;

Berkah Global dari Senin Kelabu

Yoga 13 Aug 2024 Kompas

Perhatian pelaku ekonomi global tertuju pada pertemuan bank sentral AS (The Fed) yang terkini pada 30-31 Juli 2024. Kali ini The Fed memberi kisi-kisi bahwa penurunan suku bunga akan terjadi September-Desember 2024. Bagi pasar keuangan dunia, ini tetap saja merupakan permainan tebak-menebak arah kebijakan The Fed untuk pertemuan mendatang pada 19-20 September 2024, yang meningkatkan ketidakpastian sehingga sebagai instrumen yang dianggap aman, yaitu indeks USD meningkat dari 103,7 pada 17 Juli ke 104,6 pada 29 Juli akibat substitusi aset. Namun, setelah pertemuan The Fed, risiko berbalik arah sehingga indeks USD merosot ke 103,1 pada 3 Agustus.

Dampak langsungnya adalah substitusi dari saham ke aset finansial lain yang dianggap lebih aman, seperti obligasi Pemerintah AS. Harga saham di AS berguguran pada Senin, 5 Agustus 2024, yang terburuk sejak 2022, mirip kejadian 19 Oktober 1987 yang disebut Senin Hitam atau ”Black Monday”. Indeks DOW anjlok 1.000 poin atau 2,6 %. Sementara S&P 500 dan Nasdaq turun 3 % dan 3,4 %. Situasi tenang kembali di pasar saham setelah dua hari kepanikan. Terutama karena fakta pertumbuhan AS di triwulan II-2024 sebesar 2,6 % yang di atas triwulan sebelumnya 1,4 %. Otoritas moneter seluruh dunia memberi respon sesuai kondisi masing-masing.

Bank sentral Inggris (BOE) memilih tidak mengikuti The Fed, tapi lebih hati-hati dengan indikator Sahm Rule, menurunkan suku bunga pada 1 Agustus karena inflasi tahunan sejak Juni sudah turun ke 2,6 %, untuk mempertahankan momentum perekonomian yang sejak Mei indeks PMI manufakturnya mengalami ekspansi. BI pada 16-17 Juli memilih tetap mempertahankan suku bunga acuan karena ketidakpastian masih tinggi. Kurs rupiah melemah dari Rp 16.171 per USD (17 Juli) ke Rp 16.330 per USD (24 Juli). Dampak Senin kelabu di AS dalam jangka pendek adalah indeks USD yang melemah signifikan dari 104,6 pada 30 Juli ke 102,9 pada 5 Agustus atau 1,65 %.

Akibatnya, mata uang yen Jepang menguat paling tajam, dari 161,6 ke 144,7 atau 10,5 %. Won Korea menguat dari 1.384,7 ke 1.358,3 atau 1,9 %. Sementara rupiah menguat dari Rp 16.339 per 30 Juli ke Rp 15.940 per USD per 9 Agustus atau 2,4 %. Tren penguatan rupiah sejak minggu ke-4 Juni membuat ekspektasi inflasi menurun, terlihat dari inflasi tahunan yang menurun dari 2,84 dan 2,51 % pada Mei dan Juni ke 2,23 % di Juli. Bagi Indonesia, ini bukan saatnya berpangku tangan menunggu peruntungan. Walau Senin kelabu AS memberi ruang bagi rupiah menguat, ini menjadi pembelajaran bahwa kebijakan ekonomi harus konsisten dengan data ekonomi. (Yoga)

 


Lima Ketahanan Pangan Indonesia

Yuniati Turjandini 13 Aug 2024 Investor Daily (H)
Indonesia memiliki potensi besar mencapai ketahanan pangan, asalkan pemerintah saat ini dan pemerintah mendatang mau serius membenahi sejumlah permasalahan pertanian. Setidaknya ada lima kunci membangun pertahanan pangan, yakni kesejahteraan petani, optimalisasi lahan, mengatasi fenomena iklim, keluar dari stagnasi produksi, dan membasmi hama. Selain itu, pemerintah perlu mempertimbangkan kebijakan anggaran pangan dengan titik berat pada peningkatan  produksi ketimbang impor  demi menciptakan ketahanan pangan. Tahun lalu, berdasarkan data BPS, impor beras mencapai 3 juta ton senilai US$ 1,7 miliar atau Rp 27 triliun, naik dari tahun sebelumnya US$ 143 juta. Mayoritas impor beras dilakukan oleh Bulog deegan dana APBN untuk program bantuan pangan. (Yetede)

BEI Menempati Peringkat ke-7

Yuniati Turjandini 13 Aug 2024 Investor Daily (H)
PT Bursa Efek Indonesia (BEI) menempati peringkat ke-7 secara global untuk jumlah perusahaan yang tercatat berdasarkan EY Global IPO Trends pada kuartal II 2024, dan jumlah IPO tertinggi, diantara negara Asean sejak 2018. Dan di tahun depan, jumlah emiten yang tercatat di BEI diyakini bisa menembus 1.000 emiten. "Secara global, BEI tertinggal dari Bursa Nasional India (National Stock Exchange of India), yang mencatatkan pertumbuhan 4,7% YTD pada Juni 2024," kata Direktur Utama BEI Iman Rachman. Iman mengatakan, BEI berhasil menjadi bursa dengan pertumbuhan perusahaan  tercatat dia Asean, mencapai 2,66% YTD. Meskipun total jumlah perusahaan tercatat di BEI masih berada di bawah Bursa  Malaysia yang telah menembus angka 1.000 perusahaan, pertumbuhan BEI menjadi yang paling pesat di antara negara-negara Asean lainnya. (Yetede)

OJK Telah Mengeluarkan RPOJK UMKM

Yuniati Turjandini 13 Aug 2024 Investor Daily (H)
OJK telah mengeluarkan Rancangan Peraturan OJK Mikro Kecil dan Menengah (RPOJK UMKM) dan tidak lama lagi akan diterbitkan menjadi POJK RPOJK tersebut tidak memuat kewajiban terkait porsi kredit UMKM 30% terhadap total kredit. Saat ini, RPOJK UMKM dalam tahap analis hasil penerimaan masukan dan tanggapan terhadap draft RPOJK dari stakeholder dan masyarakat. Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK Dian Ediana Rae mengatakan, adapun beberapa hal diatur dalam rancangan ketentuan ini mengenai penyusunan skema khusus untuk menyaluran atau pembiayaan kepada UMKM, pemanfaatan dukungan perangkat penilaian kredit, serta evaluasi berkala terhadap suku bunga kredit/marjin pembiayaan UMKM. Selain itu, diatur pula jasa keuangan (LPK) untuk melakukan edukasi dan literasi keuangan bagi pelaku UMKM, serta pengembangan kompetensi SDM internal LJK untuk mendukung pemberian akses pembiayaan UMKM. (Yetede)

Pulihnya Harga Batu Bara

Yuniati Turjandini 13 Aug 2024 Investor Daily (H)
PT Adaro Energy Indonesia Tbk (ADRO) dan PT Bukit Asam Tbk (PTBA) berpeluang membalikkan kinerja yang kurang menggembirakan pada paruh pertama 2024, seiring ekpektasi pulihnya harga batu bara di semester dua ini.  Pada September sampai Desember 2024, harga batu bara Newcastle diperkirakan naik di US$ 150,50-154,90 per ton, dibandingkan harga rata-rata Juli-Agustus 2024 yang sebesar US$ 138,75 per ton. Peluang emas itu tampaknya tidak akan di sa-siakan ADRO dan PTA untuk biaya mengejar pertumbuhan lebih baik dalam enam bulan terkahir 2024. "Kedua emiten batu bara papan atas ini mengaku akan tetap fokus untuk mempertajam keunggulan operasional dan responsif terhadap perubahan kondisi global di sisa tahun ini. Terlebih, mengingat kinerja keduanya di semester I-2024 yang kurang memuaskan. Laba Adaro pada tahun lalu terpangkas 34,16% secara yoy menjadi US$ 1,64 miliar, begitupun dengan laba OTBA yang longsor 51,42% menjadi Rp6,1 triliun. (Yetede)

PT Penggadaian Membukukan Penjualan Rp 2,2 triliun

Yuniati Turjandini 13 Aug 2024 Investor Daily

PT Penggadaian Membukukan Penjualan Rp 2,2 triliun atas dua jenis sukuk terbarunya  selama masa book building pada 23 juli hingga 6 Agustus 2024, sejauh melebihi target  yang hanya Rp 1,5 triliun. Kedua intrusmen  investasi tersebut berupa sukuk mudahrabah Berkelanjutan III Tahap II dan Sukuk Mudharabah Berwawasan Sosiala Berkelanjutan Tahap I dan Tahap II. "Saya ucapkan terima kasih kepada masyarakat atas dukungan dan keprcayaan yang diberikan. Saya juga menghargai partisipasi aktif dari investor  dan masyarakat atas pencapaian  yang luar biasa ini," kata Direktur Keuangan dan Perencaaan Strategis Penggadaian Ferdian Timur Satyagraha. Ferdian mengatakan, peluncuran kedua jenis suku tersebut merupakan wujud konsistensi perusahaan dalam menjalankan prinsip Environment Social, and Governance (ESG) sekaligus memberikan peluang  investasi yang sesuai dengan prinsip syariah dan kontribusi positif terhadap masyarakat. (Yetede)

Biomassa Sebagai Pengganti Batu Bara di PLTU.

Yuniati Turjandini 13 Aug 2024 Tempo
HUTAN alam seluas 420 ribu hektare bakal dibabat dan disulap menjadi hutan tanaman energi akasia serta eukaliptus. Area yang 1,3 kali lipat luas daratan dan perairan Ibu Kota Nusantara yang mencapai 324.332 hektare tersebut merupakan lahan yang disiapkan pemerintah untuk memproduksi pelet kayu. Jutaan ton pelet kayu itu digunakan untuk bahan bakar biomassa sebagai pengganti batu bara di pembangkit listrik tenaga uap (PLTU).

“Luasan deforestasi terencana tersebut kami hitung hanya dari 31 izin hutan tanaman energi (HTE) yang diberikan pemerintah untuk menyuplai wood pellet ke PLTU co-firing,” kata Manajer Komunikasi Forest Watch Indonesia Anggi Putra Prayoga kepada Tempo, Senin, 12 Agustus 2024. Ia memperkirakan luas konsesi tanaman energi jauh lebih besar untuk memenuhi kebutuhan 8-14 juta ton pelet kayu per tahun.

Menurut Anggi, pemerintah memiliki target 23 persen bauran energi PLTU batu bara dengan energi terbarukan alias co-firing. Tujuannya adalah mengurangi penggunaan energi fosil sebagai upaya menekan emisi gas rumah kaca. Biomassa yang berasal dari sekam padi, kernel sawit, serbuk gergaji, pelet kayu, dan serpihan kayu itu dipilih sebagai salah satu energi terbarukan. (Yetede)

Pembengkakan Biaya Kilang Pertamina

Yuniati Turjandini 13 Aug 2024 Tempo
LEBIH dari setengah jam Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Arifin Tasrif berkeliling di kawasan Refinery Development Master Plan (RDMP) Balikpapan di Kalimantan Timur pada Ahad siang, 11 Agustus 2024. Sudah setahun tak mengecek langsung ke kilang Pertamina ini, dia girang melihat konstruksi fasilitas baru sudah berdiri. Pertamina menyatakan progresnya sudah 91,6 persen dari target. 

Namun, di balik kemajuan itu, proyek revitalisasi kilang Pertamina ini masih menyimpan masalah. "Ada hal yang harus diselesaikan antara pemilik proyek dan kontraktor," ujarnya.  Enggan menjelaskan secara spesifik, Arifin mengatakan tantangannya berkaitan dengan biaya proyek yang bertambah. Wabah pandemi Covid-19 hingga perang Rusia dan Ukraina menjadi pemicu kenaikan ongkos proyek yang seharusnya rampung pada 2021 ini. Dalam kesepakatan final investasinya, proyek ini bernilai US$ 7,5 miliar.

Pembengkakan biaya ini mulai terdeteksi sejak 2022. Sumber Tempo yang terlibat dalam proyek RDMP Balikpapan menyatakan ada kenaikan ongkos US$ 1,2 miliar per 2022. Menurut dia, konsorsium kontraktor yang, salah satunya, terdiri atas Hyundai Engineering Co Ltd mengklaim tambahan biaya akibat aktivitas konstruksi terhambat pembatasan kegiatan selama masa pandemi berlangsung. Kontraktor juga harus menanggung kenaikan ongkos sewa peralatan dan pengiriman barang dari luar negeri. (Yetede)

Reshuffle Kabinet di Akhir Pemerintahan

Yuniati Turjandini 13 Aug 2024 Tempo
SEBULAN setelah merombak kabinetnya, Presiden Joko Widodo dikabarkan akan kembali mengganti sejumlah anggota kabinetnya. Reshuffle kabinet tersebut kabarnya digelar pekan ini. Tiga narasumber Tempo dari partai pendukung pemerintahan Jokowi serta seorang pejabat di Istana Negara bercerita dalam perombakan kali ini, politikus Partai NasDem dan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan yang akan dikeluarkan dari Kabinet Indonesia Maju. Keduanya adalah Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya Bakar serta Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Yasonna Hamonangan Laoly. Siti Nurbaya dikeluarkan dari kabinet karena dianggap kurang kooperatif, terutama dalam urusan memperlancar pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) di Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur. Adapun Yasonna diganti karena mengesahkan perubahan kepengurusan DPP PDI Perjuangan tanpa memberi tahu terlebih dahulu Presiden Jokowi. (Yetede)

Kekeringan Berpotensi Menyebabkan Penurunan Produksi Beras

Yuniati Turjandini 13 Aug 2024 Tempo
PRESIDEN Joko Widodo alias Jokowi mengatakan stok cadangan beras pemerintah (CBP) di gudang Bulog masih cukup untuk memenuhi konsumsi domestik. "Mencapai 1,7 juta ton," ujarnya saat mendatangi Pasar Beringin Buntok, Kalimantan Tengah, Kamis, 27 Juni lalu. Meski begitu, Presiden mewanti-wanti ancaman kekeringan yang berpotensi terjadi pada Juli hingga Oktober tahun ini. Menurut Jokowi, kekeringan berpotensi menyebabkan penurunan produksi beras. Dia meminta Kementerian Pertanian menambah bantuan pompa air hingga 70 ribu unit sebagai sarana mitigasi kekeringan dan untuk mencegah kegagalan panen. Apalagi, Jokowi melanjutkan, saat ini harga beras di seluruh dunia mulai mengalami kenaikan akibat gelombang kekeringan.

Kekhawatiran itu cukup beralasan. Sebab, menurut perkiraan Badan Pusat Statistik, produksi beras pada 2024 berpotensi turun hingga 2 juta ton. Berdasarkan Kerangka Sampel Area BPS, produksi beras pada Januari-Juni 2024 sebesar 16,43 juta ton. Sedangkan di periode yang sama pada 2023, angka produksi beras mencapai 18,63 juta ton. Dengan demikian, terjadi penurunan jumlah produksi sebesar 2,2 juta ton dibanding produksi tahun lalu.  

Penurunan jumlah produksi itu berimbas kenaikan harga beras di sejumlah daerah. Pelaksana tugas Kepala BPS, Amalia Adininggar Widyasanti, mengatakan jumlah kota dan kabupaten yang mengalami kenaikan harga beras pada akhir Juni 2024 bertambah menjadi 63. Namun secara nasional harga beras menurun 0,95 persen dibanding pada Mei 2024.  Kementerian Pertanian tak menampik fakta bahwa produksi beras di dalam negeri terus menyusut. Untuk mengatasi hal tersebut, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengaku sudah memaksimalkan penggunaan pompa di sentra produksi supaya produksi gabah tetap maksimal meski pada musim kemarau. (Yetede)

Pilihan Editor