;

ASEAN Perkuat Rantai Pasok Regional

Yoga 04 Sep 2023 Kompas (H)

Untuk mengantisipasi risiko perlambatan ekonomi kawasan di tengah ketidakpastian global, negara-negara Asia Tenggara bersepakat memperkuat rantai pasok regional yang lebih inklusif. Dengan demikian, keterlibatan sektor UMKM sebagai tulang punggung ekonomi kawasan yang selama ini sulit menembus pasar global akan lebih terjamin. Pada 2022, total nilai PDB ASEAN tercatat 3,6 triliun USD. Di antara negara-negara anggota ASEAN, Malaysia mencatat pertumbuhan ekonomi tertinggi (8,7 %), disusul Vietnam (8 %), Filipina (7,6 %), Indonesia (5,31 %), dan Kamboja (5,1 %). Meski demikian, perekonomian negara-negara ASEAN lainnya masih sulit bangkit selepas pandemi.

Di tengah pemulihan yang masih berlangsung itu, kondisi ekonomi global semakin tidak pasti. Menko Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Minggu (3/9) mengatakan, proyeksi perekonomian global yang tak menentu ke depan ikut mengindikasikan adanya potensi pelemahan dan ketidakpastian pertumbuhan ekonomi di kawasan. Penguatan integrasi ekonomi kawasan pun penting untuk menjamin ketahanan ekonomi ASEAN di tengah ancaman krisis dan perubahan lanskap ekonomi global. ”Kondisi ekonomi pada masa mendatang sangat dinamis dan penuh tantangan. Kita harus meningkatkan kerja sama dan integrasi ekonomi kawasan lewat penguatan arsitektur perdagangan dan rantai pasok regional,” katanya seusai pertemuan ASEAN Economi Community Council (AECC) Ke-23 di Jakarta. (Yoga)


Terlena Batubara

Yoga 04 Sep 2023 Kompas

Alam menyediakan banyak hal yang kerap membuat penghuninya terlena. Salah satunya batubara, yang menjadi andalan sejumlah daerah di Indonesia. Tapi, negara-negara di dunia berkomitmen mewujudkan emisi nol karbon pada 2050. Upaya yang ditempuh, di antaranya, melalui transisi menuju energi baru terbarukan dan ramah lingkungan serta mengakhiri operasional pembangkit listrik tenaga uap berbahan bakar batubara. Penggunaan energi bersih kian terpacu seiring investasi teknologi energi bersih yang meningkat. Menurut International Energy Agency, investasi energi bersih diperkirakan tumbuh 24 % pada 2021-2023. Pada 2023, investasi teknologi energi bersih diproyeksi 1,7 triliun USD.

Bagi banyak negara, termasuk Indonesia, perlu persiapan dan kesiapan untuk mengakhiri eksplorasi dan penggunaan batubara. Sebab, komoditas sumber daya alam nonmigas itu memiliki andil signifikan dalam perekonomian nasional, provinsi, dan kabupaten/kota. Berdasarkan data BPS, Indonesia mengekspor 360,115 juta ton batubara senilai 46,764 miliar USD pada 2022. Berdasarkan data Kemenkeu melalui APBN Kinerja dan Fakta, iuran produksi atau royalti batubara menyumbang PNBP. Pada Januari-Juli 2023, royalty batubara Rp 66,22 triliun atau tumbuh 130,46 % dibandingkan Januari-Juli 2022. Peran batubara dalam perekonomian daerah dan nasional hendaknya mulai dialihkan ke sektor lain secara bertahap melibatkan pemerintah, perusahaan, dan masyarakat serta bukan ke komoditas mentah. Dengan cara itu, akan ada nilai tambah yang diciptakan, tenaga kerja dan teknologi yang diserap, serta sesuai dengan kondisi setiap daerah. (Yoga)


Australia Barat Minati Program Dekarbonisasi

Yoga 04 Sep 2023 Kompas

Perdana Menteri Australia Barat Roger Cook, Minggu (3/9/2023), di Jakarta, mengatakan, pihaknya meminati program pengembangan energi hijau dan ekosistem kendaraan listrik di kawasan ASEAN. Menurut dia, peluang dekarbonisasi di kawasan ASEAN dapat terwujud lewat kerja sama ekosistem baterai, baik dari sisi sumber energinya maupun materialnya. Dari sisi sumber energi terbarukan, Australia Barat memiliki tenaga surya dan tenaga angin yang berlimpah. (Yoga)

Hambatan Nontarif Perlu Dilonggarkan

Yoga 04 Sep 2023 Kompas

Pelaku bisnis di kawasan ASEAN merekomendasikan penghapusan hambatan nontarif dalam perdagangan antarnegara anggota demi menunjang ketahanan pangan di kawasan tersebut. Pemerintah mencoba menyelesaikannya lewat sistem harmonisasi perizinan se-ASEAN. ASEAN-Business Advisory Council Indonesia Policy Manager for Food Security Arif P Rachmat mengemukakan, ada empat aspek rekomendasi kebijakan yang diharapkan pelaku industri dan usaha di Asia Tenggara di bidang pangan dan pertanian, yakni perdagangan eksternal ataupun intra-ASEAN, infrastruktur dan teknologi pertanian, inklusivitas akses pasar, serta pembangunan kapabilitas petani.

”Dalam perdagangan eksternal dan intra-ASEAN, kami merekomendasikan penghapusan hambatan nontarif berdasarkan prinsip-prinsip yang sudah disepakati untuk menyeimbangkan aturan yang diperlukan dan fasilitas perdagangan,” tuturnya dalam forum kebijakan bertajuk ”Safeguarding ASEAN’s Food Security in a Time of Growing Uncertainty” pada ASEAN Business & Investment Summit di Jakarta, Minggu (3/9). Dia juga merekomendasikan percepatan proses bea dan cukai untuk benih, biji, pupuk, dan peralatan pertanian melalui harmonisasi standar, regulasi, dan persetujuan. Agar dapat bernegosiasi secara optimal dengan mitra eksternal, ASEAN diimbau untuk mengelola pengadaan kolektif.

Wakil Menteri Perdagangan RI Jerry Sambuaga menyampaikan, regulasi perizinan setiap negara berbeda-beda. ”Oleh sebab itu, tantangan (hambatan nontarif) tersebut perlu dilihat secara spesifik. Pertemuan AEM (ASEAN Economic Ministers) secara maksimal mendorong hal itu karena kami ingin menguatkan prinsip-prinsip konektivitas. Salah satunya terwujud lewat ASEAN single window yang mengharmonisasi perizinan,” ucapnya. (Yoga)


ASEAN Pacu Ekonomi yang Makin Inklusif

Yoga 04 Sep 2023 Kompas

Ketua ASEAN Business Advisory Council atau ASEAN BAC Arsjad Rasjid mengemukakan, relevansi ASEAN sebagai pusat pertumbuhan ekonomi global atau sentralitas ASEAN dinilai perlu terus dipacu melalui inovasi dan inklusivitas. Indonesia dalam kapasitasnya sebagai Ketua ASEAN-BAC Tahun 2023 secara signifikan telah menciptakan landasan kokoh untuk memudahkan para pelaku usaha berkontribusi positif dalam pembangunan ekonomi di kawasan. Menurut Arsjad, sentralitas ASEAN perlu dimaknai tidak hanya dari aspek geografis kawasan, tetapi juga rekonstruksi cara pandang yang telah menyebabkan negara-negara ASEAN sulit tumbuh bersama. Selain itu, perlu meninjau kembali ketahanan ekonomi setiap negara anggota ASEAN dalam berbagai sektor, serta membentuk kembali konsolidasi dengan mitra-mitra utama.

”Kompetisi itu penting, tetapi (negara-negara) Asia Tenggara membutuhkan kerja sama ekonomi untuk saling melengkapi satu sama lain,” ujar Arsjad, yang juga Ketua Umum Kadin Indonesia, dalam Pembukaan ASEAN Business & Investment Summit 2023, di Jakarta, Minggu (3/9). ASEAN BAC diikuti sekitar 3.005 peserta. Menurut Arsjad, kekuatan utama ASEAN bukan hanya pada sumber daya, tetapi juga pada ketahanan sebagai asosiasi negara-negara yang solid untuk tumbuh dengan saling melengkapi. Sebagai kontribusi dari sektor bisnis, pihaknya telah menyusun ASEAN Business Roadmap 2045. Sekjen ASEAN Kao Kim Hourn mengemukakan, lanskap ekonomi global jangka menengah cepat berubah dengan Revolusi Industri 4.0 mengarah ke inklusivitas yang semakin besar. ASEAN, sebagai asosiasi negara kawasan dan komunitas bisnis, dinilai perlu mendukung pertumbuhan inklusif sebagai bagian integrasi perekonomian ASEAN. (Yoga)


RI-ANRPC Dorong Pengembangan Karet Berkelanjutan

Yoga 04 Sep 2023 Kompas

Indonesia mengajak Asosiasi Negara-negara Produsen Karet Alam atau ANRPC mempererat kerja sama mendorong keberlanjutan karet dan pengembangan karet berkelanjutan. Upaya itu penting di tengah tren penurunan harga karet dunia, konversi tanaman karet, serta isu perubahan iklim dan kelestarian lingkungan. Hal itu mengemuka dalam pertemuan Kelompok Kerja Karet Alam Berkelanjutan ANRPC yang digelar secara hibrida di Palembang, Sumsel, 29-31 Agustus 2023. Pertemuan itu dihadiri 30 delegasi ANRPC dari Bangladesh, Indonesia, India, Malaysia, Myanmar, China, Sri Lanka, dan Thailand.

Direktur Jenderal Perundingan Perdagangan Internasional (PPI) Kemendag Djatmiko Bris Witjaksono, Sabtu (2/9) mengatakan, saat ini, industri karet alam tengah menghadapi sejumlah tantangan. Komoditas tersebut harus memiliki standardisasi yang mengedepankan kelestarian lingkungan dan mengurangi dampak perubahan iklim. Uni Eropa, misalnya, mulai menerapkan UU Produk Bebas Deforestasi (EUDR) untuk sejumlah komoditas, termasuk karet. Oleh karena itu, lanjut Djatmiko, RI mengajak negara-negara produsen karet mempererat kerja sama untuk membawa perubahan positif di industry karet alam,terutama petani-petani kecil. Indonesia juga meminta ANRPC bersama-sama menghadapi dampak implementasi EUDR. Sejumlah langkah konkret dapat dilakukan, mulai dari memperkuat kelembagaan petani, hilirisasi karet, hingga pengembangan tanaman dan produk karet berbasis penelitian. (Yoga)


Bolak-balik Berburu Diskon Tur

Yoga 03 Sep 2023 Kompas (H)

Eko Nugrianto (54) serius menyimak penjelasan petugas One Two Trip. Berkas tur silih berganti disorongkan pegawai biro perjalanan yang melayaninya dengan ramah dan cekatan. Hampir pukul 22.00, pameran menjelang tutup, namun, Eko masih berkutat dengan beberapa rekomendasi. Lebih dari satu jam terbenam dalam tawaran-tawaran kompetitif, barulah ia beranjak. Tak berarti pilihan sudah dia jatuhkan. Eko ternyata masih saja menimbang-nimbang rencananya liburan ke luar negeri. Ke Turki, Eropa, atau Jepang. ”Belum booking (pesan) soalnya mau putuskan tur terbaik,” ujar Eko pada ajang Kompas Travel Fair (KTF) di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD, Tangerang, Banten, Jumat (1/9). Eko menyambut KTF dengan antusias karena membuka kesempatan untuk membandingkan beragam layanan.

Vice President Marketing & Communications Dwidayatour Yohannes Heraldo menyampaikan, para calon pelancong memperlihatkan tren ketertarikan pada produk tur dan cruise, terutama untuk destinasi Jepang, Korea, Hong Kong, Australia, Skandinavia, dan wisata domestik, seperti Labuan Bajo. Tren ini mengacu pada transaksi yang terjadi di cabang-cabang milik Dwidayatour sepanjang tahun ini. ”Kini paket wisata yang digemari para tamu kami adalah paket wisata 10 hari ke Jepang yang tamu bisa ikuti hanya dengan Rp 23 juta-an dan paket tur ke Korea selama delapan hari hanya dengan Rp 15 jutaan,” tutur Yohannes. Fenomena orang berduyun-duyun datang ke berbagai pameran wisata, termasuk KTF, dalam beberapa bulan terakhir ini menunjukkan bahwa tren perjalanan wisata ”balas dendam” (revenge tourism) seiring meredanya pandemi Covid-19 masih berlanjut. (Yoga)


Warga Rempang Bantah Telah Serahkan Lahan

Yoga 03 Sep 2023 Kompas

Warga di Pulau Rempang, Batam, Kepri, membantah pernyataan Badan Pengusahaan (BP) Batam tentang penyerahan lahan. Mereka menegaskan tetap menolak rencana penggusuran 16 kampung adat untuk pembangunan Rempang Eco City. Jubir Kekerabatan Masyarakat Adat Tempatan (Keramat) Pulau Rempang, Suardi, Sabtu (2/9) mengatakan, ada 16 kampung adat di Rempang. Warga meminta pemerintah membangun tanpa menggusur kampung-kampung tersebut. ”Jangan sejengkal pun tanah adat dibagi. Itu menjadi semangat utama kami. Pemerintah silakan membangun dan investasi, tetapi jangan hapus kampung adat yang menjadi identitas orang Melayu,” katanya.

Rencananya, di Pulau Rempang akan dibangun kawasan industri, jasa, dan pariwisata bernama Rempang Eco City, yang bakal digarap PT Makmur Elok Graha (MEG). Targetnya, menarik investasi hingga Rp 381 triliun pada 2080 dengan alokasi lahan 17.000 hektar, mencakup seluruh Pulau Rempang dan Pulau Subang Mas. Oleh karena itu, seluruh penduduk Rempang yang berjumlah 7.500 jiwa harus direlokasi. Sebagai penolakan terhadap relokasi, ribuan warga Melayu dari sejumlah pulau di Kepulauan Riau berdemonstrasi di depan Kantor BP Batam pada 23 Agustus 2023. Selain menolak  relokasi kampung adat, warga juga menuntut penghentian intimidasi dan kriminalisasi terhadap warga yang menolak relokasi. (Yoga)


ASEAN Bisa Menua Sebelum Kaya

Yoga 03 Sep 2023 Kompas

Ekonomi ASEAN mandek, tidak kunjung beranjak dari status berpendapatan menengah ke tinggi yang disebut middle income trap, kecuali Singapura. Ciri-ciri ekonomi negara ini adalah pertumbuhan yang melambat, upah riil mandek atau anjlok, pendapatan timpang, dan maraknya kegiatan sektor informal. Demografi muda di negara yang terperangkap berpotensi menua sebelum kaya. ”Akankah penduduk negara-negara berkembang Asia menua sebelum sempat kaya?” demikian Anoop Singh, Direktur Departemen Asia Pasifik IMF menuliskan, 29 April 2015. Pertumbuhan di Indonesia, Malaysia, Thailand, merujuk Emerging Asia: At Risk of the ”Middle Income Trap”? dari laman Imf.org, melambat dan lebih rendah dari pertumbuhan sebelum krisis 1997.

Hingga 2023, status kelas menengah ASEAN tidak berubah sebagaimana Middle Income Countries: Development news, research, World Bank. Aksi untuk melepaskan diri dari jebakan ini sangat urgen. Pakar dari Japan External Trade Organization (Jetro), 5 Oktober 2019, mengingatkan efek jebakan tersebut. Warga sulit meraih pendidikan tinggi dan negara sulit membiayai riset berbiaya besar (”Can multinationals save ASEAN from the middle-income trap?”, East Asia Forum). ASEAN tergantung pada korporasi multinasional asing (MNCs) dalam proses industrialisasi sekaligus mengintegrasikan ekonomi dengan sendirinya ke kawasan. ASEAN tidak pernah menjadi produsen otomotif merek sendiri, tak lebih sebagai pemasok komponen Toyota, sebagai contoh. ASEAN sekaligus menjadi pasarnya.

”Negara-negara bisa membuat wilayahnya menarik sebagai tujuan investasi, tetapi tidak dapat mendikte struktur produksi yang cocok untuk dirinya,” demikian Shigehisa Kasahara dalam laporan UNCTAD, April 2004, berjudul ”The Flying Geese Paradigm: A Critical Study of Its Application to East Asian Regional Development”. ASEAN semakin banyak memproduksi dan mengekspor produk-produk yang tidak lengkap (komponen-komponen). ”Derajat ’ketidaklengkapan’ lebih tinggi terjadi pada produk-produk lebih canggih. MNCs dan pemerintahan asalnya berpotensi mencengkeram sehingga ASEAN tidak bisa maju. Dalam kasus terbaru, Uni Eropa ”mencoba” menenggelamkan hilirisasi industri berbasis komoditas. Ini kebijakan yang bisa menjebak Indonesia agar tidak kaya. (Yoga)

ASEAN Perkuat Rantai Pasok Kendaraan Listrik di Kawasan

Yoga 03 Sep 2023 Kompas

Negara-negara Asia Tenggara bersepakat mengembangkan ekosistem industri kendaraan listrik yang komprehensif di kawasan. Peluang investasi yang saat ini baru dinikmati segelintir negara ASEAN akan diiringi dengan penguatan rantai pasok regional agar menguntungkan semua negara anggota. Komitmen awal untuk mengembangkan ekosistem kendaraan listrik di kawasan itu sebelumnya sudah disepakati dalam KTT Ke 42 ASEAN di Labuan Bajo, NTT, Mei 2023. Saat itu, para pemimpin negara ASEAN menghasilkan deklarasi bersama untuk mendorong ASEAN menjadi bagian penting dari  rantai pasok global. Staf Ahli Bidang Konektivitas, Pengembangan Jasa, dan Sumber Daya Alam Kemenko Bidang Perekonomian Dida Gardera mengatakan, gagasan itu diusulkan Indonesia selaku tuan rumah untuk mendorong ekosistem kendaraan listrik yang kuat secara regional dan bisa bersaing dengan rantai pasok global.

Dalam acara puncak KTT Ke-43 ASEAN di Jakarta, 5-7 September 2023, gagasan itu diperluas dengan mengajak negara-negara ASEAN+3 alias China, Korsel, dan Jepang untuk ikut berkomitmen mengembangkan ekosistem kendaraan listrik yang lebih luas di Asia Tenggara. ”Harapannya, kita tidak hanya menyuplai kebutuhan kendaraan listrik di Indonesia dan kawasan, tetapi juga ke negara ASEAN+3. Ini sudah disepakati para pemimpin, tinggal bagaimana menerapkannya di tingkat regional dan menindaklanjutinya di tingkat nasional di negara masing-masing,” papar Dida dalam konferensi pers persiapan acara ASEAN Economic Community Council (AECC) Ke-23 di Jakarta, Sabtu (2/9). (Yoga)


Pilihan Editor