Laba Perbankan Masih Melaju
JAKARTA,ID-Laba bersih emiten perbankan di Bursaa Efek Indonesia (BEI) masih melaju kencang memasuki semester II-2023. Hal ini ditopang pesatnya pertumbuhan kredit, stabilnya suku bunga acuan, penurunan inflasi, serta akselerasi pertumbuhan ekonomi nasional. Per Jui 2023, empat bank besar dari sisi market cap, yakni PT Bank Rakyat Asia Tbk (BRI/BBRI), PT Bank Mandiri Tbk (BMRI), dan PT Bank Negara Indonesia Tbk (BNI/BBNI), mencetak pertumbuhan laba bersih yang solid, melanjutkan tren positif semester I. Tak ketinggalan, bank dengan market cap di bawah Rp 100 triliun seperti PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI/BRIS) dan PT Bank Permata Tbk (BNLI) turut menuai pertumbuhan laba bersih yang solid, melanjutkan tren positif semester I. Berdasakan data di lama resmi BCA, per Juli 2023, perseroan mencetak pertumbuhan laba bersih 31,6% menjadi Rp 27,9 triliun, dibandingkan periode sama tahun lalu Rp21,2 triliun. Ini terjadi seiring kenaikan pendapatan bunga bersih (net interest income/NII) menjadi Rp 40,4 triliun dari Rp32,9 triliun. (Yetede)
Asean Didorong, Jadi Tujuan Utama Investasi
JAKARTA,ID-Lima isu penting bakal menjadi pokok pembahasan terkait bidang ekonomi dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Asean ke-43 yang akan dipimpin oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Jakarta, pekan ini. Kelima isu tersebut adalah masalah geopolitik, fragmentasi rantai pasok, transisi hijau, inovasi digital, dan pertumbuhan inklusif. Selanjutnya, Asean akan didorong agar menjadi tujuan utama invetasi dan pusat produksi global yang berdaya saing dan terpercaya. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyatakan, pembahasan isu ekonomi KTT Asean akan diarahkan untuk meningkatkan kerja sama dan integrasi ekonomi kawasan dalam rangka penguatan arsitektur perdagangan dan rantai pasok regional. Selain itu, untuk membuat pilihan kebijakan guna meningkatkan daya saing, ketahanan, dan reformasi struktural yang didorong oleh keberlanjutan, digitalisasi, dan perubahan demografis. "(Selanjutnya untuk) menjadikan kawasan Asean sebagai pusat pertumbuhan regional dan mesin pertumbuhan global, tujuan utama investasi dan pusat produksi global yang berdaya saing dan terpercaya," ujar Airlangga saat memimpin rangkaian The 23rd Asean Economic Community Council Meeting di Jakarta. (Yetede)
IHSG September Tertekan, Momentum Tepat Akumulasi Saham
JAKARTA,ID-Memasuki bulan September, indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Saham Indonesia (BEI) akan dibayangi aksi ambil untung (profit taking) investor yang membuat pergerakannya cenderung tertekan. Kondisi ini bisa dimnafaatkan untuk mengakumulasi saham yang harganya sudah terdiskon. Sepanjang September, IHSG diperkirakan bergerak pada kisaran support 6.750 dan resistance 70.30 dari penutupan tahun lalu di posisi 6.977. IHSG pada September 2023 berpotensi bergerak sideway cenderung melemah dalam kisaran 6.850-7.50. Jika IHSG mengalami koreksi, momentum tersebut bisa dijadikan peluang untuk akumulasi saham saat harga sedang terdiskon," kata financial expert Ajaib Sekuritas Ratih Mustikoningsih kepada Investor Daily, Minggu (3/9/2023). Ratih menyebutkan, katalis domestik dan global berpotensi memengaruhi pergerakan IHSG pada September tahun ini. Dari domestik, sentimen yang dicermati pelaku pasar adalah inflasi tahunan yang tercatat pada Agustus 2023, lebih tinggi dari bulan sebelumnya 3,08%. (Yetede)
BRI Hapus Buku Rp 24,13 Triliun Kredit Restrukturisasi
JAKARTA,ID-Sejak awal pandemi Covid-19, banyak pelaku usaha UMKM yang terdampak. PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) mencatatkan akumulasi restrukturisasi kredit UMKM sebanyak Rp 263,8 triliun, dari jumlah tersebut BRI telah menghapus buku Rp24,13 triliun kredit yang tidak bisa diselamatkan dari dampak Covid-19, per Juni 2023. Lebih dari 3 juta nasabah UMKM telah diberikan relaksasi BRI dari restrukturisasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK). "Sekarang yang restrukturisasi tinggal Rp 83,23 triliun, jadi turun Rp180 triliun lebih. Kemana saja turunnya? Alhamdulillah Rp101,59 triliun mampu membayar dan sisanya itu tidak bisa di apa-apakan Rp 24,13 triliun kami hapus buku," ujar Direktur Utama BRI Sunarso, akhir pekan lalu. Dengan demikian, lanjut Sunarso, situasi ini relevan dengan Undang-Undang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (UU P2SK). Untuk hapus buku, perseroan sudah melakukan dan telah dicadangkan atau dikeluarkan biaya senilai Rp24,13 triliun dari kredit yang tidak bisa diselamatkan tersebut. Maka sekarang tinggal status Rp24,13 triliun hapus buku itu yang diluar neraca mau hapus tagih, karena mereka ada yang masih punya kemampuan dan bisa berusaha lagi dan itu yang dikasih kesempatan," urai Sunarso. (Yetede)
Indosat Dorong Inklusi Digital Indonesia Timur
JAKARTA,ID-Indosat Ooredoo Hutchinson (PT Indosat Tbk) mendorong inklusi digital di Indonesia Timur melalui peningkatan pengalaman pelanggan di wilayah Nusa Tenggara. Peningkatan terus menerus ini dilakukan untuk memberdayakan dan memaksimalkan potensi masyarakat lokal. Jaringan Indosat kini pun telah menjangkau lebih dari 80% populasi di wilayah Nusa Tenggara, dengan penambahan pemancar jaringan (sites) BTS dan kapasitas internet yang meningkat hingga dua kali lipat dibandingkan tahun lalu. Khusus di Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), jaringan Indosat, bahkan, sudah menjangkau 100% populasi untuk mendukung kemudahan akses informasi dan membuka peluang lebih banyak. Kami yakin pemanfaatan teknologi digital, memaksimalkan potensi yang ada, dan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah, ujar Danny, dalam pernyataan di Jakarta, dikutip Minggu (3/9/2023). Menurut dia, hal tersebut menjadi awal untuk mewujudkan tujuan Indosat yang lebih besar dalam menghubungkan dan memberdayakan masyarakat Indonesia dengan mempercepat transformasi digital bangsa. (Yetede)
Eropa Masih Dapat Menghindari Resesi
LONDON,ID-Kawasan Eropa disebut masih bisa menghindari resesi, meskipun sedang menghadapi dampak dari krisis ganda, geopolitik, dan ekonomi. Demikian disampaikan Komisioner Eropa urusan Economi, Paolo Gentilino pada Sabtu (02/09/2023). Seperti diberitakan, invasi Rusia ke Ukraina pada Februari tahun lalu telah memicu kekhawatiran serius di Eropa. Dimana kawasan ini bakal memasuki perlambatan ekonomi yang signifikan. Namun, kawasan tersebut mampu mengamankan pasokan energi alternatif, pengganti dari Rusia, dan beberapa pemerintah mampu memberikan bantuan kepada konsumen yang menghadapi biaya energi tinggi. Menurut Dana Moneter Internasional (IMF, pada akhir zona euro tumbuh di kisaran 3,5% untuk tahun lalu. IMF juga memperkirakan tingkat pertumbuhan 0,8% untuk zona euro tahun ini dan 1,4% pada 2024. "Saya kira kita sedang menghadapi dampak dari krisis ini juga berdampak pada Amerika Serikat dan seluruh dunia, namun dari sudut pandang ekonomi, krisis ini berdampak serius pada Eropa dan Jerman khususnya," ujar Gentilino kepada CNBC. (Yetede)
Inovasi di Balik Transformasi Kota Jayapura
Pasca dilantik sebagai penjabat Wali Kota Jayapura, Papua, setahun lalu, Frans Pekey, tak butuh waktu lama untuk segera bekerja. Sejumlah program inovasi layanan pemerintahan dia gulirkan untuk melakukan perubahan. "Pertama, saya melakukan konsolidasi internal. Karena kekuatan saya adalah ditopang seluruh jajaran pemerintah daerah. Bersama forum koordinasi pimpinan daerah (forkopimda),” kata Frans seusai meraih Penghargaan Apresiasi Tokoh Indonesia Inspiratif kategori Penjabat Kepala Daerah Inovatif dari Tempo Media di Jakarta, Selasa 29 Agustus 2023.
Frans memperkenalkan inovasi yang berorientasi pada enam budaya kerja berintegritas. "Pertama, tertib administrasi. Kedua, tertib aturan. Ketiga, pelayanan prima. Keempat, inovasi dan perubahan. Kelima, bebas korupsi. Keenam, tata kelola keuangan yang baik dengan tetap mempertahankan opini wajar tanpa pengecualian (WTP) dari BPK," ujarnya. Dia juga fokus pada komunikasi dan kolaborasi dalam membangun Kota Jayapura agar lebih baik. "Pada 2023, saya membuat tema dan menyatakan sebagai Tahun Kolaborasi. Karena pemerintah kota menyadari bahwa kami memiliki kemampuan terbatas,” ucap Frans. Peran pemerintah pusat memajukan Kota Jayapura diwujudkan dengan pendirian Papua Youth Creative Hub. Menurut Frans, Presiden Joko Widodo dapat menghadirkan sebuah pusat kreativitas bagi anak-anak Papua. “Saya berterima kasih kepada Presiden Jokowi,” ujarnya. (Yetede)
Jalan Terjal Ekspor UMKM
JAKARTA — Asa pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) menembus pasar global tak semudah membalikkan telapak tangan. Berbagai tantangan membayangi langkah pelaku UMKM, sehingga menghambat laju peningkatan ekspor produk lokal secara keseluruhan. Ketua Umum Asosiasi Industri UMKM Indonesia Hermawati Setyorinny menuturkan, untuk masuk ke pasar ekspor, UMKM harus memperhatikan kualitas, kuantitas, dan kontinuitas produk. Karena itu, pelaku usaha membutuhkan pembinaan, pelatihan, hingga pengembangan untuk memastikan kesiapannya bersaing secara global.
“Eksposur ekspor UMKM ada peningkatan. Hanya, kalau dihitung dari jumlah UMKM, memang persentasenya masih kecil,” kata dia kepada Tempo, kemarin, 3 September 2023. Padahal potensi ekspor UMKM sangat besar karena produk-produk Indonesia memiliki kelebihan berupa keunikan, keaslian, dan kualitas yang dapat menarik minat pasar global. Di antaranya produk kerajinan tangan, makanan dan minuman tradisional, tekstil, hingga produk alam lainnya.
Hermawati berujar, produk-produk UMKM yang sudah mulai diekspor masih terbatas pada produk-produk mentah, seperti kopi, karet, minyak kelapa sawit beserta turunannya, arang, cumi-cumi, sotong, dan udang. Sedangkan untuk produk olahan didominasi oleh makanan kemasan, busana, dan furnitur. Negara-negara yang menjadi tujuan utama adalah Singapura, Malaysia, Jepang, Cina, Korea Selatan, Arab Saudi, dan Amerika Serikat. (Yetede)
Pamor Instrumen Investasi Berbasis ESG Meningkat
Geliat bisnis berbasis
environment, social
dan
governance
(ESG) di industri keuangan meningkat. Ini sesuai dengan peta jalan yang disusun Otoritas Jasa Keuangan (OJK), yang mengarahkan pelaku industri keuangan untuk menerapkan prinsip-prinsip berkelanjutan.
Industri dana pensiun (dapen) misalnya, berusaha meningkatkan investasi di aset-aset ESG, terutama aset hijau. Salah satunya adalah PT Dana Pensiun Bank Mandiri (DPBM). Kami membuat program kerja yang bertujuan untuk mendukung ESG," ujar Ali Farmadi, Direktur Utama DPBM, Jumat (1/9).
DPBM melakukan investasi pada obligasi korporasi berwawasan lingkungan dengan anggaran Rp 200 miliar hingga Rp 300 miliar.
Secara
return, Ali menilai investasi di aset ESG cukup bagus. "Instrumen reksadana ETF barbasis Sri-Kehati dan ESG menjadi penyumbang
capital gain
dan meningkatkan hasil usaha bersih. Untuk ETF kami lakukan
trading
dengan
return
sekitar 8,5%," ujar dia.
PT BNI Life Insurance juga terus mengembangkan investasi di aset ESG. Saat ini portofolio investasi dengan prinsip ESG telah mencapai 5,25%. "Sektor investasi dengan prinsip ESG yang kami pilih adalah keuangan, barang baku, perindustrian, barang konsumen primer, infrastruktur dan kesehatan," ujar Eben Eser Nainggolan, Plt. Direktur Utama BNI Life.
Direktur
Institutional Banking
PT Bank DBS Indonesia Kunardy Lie optimistis penyaluran kredit ke sektor berkelanjutan masih akan tumbuh hingga akhir tahun. Setidaknya, bisa ada tambahan lagi sekitar Rp 1,5 triliun.Semoga portofolio kredit berkelanjutan di akhir tahun bisa mencapai Rp 5,5 triliun, ujar Kun beberapa waktu lalu.
EVP
Corporate Communication & Social Responsibility
BCA Hera F. Haryn juga menilai peluang pembiayaan hijau masih prospektif. Per Juni 2023, penyaluran kredit ke sektor berkelanjutan di BCA mencapai Rp 181,2 triliun, berkontribusi 24,3% terhadap total pembiayaan BCA.
Ketua Bidang Keuangan, Permodalan, Investasi dan Pajak Asosiasi Asuransi Jiwa (AAJI) Simon Imanto mengungkapkan hal senada. Ia menyebut, portofolio investasi berprinsip ESG belum banyak tersedia. Apalagi, karakteristik produk berbasis ESG berbeda dan harus disesuaikan dengan portofolio aset.
Waspada Lonjakan Inflasi Jangka Pendek
Meski semakin landai, pergerakan inflasi masih menjadi ancaman perekonomian dalam negeri. Tak hanya harga pangan, tetapi juga kenaikan harga energi.
Berdasarkan data terkini Badan Pusat Statistik (BPS), laju inflasi Indonesia pada Agustus 2023 mencapai 3,27%
year on year
(yoy). Meski tetap dalam kisaran sasaran Bank Indonesia (BI), tingkat inflasi tahunan selama Agustus tahun ini rupanya lebih tinggi dibanding bulan sebelumnya sebesar 3,08% yoy.
Salah satu penyumbang kenaikan inflasi pada bulan lalu adalah komponen harga bergejolak. Komponen ini mencatat inflasi sebesar 2,42% yoy, setelah pada Juli 2023 mencatat deflasi 0,03% yoy.
Komoditas yang dominan memberikan andil inflasi selama setahun terakhir adalah beras, bawang putih, daging ayam ras, serta telur ayam ras. Harga beras, baik medium maupun premium, mengalami kenaikan dibandingkan dengan periode yang sama sepanjang tahun sebelumnya.
Kepala Ekonom Bank Central Asia (BCA) David Sumual pun mengingatkan, kenaikan harga pangan masih menjadi momok bagi pergerakan inflasi di sisa tahun ini maupun pada tahun depan. "Risiko timbul dari fenomena El Nino, yang bila berkepanjangan akan menimbulkan gagal panen," ungkapnya kepada KONTAN, Minggu (3/9).
Kepala Ekonom Bank Syariah Indonesia (BSI) Banjaran Surya Indrastomo juga mewanti-wanti soal potensi kenaikan inflasi dalam jangka pendek. Terutama, karena lonjakan harga pangan imbas dari fenomena El Nino.
Tak hanya harga pangan, Banjaran mengingatkan hal lain yang mampu menyundut inflasi, yakni kenaikan harga minyak mentah global. Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi dan biaya pendidikan juga berpotensi mengerek tinggi inflasi dalam jangka pendek.
Pengamat ekonomi dari Indonesia Strategic and Economics Action Institution Ronny P. Sasmita menambahkan, wacana Pertamina menghapus Pertalite dan menggantinya dengan Pertamax Green 92 pada tahun depan berpotensi besar turut menyulut inflasi berlari kencang.









