PENYIMPANAN BBM : Terminal Inhil Mulai Beroperasi
Getir Pasar Tanah Abang
Pengalihan Polis Jiwasraya ke IFG Life Molor
JAKARTA,ID-PT Bahan pembinaan Usaha Indonesia (BPUI) atau Indonesia Finansial (IFG) menargetkan pengalihan polis dari PT Asuransi Jiwasraya (Persero) akan rampung pada triwulan I-2024. Target tersebut mundur dibandingkan target awal yang disebut akan selesai pada tahun ini. Direktur Utama IFG Hexana Tri Sasongko mengatakan, hingga Juni 2023, IFG melalui IFG Life telah menerima transfer polis Rp30,96 triliun atau 81% dari Rp 38,4 triliun liabilitas polis yang akan dialihkan. Saat ini, posisi risk based capital (RCB) IFG Life di posisi 128%. Artinya, tidak ada kapasitas bagi polis yang masih ada di Jiwasraya tanpa suntikan Penyertaan Modal Negara (PMN). Pemerintah meminta IFG untuk menghitung pendanaan pengalihan polis yang dilakukan secara independen. Hasilnya, dibutuhkan Rp8,01 triliun per Desember 2023 yang mengalihkan sisa polis yang direstrukturisasi, dengan menjaga RBC datas ketentuan minimal Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Dana tersebut akan berasa dari PMN cadangan investasi tahun anggaran 2023 senilai Rp 3 triliun. Kemudian, PMN tahun anggaran 2024 sebesar Rp3,56 triliun, disamping IFG juga memperkuat modal IFG Life dengan fundraising senilai Rp 1,45 triliun unutk menutup kekurangan PMN. (Yetede)
Hingga September, PNBP Minerba Capai Rp127,32 Triliun
JAKARTA,ID-Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) sektor pertambangan mineral dan batu bara mencapai Rp127,32 triliun berdasarakan Data Kementerian Energi dan Sumber daya Alam (ESDM) per 8 September 2023. Realisasi ini sekitar 149,37% dari target tahun ini sebesar Rp 85,24 triliun. Capaian ini menambah panjang raihan PNBP minerba yan terlampaui target sejak 2017. Raihan PNBP tersebut tak terlepas dari harga batu baranya. Pasalnya penerimaan sektor pertambangan mayoritas disumbangkan oleh 'emas hitam'. Bila melihat pergerakan dari awal tahun memang terjadi tren penurunan harga. Namun harga batu bara masih dikisaran US$ 100-an per ton. Bahkan Kementerian ESDM menerbitkan beleid teranyar dalam penetapkan Harga batu Bara Acuan (HBA). Patokan harga tersebut digunakan dalam pembayaran royalti batu bara. Keputusan Menteri ESDM No 41 Tahun 2023. Ketentuan teranyar ini antara lain menetapkan HBA mengacu kepada rata-rata harga jual batu bara dalam 1 bulan sebelumnya. Formula HBA sebelumnya, dan 30% dua bulan sebelumnya. Perubahan formula ini diharapkan HBA mencerminkan kondisi pasar. (Yetede)
Bursa karbon Segera Meluncur, BEI Belum Kantongi Izin
JAKARTA,ID-Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bakal meresmikan peluncuran bursa karbon pada 26 September 2023 atau Selasa pekan depan. Meski demikian menjelang peluncuran tersebut, PT Bursa Efek Indonesia (BEI) sebagai penyelenggara bursa atau perdagangan bursa atau perdagangan karbon mengaku belum mengantongi izin dari OJK. Kepastian mengenai peluncuran bursa karbon pada pekan depan itu dikemukakan oleh Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Mahendra Siregar. "Rencananya, peluncuran Bursa Karbon yang perdana, pedagangannya itu akan dilakukan pada 26 September ini. Jadi minggu depan," kata Mahendra dalam Seminar Nasional Pengurangan Emisi Gas Rumah Kaca & Peluang Perdagangan Karbon di Indonesia Jambi dan disiarkan langsung melalui kanal Youtube, Senin (18/9/2023). Adapun bursa karbon merupakan suatu sistem yang mengatur perdagangan karbon atau catatan kepemilikan unit karbon. "Itu adalah rencana dalam minggu depan, tapi secara pararel kami bersama harus terus meningkatkan diri dalam pemahaman, pengetahuan, kapasitas untuk benar-benar mengerti terhadap bagaimana membentuk ekosistem tadi (bursa karbon)," ujar Mahendra. (Yetede)
Telkom Perkuat Bisnis Satelit Lewat Starlink
JAKARTA,ID-PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk, melalui anak usaha PT Telkom Satelit Indonesia (Telkomsel), optimistis kerja sama yang dijalin dengan Startlink, perusahaan satelit internet milik konglomerat Amerika Serikat (AS) Elon Musk, akan memperkuat portfolio bisnis satelitnya. Layanan internet dengan skema kerja sama B2B tersebut dijual kepada perusahaan operator/penyelenggara jasa internet untuk melayani masyarakat pengguna akhir tahun di wilayah 3T Tanah Air. Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) telah memberikan izin Hak Labuh Satelit Khusus Non Geostationer (NGSO) Starlink kepada Telkomsat di Indonesia sejak sekitar pertengahan 2022. Starlink merupakan satelit penyedia layanan telekomunikasi/internet bagi masyarakat di berbagai belahan dunia, termasuk Indonesia. Meski demikian, hak labuh satelit tersebut hanya berlaku untuk layanan untuk backhaul merupakan teknologi yang memfasilitasi perpindahan layanan data/internet dari satu infrastruktur telekomunikasi infrastruktur telekomunikasi lainnya. Artinya, Telkomsel hanya bisa menjual layanan Starlink kepada korporasi penyedia jasa internet 4G baru bisa memberikan layanannya kepada masyarakat penggguna akhir bisnis/ritel di area rural atau terdepan, terluar, dan tertinggi (3T) Tanah Air. (Yetede)
Kolaborasi Sinar Sosro Dan Tetra Pak Luncurkan Kampanye Daur Ulang
Tetra Pak, perusahaan solusi pemrosesan dan pengemasan terkemuka di dunia mendukung PT Sinar Sosro, perusahaan minuman terkemuka di Indonesia meluncurkan kampanye daur ulang, DAURI-Daur Untuk Negeri, pada, Sabtu, 16 September 2023. Kerjasama kedua perusahaan ini ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) yang disaksikan oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) pada Festival LIKE-Lingkungan Iklim Kehutanan dan Energi Terbarukan yang merupakan salah satu kegiatan menuju COP28 (konferensi perubahan iklim). Kampanye DAURI berfokus pada peningkatan kesadaran akan pentingnya daur ulang, serta guna mendorong masyarakat Indonesia untuk mendaur ulang kemasan minuman bekas mereka.
Data Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) menunjukkan, bahwa Indonesia telah berhasil mengurangi penumpukan sampah sekitar 12 juta ton pada tahun 2022. Capaian tersebut tercatat lebih tinggi dari target pengurangan sampah nasional sebesar 30 persen pada tahun 2025. Pemerintah meyakini keberhasilan tersebut disebabkan oleh meningkatnya kesadaran masyarakat untuk mengurangi dan mendaur ulang sampah, serta infrastruktur pengelolaan sampah yang lebih baik. Direktur Tetra Pak, Tommy Srihartoyo Soetoyo, mengaku bangga dengan kemajuan yang telah dicapai Indonesia dalam upaya mengurangi tumpukan sampah. "Tetra Pak berkomitmen untuk mendukung upaya tersebut, dan membantu menciptakan masa depan yang lebih lestari untuk Indonesia," kata dia. (Yetede)
Darurat Beras Kian Dekat
TAK biasanya Nur Lina berkeliling mendatangi sejumlah kios beras di Pasar Jaya Pademangan Barat, Jakarta Utara, kemarin. Hal ini ia lakukan demi mendapatkan beras dengan harga termurah. Harga beras yang kian tinggi membuat beban pengeluaran ibu rumah tangga tersebut kian berat. “Saya sampai mendatangi lima kios untuk mencari beras paling murah,” kata dia saat dijumpai Tempo di pasar tersebut. Sebelum ke Pasar Jaya Pademangan Barat, Nur mampir ke tiga toko di pinggir jalan hingga ke minimarket. Setelah bertanya ke sana-sini, akhirnya ia memutuskan membeli beras di Pasar Jaya seharga Rp 50 ribu untuk 5 kilogram. “Lebih murah Rp 2.000. Lumayan, meski capek banget jalan kaki.” Bukan hanya Nur yang rela mondar-mandir mengecek harga supaya mendapatkan beras murah. Warga Pademangan lainnya, Putri Lestari, juga menceritakan kisah serupa.
Ia mengatakan telah mampir ke minimarket sebelum mendatangi salah satu toko beras di Pasar Jaya. Perempuan berusia 34 tahun itu memutuskan membeli beras di toko tersebut karena harganya lebih murah ketimbang di minimarket. “Premium lebih murah di Pasar Jaya. Tadi saya cek di minimarket 5 kg harganya Rp 69 ribu. Di sini harganya Rp 65 ribu,” kata Putri. Ia mengatakan selisih itu sangat berarti di tengah semakin mahalnya beras.Menyitir panel harga Badan Pangan Nasional (Bapanas), harga rata-rata beras medium di tingkat pedagang eceran kemarin dibanderol Rp 12.930 per kilogram, sementara harga beras premium mencapai Rp 14.560 per kilogram. Harga kedua jenis beras tersebut melonjak dibanding harga pada bulan yang sama tahun lalu. Waktu itu, beras medium masih dijual seharga Rp 10.950 per kilogram, sedangkan beras premium Rp 12.480 per kilogram. (Yetede)
Ancaman Buyar Proyek Ketahanan Energi
Molornya penyelesaian revitalisasi kilang PT Pertamina (Persero) di Balikpapan, yang membuat biaya proyek kian membengkak, memperlihatkan penyakit ego sektoral menjadi kronis di perusahaan negara kita. Ironisnya, masalah ini terjadi di antara sesama anak perusahaan Pertamina, yang seharusnya bekerja sama memastikan proyek berjalan sesuai dengan rencana dan selesai sesuai dengan target.
Ongkos proyek peremajaan kilang Pertamina atau refinery development master plan (RDMP) di Balikpapan diduga membengkak hingga sekitar Rp 18,36 triliun. Pembengkakan biaya ini terdeteksi sejak tahun lalu, sebagian besar karena masa tunggu akibat pandemi Covid-19. Konsorsium kontraktor, yakni SK Engineering & Construction Co, Hyundai Engineering Co Ltd, PT Rekayasa Industri, serta PT Pembangunan Perumahan (Persero) Tbk, sebetulnya sudah mengajukan amendemen kontrak 30 persen lebih besar dibanding nilai awal proyek. Namun hingga kini Pertamina belum menyepakati nilai baru tersebut. Jika hal itu dibiarkan berlarut-larut, potensi pembengkakan biaya semakin tinggi.
Lambatnya pengambilan keputusan mengenai nilai baru sebetulnya hanya satu dari sekian banyak penyebab berlarut-larutnya proyek. Sejak awal proyek ini bergulir, anak perusahaan Pertamina yang menggarap proyek ini, yakni PT Pertamina Kilang Internasional beserta PT Pertamina Kilang Balikpapan, ditengarai tak kompak. Upaya Pertamina menunjuk konsultan proyek pun sia-sia karena anak perusahaan minyak pelat merah ini kerap tak satu suara, meski belakangan Direktur Proyek Infrastruktur Kilang Pertamina Internasional, Kadek Ambara Jaya, berupaya merangkul semua pemangku kepentingan proyek tersebut. (Yetede)
Suku Bunga Acuan Sudah Di Batas Puncak
LONDON,ID-Bank-bank sentral utama dunia saat ini dipandang sudah mencapai atau berada dibatas puncak suku bunga acuan yang hedak mereka naikkan. Bahkan bank Sentral Eropa (ECB) pekan lalu mengisyaratkan jika suku bunga sudah sampai batasnya. ECB pekan lalu menaikkan suku bunga acuan ke angka tertinggi 4%. Setelah melalui pertimbangan panjang seputar perkiraan inflasi dan memperbaharui pertumbuhan ekonomi serta apa artinya bagi kebijakan moneter. Meskipun pernyataan yang menyertainya sama sekali tidak mengesampingkan kenaikan lebih lanjut, ECB menjelaskan bahwa suku bunga berada pada tingkat yang jika dipertahankan untuk durasi yang cukup lama, bakal memberikan kontribusi substansial terhadap kembalinya inflasi tepat waktu ke target. Di samping itu, prospek inflasi jangka pendek masih suram dan akan memukul kelompok rumah tangga dengan keras. Berdasarkan proyeksi makroekonomi staf ECB untuk kawasan uero, saat ini mereka melihat rata-rata inflasi untuk 2023 mencapai 5,6% atau lebih tinggi dari perkiraan sebelumnya 5,4% dan 3,2% di tahun depan, juga lebih tinggi dibandingkan prediksi sebelumnya 3%. (Yetede)









