;

Indonesia Butuh Dragon Bukan Unicorn

Yuniati Turjandini 20 Jul 2023 Investor Daily (H)

JAKARTA,ID-Indonesia membutuhkan perusahaan rintisan berbasis teknologi (starup) level dragon atau yang mengutamakan fundamental kuat, bukan starup level unicorn yang semata mengincar valuasi dan skala pasar melalui strategi 'bakar uang'. Startup level dragon dibutukan bukan saja  untuk menjamin ekosistem dan bisnis startup yang berkelanjutan, tapi juga mengakselerasi ekonomi digital sebagai  motor pertumbuhan ekonomi nasional. Karena itu, para startup harus didorong untuk bertransformasi agar menjadi startup level dragon (naga). Para investor pun kini sangat selektif. Mereka hanya akan berinvestasi di startup yang punya prospek bagus, model bisnis yang diterima pasar, serta potensi kinerja keuangan yang sehat dan berfundamental kuat. Para investor tak terlalu mementingkan startup  berstatus unicorn dan decacorn. Mereka tidak mau lagi membiaya startup yang membesarkan skala bisnisnya lewat strategi 'bakar uang'. Demikian benang merah wawancara Investor Daily  dengan investor starup Alexander Rusli, Co-Founder dan Managing  Partner East Ventures Wilson Cuaca, Plt Direktur  Investasi Mandiri Capital Indonesia (MCI) Dennis Pratistha, pengamat startup yang juga CEO dan Co-Founder CIAS Indrawan Nugroho, CEO Privy.id Marshall Pribadi, serta peneliti Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Nailul Huda. Mereka dihubungi secara terpisah di Jakarta Rabu (19/7/2023). (Yetede)

Peran Ganda TikTok Saingi Platform e-Commerce di Tanah Air

Yuniati Turjandini 20 Jul 2023 Investor Daily

JAKARTA,ID-TikTok resmi hadir di indonesia sejak tahun 2018 sebagai aplikasi/platform video pendek untuk segmen media sosial dan hiburan (entertainment). Kemudian, TikTok meluncurkan TikTok Shop pada 2021 yang berkiprah di bisnis perdagangan  secara elektronik (e-commerce). Sejak itu, peran dobelnya menjadi media sosial sekaligus e-commerce (social commerce) mulai menyaingi peran platform e-commerce yang sudah lebih mapan. Di satu sisi, peran ganda yang dijalankan oleh TikTok tersebut memberikan ruang pasar yang lebih luas bagi para  pelaku usaha UMKM lokal di Tanah Air untuk menjual produknya. Namun, aktivitasnya juga mulai menyaingi bisnis platform e-commerce yang sudah  lebih mapan, antara lain Tokopedia, Bukalapak, Lazada dan Shopee. Pasalnya, lewat TikTok, pengguna bisa langsung berbelanja lewat aplikasi TikTok. Pengguna tidak perlu beralih ke aplikasi lain untuk menyelesaikan transaksi pembelian produk yang diinginkan. Sejak diluncurkan, TikTok Shop pun langsung menjadi social commerce paling popular di Indonesia. Survey Populix menunjukkan TikTok Shop telah digunakan oleh 45% masyarakat di Indoensia yang pernah berbelanja online menggunakan media sosial. (Yetede)

Aktivitas Ekonomi Menguat, Angka Kemiskinan Menurun

Yuniati Turjandini 20 Jul 2023 Investor Daily

JAKARTA,ID-Penurunan angka kemiskinan pada Maret 2023 sejalan dengan menguatnya aktivitas ekonomi, menurunnya angka pengangguran, serta inflasi yang terkendali. Berkaitan dengan upaya lebih lanjut untuk menurunkan jumlah penduduk miskin, pemerintah perlu melakukan evaluasi terkait data penduduk miskin dan mendorong kesejahteraan masyarakat. Jumlah penduduk miskin di Indonesia pada Maret 2023 berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) sebanyak 25,9 juta orang. Jumlah tersebut menurun 460 ribu orang dibandingkan September 2022, dan menurun 260 ribu orang dibandingkan Maret 2022. Meski demikian, penurunan tersebut belum menunjukkan tanda pemulihan  dibandingkan masa sebelum pandemi. Persentase penduduk miskin pada Maret 2023 mengalami penurunan 210 ribu dibandingkan September 2022. Jika dibandingkan dengan Maret 2022 terjadi penurunan sebesar 0,18%. Di sisi lain, data BPS mencatat persentase penduduk miskin terbesar  berada di wilayah Pulau Maluku dan Papua, yaitu sebesar 19,68%. Sementara itu, persentase penduduk miskin terendah berada di Pulau Kalimantan, yaitu sebesar 5,67%.  (Yetede)

Lima Emiten Ritel Kantongi Pendapatan Rp 85 Triliun

Yuniati Turjandini 20 Jul 2023 Investor Daily

JAKARTA,ID-Sebanyak lima emiten ritel diproyeksikan mengantongi  pendapatan Rp 85 triliun semester 1-2023, naik 13% dibandingkan periode sama tahun lalu Rp 75 triliun. Sejalan dengan itu, laba bersih lima emiten itu tumbuh 9% menjadi Rp3,7 triliun dari Rp 3,4 triliun. Kelima emiten ritel itu  adalah PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAP/MAPI), PT Matahari Department Store Tbk (LPPF), dan PT Ace Hardware Indonesia Tbk (ACES), PT Ramayana Lestari Sentosa Tbk (RALS), dan PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT), pemilik jaringan minimarket Alfamart. Berdasarkan riset Indo Premier Sekuritas, dikutip Rabu (19/7/2023), MAP diproyeksikan mencetak pertumbuhan pendapatan tertinggi per Juni 2023, yakni 25%, menjadi Rp 16,8 triliun  dari Rp13,4 triliun, diikuti Alfamart sebesar 12,8% menjadi Rp 54 triliun, Matahari 10,2% menjadi Rp7,8 triliun, Ace Hardware 8,7% menjadi 7,8 triliun, dan Ramayana 0,4% menjadi Rp3,03 triliun. Sementara itu, Ace Hardware diestimasi mencetak pertumbuhan laba bersih tertinggi di semester I tahun ini, sebesar 27% menjadi 308 miliar, diikuti MAP sebesar 19,7% menjadi Rp 949 miliar, Alfamart 11,9% menjadi Rp 1,4 triliun, Ramayana 0,1% menjadi Rp286 miliar. Adapun laba bersih Matahari ditaksir turun 11,6% menjadi Rp 812 miliar. (Yetede)

Ketar-ketir Menjelang Musim Kering

Yuniati Turjandini 20 Jul 2023 Tempo

PREDIKSI puncak musim kering akibat El Nino pada Agustus hingga September mendatang membuat Sutikno ketar-ketir. Petani di Desa Ngampel, Madiun, itu khawatir padi yang akan ia tanam pada musim kemarau kedua tahun ini tidak berbuah maksimal. Padahal, tanpa adanya El Nino pun, ia mesti merogoh kocek lebih dalam untuk biaya produksi pada masa tanam musim kemarau kedua ketimbang pada masa tanam di musim hujan dan musim kemarau pertama setiap tahun. Ongkos mahal tersebut dikeluarkan Sutikno dan para petani lainnya untuk biaya irigasi dengan sistem bergilir dari sumur pompa yang berada di kawasan lahan sawahnya. Berdasarkan hitung-hitungannya, modal yang diperlukan untuk menggarap sepetak lahan pada musim kemarau kedua mencapai Rp 13 juta. Nominal itu lebih tinggi Rp 4 juta dibandingkan dengan masa tanam musim kemarau pertama pada Mei lalu. “Karena airnya harus beli dan butuh beberapa kali irigasi,” ujar dia kepada Tempo, kemarin, 19 Juli 2023. Ongkos itu belum termasuk biaya untuk pupuk. Ketua Kontak Tani dan Nelayan Andalan Kabupaten Madiun, Suharno, menyatakan, mayoritas petani di daerahnya sudah mempersiapkan diri untuk menghadapi kemarau panjang. Mereka berencana mengajukan surat keterangan pembelian solar bersubsidi lewat pemerintah desa masing-masing. Solar itu digunakan untuk mengoperasikan mesin pompa pada sumur dangkal yang masih ada di kawasan persawahan mereka. Mereka tak bisa mengandalkan mesin pompa sumur dalam yang menggunakan listrik karena jumlahnya terbatas. "Se-Kabupaten Madiun jumlah (pompa listrik) hanya 200-300 unit. Idealnya ada ribuan. "Tak hanya di Madiun, para petani di sentra produksi padi lainnya juga bersiap menghadapi musim kering dalam beberapa bulan ke depan. Abdul Somad, petani di Kecamatan Patampanua, Pinrang, mengatakan bahwa para petani di kampungnya telah menyiapkan pompa air untuk mengairi lahan atau sawah, apalagi saat ini tanaman padi di sana sudah berumur sebulan lebih. “Saya sudah siapkan pompa air,” ujar Comat—sapaan akrab Abdul. (Yetede)

Bersih-bersih Kredit Macet UMKM

Yuniati Turjandini 20 Jul 2023 Tempo

JAKARTA – Perbankan nasional bersiap menghapusbukukan kredit macet segmen usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), sebagaimana yang direncanakan pemerintah serta tertuang dalam Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2023 tentang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (UU PPSK). PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk, selaku bank penyalur kredit UMKM terbesar di Tanah Air, menyatakan dukungan terhadap rencana itu. Menurut Direktur Utama Bank BRI Sunarso, sejak 2021, perseroan telah mengusulkan kepada regulator untuk meninjau kembali ketentuan ihwal hapus buku dan hapus tagih (write off) kredit UMKM. Ia berujar potensi penyaluran kredit dan pembiayaan UMKM sangat besar, tapi terhambat aturan peminjaman dan adanya kredit yang tidak terbayar. "Kami sebagai bank pemberdaya UMKM sekaligus perusahaan milik negara tidak berani menghapuskan kredit macet karena dapat masuk sebagai aset negara," ucapnya kepada Tempo, kemarin. Guna memuluskan penghapusbukuan kredit macet UMKM, Sunarso mengimbuhkan, dibutuhkan skenario write off sebagaimana rencana pemerintah. "Untuk menambah kelincahan dan menumbuhkan kredit UMKM, masalah-masalah seperti kredit bermasalah itu harus kami selesaikan," kata Sunarso. (Yetede)

Pelita Air Buka Rute Jakarta-Pontianak

Yuniati Turjandini 20 Jul 2023 Tempo

Pelita Air membuka rute baru Jakarta menuju Pontianak. Tujuan terbaru ini menjadi rute ke-8 maskapai yang terbang perdana pada 2022. Rute ini memiliki frekuensi terbang 7 kali dalam sepekan atau 1 kali setiap hari. Penerbangan Pelita Air Jakarta–Pontianak menggunakan pesawat Airbus A320 dengan kapasitas 180 kursi kelas ekonomi. Direktur Utama Pelita Air, Dendy Kurniawan berharap kehadiran Pelita Air di Pontianak dapat menjadi pilihan alternatif bagi masyarakat yang ingin melakukan perjalanan bisnis maupun wisata. Pelita Air berterima kasih atas dukungan pemerintah kota Pontianak dan Provinsi Kalimantan Barat, serta seluruh stakeholder yang terlibat sehingga pembukaan rute baru ini berlangsung lancar. Pelita Air berkomitmen terus memperluas jaringan rute dalam rangka pemenuhan permintaan masyarakat akan layanan penerbangan berjadwal. Rute Jakarta-Pontianak ini juga mencerminkan komitmen Pelita Air sebagai anak perusahaan Pertamina dalam menjadi backbone transportasi udara dalam meningkatkan konektivitas di berbagai wilayah Indonesia. (Yetede)

Nirfaedah Lembaga Pengawas Media Sosial

Yuniati Turjandini 20 Jul 2023 Tempo

PERNYATAAN Menteri Komunikasi dan Informatika Budi Arie Setiadi bahwa perlu ada lembaga pengawas media sosial patut dikritik. Pembentukan lembaga tersebut tak mendesak. Tak ada pula jaminan bahwa lembaga ini kelak tak akan disalahgunakan. Sulit bagi kita untuk tidak mengaitkan pembentukan lembaga pengawas media sosial ini dengan tahun politik dan musim elektoral. Lembaga ini rentan diselewengkan untuk membungkam suara kritis dan menutup akses informasi terhadap calon tertentu. Apalagi Budi Arie, pemimpin organisasi pendukung Presiden Joko Widodo, Pro-Jokowi (Projo), baru-baru ini menyatakan dukungannya terhadap bakal calon presiden Prabowo Subianto. Obsesi Budi Arie bisa membawa republik ini menjadi negara Orwellian. Semua hal dimatai-matai dan dikontrol negara. Pada situasi terburuk, tak akan ada lagi keberagaman pendapat. Informasi cuma berasal dari satu arah, dari pemegang otoritas. Budi Arie seyogianya tak mempertaruhkan hak dan kepentingan publik demi ambisi pribadi yang bisa membuat negeri ini mundur. Alasan Budi Arie bahwa banyak konten media sosial yang dinilai meresahkan masyarakat di sejumlah platform ataupun aplikasi bukanlah landasan untuk membentuk lembaga pengawas media sosial. Toh, Indonesia telah memiliki lembaga yang bertugas mengawasi media sosial, seperti yang dijalankan oleh kepolisian dan Kemenkominfo sendiri. Boleh dibilang konten hoaks, misinformasi, pornografi, ujaran kebencian, serta terorisme tak leluasa beredar dan gampang diturunkan atau diblokir. Karena itu, Budi Arie tak perlu lagi membentuk lembaga pengawas. (Yetede)

Ekonomi Digital Jadi Tantangan Menteri Baru

Hairul Rizal 18 Jul 2023 Kontan (H)

Pengangkatan Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) yang baru menjadi momentum pemerintah untuk mempercepat transformasi ekonomi digital di Indonesia yang diproyeksikan mencapai US$ 130 miliar atau setara Rp 1.950 triliun (kurs US$ 1=Rp 15.000) pada tahun 2025. Syaratnya, basis ekonomi digital di Tanah Air harus kuat. Kemarin, Presiden Joko Widodo melantik Budi Arie Setiadi sebagai Menkominfo, serta sejumlah pejabat lainnya. Budi menggantikan posisi Johnny Gerard Plate yang tersangkut dugaan korupsi proyek base transceiver station (BTS) 4G. Presiden Jokowi juga menunjuk Nezar Patria sebagai Wakil Menteri Komunikasi dan Informatika untuk membantu pekerjaan Menkominfo. Usai pelantikan, Presiden Jokowi memerintahkan Menkominfo Budi Arie agar mempercepat penyelesaian proyek BTS 4G di sisa masa pemerintahan yang tinggal satu setengah tahun lagi. Selain penyelesaian proyek BTS 4G, Presiden menitahkan Menkominfo agar menuntaskan persoalan terkait perkembangan teknologi digital. Mulai dari kedaulatan data, kecerdasan buatan, frekuensi hingga satelit, termasuk membentuk Satuan Tugas (Satgas) Bidang Komunikasi dan Informatika. Menkominfo Budi berjanji segera membentuk satgas tersebut, serta menangani kebocoran data di dalam negeri. Budi mengaku sudah mendapatkan laporan terkait kebocoran data dan berjanji segera menuntaskannya. Ketua Umum Asosiasi Penyelenggara Jaringan Telekomunikasi (Apjatel) Jerry Mangasas Swandy berharap Kemkominfo merealisasikan infrastruktur digital secara nasional. Sebab sampai saat ini cakupan konektivitas infrastruktur digital hanya sekitar 30% dari 514 kabupaten/kota.

Emiten Properti Masih Bertaji

Hairul Rizal 18 Jul 2023 Kontan

Meski tak ada lagi sokongan insentif pajak seperti tahun lalu, sektor properti diramal masih bisa tumbuh. Daya beli masyarakat masih kuat, dan berbagai hajatan politik berpeluang mendorong sektor ini. Beberapa emiten properti juga berhasil meraih separuh dari target pra-penjualannya. Misalnya PT Ciputra Development Tbk (CTRA) yang mencetak marketing sales Rp 5,1 triliun hingga akhir Juni 2023. Capaian ini memenuhi 57% dari target di tahun 2023 sebesar Rp 8,9 triliun. Head of Investor Relation CTRA, Aditya Ciputra Sastrawinata mengatakan, angka tersebut naik 27% dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu. "Didorong oleh penjualan pada segmen produk perumahan dan dibantu oleh kondisi suku bunga KPR yang kondusif," ujarnya kepada KONTAN, Senin (17/7). Di semester pertama, CTRA memang getol meluncurkan beberapa produk perumahan dan ruko. Ada satu proyek baru CitraGarden Serpong, serta tujuh klaster baru kota lainnya. PT Metropolitan Land Tbk (MTLA) juga masih optimistis bisa mengantongi marketing sales tahun 2023 sebesar Rp 1,8 triliun. Hingga Juni 2023, MTLA telah membukukan marketing sales Rp 756 miliar atau 42% dari target yang ditetapkan. Analis Henan Putihrai Sekuritas Jono Syafei menilai, tahun politik Jono menilai, tahun ini mungkin penjualan properti tak akan sekencang tahun lalu. Tapi, emiten yang punya recurring income bakal mendapat angin segar dari mobilitas masyarakat yang kembali normal. Sedangkan Investment Analyst Infovesta Kapital Advisori Fajar Dwi Alfian mengatakan, tahun politik berpotensi mendongkrak belanja masyarakat, terutama pada bidang rekreasi dan pusat perbelanjaan. "Sehingga, dapat meningkatkan penjualan pada segmen komersial dan rental, ujarnya

Pilihan Editor