Setelah Minyak Goreng Tak Lagi Langka
Sejak 1 Februari lalu, pemerintah menetapkan harga eceran tertinggi minyak goreng Rp 14 ribu. Namun, sejak saat itu, minyak goreng berubah menjadi barang langka. Masyarakat Jakarta, bahkan seluruh Indonesia, kesulitan mencari cairan berwarna kuning keemasan tersebut. Sejumlah minimarket dan supermarket sengaja mengosongkan rak khusus produk minyak goreng. Jika pun ada, tak sampai satu jam, stok minyak ludes. Sebaliknya, setelah aturan harga eceran tertinggi dicabut, stock minyak goreng membanjiri minimarket dan supermarket. Namun harganya melambung tinggi. Menurut pantauan Tempo, disejumlah minimarket di wilayah Johar Baru, Cempaka Putih dan Kemayoran, Jakarta Pusat, kemarin, harga minyak goreng kemasan perliter berkisar 24-25 ribu. Sejumlah pedagang kecil kewalahan menghadapi tingginya harga minyak goreng kemasan. Strategi menaikkan harga hingga kurangi porsi jadi cara menutup harga minyak goreng. Tingginya harga pada saat minyak goreng mudah dicari dianggap penyakit bagi masyarakat. (Yetede)
Bank Sentral Global Hadapi Keputusan Sulit
Serangan yang diluncurkan Rusia ke Ukraina telah membuat bank-bank sentral berada dalam ketidakpastian dan dihadapkan pada pengambilan keputusan yang sulit. Padahal sebelumnya banyak bank sentral yang sudah mengarahkan pandangannya untuk menormalkan kebijakan moneter mengingat aktivitas-aktivitas ekonomi mulai bangkit dari pandemi Covid-19. Pekan lalu, The Fed menyetujui kenaikan pertama dalam lebih tiga tahunan suku bunga acuan. Bank of England (BoE) pun telah menaikkan tingkat suku bunga ketiga berturut-turut dan pekan lalu Bank Presiden Bank Sentral Eropa Christine Lagarde juga mengungkapkan para pembuat kebijakan memiliki ruang ekstra, antara rencana akhir program quantitative aesing ECB pada musim panas ini dan kenaikan biaya pinjaman dalam lebih dari satu dekade. Sebagai informasi, bank-bank di dunia telah dikejutkan dengan lonjakan inflasi pasca pandemi yang menyebabkan harga konsumen turun naik hingga beberapa dekade. (yetede)
Harga Pupuk di Rekor Tertinggi
Pasokan menipis yang dipicu konflik Ukraina-Rusia serta faktor-faktor lain yang sudah ada sebelum ini telah mendorong harga pupuk dunia ke rekor tertinggi. Perusahaan konsultan komoditas asal inggris CRU melaporkan, seperti dilansir CNBC pada Selasa (22/3), harga bahan mentah untuk produksi pupuk yakni amoniak, nitrogen, nitrat, fosfat, potasium, dan sulfat telah naik 30%, sejak awal tahun ini dan sekarang sudah melampaui rekor tertinggi saat krisis energi serta pangan 2008. Kelangkaan pasokan disebabkan Rusia dan Ukraina adalah produsen terbesar komoditas pertanian dunia. Pasokan bahan pangan dan pupuk saat ini terkonsentrasi hanya di segelintir negara. Sementara Rusia yang menyumbang sekitar 14% ekspor pupuk global, telah menghentikan sementara arus perdagangan keluar, "Lebih dari itu, gas adalah komponen utama dalam produksi pupuk. Tingginya harga gas membuat produksi tertekan di wilayah-wilayah termasuk Eropa, sehingga pasar semakin kekurangan," ujar Chris Lawson, kepala CRU, urusan pupuk. (Yetede)
Pertumbuhan Ekonomi Nasional Dalam Tren Positif
Presiden Joko Widodo optimistis, perekonomian nasional tahun ini berada dalam tren positif. Hal ini lantaran perekonomian dua tahun terakhir yang menunjukkan tren pemulihan meskipun dalam kondisi pandemi Covid-19. Kemudian, pemerintah telah menerbitkan Undang Undang Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja. Melalui regulasi ini, pemerintah melakukan reformasi untuk menyederhanakan birokrasi investasi. "Ini fondasi besar yang hasilnya kita mulai lihat dan nikmati pada 2022," ucap Kepala Negara. Namun, Jokowi melanjutkan, Indonesia juga menghadapi banyak tantangan dan ketidakpastian global saat ini.
Beberapa diantaranya yaitu perekonomian dunia yang belum pulih total, kelangkaan energi, pangan, dan kontainer, dan inflasi tinggi yang terjadi di banyak negara. Kemudian ketika perekonomian dunia mulai bangkit dan pulih, justru terjadi perang antara Rusia dan Ukraina. "Masyarakat tidak boleh menjadi korban dari ketidakpastian global ini. Investasi yang menciptakan lapangan kerja harus kita tingkatkan. Pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkeadilan harus terus diupayakan," tegas Presiden. (Yetede)
2023, The Fed di Proyeksikan Menaikkan Suku Bunga Dua Kali
Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo memproyeksikan, Bank Sentral Amerika Serikat atau The Federal Reserve (The Fed) masih akan menaikkan suku bunga acuan sebanyak dua kali pada tahun depan. Adapun langkah moneter agresif The Fed ini untuk menormalkan lonjakan inflasi di AS. Pada Februari kemarin, inflasi di AS sudah mencapai 7,9%, tertinggi dalam 40 tahun terakhir. Apalagi, lanjutnya, ketidakseimbangan perekonomian global masih akan berlangsung di tahun ini, meskipun sudah lebih baik dibanding sebelumnya. "Kami sedang melakukan asesmen seberapa jauh dampak ketegangan geopolitik Rusia dan Ukraina ke pada pola pertumbuhan ekonomi global," katanya. Selain itu, BI memastikan akan menggunakan instrumen lain untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang mencakup kebijakan makroprudensial, sistem pembayaran, pengembangan pasar uang, ekonomi keuangan inklusif dan hijau, UMKM, dan keuangan syariah," imbuhnya. (Yetede)
Kebijakan Tanpa Karantina Diperluas ke Seluruh Indonesia
Pemerintah menyatakan kebijakan tanpa karantina diperluas ke seluruh Indonesia dan hanya dengan tes PCR saja. Kebijakan ini dilakukan karena penanganan pandemi Covid-19 dinilai semakin terkendali berkat kepatuhan masyarakat terhadap penerapan protokol kesehatan secara ketat dan disiplin. Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraft) Sandiaga Uno mengatakan, kebijakan tanpa karantina diperluas ke seluruh Indonesia, surat edaran satuan tugas (satgas) penanganan Covid-19 terkait kebijakan tanpa karantina paling lambat dikeluarkan 22 Maret 2022.
"Jadi nanti akan ada surat edaran dan pengumumannya. Dan ini, Alhamdulillah, berarti (shalat) tarawih bisa kembali kita giatkan, juga kita giatkan buka bersama dengan tentunya protokol kesehatan ketat dan disiplin," ucap dia. Selain kebijakan tanpa karantina, pemerintah juga memperluas kebijakan perluasan visa on arrival (VoA) untuk pelaku perjalanan luar negeri (PPLN) di Bandara Internasional I Ngurah Rai, Bali menjadi 42 negara. Kebijakan ini akan efektif diberlakukan sembari menunggu penerbitan surat edaran yang baru. (Yetede)
Korea Selatan Minati Proyek Jembatan Batam-Bintan
Pemerintah Korea Selatan melalui Korean Exim Bank atau KEXIM menyampaikan minat untuk turut serta dalam pembangunan jembatan Batam-Bintan, Kepulauan Riau (Kepri) dengan skema Kerja Sama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU). Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PURP) John Wempi Wetipo mengatakan jembatan Batam-Bintan merupakan proyek jembatan bentang panjang dengan teknologi cable stayed yang nantinya akan menjadi jalan tol dengan total panjang 14,74 Km. "Status jembatan Batam-Bintan saat ini dalam tahap studi kelayakan, penyiapan dokumen lelang dan penyampaian readiness criteria kepada Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT). Target penyelesaian pekerjaan tersebut Maret 2022," kata Wamen PURP dalam keterangan resminya, Selasa (22/3).
2022, Penjualan Ponsel Diprediksi Capai 44 Juta Unit
Lembaga riset International Data Corporation (IDC) memperkirakan, penjualan smartphone di Indonesia mencapai 44 juta unit pada 2022. Proyeksi tersebut tumbuh 8% dari tahun sebelumnya (year-on-year), yakni sebanyak 40,9 juta. Tahun 2021, pasar ponsel di Tanah Air tumbuh 11% dibandingkan tahun sebelumnya. Associate Market Analyst IDC Indonesia Vanessa Aurelia mengatakan, para vendor smartphone diprediksi mulai mempersiapkan diri menghadapi perubahan tingkat komponen dalam negeri (TKDN) dan menghadapi kenaikan pajak penghasilan (PPN) menjadi 11% mulai April 2022. "Karena itu, ada kemungkinan distributor smartphone akan menumpuk stok sebelum pajak dinaikkan dari 10% ke 11%," kata Vanessa. Pertumbuhan itu ditopang oleh menurunnya jumlah kasus positif Covid-19 ditambah persiapan menjelang Ramadhan 2021. Namun, pertumbuhan ini segera terhenti setelah varian Delta Covid-19 merebak karena pemerintah terpaksa menerapkan PPKM dan menyebabkan penutupan mal ritel pada kuartal III-2021. (Yetede)
Bersiaplah Hadapi Harga Barang & Jasa Membubung
Anda harus bersiap merogoh kocek lebih dalam. Mulai 1 April 2022, beberapa kebijakan pemerintah yang berlaku bulan depan akan menyebabkan harga barang dan jasa terkerek naik. Pertama, tarif Pajak Pertambahan Nilai (PPN) dipastikan akan naik dari 10% menjadi 11%. Namun, kebijakan ini akan diikuti pembebasan PPN atas bahan pangan pokok, jasa pendidikan dan kesehatan bagi masyarakat berpenghasilan menengah bawah. Kedua, pungutan pajak karbon bagi pembangkit listrik yang menggunakan bahan bakar batubara. Kebijakan ini juga akan berlaku 1 April mendatang. Menteri Keuangan Sri Mulyani memastikan aneka kebijakan tersebut tetap akan berlaku mulai 1 April 2022, sesuai dengan Undang-Undang Harmonisasi Peraturan Perpajakan. Kebijakan ini tak pelak akan menggerus daya beli masyarakat lantaran akan memicu laju inflasi. Ekonom Bank Pertama Josua Pardede memperkirakan kenaikan tarif PPN bakal menambah inflasi sebesar 0,3% poin - 0,35% poin. Alhasil, inflasi April bisa melonjak ke kisaran 0,7% - 1% secara bulan atau month to month (mtm).
Optimistis Pertumbuhan Ekonomi 2022 di Atas 5,2%
Pemerintah rupanya masih optimistis, laju pertumbuhan ekonomi Indonesia hingga akhir tahun ini bisa mencapai di atas 5,2%. Malah, menurut Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, pertumbuhan ekonomi Indonesia tersebut bisa lebih baik dari pertumbuhan ekonomi global pada tahun ini. Pandangan Airlangga tersebut berkaca dari proyeksi sejumlah lembaga internasional, seperti Bank Dunia, Dana Moneter Internasional (IMF), hingga Organization for Economic Co-operation and Development (OECD) yang memperkirakan ekonomi global pada 2022 akan tumbuh pada kisaran 4,1% hingga 4,5%. Optimisme tersebut sejalan dengan tren inflasi domestik yang masih dalam batas aman yaitu sekitar 2,1% pada saat ini.









