Indonesia Butuh Dragon Bukan Unicorn
JAKARTA,ID-Indonesia membutuhkan perusahaan rintisan berbasis teknologi (starup) level dragon atau yang mengutamakan fundamental kuat, bukan starup level unicorn yang semata mengincar valuasi dan skala pasar melalui strategi 'bakar uang'. Startup level dragon dibutukan bukan saja untuk menjamin ekosistem dan bisnis startup yang berkelanjutan, tapi juga mengakselerasi ekonomi digital sebagai motor pertumbuhan ekonomi nasional. Karena itu, para startup harus didorong untuk bertransformasi agar menjadi startup level dragon (naga). Para investor pun kini sangat selektif. Mereka hanya akan berinvestasi di startup yang punya prospek bagus, model bisnis yang diterima pasar, serta potensi kinerja keuangan yang sehat dan berfundamental kuat. Para investor tak terlalu mementingkan startup berstatus unicorn dan decacorn. Mereka tidak mau lagi membiaya startup yang membesarkan skala bisnisnya lewat strategi 'bakar uang'. Demikian benang merah wawancara Investor Daily dengan investor starup Alexander Rusli, Co-Founder dan Managing Partner East Ventures Wilson Cuaca, Plt Direktur Investasi Mandiri Capital Indonesia (MCI) Dennis Pratistha, pengamat startup yang juga CEO dan Co-Founder CIAS Indrawan Nugroho, CEO Privy.id Marshall Pribadi, serta peneliti Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Nailul Huda. Mereka dihubungi secara terpisah di Jakarta Rabu (19/7/2023). (Yetede)
Tags :
#StartupPostingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023