Rentannya Devisa Ekspor Sawit
Industri sawit masih akan menghadapi sejumlah tantangan. Oleh sebab itu, devisa yang dihasilkan dari komoditas ini masih rentan, meski menjadi penyumbang utama devisa Indonesia. Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki) melaporkan, hingga Mei 2024, industri sawit telah berkontribusi US$ 9,78 miliar terhadap devisa negara. "Atau 10,01% dari ekspor nonmigas kita," kata Ketua Umum Gapki, Eddy Martono di Belitung, Selasa (27/8). Dia bilang, kinerja ekspor beberapa tahun terakhir cenderung menurun. Pada 2021, industri sawit sempat menyumbang devisa US$ 34,9 miliar dan naik menjadi US$ 37,7 miliar pada 2022. Namun kontribusi sawit menurun di 2023 menjadi US$ 29,54 miliar. "Dalam lima tahun terakhir ini, produksi kita memang stagnan dan produktivitasnya tidak begitu menggembirakan," ujar Eddy.
Ekonom Center of Economic and Law Studies (Celios) Nailul Huda melihat, komoditas perkebunan termasuk sawit, masih menjadi penyumbang utama ekspor nasional dan penyumbang devisa negara. Namun, "Sumbangan devisa itu tidak terlalu menggembirakan mengingat tahun kemarin terjadi penurunan devisa sawit," kata dia, Rabu (28/8). Menurut Huda, salah satu program yang cukup gagal dilakukan adalah
replanting
sawit.
Ekonom Maybank Indonesia Myrdal Gunarto menambahkan, prospek industri sawit masih relatif atraktif. Dari sisi global, permintaan produk ini terus meningkat dan harga secara global masih stabil.
Melihat Peluang di IHSG yang Menawan
Setelah sempat mengalami koreksi pada penutupan perdagangan Selasa (27/8), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali tancap gas. Bahkan, menutup perdagangan pada Rabu kemarin (28/8), IHSG kembali memperbarui rekor sepanjang masanya alias all time high (ATH) ke 7.658,87, naik 0,80% dibanding hari sebelumnya. Terakhir, IHSG mencetak rekor baru pada penutupan perdagangan Senin (26/8), dengan menembus level 7.606,19. Indeks bursa nasional juga berhasil menembus rekor intraday tertinggi sepanjang masa di level 7.672,28. Sementara rekor sebelumnya berada di level 7.619 yang terjadi pada 26 Agustus lalu. Meski ada sedikit penurunan hingga penutupan perdagangan, tetapi IHSG masih mampu berada di level 7.600.
Equity Research
Kiwoom Sekuritas Abdul Azis mencermati, penguatan IHSG mencapai rekor disebabkan potensi pemangkasan suku bunga bank sentral Amerika Serikat (AS), The Fed, pada September mendatang. Jika terwujud, Bank Indonesia (BI) diperkirakan akan mengekor langkah The Fed untuk memotong suku bunganya.
Andrey Wijaya,
Head of Research
RHB Sekuritas menambahkan, katalis utama pergerakan IHSG saat ini adalah pergerakan nilai tukar rupiah. Pasalnya, nilai tukar rupiah terus menguat terhadap dolar AS. Kemarin, rupiah di pasar
spot ditutup Rp 15.422 per dolar AS, menguat 0,47% dari sehari sebelumnya di Rp 15.495 per dolar AS.
Setali tiga uang, Kiwoom Sekuritas juga mengatrol naik target IHSG di sisa tahun 2024. Sekuritas ini masih mempertahankan target IHSG di posisi 7.800. Di tengah penguatan IHSG, Azis menyarankan IHSG bisa melirik saham-saham
big caps
yang valuasinya masih murah.
Head of Equity Research
Mandiri Sekuritas, Adrian Joezer menjelaskan, saat ini pasar memproyeksikan adanya pemotongan suku bunga The Fed sebesar 100 basis poin (bps) di kuartal terakhir 2024. Sebelumnya, Mandiri Sekuritas hanya memprediksi pemangkasan suku bunga The Fed sebesar 25 bps.
BBCA Berupaya Pertahankan Kualitas Aset
Pertumbuhan dua digit laba bersih PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) diperkirakan terus berlanjut hingga akhir tahun 2024 ini. Kinerja emiten bank swasta terbesar di Indonesia tersebut didukung penyaluran pinjaman yang solid dan kualitas aset yang sehat. Head of Research RHB Sekuritas Indonesia, Andrey Wijaya menilai, hasil kinerja BBCA pada kuartal kedua 2024 sudah sesuai dengan ekspektasi. BBCA memiliki keunggulan pada kualitas peminjam yang solid. Bank terafiliasi Grup Djarum ini memiliki kemampuan menaikkan kembali suku bunga pinjaman sambil menjaga kualitas aset tetap utuh. Return on equity (ROE) BBCA pada semester pertama tahun ini berada di 24,8% dibandingkan 23,5% pada 2023. Sementara itu, capital adequacy ratio (CAR) alias rasio kecukupan modal Bank BCA masih solid di 27,8% pada kuartal kedua, dibandingkan 26,3% pada akhir kuartal pertama 2024. Net interest margin (NIM) BBCA berkembang sekitar 20 basis poin (bps) secara kuartalan seiring inisiatif memangkas suku bunga deposito berjangka sebelumnya. Pertumbuhan laba bersih Bank BCA semakin didorong oleh biaya kredit konsolidasi yang lebih rendah. Andrey menuturkan, pertumbuhan pinjaman BBCA secara kumulatif selama Januari-Juni 2024 sebesar Rp 849,694 triliun atau bertumbuh sekitar 15,5% yoy. Hasil ini melampaui panduan perusahaan di kisaran 8%-10% dengan pendorongnya dari segmen konsumen, UKM, serta korporasi.
Analis Binaartha Sekuritas, Achmadi Hangradhika mengatakan, dari sisi kualitas aset BBCA sebenarnya menurun, namun masih pada tingkat yang sehat. Misalnya pada rasio kredit bermasalah (NPL) BBCA naik 30 bps secara tahunan mencapai 2,20%. Kenaikan ini didorong oleh peningkatan NPL di segmen komersial, UKM, dan konsumen.
Tren pertumbuhan laba bersih mencapai dua digit BBCA juga diproyeksi masih terus berlanjut. Rasio NIM 5,80% per akhir kuartal kedua 2024. Proyeksinya, rasio NIM BBCA akan menjadi 6,20% hingga akhir tahun.
Analis NH Korindo Sekuritas, Leonardo Lijuwardi menyebutkan, katalis positif bagi BBCA adalah performa operasional yang optimal dan efisien. Ini didukung oleh pertumbuhan penyaluran kredit, performa kualitas aset portofolio yang semakin sehat. Dengan demikian, maka mengarah pada NIM yang lebih ekspansif.
Batas Kenaikan Mulai Terlihat
Rupiah berbalik menguat terhadap Dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Rabu (28/8). Berdasarkan data
Bloomberg,
rupiah
spot
menguat 0,47% secara harian ke Rp 15.422 per dolar AS. Rupiah Jisdor Bank Indonesia (BI) juga naik 0,21% ke Rp 15.476 per dolar AS.
Presiden Komisioner HFX International Berjangka, Sutopo Widodo mengatakan, dolar AS masih tertekan sejak Juli. Ini masih terkait dengan data-data ekonomi AS yang cenderung melemah, sehingga memperkuat ekspektasi penurunan suku bunga. Sutopo menjelaskan, indeks dolar diperdagangkan di sekitar 100,6 Rabu (28/8), mendekati level terendah sejak Juli 2023.
Kepala Ekonom Bank Permata Josua Pardede memproyeksi, rupiah akan bergerak datar pada Kamis (29/8). Mengingat investor masih menunggu data PDB dan
price consumption expenditure
(PCE) AS pada Jumat ini.
Harga Batubara Turun, ADRO Meredup
PT Adaro Energy Indonesia Tbk (ADRO) mengejar target produksi dan penjualan batubara pada semester II-2024. ADRO menempuh strategi ini usai mengalami penurunan kinerja pada periode paruh pertama. Pendapatan usaha ADRO tergerus 14,40% secara tahunan atau year on year (yoy) dari US$ 3,47 miliar menjadi US$ 2,97 miliar. Sedangkan laba bersih ADRO menyusut 10,87% secara tahunan dari US$ 873,83 juta menjadi US$ 778,77 juta hingga Juni 2024. Presiden Direktur & Chief Executive Officer Adaro Energy Garibaldi "Boy" Thohir mengklaim, kinerja ADRO menunjukkan daya tahan di tengah tantangan kondisi harga batubara termal maupun metalurgi. "Grup Adaro mampu menunjukkan resiliensi kinerja keuangan berkat keunggulan operasional dan efisiensi," katanya dalam keterbukaan informasi, Selasa (27/8). Pasar dalam negeri mendominasi penjualan ADRO dengan porsi 26%. Sedangkan pasar ekspor ke Asia Timur Laut (24%), Asia Tenggara (18%), China (18%), India (11%) dan lainnya (3%). Meski secara volume menanjak, namun terjadi koreksi pada harga jual rata-rata sekitar 19%.
Head of Corporate Communication Adaro Energy Indonesia, Febriati Nadira optimistis, prospek pertumbuhan ADRO masih cerah di sisa tahun ini. Terutama didukung kenaikan permintaan di wilayah Asia Tenggara termasuk Indonesia, serta Asia Selatan. "Sebagian pelanggan kami memiliki kontrak jangka panjang dan kami fokus untuk memenuhi permintaan pelanggan," kata Nadira, ke KONTAN, Rabu (28/8). Investment Analyst Stockbit Hendriko Gani melihat, laba bersih ADRO melampaui ekspektasi. Sedangkan pendapatan sejalan dengan perkiraan. Hendriko mengamati, margin laba kotor lebih tinggi seiring penurunan biaya royalti, biaya pemrosesan batubara serta hilangnya biaya mining service. Founder Stocknow.id, Hendra Wardana menilai, prospek emiten batubara masih menarik di tengah fluktuasi harga komoditas. Secara valuasi, Hendra menilai, ADRO masih relatif murah. Dia merekomendasi trading buy ADRO di target harga di Rp 3.990 per saham. Sedangkan Founder WH Project, William Hartanto merekomendasi beli ADRO dengan target harga Rp 3.700–Rp 3.900 per saham.
Transaksi Kartu Kredit Terus Melonjak
Bisnis kartu kredit perbankan tetap tumbuh mekar meski layanan paylater menjamur. Transaksi kartu kredit di paruh pertama tahun ini tumbuh baik, disertai kualitas aset yang tetap rendah. Berdasarkan data Bank Indonesia (BI), volume transaksi kartu kredit perbankan sepanjang semester pertama 2024 mencapai 218,03 juta. Realisasi ini meningkat 15,9% secara tahunan. Nilai transaksinya juga meningkat 7,78% menjadi Rp 210,2 triliun. Bank Negara Indonesia (BNI) salah satu yang mencetak pertumbuhan solid bisnis kartu kredit. Per Juni, outstanding kartu kredit bank ini mencapai Rp 14,4 triliun, naik 9,9% secara tahunan.
GM Divisi Bisnis Kartu BNI Grace Situmeang mengatakan, transaksi di paruh pertama 2024 naik sekitar 6%. Ia tak merinci volume dan nilai transaksinya. Transaksi terkait
travel,
e-commerce
dan
dining
masih mendominasi transaksi kartu kredit BNI, ungkap Grace, Rabu (28/8).
Peningkatan transaksi juga ditorehkan Bank Central Asia (BCA). EVP
Corporate Communication
BCA Hera F. Haryn mengatakan, transaksi kartu kredit BCA di semester I-2024 mencapai Rp 58 triliun atau tumbuh 15%.
Senada, Direktur
Retail Banking
Bank Permata Djumariah Tenteram, mengatakan, pihaknya juga mencetak pertumbuhan bisnis kartu kredit. Transaksi kartu kredit meningkat hampir 20% pada paruh pertama.
Pertumbuhan transaksi kartu kredit Bank Permata disertai kualitas yang baik. "NPL masih di bawah 1,8%," ungkap Djumariah.
Grace menyebut kenaikan risiko tak bisa dihindari seiring peningkatan ekspansi portofolio. "Walau begitu, BNI akan menjaga NPL tetap di bawah 2%, dengan tetap hati-hati dalam pemberian kartu kredit," ujarnya.
Kasus Baru Mpox di Luar Afrika
Tiga kasus baru Mpox atau cacar monyet telah ditemukan di luar Afrika yang merupakan negara endemis penyakit tersebut, yaitu di Swedia, Filipina, dan Thailand. Kasus di Swedia dan Thailand disebabkan varian virus Clade 1b yang memicu ditetapkannya status kedaruratan global terbaru dari Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO. Kasus Mpox di Swedia ditemukan 15 Agustus 2024. Sementara kasus di Filipina pada 19 Agustus 2024 dan kasus di Thailand pada 22 Agustus 2024. Kasus di Swedia dan Thailand memiliki riwayat perjalanan dari Kongo. Sementara kasus di Filipina merupakan transmisi lokal tanpa riwayat perjalanan dari negara terinfeksi varian tersebut.
Jubir Kemenkes, M Syahril, Selasa (27/8) di Jakarta, menuturkan, total kasus Mpox yang dilaporkan di Indonesia sejak pertama kali dilaporkan pada 20 Agustus 2022 hingga saat ini mencapai 88 kasus. Kasus pada 2024 terkonfirmasi 14 kasus, tersebar di Jakarta, Banten, Jabar, Jatim, Kepri dan DI Yogyakarta. ”Semua kasus di Indonesia merupakan varian Clade II dan sejak terakhir dilaporkan (pada minggu ke-23 tahun 2024) belum ada penambahan kasus baru,” ujarnya. Negara-negara G20 dan ASEAN, termasuk Indonesia, telah memperkuat upaya penanganan dan pencegahan penularan Mpox agar tidak semakin meluas.
Secara umum, penapisan gejala pada pelaku perjalanan, terutama yang berasal dari negara yang terinfeksi, akan dilakukan yang dilanjutkan dengan pemeriksaan tes PCR dan isolasi mandiri apabila terkonfirmasi positif Mpox. Masyarakat diimbau untuk lebih waspada terhadap penularan Mpox. Pencegahan dapat dilakukan dengan membatasi kontak fisik ataupun seksual dengan orang yang terinfeksi Mpox, menghindari berganti pasangan seks, serta menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat, terutama mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir. (Yoga)
Langkanya Beras di Jepang
Jepang mengalami kelangkaan beras. Stok beras Jepang jatuh ke level terendah dalam 25 tahun terakhir. Namun, otoritas menegaskan, Jepang tidak menghadapi kekurangan beras. Pemerintah pun menjanjikan kelangkaan segera teratasi. Faktor penyebab penurunan pasokan beras di Jepang adalah cuaca panas ekstrem tahun 2023 yang membuat panen merosot, melonjaknya jumlah wisatawan mancanegara, hingga ketakutan warga terkait peringatan ancaman gempa di sepanjang Palung Nankai.
Media Jepang, Mainichi, Selasa (27/8/2024), melaporkan, rak-rak beras kosong terlihat di supermarket dan toko-toko di Jepang. Sementara permintaan terus meningkat, sejak awal Agustus 2024.”Beras adalah makanan pokok, tetapi semakin sulit dibeli. Ini menyusahkan,” kata seorang ibu rumah tangga (50). Dampak kelangkaan itu, harga beras di sejumlah kota di Jepang melambung ke harga tertinggi dalam 11 tahun terakhir. Sejumlah supermarket kehabisan stok dan membatasi pembelian.
Karyawan gerai penjualan langsung JA Chikushi di Kasuga, Prefektur Fukuoka, harus menjelaskan ke pelanggan bahwa beras merah yang ingin dibeli habis terjual. ”Belum pernah, beras habis terjual sebelumnya,” katanya dikutip The Japan News. Menurut Pejabat Kementerian Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan Jepang, Hiroshi Itakura. stok beras sektor swasta Jepang turun jadi 1,56 juta ton pada Juni 2024, turun 20 % dari tahun sebelumnya dan terendah sejak 1999, dipicu penurunan panen akibat panas ekstrem pada 2023. Kelangkaan beras di Jepang diperkirakan berlanjut hingga September 2024. Kelangkaan akan teratasi saat pasokan dari panen beras tahun ini tersedia. (Yoga)
Target Angka Kemiskinan Sebesar 7,5 Persen
Pemerintahan Presiden Jokowi menargetkan penurunan angka kemiskinan di Indonesia menjadi 7,5 % pada akhir 2024. Namun, data terbaru BPS menunjukkan, pada Maret 2024, persentase penduduk miskin masih di angka 9,03 %. Dengan sisa waktu yang singkat, target ini sulit dicapai. Tak bisa dimungkiri, penurunan angka kemiskinan di Indonesia satu dekade terakhir merupakan pencapaian yang patut diapresiasi. Pada Maret 2014, angka kemiskinan di level 11,25 % atau turun 2,22 % poin dalam 10 terakhir. Namun, menurunkan lebih jauh, dari 9,03 % menjadi 7,5 % dalam waktu kurang dari setahun, tidaklah mudah. Penurunan kemiskinan1 % poin dalam setahun belum pernah terjadi di Indonesia. Tantangan utamanya adalah dampak pandemi Covid-19 yang masih terasa hingga kini.
Meski pemulihan ekonomi telah dilakukan, banyak rumah tangga belum bangkit dari keterpurukan ekonomi. Ditambah, ketidakpastian ekonomi global masih terjadi. Kenaikan harga kebutuhan pokok, seperti pangan, secara langsung berdampak pada daya beli masyarakat, terutama kelompok miskin. Ketika harga naik, sedang pendapatan stagnan atau turun, upaya untuk keluar dari jeratan kemiskinan menjadi kian sulit. Meski berbagai program bansos sudah dikucurkan untuk menjaga daya beli masyarakat miskin, akan lebih baik jika stabilitas harga tetap menjadi faktor penting yang dijaga. Jika situasi ini terus berlanjut, bukan tidak mungkin daya beli masyarakat yang tak termasuk penerima bansos akan menurun dan mereka bisa terjerumus ke dalam kemiskinan.
Tantangan lain adalah distribusi pendapatan yang belum merata. Berdasarkan ukuran Bank Dunia, pada Maret 2024, distribusi pengeluaran penduduk Indonesia, 50 % berada di kelompok penduduk 20 % teratas. Sementara, persentase pengeluaran kelompok penduduk 40 % terbawah hanya 18,40 %. Untuk jangka panjang, diperlukan kebijakan yang lebih berfokus pada pemberdayaan ekonomi, seperti pelatihan keterampilan kerja, pemberdayaan UMKM, serta akses lebih mudah ke pembiayaan. Pemerintah harus mulai mengembangkan strategi penurunan kemiskinan lainnya yang telah dicanangkan, yaitu peningkatan pendapatan dan pemberdayaan masyarakat, serta pengurangan jumlah kantong kemiskinan. (Yoga)
Tindak Tegas Penipu Lowongan Pekerjaan
Sudah lama komplotan penipu berkedok lowongan kerja beroperasi. Pemerintah dan aparat penegak hukum harus menindak tegas komplotan penipu yang keterlaluan dan biadab ini. Mereka menipu dan mencoba mengambil untung dari masyarakat miskin yang sedang sangat membutuhkan pekerjaan. Modus mereka sempat viral di media sosial dan juga terungkap di media arus utama. Namun, pemerintah dan aparat penegak hukum belum tergerak untuk meringkus komplotan ini. Liputan investigasi harian Kompas Juli hingga Agustus lalu mengungkap operasi kelompok penipu ini di Jakarta dan sekitarnya. Mereka menyaru menjadi pihak yang menawarkan pekerjaan hingga bersalin rupa menjadi lembaga penempatan tenaga kerja swasta
Komplotan ini menipu para pencari kerja dengan modus menyebar lowongan fiktif di media sosial dan platform lowongan kerja. Setelah ada pencari kerja yang terjaring, komplotan penipu ini memeras korban dengan meminta uang Rp 1,45 juta hingga Rp 1,7 juta per orang. Dalihnya, uang tersebut adalah jaminan untuk pengecekan kesehatan, pelatihan, dan seragam. Para penipu ini menjanjikan, jika korban telah menyerahkan uang jaminan, mereka akan mendapat pekerjaan. Nyatanya, setelah menyerahkan uang, korban akan dioper ke sana kemaritanpa kejelasan pekerjaan seperti yang dijanjikan. Hingga akhirnya korban menyerah dan merelakan uang jaminan yang telah diberikan.
Beberapa korban datang dari jauh ke Jakarta. Bahkan, ada korban yang uangnya pas-pasan sehingga saat dipanggil oleh komplotan ini untuk wawancara, mereka terpaksa menginap di mushala. Meski kerap viral di media sosial dan terungkap di media, komplotan penipu berkedok lowongan pekerjaan ini masih leluasa beroperasi. Biasanya mereka menempati rumah toko (ruko) tak beridentitas. Di ruko tersebut, kelompok penipu berbagi peran, ada yang menjadi pewawancara hingga pengamanan, yang memastikan korban menyerahkan uang jaminan. Seharusnya Kemenaker menindak komplotan penipu lowongan pekerjaan ini dan mengingat penipuan adalah delik biasa, polisi dapat meringkus komplotan ini meski tanpa laporan pengaduan masyarakat. (Yoga)









