;

Jalan Terjal Ekspor UMKM

Jalan Terjal Ekspor UMKM

JAKARTA — Asa pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) menembus pasar global tak semudah membalikkan telapak tangan. Berbagai tantangan membayangi langkah pelaku UMKM, sehingga menghambat laju peningkatan ekspor produk lokal secara keseluruhan. Ketua Umum Asosiasi Industri UMKM Indonesia Hermawati Setyorinny menuturkan, untuk masuk ke pasar ekspor, UMKM harus memperhatikan kualitas, kuantitas, dan kontinuitas produk. Karena itu, pelaku usaha membutuhkan pembinaan, pelatihan, hingga pengembangan untuk memastikan kesiapannya bersaing secara global.

“Eksposur ekspor UMKM ada peningkatan. Hanya, kalau dihitung dari jumlah UMKM, memang persentasenya masih kecil,” kata dia kepada Tempo, kemarin, 3 September 2023. Padahal potensi ekspor UMKM sangat besar karena produk-produk Indonesia memiliki kelebihan berupa keunikan, keaslian, dan kualitas yang dapat menarik minat pasar global. Di antaranya produk kerajinan tangan, makanan dan minuman tradisional, tekstil, hingga produk alam lainnya.

Hermawati berujar, produk-produk UMKM yang sudah mulai diekspor masih terbatas pada produk-produk mentah, seperti kopi, karet, minyak kelapa sawit beserta turunannya, arang, cumi-cumi, sotong, dan udang. Sedangkan untuk produk olahan didominasi oleh makanan kemasan, busana, dan furnitur. Negara-negara yang menjadi tujuan utama adalah Singapura, Malaysia, Jepang, Cina, Korea Selatan, Arab Saudi, dan Amerika Serikat. (Yetede)

Tags :
#UMKM #Ekspor
Download Aplikasi Labirin :