. Sebab, pertumbuhan
pesat urbanisasi di kawasan Jabodetabek telah mengurangi daya serap air, yang
dapat memperburuk kondisi saat hujan deras turun. (Yoga)
Bencana di Jabodetabek Dipicu Alih Fungsi Lahan
Wilayah Jakarta, Bogor, Depok,
Tangerang, dan Bekasi atau Jabodetabek terus menghadapi peningkatan frekuensi
dan intensitas bencana hidrometeorologi, seperti banjir dan longsor, akibat
peningkatan populasi hingga pembangunan infrastruktur yang mengabaikan tata
ruang dan alih fungsi lahan hijau dari hutan dan pepohonan menjadi bangunan di daerah aliran sungai (DAS). Hal ini juga berpotensi
mendatangkan bencana lebih besar di masa mendatang. Kepala BMKG, Dwikorita
Karnawati mengimbau pemerintah agar jangan mengabaikan masalah pembangunan tata
ruang yang berdampak pada kelangsungan lingkungan dan iklim. Tata ruang yang
berkelanjutan penting untuk mengurangi dampak bencana hidrometeorologi di masa
depan.
”Mohon jangan abaikan tata ruang yang
memperhatikan perubahan lingkungan. Ini harus segera dibahas bersama, jangan sampai ada lagi alih fungsi lahan yang bisa mendatangkan bencana lebih parah” kata
Dwikorita dalam webinar bertema Refleksi Banjir Jabodetabek: ”Strategi Tata Ruang
dan Mitigasi Cuaca Ekstrem”, Senin (24/3). Bencana hidrometeorologi seperti
banjir tidak semata-mata disebabkan tingginya curah hujan. Ada faktor lain yang
berkontribusi besar, seperti kondisi lingkungan, alih fungsi lahan, dan perubahan
iklim. ”Kita lihat pada banjir yang terjadi awal Maret 2025 di Jabodetabek.
Dampaknya sangat parah, padahal kumpulan awannya di sana paling kecil daripada
wilayah lain,” ujar Dwikorita. Ia pun khawatir bahwa kondisi DAS Ciliwung dan
faktor urbanisasi turut memicu banjir yang lebih parah. Sebab, pertumbuhan
pesat urbanisasi di kawasan Jabodetabek telah mengurangi daya serap air, yang
dapat memperburuk kondisi saat hujan deras turun. (Yoga)
Whoosh Berikan Diskon 20% untuk Penumpang
PT Kereta Cepat Indonesia (KCIC) menawarkan program tarif khusus sebesar Rp200.000 untuk perjalanan kereta cepat Whoosh rute Jakarta-Bandung dengan menggunakan kartu langganan Frequent Whoosher Card jenis Jaban Gold. Tarif ini lebih hemat dibandingkan tarif reguler yang bersifat dinamis dan bisa mencapai Rp225.000 pada periode tertentu, seperti saat peak season Lebaran. Selain itu, KCIC juga menyediakan kartu langganan untuk rute lainnya seperti Jakarta-Karawang dan Karawang-Bandung dengan tarif mulai dari Rp50.000. Pengguna juga bisa mendapatkan diskon 10%-20% jika melakukan perjalanan rombongan dengan minimal 10 orang hingga 31 Maret 2025. Eva Chairunisa, General Manager Corporate Secretary KCIC, menambahkan bahwa 800 personel petugas di stasiun selalu siap memberikan pelayanan prima kepada penumpang.
Kian Melemahnya Magnet Jakarta bagi Pendatang
Jakarta tak
lagi menjadi magnet yang menarik bagi pendatang. Jumlah pendatang setelah Lebaran
2025 diperkirakan lebih kecil ketimbang tahun sebelumnya. Aturan administrasi ketat,
kemajuan teknologi, hingga perubahan gaya hidup diduga melatarbelakanginya. Berdasarkan
data Disdukcapil Jakarta, jumlah pendatang seusai Lebaran 2025 diperkirakan 10.000-15.000
orang. Jumlah itu lebih kecil ketimbang tahun 2024 yang sebanyak 16.207 orang
dan tahun 2023 sebanyak 25.931 orang. Arini (28), perantau asal Surabaya, Jatim,
yang sudah tinggal dua tahun di Jakarta, mengatakan, biaya hidup di Jakarta
sangat mahal. Jika hanya bergaji UMR, mau tidak mau harus berhemat. ”Belum lagi
biaya untuk mudik dan lain-lain. Kos layak di Jakarta saja harganya bisa sepertiga
dari gaji,” ujar Arini, Minggu (23/3).
Menurut
Arini, dengan gaji UMR di kota lain, warga kemungkinan masih bisa menabung.
Sementara gaji UMR di Jakarta butuh perhitungan tepat dan gaya hidup yang tidak
sembarangan untuk menabung. ”Jika bisa mengulang waktu, mending cari kerja di Surabaya.
Tidak ada biaya mudik,” ucapnya. Ika Vandari (26), karyawan di Jakarta,
berpendapat, magnet Jakarta untuk mencari pekerjaan kian memudar. Saat ini,
banyak orang yang lebih menginginkan kerja jarak jauh atau WFH (work from home).
”Saya juga sebenarnya ingin beralih WFH. Kemajuan teknologi mendorong banyak orang
untuk bisa bekerja lebih fleksibel tanpa meninggalkan kota asal,” kata Ika,
yang baru tinggal di Jakarta satu tahun.
Pengamat
tata kota dari Universitas Trisakti, Yayat Supriatna, menilai, Jakarta sudah tidak lagi menarik bagi pendatang.
Salah satu alasannya, kemajuan teknologi. Dia mencontohkan, masyarakat bisa
berjualan daring di lokapasar atau menjadi pengendara ojek daring di daerah
asal. ”Ini yang membuat kesempatan kerja di daerah menjadi sama tanpa harus ke
Jakarta,” katanya. ”Daya tarik Jakarta bagi kaum urbanis baru itu sudah tidak
menarik seperti dulu lagi. Kota-kota, seperti Bekasi dan Tangerang, itu tumbuh sebagai
kota tujuan pendatang baru dengan aturan yang lebih fleksibel dibandingkan
Jakarta,” ujar Yayat. (Yoga)
Naiknya Harga Cabai
Pilihan Editor
-
Investasi Teknologi
10 Aug 2022 -
Masih Saja Marak, Satgas Tutup 100 Pinjol Ilegal
01 Aug 2022 -
Tata Kelola Bantuan Sosial Perlu Dibenahi
29 Jul 2022







