;

Daya Beli Kian Tergerogoti

Ekonomi Yoga 23 Mar 2022 Kompas
Daya Beli Kian Tergerogoti

Harga sejumlah komoditas pangan, terutama minyak goreng, terus naik. Harga dikhawatirkan kian tinggi pada Ramadhan-Lebaran sehingga menggerus daya beli masyarakat yang belum sepenuhnya pulih setelah terimbas pandemic Covid-19. Karena itu, serikat buruh dan petani meminta pemerintah menurunkan harga pangan pokok, mengatasi kelangkaan minyak goreng, dan memberlakukan kembali HET minyak goreng kemasan. ”Harga minyak goreng Rp 23.900 per liter memberatkan buruh, petani, nelayan, pedagang kaki lima, orang miskin desa/kota, dan pengangguran, tak hanya mahal, tetapi juga langka. Rakyat harus mengantre seperti pengemis,” kata Said Iqbal, Presiden KSPI.

Sementara harga minyak goreng kemasan melambung tinggi meski stoknya ”mendadak” banyak di jaringan ritel modern dan pasar tradisional, harga rata-rata nasional minyak goreng curah Rp 17.700 per liter, naik 11,32 % secara bulanan dan 39,37 % secara tahunan, harga rata-rata nasional minyak goreng kemasan sederhana Rp 21.400 per liter, naik 31,29 % secara bulanan dan 58,52 % secara tahunan. Direktur Eksekutif Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Tauhid Ahmad berpendapat, kenaikan harga kebutuhan pokok awal tahun ini akan menggerus daya beli masyarakat yang belum pulih betul dari dampak pandemi. Per Februari 2022, tingkat inflasi tahunan tercatat 2,06  %. Tekanan terbesar adalah harga minyak goreng yang naik 39-63 % secara tahunan. Kenaikan UMP 2022 dengan rata-rata nasional 1,09 % tidak mampu menutup kenaikan harga kebutuhan pokok setinggi itu. (Yoga)


Download Aplikasi Labirin :