Pamor Instrumen Investasi Berbasis ESG Meningkat
Geliat bisnis berbasis
environment, social
dan
governance
(ESG) di industri keuangan meningkat. Ini sesuai dengan peta jalan yang disusun Otoritas Jasa Keuangan (OJK), yang mengarahkan pelaku industri keuangan untuk menerapkan prinsip-prinsip berkelanjutan.
Industri dana pensiun (dapen) misalnya, berusaha meningkatkan investasi di aset-aset ESG, terutama aset hijau. Salah satunya adalah PT Dana Pensiun Bank Mandiri (DPBM). Kami membuat program kerja yang bertujuan untuk mendukung ESG," ujar Ali Farmadi, Direktur Utama DPBM, Jumat (1/9).
DPBM melakukan investasi pada obligasi korporasi berwawasan lingkungan dengan anggaran Rp 200 miliar hingga Rp 300 miliar.
Secara
return, Ali menilai investasi di aset ESG cukup bagus. "Instrumen reksadana ETF barbasis Sri-Kehati dan ESG menjadi penyumbang
capital gain
dan meningkatkan hasil usaha bersih. Untuk ETF kami lakukan
trading
dengan
return
sekitar 8,5%," ujar dia.
PT BNI Life Insurance juga terus mengembangkan investasi di aset ESG. Saat ini portofolio investasi dengan prinsip ESG telah mencapai 5,25%. "Sektor investasi dengan prinsip ESG yang kami pilih adalah keuangan, barang baku, perindustrian, barang konsumen primer, infrastruktur dan kesehatan," ujar Eben Eser Nainggolan, Plt. Direktur Utama BNI Life.
Direktur
Institutional Banking
PT Bank DBS Indonesia Kunardy Lie optimistis penyaluran kredit ke sektor berkelanjutan masih akan tumbuh hingga akhir tahun. Setidaknya, bisa ada tambahan lagi sekitar Rp 1,5 triliun.Semoga portofolio kredit berkelanjutan di akhir tahun bisa mencapai Rp 5,5 triliun, ujar Kun beberapa waktu lalu.
EVP
Corporate Communication & Social Responsibility
BCA Hera F. Haryn juga menilai peluang pembiayaan hijau masih prospektif. Per Juni 2023, penyaluran kredit ke sektor berkelanjutan di BCA mencapai Rp 181,2 triliun, berkontribusi 24,3% terhadap total pembiayaan BCA.
Ketua Bidang Keuangan, Permodalan, Investasi dan Pajak Asosiasi Asuransi Jiwa (AAJI) Simon Imanto mengungkapkan hal senada. Ia menyebut, portofolio investasi berprinsip ESG belum banyak tersedia. Apalagi, karakteristik produk berbasis ESG berbeda dan harus disesuaikan dengan portofolio aset.
Tags :
#KeuanganPostingan Terkait
Ketahanan Investasi di Sektor Hulu Migas
Pemerintah akan Menjaga Laju Invetasi Asing
Arus Modal Asing Bersiap Masuk
Danantara Gencar Himpun Pendanaan
Diplomasi Simbolik RI Dinilai Berisiko
Bank Masih Dilema Menurunkan Bunga Kredit
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023